Thursday, July 5, 2012

Sinopsis Dream High 2 Episode 9


DREAM HIGH 2
EPISODE 9

Yoo Jin segera menggendong Rian turun dari panggung. JB menghampiri Yoo Jin dan mengajak Yoo Jin untuk menuju mobil agar Rian bisa lebih cepat di bawa ke Rumah Sakit. Hye Sung berniat pergi juga namun Hye Poong menahan tangannya, "Jangan pergi...." Hye Sung menatap adiknya ragu antara memilih menemani adiknya atau ikut pergi mengantar Rian ke Rumah Sakit.


Sesampainya di Rumah Sakit, Yoo Jin langsung menggendong Rian masuk kedalam rumah sakit. JB kembali ke mobil untuk mengambil ponsel Rian. Ponsel Rian dalam keadaan terkunci namun dia ingat bahwa dulu Rian pernah mengatakan sesuatu padanya, "0822 itu password ponselku. Tanggal lahirmu." JB menekan angka 0822 dan ponsel Rian pun terbuka. JB pun kemudian menghubungi Ibu Rian mengenai kondisi Rian.


Rian membuka matanya dan dia mendapati Yoo Jin yang ada di sisinya. Yoo Jin terlihat khawatir saat melihat Rian sadar, "Kau sudah sadar? Apa kau tau ini ada dimana?" Rian menjawabnya, "Kau tidak perlu terlalu berlebihan. Kau... Bukankah kau kemari untuk bertemu Hye Sung?" Yoo Jin mengatakan bahwa dia sudah keburu mengantar Rian ke rumah sakit sehingga tidak sempat lama bertemu dengan Hye Sung. Rian terlihat sedikit merasa bersalah makanya dia bertanya pada Yoo Jin, "Apa kau benci padaku sekarang?(Karna membuat Yoo Jin gak sempet ketemu Hye Sung)" Yoo Jin justru tertawa mendengar pertanyaan Rian, "Kau ini lucu, Jika aku membencimu, lalu untuk apa aku membawamu ke rumah sakit huh? Hey ini sudah dua kali aku menolongmu. Apa kau pikir punggungku ini adalah taxi pribadimu hah? Tapi untung saja ada JB, Dia yang membawa mobil dan mengantar kita kemari." Rian langsung terlihat tidak senang saat nama JB disebutkan.


JB menghampiri Rian dan Yoo Jin sambil membawa Ponselnya Rian, "Aku tadi menghubungi Ibumu dan juga Direktur." Rian kesal dan langsung mengambil ponselnya kembali, "Siapa yang memberimu izin hah?! Keluar kau!! Bukankah Shin Hye Sung sudah cukup bagimu? Apa kau tidak mendengarku? Cepatlah keluar!!" JB mengikuti permintaan Rian dan dia pun berjalan pergi. Yoo Jin berkomentar pada Rian, "Dari tatapannya aku bisa lihat bahwa dia khawatir padamu." Rian tiba-tiba saja terjatuh pingsan kembali.


Berita mengenai Rian yang tampil di Chung Ju dan terjatuh pun sudah tersebar di Kirin bahkan foto-fotonya di tampilkan di TV Kirin. Semua murid berkumpul membahas mengenai foto Rian itu. Soon Dong berkomentar, "Artis bulan ini adalah Rian. Bahkan beritanya melampaui berita Hye Sung. Melihat hal ini, Rian terlihat menyedihkan." Hong Joo ikut mengangguk setuju. Ailee yang melihat foto itu juga berbisik pada Nana dan Si Woo, "Berita ini tidak akan mempengaruhi kita kan? Image Hershe benar-benar hancur..." Soon Dong bertanya, "Tapi... Mengapa hanya Rian yang pergi kesana?" Ailee dan Nana juga ikut bingung dan Ailee menjawabnya, "Entahlah. Direktur tidak memberitahu apapun pada kami. Rian bukanlah tipe orang yang suka dalam acara seperti itu. Apa ada sesuatu yang dia sembunyikan? Aku yakin Direktur memaksa dia karena Rian itu...." Nana dengan segera menutup mulut Ailee, "Hati-hatilah dengan ucapanmu...." Ailee mengangguk mengerti.

Rian terbangun dan dia sudah dipindahkan ke kamar rawat biasa. Yoo Jin berada di dalam kamar rawat dan dia bertanya pada Rian, "Kau sudah bangun?" Rian mengambil posisi duduk dan dia balik bertanya pada Yoo Jin, "Sudah berapa lama aku tertidur?" Yoo Jin tidak menjawab dan dia malah membicarakan hal lai, "Aku baru tau bahwa idola juga tidurnya mendengkur." Rian panik mendengar hal itu, "Aku mendengkur? Hmm mungkin karna aku kurang tidur akhir-akhir ini. Padahal aku belum pernah mendengkur sebelumnya." Yoo Jin tertawa melihat wajah panik Rian, "Aku hanya bercanda. Kau tadi tidr dengan sangat damai. Ah ya tadi Ibumu menelfon dan bilang bahwa dia akan segera datang." Rian terlihat tidak suka mendengarnya, "Aish... Aku tidak terlihat sedang sakit kan?" Yoo Jin tersenyum, "Mengapa kau bersikap seperti itu di depan Ibumu?" Rian menjawabnya, "Aku tidak begitu... Ibuku hanya terlalu sering mengeluh."


Tidak lama kemudian Ibu Rian datang dan Ibu Rian langsung berteriak histeris saat melihat Rian, "Rian!! Apa kau baik-baik saja? Apa kau terluka?" Rian menjawabnya ketus, "Ibu mengapa ada disini? Aku tidak apa-apa...." Ibu Rian tetap panik melihat keadaan Rian, "Dibagian mana kau merasa sakit?" Lihatlah wajahmu... Kau kurus sekali... Apa kau meminum suplemen yang Ibu berikan? Bagaimana dengan nasi? Kau tidak pernah melewatkan jam makanmu kan? Bukankah sudah kukatakan untuk makan tepat waktu dan jangan bekerja terlalu keras. Ayo kita pindah ke Rumah Sakit di Seoul saja..." Rian melirik Yoo Jin tidak enak dan berbisik pada Ibunya, "Ibu berhentilah berbicara..." Ibu Rian menatap Yoo Jin tidak enak juga karna mereka berdebat di depan Yoo Jin, "Kau ikuti saja apa yang Ibu katakan. Ibu akan mengurus semuanya dan juga aku akan membicarakan hal ini dengan Direktur."


Ibu Rian datang ke Kirin dan mengobrol dengan Kang Chul, "Aku tidak akan membiarkan anakku menjadi penyanyi lagi." Kang Chul menjawabnya santai, "Hm sepertinya ada kesalah pahaman. Mari kita diskusikan bersama." Namun Ibu Rian langsung menolaknya, "Rian pingsan karena kelelahan bekerja!" Kang Chul menyanggah hal itu, "Bukankah itu sebuah kecelakaan?" Ibu Rian kembali marah-marah, "Kecelakaan? Salah siapa ini? Oh baiklah jika anda ingin menyebutkan alasan." Kang Chul tidak senang dengan ucapannya Ibu Rian, "Alasan apa? Apakah anda mengatakan bahwa kecelakaan ini disebabkan oleh aku? Jika anda ingin benar-benar menyelidiki siapa yang bersalah, maka bukankah Rian yang bersalah karena dia lah yang naik ke atas panggung?" Ibu Rian marah, "Rian pergi ke tempat sejauh itu tanpa manager dan mobil, aku meminta kau mencarikannya pekerjaan namun aku tidak meminta ada perjanjian seperti itu...."

Produser Jae In yang berada di Ruang KanG Chul terlihat jengah dengan ucapan Ibu Rian. Kang Chul berkata, "Masuk akal atau pun tidak, orang yang berdiri diatas panggunglah yang bertanggung jawab dan itu artinya adalah sang penyanyi. Entah itu seorang pemabuk dengan lemparan botol, atau orang yang mengacau. Dan lagi itu hanya sebuah bola sepak. Apa yang salah dengan hal ini? Anda jelas mengada-ngada." Ibu Rian balas berkata, "Siapa selama ini yang memaksa Rian untuk menjadi penyanyi? Untuk saat ini aku minta agar Rian fokus dalam akting saja. Biarkan saja Rian mundur dalam audisi Super Idol itu."

Produser Jae In berkomentar, "Aku adalah orang yang bertanggung jawab dalam masalah audisi. Apa aku boleh mengatakan sesuatu?" Ibu Rian menatap Produser Jae In, "Apa?" Produser Jae In melanjutkan ucapannya, "Dalam kondisi Rian yang seperti ini... Mustahil sebenernarnya membiarkan dia mengikuti audisi. Sepertinya anda salah paham akan suatu hal. Jika Rian tidak bisa menjadi penyanyi maka dia juga tidak akan pernah bisa menjadi seorang Aktris." Ibu Rian terdiam mendengarnya.


Yoo Jin masih menggui Rian di kamar rawatnya Rian. Pintu kamar terbuka dan terlihat Hye Sung yang datang bersama dengan adiknya Hye Poong.

Yoo Jin dan Hye Sung pun mengobrol berdua di luar kamar Rian. Hye Sung bertanya, "Apa Rian sudah baikan?" Yoo Jin menjawabnya, "Dia bilang sudah merasa lebih baik tadi." Hye Sung kembali bertanya, "Hm jangan katakan padaku bahwa kau kemari untuk menemuiku... Kau kenapa datang kemari?" Yoo Jin menunduk dan terlihat ragu menjawab, "Kau mungkin tidak tau, tapi waktu itu... Rian menyanyikan lagumu." Hye Sung tersenyum, "Aku tau. Aku mendengarkan siarannya." Yoo Jin berkata, "Sebenernya aku tidak bermaksud begitu namun tiba-tiba semuanya menjadi seperti ini. Ini adalah kesalahanku." Hye Sung lagi-lagi tersenyum pada Yoo Jin, "Kau tidak perlu meminta maaf. Jika bukan karena kalian maka mungkin orang-orang tidak akan tau laguku." Yoo Jin menatap Hye Sung, "Apa maksudmu? Bukankah kami semua sudah tau lagumu? Kau... Aku dan para pelajar lainnya tau. Semua orang menuggumu. Kau harus kembali."

Hye Sung bangkit dari duduknya, "Terima kasih kau sudah mau datang. Tapi aku tidak bisa kembali. Aku tidak akan kembali. Aku tidak tau kapan ini akan berahir bagiku, namun musik itu seperti sebuah pengakuan cinta yang tidak terungkapkan. Hanya pengakuan cinta yang tidak terungkapkan pada diriku sendiri.... Rian sekarang pasti sudah sadar, kau temuilah Rian. Aku pulang...." Hye Sung kemudian berjalan pergi meninggalkan Yoo Jin.


Soon Dong, Ui Bong, Hong Joo dan juga Lee Seul sedang berlatih menari lagunya Rain. Namun diantara mereka semua yang gerakannya bagus hanyalah Ui Bong dan tentu saja hal ini membuat Ui Bong sendiri kebingungan karna teman-temannya tidak bisa mengikuti gerakan. Guru Jin Man datang ke ruang kelas dan bertanya, "Apa yang kalian lakukan?" Soon Dong menjawabnya semangat, "Misi kali ini adalah sesuatu yang berhubungan dengan 'B' (Bi=Rain). Kami sedang berlatih." Hong Joo berkata pada Guru Jin Man, "Lihatlah kami sudah bekerja keras. Mirip dengan Rain kan?" Guru Jin Man berkomentar, "Aku tidak melihat sosok Rain sama sekali. Lihatlah perutmu itu!" Guru Jin Man kemudian menatap Lee Seul, "Kau! Apa ada hal yang membuatmu puas di dunia ini hah? Kau bahkan menari sambil mengunyah permen karet." Lee Seul menatap Guru Jin Man bingung karena dia belum mengenal Guru Jin Man dia pun bertanya pada Ui Bong, "Siapa pria ini?" Ui Bong menjelaskan bahwa Guru Jin Man adalah Guru bahasa Inggris mereka. Guru Jin Man berkata pada semuanya, "Kalian ikuti lah aku..."

Guru Jin Man membawa mereka ber-empat ke ruangan latihan dimana terlihat JB, Si Woo, Ailee dan Nana sedang latihan dance dan mereka gerakannya sangat bagus. Hong Joo berkomentar, "Gerakan mereka sangat baik... Kita benar-benar sudah kalah...."


Produser Jae In sedang memberikan arahan pada guru pembimbing mengenai acara audisi, "Tidak banyak waktu yang tersisa sebelum audisi. Kau harus menunjukan yang terbaik di atas panggung. Bukan hanya pelajar yang bertanggung jawab, tetapi para guru juga. Jadi tolong ingat hal itu." Para guru mengerti dan kemudian pergi meninggalkan ruangan kecuali Guru Taeyeon.

Produser Jae In bertanya pada Guru Taeyeon, "Apa ada yang ingin kau katakan?" Guru Taeyeon menjawabnya, "Ini... Ini adalah tantangan yang sulit. Dari awal ini sebuah kompetisi yang tidak adil. Antara amatir dan idola profesional. Mengenai misi kali ini, 'B' apa kau mau memberikan sedikit petunjuk pada kami? Bukankah anda akan memberikan sedikit kemudahan pada lawan yang lemah? Jadi kalau anda memberikan sedikit petunjuk maka ini menjadi kompetisi yang adil..." Produser Jae In berkata, "Saat kita berpartisipasi dalam sebuah olimpiade, bukankah kita memiliki posisi start yang sama? Lalu untuk apa ada peraturan? Agar kita bisa berkompetisi dalam kondisi yang sama itulah alasan ada peraturan. Apakah anda selalu mengajarkan murid anda untuk bersikap seperti ini? Bertingkah seperti anak manja, melanggar peraturan dan bahkan meminta tips?" Guru Taeyeon menjawab, "Tidak. Aku hanya berusaha mendapatkan petunjuk...." Produser Jae In mengatakan, "B itulah petunjuknya. Apa aku masih harus mengatakan sesuatu pada mu? Apa kau tipe orang yang akan membuatku kecewa?" Guru Taeyeon menunduk malu dan kemudian berjalan pergi keluar ruangan.


Guru Taeyeon berjalan dan bertemu dengan Ji Soo, "Aku heran, ini terlihat seperti bukan dirimu. Bisa bisanya kau berfikir mengenai melanggar peraturan yang ada. Bukankah groupmu akan merasa malu karena sikapmu itu?" Guru Taeyeon kesal mendengarnya, "orang yang akan benar-benar maslu adalah dirimu Guru Ji Soo." Ji Soo tertawa, "Ada beberapa hal dimana semangat dan kerja keras tidaklah cukup. Mengajar harusnya bisa membuat potensi murid keluar. Tidak peduli seberapa kau berusaha, tidak akan ada hasil apapun. Pada akhirnya mereka hanyalah sebuah lubang."

Guru Taeyeon tidak suka mendengarnya, "Apa kau menyebut mereka(Murid Guru Tayeoen) sebagai lubang hah?" Ji Soo bertanya balik, "Lalu apa aku harus mengatakannya sebagai rongga? Ah ya benar.... Murid yang pindah itu, Shin Hye Sung... Bukankah dia mengingatkanmu pada seseorang? Seseorang yang tidak tau cara bernyanyi dengan benar namun menjadi seorang pelatih vokal. Apa kau tau siapa dia? Dan lagi dia tidak memiliki bakat luar biasa, hanya tau bagaimana cara menyulitkan orang-orang di sekelilingnya.. Bagaimana jika kau melepaskan Hye Sung dan membantu muridmu saja hah?" Guru Tayeoen menjawab, "Justru karena hal itu aku tidak bisa melepaskan Hye Sung begitu saja!" Ji Soo tetap memandang rendah pada Guru Taeyeon, "Apa gadis itu akan kembali?" Guru Taeyeon menjawab penuh keyakinan,"Pasti! Dia akan kembali! Huh...." Guru Taeyeon langsung pergi meninggalkan Ji Soo.


Hye Poong sedang berada di kamarnya. Ponsel Hye Sung berbunyi dan dia pun mengangkatnya, "Hallo." Orang menelfon bertanya, "Apakah anda Shin Hye Sung? Aku Ye Eun dari Wonder Girls." Hye Poong menjawab kesal, "Ahjumma... Jika kau wonder Girls maka aku adalah Girls Generation!" Dengan cepat Hye Poong mematikan ponsel Hye Sung itu.


Hye Sung yang baru datang ke kamarnya pun memarahi Hye Poong yang lagi-lagi dengan sembarangan menjawab telfon di ponselnya Hye Sung. Ada sms yang masuk dan Hye Sung pun membacanya, "Kau mungkin berfikir bahwa ini adalah telfon iseng. Tapi aku benar-benar Ye Eun Wonder Girls. Kami berniat untuk memasukan lagumu ke dalam Album kami jadi tolong hubungi kami." Hye Sung shock membaca sms itu. Hye Poong yang penasaran pun dengan segera merebut ponsel Hye Sung dan ikut terkejut, "Woow!! Ini benar-benar Ye Eun Wonder Girls!! Kita harus meminta tanda tangannya. Ayo segera telfon balik dia!!" Hye Sung merebut kembali ponselnya dan mengacungkan ponselnya tinggi hingga Hye Poong tidak bisa merebutnya. Hye Sung masih terlihat bingung dengan hal ini, "Aneh... Bagaimana mereka tau bahwa aku yang menciptakan lagu itu?" Hye Poong berkomentar sambil terus melompat mencoba merebut ponsel Hye Sung, "Yang terpenting Eonni Telah menjadi pencipta lagu!! Eonni kau benar-benar terkenal sekarang!!" Hye Sung tersenyum mendengarnya, "Pencipta lagu.... Benarkah aku menjadi pencipta lagu?" Dan diam-diam Ayah Hye Sung mendengar hal itu.


Yoo Jin sedang berjalan menuju Kirin. JB menghampirinya untuk mengajak berbicara namun Yoo Jin menolak dan beralasan bahwa mereka sudah telat. JB tetap mengejarnya dan mengajaknya berbicara, "Apa kau sudah bertemu Hye Sung? Apa dia mengatakan akan kembali?" Yoo Jin menjawabnya santai, "Sudah kukatakan bahwa dia akan kembali, tunggu saja. Dia pasti kembali sebelum misi audisi dimulai. Kau tau kan bahwa dia menyukaiku? Itu seperti cinta yang tak terbalas." JB menepuk punggung Yoo Jin dan menatapnya, "Orang yang Shin Hye Sung suka itu adalah aku. Apa kau tidak tau bahwa cinta itu tidak dapat dipaksakan? Inspirasi, bakat, emosi itu adalah bawaan lahir.... Kau perlu memiliki hal itu. Jangan dengan ceroboh meniru orang lain hanya karna terlihat keren." Yoo Jin terdiam mendengar kata-kata JB dan dia teringat bahwa dulu dia juga pernah mengatakan kalimat itu pada seseorang, "Kau... kau... kau Jang Woo Jae?!" JB tersenyum, "Sekarang kau sudah ingat? Benar-benar lambat. Padahal aku sudah mengujimu beberapa hari ini tapi tetap kau gagal menyadarinya."

Yoo Jin mengacak-acak rambut JB dan tersenyum, "Wow senang bertemu denganmu kembali. Kau ternyata banyak berkembang. Rasanya seperti kemarin saja melihat kau yang gugup memegang gitar." JB kesal melihat Yoo Jin yang mengejeknya, "Aish. Bukankah sudah kukatakan sebelumnya? Aku akan membuatmu berlutut dihadapanku dalam waktu 3 tahun. Aku datang ke sekolah ini hanya untuk melihat perkembanganmu. Tapi aku merasa kau membosankan sama sekali tidak menyenangkan." Yoo Jin menaruh lengannya pada pundak JB, "Tidak peduli apa yang kau katakan, tapi dimataku kau tetaplah pecundang. Jangan merasa keren dengan cara mengikuti orang lain." JB menyeringai kesal, "Demi mengetahui siapa yang lebih hebat, kita tunggu saja hasil audisi. Jadi untuk saat ini tolong jaga lututmu itu. Ah dan satu lagi... Orang yang kau hadapi saat ini bukanlah Jang Woo Jae 3 tahun lalu. Saat ini aku adalah JB." Yoo Jin mendengus kesal, "Kau pikir aku bermasalas-malasan selama 3 tahun ini hah?" JB menatap Yoo Jin dari atas hingga bawah, "Kau bahkan terlihat seperti belum tidur dalam waktu yang lama." JB tertawa dan meninggalkan Yoo Jin yang benar-benar kesal.

Setelah kepergian JB, Yoo Jin mengingat ucapan Produser Jae In, "Berapa lama kau berencana untuk terus melarikan diri? Apa kau ingin terus hidup dalam bayang-bayang anak berusia 10 tahun?"

Guru Taeyeon sedang memberikan semangat pada murid-muridnya namun terlihat jelas bahwa murid-muridnya sudah tidak bersemangat sama sekali untuk audisi. Ui Bong bilang bahwa dia akan kembali ke rencana awal hidupnya yaitu menjadi penari latar saja. Hong Joo juga mengatakan bahwa dia akan ikut audisi Super K saja. Soon Dong menatap Guru Taeyeon, "Guru... Apa aku harus pindah sekolah?" Sedangkan Lee Seul berkata santai, "Huh sudah kuduga akan seperti ini..."

Pintu ruangan terbuka dan masuklah Yoo Jin, "Guru! Aku ingin menjadi Super Idol!" Guru Taeyeon dan yang lainnya menatap Yoo Jin bingung, "Hm bukankah kau sudah menjadi Super Idol?" Yoo Jin menjawabnya, "Bukan begitu! Aku akan mempertaruhkan reputasiku sebagai seorang Super Idol. Lihatlah aku patsi akan menang dan membuat JB mengakui bahwa dia kalah dariku!" Guru Taeyeon senang karna ternyata di dalam groupnya masih ada yang memiliki semangat.


JB mengatakan pada Groupnya bahwa dia berfikir jika 'B(Rain)' itu hanyalah sebuah trik. JB memutar kaset lagu yang dibawanya dan semuanya pun mendengarkan lagu-lagu yang diputar. Ji Soo masuk kedalam ruang latihan dan mendengar lagu yang diputar dan kemudian dia berkomentar, "Hujan yang turun dari langit adalah Bi, Hujan yang sedih juga dianggap Bi. Maksudnya adalah sesuatu yang berkaitan dengan Hujan." Nana terlihat senag dengan ide JB, "Ini seperti sebuah musikal. Sangat menyenangkan." Si Woo menatap JB penasaran, "Tapi kau sedikit aneh... kau seperti sedang mencoba menampilkan yang terbaik pada seseorang." JB tersenyum gugup, "Hah? Menampilkan apa?" Ji Soo berkata pada JB, "Bagus jika mempunyai minat tapi kita sudah tidak memiliki cukup waktu jika ingin mengubah lagunya dan juga mengubah tariannya." JB berkata pada Ji Soo penuh percaya diri, "Jangan khawatir. Aku akan menunjukan pada semua orang apa arti seorang profesional yang sebenarnya."


Yoo Jin dan teman-temannya sedang latihan menari lagunya Rain namun tiba-tiba saja Yoo Jin mematikan music player sehingga yang lainnya terlihat bingung. Guru Taeyeon bertanya, "Yoo Jin, ada masalah apa lagi?" Yoo Jin menggerutu, "Aku sudah melakukan persiapan namun tetap saja ini seperti sebuah tiruan. Kalau kita hanya menyanyikan lagu Rain dan mengatakan bahwa ini adalah jawaban dari misi itu, bukankah ini terlalu mudah? Dan lagi dalam audisi ini yang diperlukan adalah kepribadian. Kalau kita meniru, kita sudah pasti gugur." Ui Bong bertanya bingung, "Lalu apa jawabanya? Bukankah itu sebabnya kita menyanyikan lagu Rain?" Yoo Jin mencoba menjelaskan pemikirannya, "Bukan begitu. Kita memerlukan kepribadian yaitu ciri khas kita. Bukan ciri khas orang lain. Kita harus menemukan sesuatu yang lebih baik." Guru Taeyeon mengeluarkan pendapatnya, "Sebenarnya aku memiliki pemikiran yang sama dengan Yoo Jin. Apa yang kita pikirkan saat mengingat Rain?" Semuanya tediam mencoba berfikir.


Kepala Sekolah yang diam-diam mengontrol kelas hanya bisa menarik nafas berat melihat groupnya Yoo Jin yang terlihat belum siap audisi. Kepala Sekolah bertemu dengan Produser Jae In dan mencoba menanyakan sesuatu, "Tunggu sebentar... Aku juga biasa menciptakan lagu, hmm anggap saja ini sebuah pertanyaan. Apa alasanmu dibalik pemilihan Jin Yoo Jin sebagai seorang Super Idol?" Produser Jae In menjawabnya, "Para Artis OZ adalah yang terbaik dalam industri saat ini. Kalau kita tidak mengubah sistem mereka saat ini maka mereka tidak akan bisa bertahan." Kepala Sekolah masih terlihat tidak mengerti, "Aku tidak mengerti. Jadi maksudmu kay hanya mencoba melempar pancingan untuk mengubah kondisi yang ada?" Produser Jae In tersenyum, "Anggaplah dia sebagai pemacunya. Dalam sebuah perlombaan maraton, demi menyingkirkan rintangan maka entah itu menang atau kalah selama mereka..." Kepala Sekolah langsung memotong ucapannya, "Aku mengerti maksudmu."

Kepala Sekolah melanjutkan ucapannya, "Tapi Jin Yoo Jin bukanlah seseorang yang dengan mudah setuju untuk menjadi seorang pemacu." Produser Jae In menatap ke kelas tempat Yoo Jin sedang latihan, "Yang kita butuhkan adalah seorang Super Idol. Seseorang seperti Michael Jackson atau Lady Gaga. Seorang bintang yang tidak tergantikan. Jadi untuk mengembangkan mereka maka kita memerlukan sosok pemacu. Bukankan ini menarik?" Kepala Sekolah menarik nafas, "Apakah Jin Yoo Jin ingin atau tidak, biarkan dia memutuskan sendiri. Yang aku ingin katakan itu dia hanyalah anak berusia 19 tahun. Dia telah tersakiti di masa lalunya, akrena itu..." Produser Jae In memotong ucapan, "Tidak ada yang memaksanya. Yoo Jin lah yang memilih jalannya. Siapa yang akan tau jika mungkin saja seorang pemacu lah yang akan menang pada akhirnya..." Produser Jae In tersenyum penuh arti dan berjalan pergi.


Guru Taeyeon sedang mencoba memikirkan maksud dari 'B' untuk misi pertama audisi. Ponselnya berbunyi dan dia pun menjawabnya, "Hallo? Stasiun siaran? Hah? Maksudmu Hye Sung datang?!"


Hye Sung masuk kedalam ruang siaran dan bertemu dengan Ye Eun. Dan Hye Sung pun menyanyaka hal yang sangat membuatnya penasaran, "Hmm bagaimana kau tau bahwa lagu itu diciptakan olehku?" Ye Eun memberikan cd pada Hye Sung, "Gurumu yang mengirimkan ini kepada kami." Hye Sung menatap cd itu dan dia yakin bahwa Guru Taeyeon lah yang telah mengirimkannya. Pintu Ruang Siaran terbuka dan masuklah Rian yang langsung menyapa Ye Eun. Ye Eun senang melihat kedatangan Rian dan memeluknya. Rian tiba-tiba saja menyapa Hye Sung dengan ramah dan itu membuat Hye Sung sedikit bingung.


Di ruang guru, Guru Taeyeon langsung memutar siaran radio. Guru Jin Man yang melihat sikap Guru Taeyeon pun bertanya, "Apa yang sedang kau lakukan?" Guru Taeyeon menjawabnya, "Tenanglah... Hari ini adalah hari perdana siaran radionya Hye Sung. Aku tidak boleh terlewatkan satu kata pun." Guru Jin Man terkejut mendengarnya, "Wow benarkah? Anak itu harus berterima kasih padamu karna kaulah yang sudah mengirimkan cd lagu itu berulang kali pada stasiun radio."


Siaran radio pun dimulai. Ye Eun membuka acaranya dan memperkenalkan Rian dan Hye Sung, "Hari ini kami mengundang 2 tamu istimewa. Beberapa waktu yang lalu lagu Hello To My Self diputar di sebuah siaran. Dan tamu kita adalah Rian dari Herhse dan pencipta lagu Shin Hye Sung. Wow sangat senang bisa bertemu dengan kalian berdua dan kalian terlihat sangat akrab." Rian yang menjawabnya duluan, "Benar. Setelah pindah sekolah, aku berteman dengannya. Dan lagi dia teman sekamarku. Dia benar-benar teman yang baik." Rian menatap Hye Sung seolah memberikan isyarat agar Hye Sung mengikuti ucapannya. Ye Eun berkata, "Setelah pemutaran pertama lagu, bahkan sebelum ada rilis lagu secara resmi namun sudah banyak sekali yang meminta lagu itu untuk diputar oleh kami. Bagaimana perasaanmu?" Hye Sung kini yang menjawab, "Ah ini terasa seperti mimpi. Aku tidak pernah menyangka bahwa laguku dapat diputar di siaran radio."

Ye Eun memberikan pertanyaan, "Pada awalnya orang-orang berfikir bahwa Rian dari Hershe lah yang menciptakan lagi, Bagaimana ini?" Rian segera mengambil alih untuk menjawabnya, "Ah itu... Karena alasan keluarga, Hye Sung pindah sekolah. Jadi aku menggantikan Hye Sung naik ke atas panggung dan saat itu adalah hari dimana Hye Sung pergi. Jadi aku menganggapnya sebagai hadiah perpisahan dan menyanyikan lagu itu. Tidak peduli kemanapun kau pergi, Kau harus semangat. Aku menggunakan lagu itu untuk menyemangatinya."


Yoo Jin, Ui Bong, Lee Seul dan Soon Dong yang mendengar siaran radio itu pun merasa aneh dengan semua yang diucapkan oleh Rian.


Ye Eun bertanya pada Hye Sung, "Hye Sung apa kau tau hal itu?" Rian dengan tiba-tiba menjawab, "Dia mungkin tidak tau karna kami menyiapkannya sebagai kejutan." Rian terlihat gugup takut jika Hye Sung mengatakan hal sebaliknya yang telah ia katakan. Hye Sung menatap Rian dan menjawab, "Ah benar. Aku berterima kasih pada Rian. Jika bukan karnanya mungkin laguku tidak akan menjadi seterkenal ini. Sebenenarnya lagu ini tidak benar-benar di selesaikan olehku. Aku hanya menulis liriknya. JB yang mengaransemen lagunya dan Band Kirin yang menampilkannya. Jika bukan karna teman-temanku, mungkin lagu ini sudah menghilang dari dunia. Karena itulah aku sungguh bersyukur mempunyai teman-teman yang telah membawakan lagu ini menjadi hidup."


Teman-teman Hye Sung yang mendengarnya pun merasa terharu dengan perkataan Hye Sung. Sementara itu JB terlihat berdiri di pintu kamar rawatnya Rian sambil memegang bunga.


Ye Eun bertanya pada Hye Sung, "Jujur saat pertama kali mendengar lagunya, aku merasa bahwa ini seperti kisah nyata yang dialami. Apakah ada sebuah alasan dibalik penulisan lagu ini?" Hye Sung menjawabnya, "Sekolah kami memiliki banyak murid yang berbakat. Di saat aku melihat mereka, aku menyadari bahwa aku memiliki banyak kekurangan. Seperti seekor kura-kura yang tidak mungkin mengejar kelinci. Aku hanya merasa bahwa aku harus lebih berusaha tapi semua terasa tetap percuma. Sepertinya aku tidak terlahir seperti mereka. Aku merasakan perasaan frustasi itu dan seperti menulis diary, aku menulis lirik ini."


Ayah Hye Sung bersama Hye Poong mendengarkan siaran itu di rumah dan Ayah Hye Sung terlihat sedih juga mendengar perkataan Hye Sung.


Guru Taeyeon terlihat mau menangis makanya Guru Jin Man memberikan tisu padanya. Namun tiba-tiba saja Guru Taeyeon berdiri dari duduknya dan berteriak, "Aku menemukannya... B!! Aku mengerti sekarang!!!"


Ye Eun berkata pada Hye Sung, "Saat aku masih sebagai pendatang baru, seorang pencipta lagu mengatakan padaku bahwa musik yang sesungguhnya itu bukan di ciptakan, melainkan di temukan. Dapat menemukan lagu seperti ini adalah sebuah kemampuan juga. Dan selama kau memiliki hati yang tulis seperti yang ku miliki saat ini, maka dimasa datang kau akan menemukannnya lagi. Sebuah lagu yang indah dan teman yang baik. Ok baiklah mari kita dengarkan lagi Hello To My Self...." Rian sudah bersiap-siap berdiri untuk menyanyikannya namun Ye Eun menahannya. Ye Eun bertanya pada Hye Sung, "Hye Sung, apakah aku boleh menyanyikan lagunya? Aku ingin mendapatkan persetujuan langsung dari penciptanya." Hye Sung tentu senang mendengarnya dan setuju.


JB masuk kedalam kamar rawat Rian dan ternyata Rian tidak ada. Makanya dia meninggalkan bunganya di atas meja dan kemudian pergi.


Acara siaran sudah selesai dan Ye Eun secara langsung mengatakan pada Hye Sung bahwa dia berharap bisa menjadi yang pertama mendengarkan lagu-lagu Hye Sung karna dia sangat ingin memasukan lagu ciptaan Hye Sung ke dalam albumnya. Hye Sung senang mendengarnya dan setuju.


Saat keluar dari ruangan Siaran, Rian menemui Hye Sung, "Jangan salah mengerti hanya karna kau ikut dalam satu kali siaran ini. Kau mungkin bisa merasa bahwa kau adalah seorang bintang, namun tidak akan ada yang mengingatmu." Hye Sung tersenyum tulus, "Jangan khawatir. Aku sudah puas hanya dengan hal ini saja. Akhirnya aku menemukan jalanku."


Hye Sung datang ke Kirin, JB yang melihatnya pun langsung menyambutnya dan menunjukan dancenya di depan Hye Sung. JB mengambil tas Hye Sung dan berkata padanya, "Karna kau sudah melihat pertunjukanku maka kau harus membayarnya." JB membuka tas Hye Sung dan mengambil Kalung Kirin dari dalam tas Hye Sung. Hye Sung baru mau mengatakan sesuatu namun JB memotong ucapannya, "Ini milikku sekarang. Terima kasih. Dan terima kasih juga karna sudah kembali." Hye Sung hanya tersenyum melihat sikap JB.


Hye Sung datang ke ruang guru untuk mencari Guru Taeyeon tapi dia justru mendapatkan kejutan dari teman-temannya. Hye Sung senang melihat teman-temannya kembali, "Apa kau mendengarkannya? Siaran radio..." Soon Dong menjawabnya, "Kami semua mendengarnya. Huh siapa yang menyangka bahwa Shin Hye Sung yang berada di peringkat akhir dalam ujian justru menjadi yang pertama debut." Hye Sung mengucpkan rasa terima kasihnya pada Guru Taeyeon karna guru Taeyeon lah yang sudah mengirimkan lagunya pada stasiun radio. Guru Taeyeon lalu memberikan selembar kertas pada Hye Sung, Hye Sung membacanya dan terkejut, "A... Aku bisa kembali ke sekolah ini?" Guru Taeyeon menjawabnya, "Tentu saja. Seorang calon pencipta lagu terkenal tentu harus kembali ke Kirin."

Ui Bong, Hong Joo dan juga Soon Dong sama-sama mengatakan bahwa Hye Sung datang di saat yang tepat yaitu sebelum di adakannya ujian dan Soon Dong juga berjanji tidak akan pernah membiarkan Hye Sung untuk pergi kembali.


Guru Taeyeon mengatakan pada groupnya bahwa dia sudah mendapat ide mengenai misi mereka yaitu 'B'. Ui Bong bertanya, "B? Huruf alphabet B?" Guru Taeyeon menganggukan kepalanya, "Ya! Dan orang yang akan membantu kira menemukan jawaban ini adalah Hye Sung." Hye Sung berfikir sesaat dan dia mengatakan bahwa dia mengerti maksudnya. Hye Sung maju ke depan kelas dan membuat lirik lagi menggunakan huruf B, "Kelas B yang tidak bisa menjadi Kelas A. Kelas B yang ingin menjadi kelas A. Seseorang yang tidak bisa berdiri di puncah namun ingin berada di puncak. Bagaimana?"

Hong Joo mulai memaikan gitar acousticnya dan menyanyikan lirik yang dibuat oleh Hye Sung. Teman-temannya yang lain pun mulai mengikuti menyanyikannya bersama. Semuanya kemudian bersorak bersama karna telah menemukan lagu untuk audisi mereka. Bahkan Yoo Jin mengatakan bahwa ini lah musik yang sesungguhnya.

Ui Bong kini tugasnya yang membuat koreografinya. Ui Bong sudah membuatnya namun itu hanya bisa di lakukan oleh dirinya sendiri sedangkan teman-temannya yang lain hanya bisa diam saja. Akhirnya Ui Bong mengubahnya hingga 3 kali menjadi sangat sederhana dan teman-temannya yang lain pun setuju.


Ji Soo sedang melihat latihan groupnya Guru Taeyeon dan dia menertawainya. Guru Taeyeon menghampiri Guru Ji Soo dan bertanya, "Omo omo omo... apa kau sedang mengintai kami sekrang? Kau melanggar aturan huh?" Guru Ji Soo tertawa, "Melanggar aturan? Bukan begitu. Tidak ada yang perlu diintai dari kalian. Lihatlah, Shin Hye Sung benar-benar penganggu...." Guru Taeyeon menatap ke ruang latihan dan memang terlihat jika Hye Sung kesulitan mengikuti gerakan yang diajarkan Ui Bong. Guru Taeyeon kembali berkata pada Guru Ji Sii, "Guru Ji Soo, sepertinya groupmu juga memiliki penganggu. Bagaimana dengan Rian? Bukankah dia sedang sakit sehingga tidak bisa ikut alam audisi? Untuk para idola, penampilan ada hidupnya. Apa yang akan dia lakukan jika penampilannya sudah tidak ada? Dan, para siswa adalah pertanyaan, bukan jawaban. Kita menuntun mereka untuk mendapatkan jawaban. Aku juga baru mengerti hal iu."


Hye Sung sedang latihan menari sendirian dan JB melihat hal itu. Hye Sung terkejut saat melihat JB yang sedang ada di ruang latihan juga, "Sudah berapa lama kau disini?" JB tidak menjawab, dia justru mengajak Hye Sung untuk makan bersama.


JB dan Hye Sung pergi ke Restaurant bersama. JB berkomentar mengenai penampilan Hye Sung, "Tarianmu tidak terlalu buruk. Tapi di saat penampilan yang sebenarnya maka itu tidak akan mudah. Kau tidak akan berpenampilan seperti ini kan?" Hye Sung menatap JB bingung, "Kenapa? Aku merasa nyaman." JB menjawabnyam "Pakaian bagus akan menggantikan pakaian latihanmu dan sepatu heels akan menggantikan sepatu latihanmu itu juga." Hye Sung terkejut, "Itu sungguh tidak beralasan. Bagaimana bisa aku menari dengan pakaian seperti itu?" JB tersenyum dan mengatakan bahwa dia akan membantu Hye Sung mempersiapkannya.

JB membawa Hye Sung ke salon untuk di dandani dan kemudian mereka mencari baju untuk Hye Sung. JB memuji Hye Sung yang terlihat cantik. Namun Hye Sung tetap tidak merasa percaya diri, "Apa ini tidak aneh?" JB menggelengkan kepala, "Saat aku debut, aku mempelajari satu hal. Saat penampilanmu terlihat seperti seorang profesional maka saat itu perliakumu juga akan berubah menjadi seorang profesional. Kau berlatihlah sungguh-sungguh."

Setelah mencari pakaian untuk Hye Sung, mereka berdua berjalan bersama untuk kembali ke Kirin. Hye Sung bertanya, "Mengapa kau bersikap baik padaku? Kita kan tidak satu group." JB terlihat bingung menjawabnya, "Itu... itu..." Hye Sung menatap JB, "Menganai Hal di gereja.... Jika kau bersikap baik padaku karna takut aku salah paham maka kau tidak perlu khawatir." JB ingin menjelaskan maksudnya namun Hye Sung segera mengatakan jika dia harus kembali untuk latihan.


Rian memasukan 2 bunga tulip kuning yang dia temukan di kamar rawatnya itu kedam vas. Rian bergumam bahwa JB ternyata belum lupa mengenai bunga kesukaannya. Rian menatap cermin yang selalu dia bawa, dan terlihat ada luka kecil di bagian bibirnya tapi ternyata luka itu hanyalah luka palsu yang dibuat oleh Rian.


Ui Bong, Soon Dong, Hong Joo, Lee Seul dan Yoo Jin sedang makan bersama. Hye Sung datang dan Soon Dong memuji penampilan Hye Sung yang terlihat cantik, "Aigooo kau benar-benar cantik. Jadi dari karya besar siapa kau hah? JB? Jadi siapa yang telah mengubah putri kami ini? Ah ya kemarin malam kau jam berapa kembali? Saat aku bangun pagi aku tidak melihatmu." Yoo Jin langsung emosi saat nama JB di ucapkan makanya dia pun jadi marah-marah pada Hye Sung, "MWO? Apa kau gila? Kau juga terlambat pada latihan hari ini. YA! Tidak ada waktu untuk berkencan tau!!" Hye Sung kesal dan segera pergi.


Nana, Ailee dan Si Woo berada di ruang latihan dan mereka ber tiga sedang menatap bingung pada JB yang berusaha menyatukan warna rubiknya. JB berhasil membuat 1 warna bersatu dan dia langsung berteriak kegirangan sambil keluar dari ruang latihan.


Rian datang ke asrama Kirin dan dia membuka kotak tempat dia menyimpan sepatu-sepatu JB. Tiba-tiba saja pintu kamar terbuka dan yang masuk adalah JB, "Shin Hye Sung, aku sudah menyelesaikannya!" JB dan Rian sama-sama terkejut. JB menatap sepatu miliknya yang masih di simpan oleh Rian dan dia bergumam pelan, "Kau ternyata masih menyimpannya." Dari pintu terlihat Hye Sung yang berdiri di sana. Rian menatap JB, "Apa kau ingat yang kau katakan padaku setelah memberikan sepatu ini? Kau bilang mimpi dan semangatmu... dan... Baaimana perasaanmu padaku sekarang? Shin Hye Sung... Apa kau menyukainya?" JB menjawabnya tanpa tau jika Hye Sung ada di depan pintu, "Aku berharap Hye Sung bisa sukses, aku ingin membantu dan mendukungnya. Aku tidak tau apakah ini bisa di anggap rasa menyukainya." Rian sedih mendengar hal itu, "Kata-kata itu lebih buruk dari saat kau mengatakan bahwa kau menyukaiku."

Rian mengambil kotal sepatu itu dan menjatuhkan seluruh sepatu JB di depan JB. Rian kemudian pergi kelur. JB memunguti semua sepatunya kembali. JB menatap ke pintu dan melihat ada Hye Sung. Hye Sung hanya tersenyum kecil dan kemudian berjalan pergi.


Audisi Super Idol dimulai... Produser Jae In berdiri di atas panggung untuk membuka acara, "Dalam setiap kontes ada yang menang dan kalah. Hari ini semua orang akan mendengar sorakan dari pemenang dan melihat air mata dari yang kalah. Setelah melihat penampilan mereka sema akan ada voting untuk menentukan pemenangnya. Pemain Baseball pernah mengatakan "ini belum berakhir hingga semua berakhir" jadi hadilnya akan diputuskan segera saat ada pihak yang menyerah. Selama ada harapan kecil yang terisa, tidak pedulu berapa besar perbedaannya namun kompetisi tidak akan berakhir. Untuk group yang kalah, akan ada kesempatan untuk kembali. Kalian ada pilihan untuk menyerah begitu saja atau membuat sebuah keajaiban. Itu semua terserah kalian yang memutuskannya. Dan misi untuk penampilan hari ini adalah B. Kreatifitas dari penampilan yang dapat mengungkapkannya."

Group Hye Sung sedang bersiap-siap di belakang panggung. Yoo Jin menepuk pundak Hye Sung mencoba memberikan dukungan, "Walaupun ada kesalahan kecil di atas panggung, jangan goyak. Kemenangan bukanlah segalanya. Anggap ini sebagai latihan dan kita sedang bersenang-senang." Hye Sung balas menepuk pundak Yoo Jin, "Jin Yoo Jin yangan berpura-pura tenang. Aku tau jika kau ingin menang." Guru Taeyeon datang dan merangkul groupnya, "Apa kalian tau? Aku sangat bangga pada kalian semua. Tidak peduli bagaimanapun hasilnya, aku sudah bersnyukur karna kalian membuatku bangga. Kalian telah bekerja keras jadi nikmati saja dan jangan gugup." Semuanya mengangguk setuju.


Group Hye Sung naik ke atas panggung. Hye Sung maju ke depan untuk memberikan pembukaan mengenai groupnya, "Kami adalah B. Bukan A tapi B. Seseorang yang tidak dapat menjadi kelas A. Di sekolah ini kami telah diberi lebel sebagai murid kelas B. Tidak hanya di sekolah ini, dimanapun pastilah ada siswa yang tidak menonjol dan yang menojol. Hanya nama saja yang berbeda. A dan B itu sama-sama ada... Sampai dengan beberapa hari yang lalu, aku adalah murid yang meninggalkan sekolah ini karena tidak memiliki bakat menyanyi. Aku merasa malu dan berusaha melarikan diri. Aku hanya ingin bertanya pada kalian... Apa mimpi itu hanya untuk mereka yang memiliki bakat? Kalau kau tidak memiliki bakat maka kau tidak diizinkan bermimpi? Jika kalian ingin bermimpi maka kalian harus menutup mata kalian terlebih dahulu. Saat kalian menutup mata, kalian bisa merasa berhenti mengkhawatirkan bagaimana orang lain melihat kalian dan benar-benar menghadapi diri kalian sendiri. Ucapkanlah bersamaku... Aku tidak boleh menyerah atas semua mimpiku! Kenaoa? Karena impian bukan hanya milik mereka yang berbakat, tapi impian adalah milik semua orang yang bermimpi. Lagu ini adalah untuk mereka yang tersakiti oleh impian mereka. Mereka yang terpaksa meninggalkan impian mereka. Mereka yang bukan nomor 1, mereka yang berada di kelas2, para siswa yang tidak menonjol dan mereka yang hidup dalam kehidupan kelas B!"


Group Hye Sung pun mulai menampilkan lagu mereka. Murid-murid Kirin lainnya terlihat menikmati lagu itu. Bahkan Guru Ji Soo juga ikut bernyanyi bersama. Sedangkan Kang Chul terlihat tidak percaya saat melihat Lee Seul ikut bernyanyi.



Sunday, July 1, 2012

Sinopsis Dream High 2 Episode 8

Penyiar bertanya pada Band, "Oh aku dengar bahwa murid Kirin bergabung dengan siaran ini karena ada sesuatu yang mau disampaikan." Yoo Jin menatap ke arah Kepala Sekolah, "Kami berharap yang telah meninggalkan kami akan kembali, itulah sebabnya kami berdiri disini. Saat aku terlibat dalam perkelahian, Guru Jeong Wan mengeluarkan 10juta won untuk membebaskan aku. Dan teman-teman yang bersamaku ini telah belajar untuk bermimpi dengan bebas. Orang yang mengajarkan kami cara untuk bernyanyi dan bermimpi juga adalah Guru Jeong Wan. Bagi kami, Pemimpin hanya bisa dilakukan oleh Guru Jeong Wan." Guru Jin Man dan Ji Soo sama-sama langsung melirik ke arah Kang Chul.

Yoo Jin kembali berkata, "Guru, aku akan memaafkan pengkhianatanmu. Sekarang kembalilah." Kepala Sekolah terlihat menyembunyikan wajahnya karna malu, "Mengapa dia membesar-besarkan hal ini? Memanggil orang kemari hanya untuk membuatnya malu, apa-apaan ini?" Guru Taeyeon tersenyum, "Apa yang membuat malu? Itu justru membuatku iri. Aku sudah memutuskan... Aku ingin menjadi seorang pemimpin sepertimu." Kepala Sekolah kesal pada Guru Taeyeon, "Aish mengapa kau jadi ikut-ikutan juga?"

Pagi hari Ui Bong sudah naik ke atas pohon dan mengikatkan pita berwarna kuning di ranting-rantingnya. Lee Seul yang melihat itu pun bertanya, "Apa yang kau lakukan?" Ui Bong menjawab bahwa dia sedang mengikatkan pita berwarna kuning. Lee Seul kembali bertanya, "Aku tau. Tapi kenapa mengikatnya di atas?" Soon Dong kini yang menjawab, "Ini kelanjutan dari aksi kami kemarin. Dan mengikat pita ini untuk memperingati kembalinya Kepala Sekokah." Tapi yang membuat Lee Seul bingung adalah pita berwarna kuning itu. Akhirnya Ui Bong pun menceritakan kisah mengenai seorang pencuri yang berkata pada Istrinya bahwa dia akan kembali jika ada pita kuning di pintu rumah mereka, namun jika tidak ada maka dia tidak akan menginjakan kaki di bus station. Tapi ternyata saat dia kembali ke desanya, seluruh desa di dekorasi dengan pita kuning dan itu sangat menyentuh hati orang-orang. Hong Joo membenarkan kisah itu bahkan dia juga menyanyikan sebuah lagu mengenai pita kuning.

Lee Seul bertanya, "Apakah kepala sekolah itu sungguh baik?" Ui Bong menjawabnya ragu, "Entahlah... Aku tidak terlalu menyukainya." Soon Dong setuju, "Aku juga. Dia selau mengomel padaku dan dia bahkan menyebutku penyihir." Lee Seul semakin bingung mendengarnya, "Lalu mengapa kalian melakukan ini?" Ui Bong menjawab, "Mungkin bisa dikatakan ini sebagai bentuk rasa terima kasih. Jika tidak ada kepala sekolah mungkin aku sudah di keluarkan. Dia selalu mendorongku selama 3 tahun terakhir. Entah sudah berapa banyak omelan dia, namun jika bukan karenanya mngkin aku tidak berhasil naik ke kelas 3." Lee Seul mengambil kesimpulan bahwa Kepala Sekolah itu baik. Ui Bong lalu membandingkan Kepala Sekolah dan Kang Chul, "Dan lagi dia bukanlah seseorang yang selalu memaksa mudinya seperti seseorang." Soon Dong setuju, "Benar... benar... benar.... Membedakan kita menjadi kelas bawah dan kelas atas, bahkan mengirimkan kita ke tempat pelatihan. Sungguh jahat!!!" Lee Seul kesal karena Ayahnya sendiri di jelekan, "Dia bukan orang yang buruk." Soon Dong terlihat bingung, "Mengapa kau ada dipihak Direktur? Itu karena kau belum pernah menderita di tangannya. Tunggulah kau pasti akan merasakannya." Lee Seul menendang dus lalu pergi. Soon Dong bergumam, "Aneh... Aneh sekali ada seseorang yang menyukai Direktur...." (Gak ada yang tau bahwa Lee Seul adalah anaknya Kang Chul.)


Guru Jin Man sedang membersihkan sampah yang berserakan di sekitar sekolah. Ada yang melempar sampah dengan sengaja ke arah Guru Jin Man dan itu adalah Guru Taeyeon. Guru Taeyeon mendekati Guru Jin Man dan membahas kejadian kemarin, "Untuk membuat Direktur terkesan, aku dengar kau membuat band. Huh kau bersikap lemah di depan orang yang kuat.... Bahkan kau memanfaatkan murid... Guru Jin Man, kau ini sebenarnya tipe yang seperti apa?" Guru Jin Man terkejut, "Apa maksudmu dengan memanfaatkan murid? Aku hanya memberikan kelas tambahan..." Guru Taeyeon menatap curiga, "Selama penampilan kemarin apa kau tidak merasa tersentuh? Mulai sekarang aku tidak akan membedakan murid kelas atas ataupun kelas bawah. Seperti kepala sekolah, aku akan memperlakukan mereka dengan tulus. Itulah sebabnya kau harus segera sadar Guru Jin Man!" Guru Jin Man terlihat malu, "Ya mengapa kau memperlakukanku seperti ini huh?"

Guru Taeyeon kembali membahas masalah kemarin, "Apa yang dikatakan Direktur kemarin? Apa dia tidak mengatakan apa-apa? Bukankah kemarin dia(Yoo Jin) secara terang terangan menghina Direktur? Apa tidak aneh jika dia tidak mengatakan apapun? Biasanya masalah ini akan menjadi kasus untuk mengusir Yoo Jin, mengusir murid lain dan juga memecat Guru Jin Man." Guru Jin Man panik mendengarnya, "Dipecat? Aku tidak bisa dipecat!!"

Direktur menghampiri Guru Jin Man dan Guru Taeyeon, "Apa yang kalian lakukan disini?" Guru Jin Man dan Guru Taeyeon sama-sama terkejut melihat kedatangan Kang Chul. Dari balik Kang Chul terlihat Kepala Sekolah dan itu membuat Guru Taeyeon sangat senang dan memeluknya, "Kepala Sekolah!!! Kau kembali?" Kang Chul bertanya pada Guru Taeyeon, "Apa kau tidak akan ke kelas?" Guru Taeyeon dan Guru Jin Man sama sama mengangguk mengerti dan segera kembali ke kelas masing-masing.

Saat Kang Chul berjalan pergi, Kepala Sekolah mengejarnya dan memberikan amplop, "Ini untukmu. Aku sudah menjual Restaurant Ayamku. Seperti yang kau katakan, memiliki 2 pekerjaan itu terlalu sulit untuk di atur." Kang Chul bertanya, "Apa yang membuatmu memutuskan untuk kembali?" Kepala Sekolah menjawabnya, "Itu... Sulit rasanya tidak melihat murid murid. Walaupun aku kesal saat harua mengomel pada mereka dan mendengar hinaan mereka, namun saat mendengar mereka bernyanyi di depanku, aku dapat melihat bahwa mereka hidup untuk mimpinya dan itu membuatku bahagia. Ah terima kasih untuk menerimaku kembali." Kang Chul mengangguk, "Well kau kembali bukan sebagai kepala sekolah tapi hanya guru biasa. Jadi aku merasa bersalah." Kepala Sekolah menggeleng, "Tidak tidak. Demi menyiapkan mimpi anak-anak aku akan melakukan yang terbaik." Kang Chul tersenyum, "Aku tidak mau menghentikan orang yang ingin melakukan yang terbaik. Cukup yakinkan bahwa kau melakukannya dengan baik." Kepala Sekolah mengangguk mengerti, "Jika aku tidak melakukannya maka kau bisa memecatku. Terima kasih." Kang Chul tersenyum dan kemudian berjalan pergi.

Kepala Sekolah berjalan memasuki gerbang Kirin dan melihat ada banyak pita kuning yang di pasang di ranting pohon, "Dari mana mereka tau kisah itu?"

Ji Soo naik ke atas stage di Kirin dan mengumpulkan seluruh murid, "Ada seekor bebek buruk rupa. Hanya karena dia terlihat berbeda, dia mendapatkan penghinaan dari bebek lainnya." Ui Bong berkomentar, "Mengapa dia menceritakan hal ini pagi-pagi? Hanya untuk mendongeng dia mengumpulkan kita semua disini." Ji Soo mendengar hal itu dan memanggil Ui Bong, "Kau pelajar yang berbisik! Apa yang terjadi pada bebek buruk rupa itu?" Ui Bong terlihat bingung, "Hmm aku tidak pernah membaca dongeng itu saat tk." Jawaban Ui Bong langsung mendapatkan tawa dari teman temannya yang lain. Ji Soo bertanya pada murid-murid, "Apa ada yang tau bagaimana akhir dari bebek buruk rupa?" Ailee dengan semangat menjawabnya, "Sebenarnya itu bukanlah bebek, tapi angsa. Pada akhirnya dia membuat orang arang terpana."

Ji Soo membenarkan kisah itu, "Benar. Jika angsa itu tidak tau bahwa dia adalah angsa maka dia akan terus di hina oleh bebek lainsepanjang hidupnya tanpa mencoba untuk terbang dan dia pada akhirnya akan mati." Guru Taeyeon yang mendengar perkataan Ji Soo pun berkomentar, "Aish mengapa dia mengatakan hal yang mengerikan di depan murid murid? Apa dia pikir murid murid itu adalah bebek buruk rupa? Dasar Gula batu." Ji Soo kembali berkata, "Apa yang akan terjadi selama bebek itu tidak tau bahwa dia adalah angsa? Dia akan dihina, dikucilkan. Seperti teman kita yang ada di kelas bawah. Diantara bebek buruk rupa, aku telah menemukan seorang angsa." Murid murid kembali saling berbisik penasaran. Ji Soo menatap Yoo Jin, "Pelajar Jin Yoo Jin. Kau telah terpilih menjadi member pertama untuk Super Idol. Mari berikan tepuk tangan." Bukan hanya Yoo Jin yang terkejut mendengarnya, bahkan seluruh murid pun ikut terkejut. Ji Soo berkata, "Di depan semuanya, Jin Yoo Jin telah menampilkan charisma, kemampuan bernyanyi dan bahkan kemampuan membuat lagu. Kemarin di penampilan band, aku melihatnya degan cahaya yang berbeda. Dan mulai sekrang dia akan menjadi member pertama Super Idol. Walaupun sekarang murid-murid dibedakan dalam kelas atas dan bawah, tapi ternyata member pertama terpilih dari kelas bawah. Kelas atas, kalian seharusnya merasa gugup. Kelas bawah kalian tidak perlu berkecil hati." Yoo Jin pun langsung di kerumuni oleh teman temannya yang mengucapkan selamat. Dan JB tidak suka dengan kenyataan bahwa Yoo Jin telah terpilih.

Yoo Jin mendatangi ruang Kang Chul dan melihat ada Produser Jae In juga di dalam ruangan. Yoo Jin mendekati Kang Chul, "Kau bahkan tidak mendiskusikan hal ini denganku!" Kang Chul menjawabnya santai, "Bukankah kita sudah membahasnya? Kau bahkan sudah bertemu dengan Produser. Dari seorang gelandangan menjadi bintang, Kirin Art School Super Idol Jin Yoo Jin. Bagaimana? Bukankah itu bagus?" Yoo Jin menatap Kang Chul kesal, "Siapa yang mengatakan bahwa aku ingin menjadi idol?" Kang Chul berkata pada produser Jae In, "Aku menyerahkannya padamu." Kang Chul kemudian berjalan keluar ruangannya dan meninggalkan Yoo Jin bersama Produser Jae In.

Produser Jae In berkata pada Yoo Jin, "Jin Yoo Jin. Kau bernyanyi dengan baik, tidak ada alat music yang tidak bisa kau mainkan. Lagu buatanmu juga tidak buruk. Mengapa kau menghabiskan waktumu di sekolah seperti ini? Aku selalu penasaran." Yoo Jin menjawab, "Bukankah sudah kukatakan? Aku ingin menjadi rocker. Mengapa rocker harus menjadi trainee?" Produser Jae In menyerahkan koran pada Yoo Jin, "Pada awalnya aku berfikir seperti ini hingga aku menemukan berita itu." Yoo Jin menerima koran itu dan melihat ada berita 'Superstar Child, Jin Yoo Jin aktifitasnya berhenti secepat cahaya karena perceraian orang tua.'


FLASHBACK....

Orang Tua Yoo Jin bertengkar karena Ayah Yoo Jin menandatangani kontrak untuk Yoo Jin sedangkan Ibu Yoo Jin tidak setuju. Karena masalah itulah Orang tua Yoo Jin bercerai.



FLASHBACK END...

Produser Jae In berkata pada Yoo Jin, "Alamat, Detail kontrak orang tua... Semua datamu yang ada di data sekolah adalah palsu. Apakah karena ingin menjadi rocker makanya kau bersembunyi di sekolah ini? Apakah kau tidak ingin terkenal kembali? Orang yang menggunakan popularitas masa kecilmu untuk mendapatkan uang, orang dewasa yang bertengkar karena masalah ini dan pada akhirnya karena kepopuleran dan karena yang, orang tuamu berpisah." Yoo Jin menatap Produser Jae In, "Kau salah orang. Aku tidak tau hal ini." Yoo Jin hendak pergi namun tertakan saat mendengar ucapan Produser Jae In, "Aku tau kau yatim piantu. Data sekolah saja tidak memiliki alamatmu. Kontak orang tuamu itu palsu dan tidak bisa dihubungi. Apa kau mau pergi begitu saja? Rasa sakit yang kau dapatkan dari orang tuamu saat kau kecil, walaupun kau menghindarinya, tapi rasa itu tidak hilang. Dan jika kau takut orang tuamu akan mengenalimu, serahkan saja semuanya padaku." Yoo Jin berkata, "Aku katakan padamu sekali lagi. Aku tidak mau menjadi Idol bagaimanapun juga caramu memperlakukan aku, keputusanku tidak akan berubah." Produser Jae In kembali menahan langkah Yoo Jin, "Apa kau tidak penasaran bagaimana keadaan orang tuamu?" Yoo Jin hanya menatapnya dan kemudian berjalan pergi.

Murid murid Kirin sedang berkumpul bersama di ruang tengah Kirin untuk melihat Produser Jae In berbicara di TV Kirin. Soon Dong bertanya pada Ui Bong, "Siapa dia?" Ui Bong pun menjawab bahwa Produser Jae In terkenal dengan sebutan Magical Produser karna jika dia(Produser Jae In) menyukai seseorang maka orang itu akan menjadi Bintang Dunia. Soon Dong mengngguk mengerti. Produser Jae In mulai berbicara pada seluruh murid Kirin, "Aku mendapatkan permintaan khusus untuk mendapatkan bintang dari Kirin dan menggabungkannya pada Super Idol. Seperti yang orang-orang sudah ketahui, aku tidak akan sembarangan memilih orang. Kedepannya, beberapa misi dan juga pertunjukan aku akan memilih Grup Super Idol. Bersama dengan Jin Yoo Jin yang telah terpilih, akan ada 6 orang terpilih dan menjadi member Super Idol." Semuanya kembali excited mendengar hal ini.

Nana bertanya pada Ailee, "Bukankah kita sudah menjadi idol?" Ailee menjawabnya, "Ini berbeda level. Jika Produser Jae In yang melatih kita maka mungkin kita bisa masuk Chart Billboard. Itu sangat hebat!" Produser Jae In kemudian memberikan misi pertamanya, "Misiku yang pertama untuk kalian adalah 'BI'. Para guru akan mengatur kalian dan membentuk Group untuk misi ini. Setiap grup akan menyiapkan lagu dan menari sesuai dengan tema BI." Soon Dong dan teman tmannya yang lain terlihat bingung, "Bi? Apa itu?" Ui Bong menjawabnya, "Kalian tidak tau Bi? Bi itu Rain." Semuanya kini mengangguk mengerti. Produser Jae In berkata, "Seorang Super Idol bukan hanya bisa bernyanyi, tapi juga seorang top artis. Karisma artis dapat mengambil hati penonton dan menarik menjadi miliknya. Penilaian ini sangat adil, teman sekelas kalian sendirilah yang akan menjadi penonton dan memutuskan hasilnya dalam voting. Jadi apakah kalian ingin menjadi super star? Jika seperti itu maka berusahalah...."

Rian menghampiri Ji Soo dan menanyakan alasannya memilih Yoo Jin sebagai member Super Idol, "Kenapa Jin Yoo Jin? Walaupun ini karena penampilan kemarin, tapi yang kemarin tampil bukanlah Jin Yoo Jin, tapi aku. Jika kau melihat potensi dari acara pekarin, aku rasa yang harusnya menjadi Super Idol adalah aku. Jika kau memberiku kesempatan, aku bisa menunjukan sisi baik dari diriku." Ji Soo berkomentar, "Karena itu lah kami memberikan kesempatan untukmu dan juga murid lainnya untuk audisi bersama. Jika kau menjadi Super Idol, kau juga bisa kembali melanjutkan aktifitasmu." Rian masih tidak mengerti mengapa dia harus ikut audisi kembali, "Aku terkenal sejak aku debut. Bahkan setengah dari fans Hershe adalah fansku. Itu artinya aku lebih baik dari yang lainnya. Jadi mengapa aku masih harus membuktikannya?" Ji Soo menjawab, "Kau bahkan belum pernah membuktikan kemampuanmu. Jika Rian disebutkan maka apa yang ada dipikiran orang-orang? Idol yang berakting buruk, Dia hanya visual dari grupnya, dia kasar dan egois. Aku penasaran kapan penampilannya yang indah itu akan bertahan hingga kapan." Rian terdiam mendengar perkataan Ji Soo.

Ji Soo berkata kembali, "Waktu rata-rata para grup idol untuk bersinar adalah 5 tahun. Hershe baru debut 2 tahun lalu dan itu artinya masih ada waktu 3 tahun. Member yang lainnya dapat bernyanyi dan bisa memiliki kemungkinan untuk berkarir solo." Rian berkata, "Aku mencoba yang terbaik itulah sebabnya aku ikut tampil kemarin." Ji Soo menjadi penasaran dengan sikap Rian, "Apa kau sedang membutuhkan uang? Jika tidak, mengapa kau menjadi pemaksa? Hershe memiliki 3 tahun tersisa tapi Rian dapat bertahan setidaknya lebih dari 5 tahun. Aku harap kau dapat memanfaatkan kesempatan audisi ini sebaik mungkin untuk membuktikan bahwa Rian adalah orang yang special. Aku mengatakan hal ini karena aku khawatir padamu."

Ui Bong, Hong Joo dan Soon Dong langsung mendekati Yoo Jin dan mengajaknya untuk menjadi satu grup dengan mereka. Yoo Jin kesal karena teman-temannya langsung bersikap berbeda padanya, "Cukup! Kenapa memangnya jika aku menjadi Super Idol? Hmm tapi benar juga, jika mereka tidak melihat bakatku maka mereka akan menyesal." Mendengar hal itu Ui Bong, Hong Joo dan Soon Dong jadi balas kesal pada Yoo Jin. Ui Bong berkata pada Yoo Jin, "Ya! Bukankah kau terlalu cepat puas sekarang ini? Aish muskipun aku sudah sering melihat orang yang berfikir bahwa dirinya populer, tapi tetap saja aku tidak bisa menerima sikap percaya dirimu itu. Tapi.... Apa kita tetap bisa satu grup?" Dan kembali mereka memperebutkan Yoo Jin.

Yoo Jin sendiri tidak terlihat begitu peduli dengan grup itu dan dia lebih khawatir pada Hye Sung makanya dia bertanya pada Soon Dong, "Apa kau sudah mendapatkan kabar dari HyeSung?" Soon Dong menjawab, "Apa yang kau mau dari Hye Sung huh? Ini kau telfon saja dia. Aku sudah mencobanya beberapa kali namun dia tidak juga mengangkatnya." Soon Dong memberikan ponselnya pada Yoo Jin dan Yoo Jin pun mencoba menelfonnya namun tidak diangkat juga.


Saat Yoo Jin sedang mencoba menelfon, tiba tiba ada lemparan bola basket ke arahnya dan yang melempar adalah JB. JB mendekati Yoo Jin, "Kemari, ada yang perlu aku bicarakan denganmu!" Yoo Jin awalnya menolak namun JB langsung menariknya.



Rian menghubungi Ibunya secara sembunyi-sembunyi, "Ibu! Harus berapa kali aku mengatakannya padamu?? Kita tidak bisa menandatangani kontrak dengan 2 agensi! Aku bisa mendapat masalah jika ini terus terjadi. Aku akan mengikuti semua ucapanmu tapi bukan untuk ini. Jadi kumohon jangan tanda tangani surat kontrak itu. Ibu! Aku tidak mungkin melakukan karir solo, masalah besar bisa terjadi. Sekolah sekarang sedang mencari Super Idol dan aku akan sangat populer jika terpilih. Dan lagi..... Oh aku tau....." Rian menutup telfonnya dan bernafas berat. Saat akan keluar dari tempatnya, Rian melihat JB dan juga Yoo Jin yang sedang berbicara.


JB terlihat emosi pada Yoo Jin, "Apa yang kau lakukan? Apa kau tidak khawatir dengan keadaan ini?" Yoo Jin berfikir bahwa JB marah padanya karena masalah dia yang terpilih sebagai member pertama Super Idol, "Apa kau cemburu karna hal ini? Lalu kenapa jika aku Seorang Super Idol? Aku tidak memerlukan itu. Kau ambilah itu." JB menarik kerah Yoo Jin, "Ada batasnya saat membuat seseorang sedih. Kau harus berhenti memikirkan bahwa kau itu benar. Untuk mencuri lagu Hye Sung, itukah sebabnya kau selalu bersikap baik padanya?" Yoo Jin semakin bingung dengan permasalahnnya, "Aku tidak mencurinya! Kaulah yang menjiplak lagu penyanyi lain!" JB kesal karna masalah plagiat itu jadi di bahas, "Menyanyikan lagu seseorang tanpa permisi itu bisa dikatakan mencuri! Bagaimana mungkin dia yang menciptakan lagunya saja tidak tau mengenai penampilan itu? Apa kau tidak memikirkan bagaimana perasaannya saat mendengar lagu yang bahkan belum dia nyanyikan sendiri sudah dinyanyikan orang lain?" Yoo Jin terlihat ragu menjawabnya, "Itu... Itu... Penampilan itu untuk Hye Sung dan Rian lah yang mengacaukannya. Aku bermaksud agar lagu itu dinyanyikan Hye Sung."

Rian yang mendengar namanya ikut disebut sebut pun jadi semakin penasaran. JB kembali marah pada Yoo Jin, "Dulu kau menyalahkan Hye Sung, dan kini kau menyalahkan Rian!" Tiba tiba saja Rian keluar dari tempat persembunyiannya dan menatap JB, "Aku hanya menyanyikan lagu Hye Sung. Lalu apa permasalahannya? Megapa kau sangat sensitif mengenai laginya? Apa kau... Menyukainya?" JB menjawabnya tanpa ragu, "Aku menyukainya." Yoo Jin dan Rian sama-sama terdiam. Rian kembali berkata pada JB, "Kau sepertinya salah paham... Aku tidak cemburu." JB kini menatap Rian, "Pikirkan saja apapun yang kau inginkan!" Setelah itu JB pergi meninggalkan mereka berdua.

JB berjalan keluar sekolah dan melihat Si Woo dan Nana yang hendak naik ke dalam mobil. JB menghampiri Si Woo dan meminta agar Si Woo meminjamkan mobilnya namun Si Woo menolaknya. Nana bertanya, "Apa kau mau mencari Hye Sung lagi? Kau tau dia ada dimana?" JB tidak menjawab dan dia langsung duduk di kursi balik setir. JB kembali menatap Si Woo sambil mengulurkan tangannya meminta kunci mobilnya. Nana semakin penasaran, "Apa kau benar benar berpacaran dengan Hye Sung?" JB tetap diam dan meminta kunci mobil Si Woo. Si Woo menghela nafas dan akhirnya melemparkan kunci mobilnya pada JB.

Produser Jae In datang ke ruang guru untuk menanyakan pembagian kelompok yang telah dibuat oleh masing-masing guru. Ji Soo mengatakan bahwa dia akan melatih JB, Si Woo, Nana, Ailee dan juga Ri An. Produser Jae In berkomentar bahwa Ji Soo hanya mengambil jalan yang aman. Kemudian Guru Tae Yeon mengakatakan bahwa dia akan melatih Hong Joo, Ui Bong, Hye Sung, Sun Dong dan juga Lee Seul. Produser Jae In berkomentar, "Hmm bukankah itu terlalu beresiko? Ah kalau begitu tolong masukan nama Jin Yoo Jin juga. Kau membutuhkan seseorang yang mampu."

Ji Soo bertanya pada Guru Taeyeon, "Bukankah Hye Sung sudah pindah sekolah?" Guru Tae Yeon menjawabnya, "Dia menyerah akan mimpinya karena aku, maka dari itu aku akan membantu dia menemukan kembali mimpinya."

Guru Taeyeon masuk kedalam kelas dan terlihat murid muridnya sudah memakai ember di kepala seperti metode yang selalu diajarkan Guru Taeyeon. Namun tiba-tiba saja Guru Taeyeon meminta agar ember itu di lepas, "Sebelumnya, aku meminta kalian memakai ember itu di kepala agar kalian bisa mendengarkan sendiri suara kalian. Untuk menemukan musikmu dan nadamu. Tapi bagaimanapun juga yang mendengarkan suara kalian bukanlah diri kalian, tapi aku gurumu. Jadi sekarang lepaslah ember itu. Aku sebagai guru kalian akan memulainya dari awal. Kita akan berhenti memakai ember itu dan mulai saling mendengarkan suara untuk menerima kekurangan dan membantu sesama yang lainnya." Ui Bong dan Hong Joo terlihat ragu, "Mengapa tiba tiba kau ada dipihak kami? Bukankah kau yang selalu memaksa kami menjadi idola? Apakah kau mencoba untuk memaksa kami?" Guru Taeyeon menggelengkan kepala, "Aku hanya ingin kalian menyadari bahwa kalian bukanlah bebek buruk rupa." Ui Bong kembali bertanya, "Bagi siapa? Kepala Direktur?" Lee Seul menatap Ui Bong tidak suka karna Ayahnya disebutkan. Guru Taeyeon kembali menggeleng kepala, "Tidak. Tapi bagi diri kita sendiri."


Ji Soo juga kini sedang melatih timnya di ruang dance, "Buanglah rasa percaya diri kalian sebagai seorang profesional. Ada garis diantara profesional dan amatir. Apa itu garisnya? Itu adalah basic. Lalu apa itu basic? Itulah yang terpenting. Bagi angsa untuk mengembangkan sayapnya maka dia hrus memiliki gerakan kaki yang indah. Baiklah semuanya sudah mengerti. Mengapa? Karena jika berhenti menggerakan kaki, akan mati." Rian terus mendengarkan perkataan Ji Soo dan menganggukan kepalanya mengerti.


Guru Taeyeon mulai membagi posisi masing-masing muridnya di dalam grup. Dimulai dari Hong Joo yang bernyanyi dengan sangat baik, "Kau bisa bernyanyi dengan sangat baik. Kau cocok untuk menjadi penyanyi tanpa memandang wajah. Ah buang pikiran itu! Kau memiliki kemampuan bernyanyi, kemampuan suara dan juga karakter. Dan juga kemampuan luar biasa untuk menghayati lagu. Basicmu dan kemampuan harmoni sangat sempurna. Kau adalah Main Vocal!" Kini Ui Bong yang di tes dan dia tidak terlalu baik dalam bernyanyi. Guru Taeyeon kembali berkomentar, "Bisa mengekspresikan percaya dirimu. Ui Bong kau akan mendapatkan banyak perhatian dari penonton. Kau akan menjadi tim mascot. OK?" Ui Bong tersenyum senang.

Kini giliran Yoo Jin. Yoo Jin tidak melakukan apapun dan Guru Taeyeon berkata, "Kau bisa langsung lulus. Super Idol" Yoo Jin tersenyum. Kemudian Lee Seul yang di tes oleh Guru Taeyeon, "Hmm kau bisa mengeluarkan perasaanmu dengan lirik rap. Aku tau kau tidak bermaksud ketus. Faktanya adalah kau memiliki banyak hal yang ingin dikatakan, kan? Kau cobalah menggunakan rap untuk mengekspresikan perasaanmu." Lee Seul tersenyum ragu. Soon Dong bernyanyi dan Guru Taeyeon benar-benar bingung harus menempatkan Soon Dong di bagian apa di dalam grup. Ui Bong beromentar, "Dia memiliki kemampuan menari yang baik." Guru Taeyeon mengangguk mengerti dan kemudian menetapkan Soon Dong sebagai penari dalam grup mereka. Semnuanya terlihat senang mendapatkan posisi mereka namun mereka kembali sedih saat Guru Taeyeon berkata pada mereka, "Grup kita sudah sempurna jika Hye Sung ada disini."


Ji Soo kembali menatap grupnya, "Pikiranmu, rasa percaya dirimu dan pendidikan yang tidak bisa mengalahkanmu. Kalian semua sudah menjadi angsa. Ingat itu!" Semuanya memulai menari dan Ji Soo senang melihat Rian yang memiliki kemajuan. Ji Soo menatap grupnya dan dia baru menyadari tidak ada JB, "Dimana JB?"


JB sampai ke hometown-nya Hye Sung. Saat akan menanyakan rumah Hye Sung, seorang anak kecil menghampiri JB, "Berikan aku sesuatu yang manis." JB terlihat bingung, "Hah? Mengapa aku harus memberikannya padamu?" Anak kecil itu menggerutu kesal, "Apa kau tidak mendengarnya dari Kakak-ku? Jika kau mau aku ada di pihakmu maka kau harus memberiku caramel." JB bertanya, "Kau ini siapa?" Anak kecil itu tersenyum, "Adik Shin Hye Sung. Kau kemari untuk mencari kakak-ku kan, JB Oppa?" JB tersenyum.


JB menghampiri Ayah Hye Sung yang sedang membersihkan sayuran. JB memohon agar bisa bertemu dengan Hye Sung namun Ayah Hye Sung tidak mengizinkannya, "Aku tidak akan membiarkan anakku kembali ke Seoul. Jika dia melihatmu maka dia akan memikirkan mengenai musik kembali."

Shin Hye Poong(Adik Hye Sung) dan Hye Sung diam diam mengintip dari dalam rumah. Hye Poong bertanya, "Apa kalian dekat? Oppa itu terlalu tampan. Dia tidak akan cocok denganmu Eonni." Hye Sung kesal dan memukul kepala adiknya. Hye Poong kembali bertanya, "Tapi kenapa JB Oppa ada disini? Bukankah kalian tidak dekat?" Hye Sung sendiri tidak tau jawabannya, "Benar, mengapa dia kemari?"

Ayah Hye Sung berkata pada JB, "Dia terlalu sedih karena kehilangan harapannya. Aku ingin putriku bahagia. Jika kau peduli padanya maka kau akan mengerti tanpa mengatakan apapun. Kau Pulanglah." JB terus memaksa Ayah Hye Sung dengan menarik tangannya, Ayah Hye Sung mengibaskan tangan JB dan justru hal itu membuat JB terjatuh ke ember yang berisi cucian sayur.


Hye Sung yang melihat itu pun dengan cepat keluar dari rumah menghampiri JB, "Kau tidak apa-apa?" JB justru tersenyum karena bisa bertemu dengan Hye Sung, "Hey, kau memotong rambutmu?" Hye Sung tersenyum malu.


Karena pakaian JB basah maka dia pun terpaksa memakai pakaian Ayah Hye Sung. Hye Poong menghampiri JB dan mengajaknya masuk kedalam kamar Hye Sung, "Oppa, bagaimana penampilanku? Apakah aku akan mendapatkan juara satu?" JB terlihat bingung, "Apa? Juara satu apa?" Hye Poong pun menjelaskan bahwa besok dia akan ikut kontes kecantikan dan dia sudah menyiapkan semuanya dalam wkatu 1 tahun. JB tersenyum melihat tingkah Hye Poong, "Kau cantik. Tapi kau akan lebih cantik jika kau tidak memakai make up." Hye Poong ikut tersenyum karena di puji, "Aku sudah mengatakan hal ini pada Ayah namun Ayah tidak mengizinkanku. Jadi jangan beri tahu ayah dan antarkan aku besok." JB kembali bertanya, "Apa? Mengantarmu?" Hye Poong mengangguk, "Ya. Ayah tidak suka aku ikut kontes seperti ini karena Eonni." JB tertawa dan mengelus kepala Hye Poong.

JB Melihat kamar Hye Sung dan menemukan banyak rubik, "Ini milik Hye Sung?" Hye Poong menjawabnya, "Sebelumnya, saat Kakak-ku ulang tahun maka Ibuku selalu membelikan itu untuknya. Tapi Ibuku sudah meninggal 2 tahun lalu." JB Menatap rubik itu dan membuat dia mengingat sesuatu.


JB ingat bahwa dulu dia mendapatkan rubik dari seorang fansnya yang mengatakan bahwa JB akan merasa lebih tenang jika memainkan rubik itu. Lalu JB ingat kejadian di ruang latihan saat Hye Sung menyelesaikan rubik itu dengn cepat dan bahkan Hye Sung tau jika rubik milik JB itu sudah dimiliki oleh JB selama 2 tahun. Mengetahui fakta itu kembali membuat JB tersenyum.

Hye Sung masuk kedalam kamarnya dan memberi tahu bahwa makanan sudah siap.


JB makan dengan lahap dan membuat Hye Sung, Hye Poong dan Ayah mereka hanya diam melihat cara makan JB. JB sadar jika dia terus diperhatikan makanya dia tersedak. Hye Poong berkata pada Ayahnya bahwa JB tersedak itu karena Ayahnya terus memperhatikan JB. Ayah Hye Sung berkata, "Ah itu karena dia sungguh tampan. Aku tidak menyangka dia makan dengan sangat lahap." JB tersenyum, "Ini sudah sangat lama sejak terakhir aku makan makanan rumah. Selama ini aku jika tidak tinggal di hotel maka tinggal di dorm." Ayah Hye Sung berkomentar, "Kalau begitu minta izinlah untuk pulang dan merasakan makan bersama dengan keluargamu." JB menjawabnya, "Orang tuaku sudah meninggal. Ibuku meninggal saat aku masih kecil dan Ayahku meninggal 2 tahun lalu." Ayah Hye Sung mengangguk, "Aku mengerti. Semakin pahit hidup maka semakin cepat kau tumbuh. Ini sudah sangat malam, kau menginap saja disini." JB menggangguk dan tersenyum. Hye Sung ikut tersenyum malu pada JB.


Ui Bong, Hong Joo dan juga Soon Dong sedang memilih-milih lagu Rain untuk dinyanyikan. Yoo Jin datang dan dia terlihat tidak tenang, "Apa tetap tidak ada kabar dari Hye Sung? Dia tidak mengangkat telfonnya. Aish sungguh membuat frustasi...." Ui Bong senang melihat sikap Yoo Jin itu, "Kau menyukai Hye Sung? Mengapa kau terus menanyakan Hye Sung sepanjang hari?" Yoo Jin segera membantah hal itu, "Sejak kapan? Aku... Aku hanya peduli padanya." Ui Bong justru semakin senang mengolok olok Yoo Jin, "Ah dia tertangkap basah. Semakin mau menyangkal maka semakin benar hal itu."

Soon Dong bilang pada Yoo Jin agar berhenti saja memikirkan Hye Sung karena JB dan Hye Sung itu berpacaran. Yoo Jin terkejut mendengarnya. Ui Bong lalu berpura pura sebagai JB dan Hong Joo sebagai Ayah Hye Sung. Ui Bong memegang tangan Hong Joo dan menangis, "Paman! Aku membutuhkan Hye Sung!!" Yoo Jin jadi terlihat semakin emosi, "Dimana Hye Sung?" Soon Dong menjawabnya, "Oh itu di ChungJu..." Yoo Jin berdiri hendak pergi namun Ui Bong menahannya, "Lupakanlah. Dia ada di ChungJu bersama JB." Yoo Jin membalikan adan berniat pergi namun langkahnya kembali tertahan saat melihat Rian yang sepertinya mendengar obrolan mereka mengenai JB yang sedang bersama Hye Sung.


Rian terlihat berlatih di ruang latihan dan dia juga terus memikirkan ucapan Ji Soo mengenai karirnya setelah tidak bersama Hershe. Nana yang melihat Rian sedang latihan pun merasa aneh dan bertanya pada Ailee, "Sudah sangat lama sejak aku melihat dia berlatih, Iya kan?" Ailee menjawabnya, "Hm. Dia berubah sejak Produser Jae In datang. Apalagi yang dia miliki selain wajahnya? Produser Jae In tidak akan memilihnya hanya karena dia cantik. Huh apa dia pikir dia bisa mengembangkan bakatnya hanya dalam waktu singkat? Dia lah yang terlemah di Hershe." Nana langsung memarahi Ailee, "Kecilkan suaramu! Dia bisa mendengarnya!" Nana kemudian langsung menarik Ailee untuk pergi.


JB sedang duduk bersama Hye Sung di dalam gereja. Hye Sung bertanya, "Mengapa kita ada disini?" JB menjawab bingung, "Entahlah. Hmm mungkin karna aku ingin mengembalikan ini padamu." JB mengeluarkan sebuah rubik dan memberikannya pada Hye Sung, "Ini milikmu kan?" Hye Sung menganggukan kepalanya. JB berkata kembali, "Terima kaish. Aku ingin mengatakan hal itu pada orang yang memberikan rubik itu. Saat aku depresi atau ingin menyerah, itu memberikanku kekuatan. Kini kaulah yang harus kuat." Hye Sung hanya tersenyum dan kembali terdiam. JB bertanya, "Apa kau tidak akan bernyanyi kembali?" Hye Sung menggeleng, "Sudah cukup. Aku tau fakta bahwa aku tidak bisa bernyanyi bagaimanapun telah aku coba. Aku harus tau waktunya untuk menyerah." JB berkata, "Siapa yang bilang kau tidak bisa? Bukankah dulu Ayahmu mengatakan jika ada yang tersentuh mendengar lagumu maka kau boleh kembali bernyanyi? Ada satu orang disini, Satu orang yang tersentuh mendengar lagumu." Hye Sung tersenyum, "Itu sudah percuma. Ayah sudha menungu kita, ayo kembali."

Hye Sung berdiri hendak keluar gereja namun JB menahannya, "Aku menyukaimu." Hye Sung tertawa kecil, "Aku juga menyukaimu. Bahkan sejak kau debut aku sellau menyukaimu." JB menjelaskan maksudnya, "Bukan seperti itu. Itu bukan karena kau adalah fansku. Aku hanya.... Menyukaimu." Hye Sung jadi bingung mendengarnya, "Kenapa kau menyukaiku? Aish kau hampir membodohiku. Kau jika mengatakan kebohongan di tempat ini maka kau akan mendaptkan hukuman." JB sangat gugup sehingga dia mengambil minuman yang ada di gereja dan meneguknya. Hye Sung panik melihat hal itu, "Hm itu bukan air. Itu wine untuk acara gereja...." Tapi sayangnya JB sudah mabuk duluan dan terjatuh ke pangkuan Hye Sung.


JB terbangun dan ternyata mereka masih ada di gereja. JB melihat Hye Sung yang tertidur sambil mendengarkan lagu. JB ikut mendengarkan lagu itu dan menyanyikannya. Hye Sung perlahan lahan tertidur di bahu JB. Hye Sung sebenarnya sudah bangun namun dia tetap diam saja dan bersandar pada bahu JB. (JB nyanyi lagu se7en - When I can't sing)


Sementara itu di kamarnya Rian terlihat membuang seluruh barang barang pemberian dari JB. Soon Dong yang melihat itu bertanya, "Apa kau akan membuang itu? Apa boleh aku memilikinya?" Rian mengangguk dan memberikan seluruh barang itu untuk Soon Dong. Soon Dong senang dan melihat barangnya satu persatu namun dia kemudian melihata da sepatu yang sudah lusuh, "Hmm sepatu apa ini? Ah tidak akan terpakai lagi. Dibuang saja." Rian menatap sepatu itu sedih.


Yoo Jin bangun pagi-pagi dan dia langsung menghubungi ponsel Hye Sung dan ternyata yang mengangkatnya ada Hye Poong, "Ini siapa? Bukankah telfonnya Hye Sung?" Hye Poong menjawabnya, "Hye Sung? Oh dia tidak kembali semalam." Yoo Jin terkejut mendengarnya, "APA? Kau Adik Hye Sung? Hye Sung berada di luar? Dengan siapa? Kemana dia pergi? Kenapa?" Hye Poong kesal dengan pertanyaan yang diajukan Yoo Jin, "Mengapa aku harus mengatakannya padamu? Hanya karena aku masih kecil itu bukan berarti kau bisa bersikap kasar padaku. Tidak hanya itu saja, Siapa kau? Mau mencoba mencari informasi dariku hah? Aku tutup telfonnya!" Yoo Jin semakin berteriak marah saat Hye Poong memutus sambungan telfon.


Ui Bong masuk kedalam kamar dan terlihat bingung dengan sikap Yoo Jin. Yoo Jin tiba tiba saja mengatakan bahwa dia sakit dan tidak akan masuk sekolah. Yoo Jin pergi keluar kamar dan Ui Bong justru tertawa, "Ah itu terlihat jelas... Dia pasti mau mencari Hye Sung. Tapi... Apakah dia bisa menang dari JB?"


Yoo Jin mendatangi Guru Taeyeon dan meminta alamat Hye Sung. Saat sedang berbicara, Ibu Rian dan Rian datang dengan terburu-buru masuk kedalam ruang Direktur.


Ibu Rian langsung marah pada Kang Chul, "Mengapa ada audisi lagi? Selama ini bahkan Rian sudah melewati 3 atau 4 audisi. Selalu ada tes mingguan dan ada tes diakhir bulan sehingga pre debut. Kau sudah selesai melatih mereka! Kau bahkan menghentikan aktifitas mereka dan mengembalikan mereka ke sekolah. Apa dia maish perlu audisi?" Kang Chul terlihat sangat santai di depan Ibu Rian, "Nyonya, kita memiliki pemikiran..." Ibu Rian langsung menyelanya, "Pemikiran apa? Semua aktifitasnya sudah dihentikan. Jika terus begini maka aku akan mengganti agensi!" Rian menatap Ibunya panik. Kang Chul berkata, "Mohon tunggu sebentar..." Lagi lagi Ibu Rian membentaknya, "Sebentar... sebentar... Berapa lama kami harus menunggu? Jika kami terus seperti ini maka keluarga kami bisa mati! Satu satunya yang berpenghasilan dikeluarga kami hanyalah Rian. Tolonglah lebih mengerti dia." Kang Chul setuju dan mengatakan akan mencarikan kembali aktifitas solo untuk Rian. Ibu Rian puas dan hendak berjalan pergi namun dia menahan langkahnya dan kembali menatap Kang Chul, "Untuk kedepannya, aku tidak akan membuang waktuku dengan datang kemari. Aku akan langsung mencari agensi lain!"


Ibu Rian keluar dari ruangan Kang Chul dan langsung bernafas lega karna sudahberhasil. Melihat Rian yang menghampirinya, Ibunya bertanya, "Bagaimana dengan yang tadi? Bukankah tadi aku melakukannya dengan baik?" Rian mendesah pelan, "Ibu. Aku sudah katakan agar tidak melakukan hal ini." Ibu Rian menjawab, "Jika aku memiliki pilihan lain maka aku juga tidak akan datang kemari. Aku melakukan ini semua untukmu. Aigoo aku melatih hal ini di depan kaca ribuan kali. Actingku tidak terlalu buruk kan? Aku akan pulang. Kau makanlah yang banyak. Kau bahkan terlihat lebih kurus dari sebelum debut. Jangan memikirkan hal yang menyedihkan. Ibu pulang...." Ibu Rian kemudian berjalan pergi meninggalkan Kirin.

Ternyata Yoo Jin diam-diam mendengar percakapan itu dan merasa kasihan pada Rian.


Kang Chul menelfon seseorang untuk membicarakan pekerjaan untuk Rian, "Oh ya... Mengenai hal yang sebelumnya, aku rasa aku dapat membantu. Ah ya... Diantara para member ada seseorang yang memiliki waktu luang. Ya... ya..." Kang Chul menutup ponselnya dan tersenyum penuh arti.


Rian mendapatkan kabar mengenai pekerjaan baru untuknya dan dia pun masuk kedalam sebuah bis. Rian duduk dan mengeluh kesal karna pihak managementnya bahkan tidak menyewakan sebuah mobil untuk Rian pergi ke sebuah desa. Rian melihat ke arah pintu masuk bis dan terkejut melihat Yoo Jin, Rian panik dan berusaha menutupi wajahnya. Yoo Jin yang mengenali wajah Rian itu justru tersenyum dan memilih untuk duduk di sampingnya. Rian bertanya pada Yoo Jin, "Mengapa kau selalu mengikutiku huh?" Yoo Jin menjawabnya, "Aku juga punya urusan sendiri di ChungJu... Kau... Apa kau baik-baik saja?" Rian bingung dengan pertanyaan Yoo Jin makanya dia balas bertanya, "Baik-baik apa?" Namun Yoo Jin tidak menjawabnya lagi dan memilih untuk memutar music.


Hye Sung membuka kamar Ayahnya secara diam-diam dan melihat bahwa Ayahnya masih tertidur. Hye Sung pun dengan cepat mengajak Hye Poong dan JB untuk segera pergi menuju kontesnya Hye Poong. Di dala mobil, Hye Poong menyadari sikap JB dan Hye Sung yang sama-sama terdiam. Hye Poong bertanya, "Apa ada yang terjadi semalam?" JB dan Hye Sung langsung membantah hal itu dan mengatakan tidak ada apa-apa. Jawaban itu justru membuat Hye Poong semakin penasaran, "Aku rasa ini mencurigakan...."


Yoo Jin sampai di Chung Ju dan mencoba menanyakan mengenai Hye Sung pada seorang Nenek, "Nenek, Apakah di desa ini ada yang namanya Hye Sung?" Nenek itu tersenyum, "Ah kau kemari mencari Hye Sung? Hye Sung sedang pergi ke kontes Miss Apple yang ada di pusat kota." Yoo Jin terkejut, "Hah? Miss Apple?" Nenek itu mengangguk, "Ya. Aigoo Mengapa orang yang mencari Hye Sung selalu memiliki wajah tampan?" Yoo Jin hanya tersenyum malu, "Terima kasih... Hm arah menuju kota kemana ya?" Nenek itu kemudian menjelaskannya pada Yoo Jin. Yoo Jin sudah mengerti dan kemudian pamit. Saat berjalan pergi, Yoo Jin bergumam, "Miss Apple? Shin Hye Sung itu benar-benar...."

Rian sampai di tempat tujuannya yang merupakan sebuah acara kecil untuk masyarakat kota. Rian mencoba mencari orang yang bertanggung jawab akan acara namun orang-orang mengabaikannya. Akhirnya Rian bertemu dengan orang yang bertanggung jawab pada acara dan orang itu mengajak Rian menuju sebuah tenda kecil dan memberikan Rian sebuah kantong berisi costum yang harus dikenakan Rian. Rian kesal karena dia benar-benar diabaikan oleh orang-orang. Rian menerima pesan dari Kang Chul, "Kenakan costum itu dan ambil foto lalu kirimkan padaku!" Rian segera membuka kantong berisi costumnya dan terkejut karna di kantong itu ada topeng kelinci dan juga sarung tangannya, "Mwo? Apa-apaan ini?!"

Rian menelfon Ibunya untuk mengadu, "Ibu.. Aku sungguh tidak bisa melakukan ini! Apa kau tau aku harus menjadi apa hah? Apa?..... 10 juta won? Apa Direktur memberimu 10 juta won? Baiklah baiklah... Aku akan melakukannya!!"


Hye Sung, Hye Poong dan JB sampai di tempat kontes namun panggung kontes itu terlihat tidak begitu meyakinkan karna ada 2 orang kakek-kakek yang sedang minum sabil bernyanyi. JB bertanya, "Apa kau yakin tempat ini?" Hye Sung menjawabnya, "Mungkin mereka belum selesai menata panggung." Hye Poong tidak mempermasalahkan mengenai panggung karena dia benar-benar tidak sabar akan acaranya.


Para kontestan Miss Apple diminta berkumpul di tenda yang sudah dipersiapkan. Hye Poong melihat seorang perempuan yang memakai topeng kelinci(Rian) dan dia menertawakannya, "Walaupun kau ingin menarik banyak perhatian, tapi bukankah menggunakan topeng seperti ini sangatlah kuno?" Rian kesal, "Kau uruslah urusanmu sendiri."


MC naik ke atas panggung dan mengatakan bahwa untuk memeriahkan acara maka mereka telah mengundang seorang penyanyi special. Music diputar dan Hye Sung bertanya pada JB, "Oh bukankah ini lagu HershE? Tapi sepertinya tidak mungkin mereka datang ke tempat seperti ini." JB hanya diam dan kembali menatap panggung. (Lagu yang di puter Boo Peep - T-Ara.)

Pihak panitia menarik Rian agar segera naik ke atas panggung, Rian berdiri di atas panggung dan dia terkejut saat melihat ada Hye Sung dan juga JB di kursi penonton. Hye Sung berkata pada JB, "Oh bukankah dia mirip sekali dengan Rian? Hmm dimana mereka bisa menemukan seseorang yang begitu mirip dengannya ya?" JB tetap diam dan menatap panggung. Dari arah jauh, Yoo Jin sedang berjalan menuju tempat acara, "Oh apakah ini acaranya?"

Rian maish tetap terdiam di atas panggung karena dia benar-benar merasa malu. Para warga tidak terima dengan sikap Rian yang diam saja dan mereka pun terus mengomel sambil memarahi Rian yang diam saja. Rian sangat ragu untuk mulai bernyanyi.


Di dekat tempat kontes itu ada lapangan bola dan sebuah bola mengenai kepala Rian sehingga topeng kelinci Rian terlepas dan Rian ikut terjatuh. Hye Sung dan JB sama-sama terkejut saat tau bahwa itu Rian. JB hendak menolong Rian tapi ternyata Yoo Jin lebih dulu naik ke atas panggung menghampiri Rian, "Kau tidak apa-apa?" Rian menatap Yoo Jin sesaat dan kemudian terjatuh pingsan. Yoo Jin panik dan langsung menggendong Rian.


zoladiaries.blogspot.com
-
 

Blog Template by