Thursday, November 17, 2011

Sinopsis Miss Ripley Episode 4

SINOPSIS MISS RIPLEY
EPISODE 4

Chul Jin sedang melihat kembali rekaman CCTV untuk mencari tahu siapa pemilik flash disk yang di temukan oleh Yoo Hyun di dalam lift. Pada saat sedang melihat rekaman itu, Chul Jin langsung tersedak karna melihat ada Hee Joo di dalam rekaman. Seorang petugas bertanya, "Apa kau baik-baik saja?" Chul Jin meminta agar wajah Hee Joo di perbesar dan dia pun langsung tersenyum saat menyadari bahwa wanita di dalam rekaman itu memang Hee Joo.


Hee Joo sedang berada di apartemennya Chul Jin untuk bantu membereskan apartemennya Chul Jin. Chul Jin menawarkan pada Hee Joo untuk bergabung dengan Mondo Group di bagian perencanaan namun Hee Joo langsung menolaknya karna sejak awal dia memang tidak berniat untuk berada di bagian perencanaan.


Bel di apartemen Chul Jin berbunyi dan Chul Jin pun membukakan pintu. Ternyata Yoo Hyun lah yang datang. Chul Jin mengajak Yoo Hyun masuk dan dia kemudian berkata pada Hee Joo bahwa ada tamu yang datang. Hee Joo dan Yoo Hyun bertemu dan keduanya sama-sama merasa canggung. Karna gugup, Hee Joo yang sedang membawa air sabun itu membalikan badan dan tidak sengaja menyemburkan air sabun itu pada pakaian Chul Jin dan juga Yoo Hyun. Hee Joo panik melihat kecerobohannya itu dan berusaha untuk membersihkan busa yang ada di jas Yoo Hyun, namun yang ada justru Hee Joo terpeleset karna licin dan tangannya berdarah karna terkena pecahan gelas.

Chul Jin dan Yoo Hyun sama-sama ikut pnik saat melihat telapak tangan Hee Joo yang berdarah. Yoo Hyun meminta pada Chul Jin untuk membeli plester sementara dia yang akan mengobati luka di tangan Hee Joo. Selama Yoo Hyun mengobati luka tangan Hee Joo, Hee Joo diam-diam terus mencuri pandang pada Yoo Hyun dan tersenyum. Yoo Hyun sadar bahwa dia sedang di perhatikan makanya dia bertanya, "Apa ada yang salah?" Hee Joo segera menjawab Tidak.

Hee Joo melihat pakaian formal yang di kenakan oleh Yoo Hyun dan dia pun bertanya, "Pakaianmu?" Yoo Hyun sedikit kebingungan menjelaskannya, "Ah aku baru mengunjungi sebuah acara." Hee Joo mengangguk mengerti, "Ah, acara penjualan?" Yoo Hyun hanya tersenyum ragu.


Selesai dari acara makan malam dengan Direktur Lee, Myung Hoon pun mengantarkan Mi Ri pulang. Mi Ri berkomentar, "Aku benar-benar tidak percaya hal ini. Baru kemarin aku akan di tendang keluar dari perusahaan , tapi sekarang ini aku justru duduk di kursi mobilmu. Ah ya aku mau minta maaf atas kejadian yang terjadi saat aku datang ke ruanganmu. Pada saat itu aku terlalu emosi. Aku benar-benar minta maaf. " Myung Hoon balas berkata, "Orang-orang muda wajar membuat kesalahan." Mendengar hal itu Mi Ri bertanya kembali, "Apa maksudmu jika aku bersikap seperti itu lagi kau masih akan memaafkan aku?" Myung Hoon menjawab, "Maksudku, walaupun itu berlebihan tapi hasilnya tidak terlalu buruk. Tidak ada maksud di balik semua itu. Masalah kantor dan masalah pribadi tidak baik di campur."

Mi Ri terus berbicara di sepanjang perjalanan, sedangkan Myung Hoon terlihat lebih banyak diam. Saat Mi Ri berniat turun dari dalam mobil Myung Hoon karna dia sudah sampai di depan penginapannya, Myung Hoon memberanikan diri untuk menanyakan sesuatu yang sejak tadi membuatnya penasaran, "Jang Mi Ri, apakah kata-katamu mengenai lesbi itu benar? Maaf tapi aku pada saat itu ada di Hotel saat mendengar ucapanmu pada Yuu(Putri perdana menteri Jepang)." Mi Ri tertawa mendengar pertanyaan Myung Hoon itu, "Jadi apakah ini yang membuatmu terlihat terus terdiam? Tapi baguslah jika kau mendengarnya. Sebenarnya aku sangat gugup saat mengatakan hal itu." Myung Hoon menatap Mi Ri bingung, "Apa maksudmu?"

Mi Ri bercerita dengan mimik wajah sedih, "Sejujurnya aku berbohong padanya. Entah mengapa aku mengatakan hal itu. Yang ada di pikiranku hanyalah untuk mencarinya dan membawa dia kembali. Saat itu aku mendengar bahwa Yuu itu seorang lesbi. Aku benar-benar mengkhawatirkan Yuu. Bagaimana jika dia kehilangan Ayahnya sepertiku? Bagaimana jika Yuu hidup sendirian? Bagi orang-orang yang belum mengalaminya, mereka tidak akan mengerti. Aku kehilangan Ayahku saat aku muda, itulah sebabnya aku selalu merasa sendiri. Yang aku pikirkan adalah aku harus membawa Yuu kembali dan tidak membiarkan dia seperti aku. Tentu saja hal ini tidak di rencanakan, Hanya.... Aku tidak ingin dia seperti aku. Apa aku melakukan kesalahan? Sebenarnya aku bingung, apakah aku menyelesaikan masalah ini dengan jalan yang baik? Walaupun hidup gadis itu(Yuu) sangatlah penting... Tapi hal ini justru berakhir dengan sebuah kebohongan." Myung Hoon tersenyum dan mengatakan pada Mi Ri agar beristirahat saja.

Myung Hoon berkomentar bahwa ini juga kesalahan dia karena tidak begitu mengenal para tamunya. Mi Ri tiba-tiba bertanya pada Myung Hoon, "Bisakah kau menyempatkan waktumu untukku sebentar? Banyak sekali hal yang ingin aku tanyakan padamu mengenai pekerjaan ini. Jika kau memiliki waktu luang, aku ingin sekali mendengar banyak hal dari dirimu." Myung Hoon mengangguk dan menyanggupi hal itu. Saat Mi Ri akan keluar dari mobilnya Myung Hoon, hujan deras turun dan itu membuatnya sedikit kebingungan untuk keluar dari mobil. Myung Hoon bilang bahwa di bagasinya ada payung dan dia akan mengambilkannya untuk Mi Ri, namun Mi Ri segera menolak hal itu. Mi Ri melepaskan sepatu hak-nya dan keluar dari dalam mobil dan berlari menuju tempat berteduh sambil melambaikan tangan pada Myung Hoon. Myung Hoon tidak menyangka dengan yang di lakukan oleh Mi Ri dan dia hanya tersenyum.


Chul Jin berkata pada Yoo Hyun bahwa sepertinya mereka akan kesulitan untuk meyakinkan Hee Joo agar mau bekerja di Hotel Mondo dikarenakan Hee Joo memiliki ambisi besar bekerja di Hotel A sebagai arsitek karena Ayah Hee Joo juga yang dulu telah memdesign Hotel A. Yoo Hyun berkomentar bahwa Ibu kandungnya juga adalah yang ikut mendesign Hotel A, jadi mungkin saja Ibu Yoo Hyun dan Ayah Hee Joo adalah teman baik. Yoo Hyun pun mengatakan pada Chul Jin bahwa dia sendiri yang akan mencoba membujuk Hee Joo. Chul Jin setuju dan kemudian keluar dari ruangan Yoo Hyun.

Setelah kepergian Chul Jin, Asisten Yoo Hyun datang ke ruangan Yoo Hyun untuk menyerahkan data pekerja di Hotel A yang di minta oleh Yoo Hyun. Yoo Hyun membuka data para pekerja dan dia menemukan data Mi Ri.


Berita mengenai Yuu yang berpelukan dengan Mi Ri beredar di Koran dan tentu saja Myung Hoon senang. Myung Hoon memanggil Mi Ri kedalam ruangannya dan menunjukan koran itu, Mi Ri tentu terkejut melihatnya. Myung Hoon berkomentar, "Berita ini sangat membantu Hotel kita. Para pihak diplomatik mulai mempercayai hotel kita kembali. Aku secara langsung ingin mengatakan bahwa kau telah bekerja keras." Mi Ri sangat senang dan dia terus mengatakan bahwa hal ini sangat sulit di percaya. Myung Hoon berkata, "Direktur Lee juga mengatakan bahwa kau kini bisa mengurusi tamu Vip. Bagaimana?" Mi Ri kembali terkejut, "A-Apakah ini artinya aku mendapatkan promosi? Terima kasih banyak. Aku pasti akan melakukan yang terbaik."

Saat Mi Ri akan keluar dari ruangan Myung Hoon, dia berbalik dan menatap Myung Hoon, "Apakah kau ada waktu senggang untuk makan malam bersama? Jika kau memiliki waktu maka aku akan sangat senang mendengarkan semua nasihatmu. Bagaimana?" Myung Hoon mengangguk setuju.


Mi Ri pergi ke mall dan dia pun langsung membeli beberapa pakaian dan sepatu. Saat melewati salah satu toko buku, Mi Ri melihat sebuah majalah yang membuat sebuah artikel mengenai rumah tangga Myung Hoon dan istrinya yang sudah berakhir. Membaca artikel itu membuat Mi Ri mendapatkan ide lainnya.



Hee Joo datang ke ruangan para cleaning service yang sedang beristirahat. Di TV ada berita mengenai tertangkapnya orang yang memalsukan ijasah. Seorang cleaning service bertanya pada Hee Joo dengan bercanda, "Tidak mungkin ijasah yang kau miliki itu palsu juga kan?" Hee Joo membalasnya dengan candaan juga, "Bagimana kau tau?" Para cleaning service tertawa mendengarnya.

Tiba-tiba saja 2 orang polisi datang ke ruangan dan menanyakan keberadaan Moon Hee Joo. Hee Joo bingung karena dia tiba-tiba di cari, "Aku Moon Hee Joo, ada apa mencariku?" 2 orang polisi itu langsung menangkap Hee Joo dan membuat orang-orang bingung.


Hee Joo digiring menuju mobil polisi dan tentu hal ini menjadi sorotan orang-orang. Shi Young dan Asisten Kim terkejut juga saat melihat Hee Joo digiring polisi. Shi Young bertanya, "Ada apa ini? Kalian seharusnya menjelaskan dahulu pada kami." Namun polisi itu tidak mempedulikan Shi Young dan tetap membawa Hee Joo masuk kedalam mobil polisi. Selepas kepergian Hee Joo itu, Shi Young memerintahkan Asisten Kim untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi hingga Hee Joo ditangkap oleh polisi.


Mi Ri menunggu di Restaurant untuk makan malam bersama Myung Hoon. Karena Myung Hoon belum datang, Mi Ri pun pergi ke toilet untuk memperbaiki riasannya. Saat keluar dari toilet, Mi Ri bertemu dengan Myung Hoon yang hendak masuk kedalam Restaurant. Myung Hoon berkomentar, "Sepertinya kau terlalu awal datangnya." Mi Ri berbohong dengan mengatakan bahwa dia juga baru datang, padahal sebenarnya dia sudah sejak tadi menunggu Myung Hoon.

Mi Ri dan Myung Hoon kemudian duduk bersama di salah satu kursi. Mi Ri berterima kasih karena Myung Hoon sudah menyempatkan makan malam bersamanya. Myung Hoon tersenyum dan balas berkata bahwa dia juga senang. Mi Ri tersenyum, "Aku akan mendengar setiap ucapanmu." Myung Hoon membalas, "Aku senang karena kau berfikiran seperti itu."


Shi Young segera datang ke kantor polisi untuk membebaskan Hee Joo. Dan ternyata Chul Jin juga datang untuk membebaskan Hee Joo. Chul Jin sebelumnya memberikan kabar pada Yoo Hyun bahwa dia sedang berada di Kantor polisi. Yoo Hyun pun membantu dengen meminta asistennya untuk menelfonkan Pengacara Choi.

Polisi memasukan Hee Joo kedalam sel tahanan. Shi Young dan Chul Jin sama-sama datang dan terlihat panik, "Kenapa ini bisa terjadi??" Hee Joo sendiri masih bingung dengan hal ini.


Mi Ri dan Myung Hoon menikmati makan malam bersama mereka berdua. Myung Hoon bertanya, "Apakah kau tidak merasa bosan karena sejak tadi hanya membahas pekerjaan?" Mi Ri menggelengkan kepala, "Tidak. Ini sangat menarik. Aku tidak pernah menyangka bahwa membicarakan pekerjaan ini akan sangat menyenangkan. Ini semua karenamu." Myung Hoon senang mendengarnya, "Baguslah jika kau tertarik pada pekerjaan barumu ini." Mi Ri bertanya, "Apakah kau merasa khawatir karena telah memberikan tugas penting padaku?" Myung Hoon menjawab, "Jika aku mengatakan bahwa aku tidak khawatir maka itu sebuah kebohongan. Bagaimanapun juga, aku tidak akan memberikan tugas itu jika aku hanya akan duduk diam saja." Mi Ri bertanya kembali, "Apakah itu artinya kau mempercayai aku? Apakah itu karena aku karyawanmu? Atau....?" Mi Ri sengaja menggantung pertanyaannya dan Myung Hoon hanya menjawab dengan senyuman.


Myung Hoon mengantarkan Mi Ri dengan berjalan kaki bersama hingga depan penginapan Mi Ri. Mi Ri mengucapkan terima kasihnya pada Myung Hoon, "Hari ini aku sangat bahagia. Terima kasih karena telah mengantarkan aku pulang." Myung Hoon berkata, "Hidup yatim piantu pastilah tidak mudah bagimu." Mi Ri menjawab, "Jika aku mengatakan mudah maka itu sebuah kebohongan. Tapi aku percaya bahwa semua hal akan berkembang. Kau akan membantuku bukan? Ah ya... Apakah kau tidak merasa sedih saat kembali ke rumahmu dalam keadaan sepi? Aku dengar Ibumu berada di rumah sakit." Myung Hoon menatap Mi Ri bingung, "Bagaimana kau tau?" Mi Ri tidak menjawabnya dan malah mengajukan pertanyaan lagi, "Apakah kau tidak lelah sendirian?" Myung Hoon menjawab, "Aku mencoba yang terbaik untuk adaptasi. Kau masuklah kedalam..."

Saat Myung Hoon akan pergi, Mi Ri menahannya dan kemudian dia mengeluarkan sebuah bingkisan dari dalam tasnya, "Sebenarnya ini adalah pulpen. Ini salah satu bentuk terima kasih dan juga rasa maafku padamu atas semuanya. Aku harap kau mau menerimanya walaupun benda ini kecil."Myung Hoon tersenyum namun dia tidak menerimanya, ia justru meminta agar Mi Ri segera masuk kedalam rumah saja. Melihat penolakan itu, Mi Ri berkomentar di depan Myung Hoon, "Mungkin aku berfikiran terlalu lebih. Ini karena kau selalu membantuku." Myung Hoon menangkat tangannya hendak melambai dan mengatakan bahwa mereka akan bertemu lagi di kantor. Mi Ri terus menatap jari-jari Myung Hoon makanya Myung Hoon bertanya, "Ada apa?" Mi Ri menjawab, "Tidak. Aku hanya berfikir bahwa jari-jarimu sangat panjang." Myung Hoon mengangguk dan kemudian dia berjalan pergi. Saat Myung Hoon pergi, Mi Ri tersenyum karena rencananya mulai berhasil.

Myung Hoon masuk kedalam mobilnya dan dia tersenyum saat mengingat ucapan Mi Ri. Myung Hoon kemudian menjalankan mobilnya pergi dari tempat parkir penginapan Mi Ri. Saat di jalan, mobilnya berpapasan dengan mobil Yoo Hyun yang sedang dalam perjalanan menuju penginapan Mi Ri juga. amun Myung Hoon dan Yoo Hyun sama-sama tidak menyadari bahwa mereka berpapasan.


Mi Ri keluar dari penginapannya untuk membuang sampah. Saat menyimpan sampahnya itu, dia mendengar ada suara orang yang berbicara dan ternyata itu adalah Hirayama. Mi Ri sangat terkejut dan mencoba menyembunyikan wajahnya. Tapi Hirayama mendengar suara ribut dan dia terkejut saat menyadari kehadiran Mi Ri. Hirayama pun segera berusaha mengejar Mi Ri.


Yoo Hyun yang baru datang ke penginapan Mi Ri terlihat bingung saat melihat Mi Ri berlari dengan di ikuti seorang laki-laki yang juga mengejarnya dari belakang. Melihat kejadian ini Yoo Hyun pun ikut berlari dengan berniat untuk membantu Mi Ri. Asisten Yoo Hyun yang melihat kejadian ini segera menarik Hirayama dan memukulnya, namun asistennya itu lah yang justru menjadi korban Hirayama.

Mi Ri, Yoo Hyun dan Hirayama pun terus saling kejar hingga mereka sampai di stasiun kereta. Mi Ri masuk kedalam kereta dan tentu saja Yoo Hyun dan Hirayama juga mengikutinya. Saat Mi Ri tidak menemukan jalan untuk kabur lagi saat di dalam kereta, Yoo Hyun segera menarik Mi Ri keluar dari kereta saat pintu kereta akan di tutup. Alhasil Mi Ri dan Yoo Hyun maish sempat keluar dari kereta, sementara Hirayama terjebak di dalam kereta itu.

Setelah kepergian kereta yang membawa Hirayama, Yoo Hyun bertanya pada Mi Ri, "Kau baik-baik saja?" Mi Ri diam saja karena dia masih kaget dengan kedatangan Hirayama ke Korea. Mi Ri hendak terjatuh lemas namun dengan segera Yoo Hyun menahannya dan menenangkan Mi Ri.


Hee Joo akhirnya dapat di bebaskan namun pihak polisi masih membutuhkan keterangan dari Hee Joo jika di butuhkan. Hee Joo menatap Shi Young dengan penuh penyesalan, "Maafkan aku senior..." Shi Young tersenyum dan menenangkan Hee Joo, "Tidak apa-apa."


Mi Ri dan Yoo Hyun singgah di sebuah supermarket untuk membeli minum. Saat ini Mi Ri masih terlihat tegang dengan kejadian tadi. Yoo Hyun penasaran dengan apa yang terjadi dan dia berusaha mencari informasi langsung dari Mi Ri, "Apa yang terjadi?" Mi Ri mengatakan tidak apa-apa. Yoo Hyun kembali bertanya, "Apa kau mengenal laki-laki tadi?" Mi Ri kesal dan membentaknya, "Aku katakan tidak ada apa-apa!!" Yoo Hyun berkomentar bahwa Hirayama terlihat seperti bukan orang baik-baik.

Mi Ri keluar dari dalam supermarket dan Yoo Hyun mengejarnya sambil memanggil namanya, "Tunggu Nona Jang Mi Ri!" Mi Ri terkejut dan segera menoleh pada Yoo Hyun, "Dari mana kau tau namaku?" Yoo Hyun menjawab, "Aku tau namamu dari peginapan. Aku tidak tau kau mau pergi kemana, tapi sebaiknya kita pergi bersama. Lagi pula ini sudah sangat larut malam dan sulit mencari bis." Mi Ri langsung menolak, "Tolong berhenti berbicara tuan Song Yoo Hyun!" Yoo Hyun tersenyum karena Mi Ri masih mengingat namanya, "Namaku... kau masih mengingatnya." Mi Ri berkomentar, "Maaf tapi saat ini aku sedang dalam mood yang buruk untuk membicarakan hal itu sekarang. Dan lagi ini adalah urusan pribadiku. Tolong jangan ikut campur." Yoo Hyun menunduk, "Sepertinya aku terlalu egois. Maaf...." Mi Ri kemudian pamit pergi meninggalkan Yoo Hyun.


Mi Ri membereskan pakaiannya dan dia kini sedang menunggu di halte bis. dia terus mengingat kejadian saat tadi Hirayama menemukannya dan tentu ini membuatnya panik. Sementara itu terlihat Yoo Hyun yang berada di dalam mobil yang terparkir tidak jauh dari halte bis. Mi Ri menatap HPnya dan berniat menelfon Myung Hoon, pada saat Myung Hoon sudah mengangkat telfonnya, Mi Ri segera menutupnya dan kembali menunggu bis. Saat Bis datang dan Mi Ri pun masuk kedalamnya, Yoo Hyun meminta pada sopirnya agar mereka segera pergi.


Di dalam bis, Mi Ri menerima telfon dari Myung Hoon. Myung Hoon bertanya, "Tadi aku melihat kau menelfon, ada apa?" Mi Ri bingung menjawab, "Maaf tadi aku tidak sengaja menelfon." Myung Hoon sadar dari nada bicara Mi Ri bahwa ada sesuatu yang sebenarnya terjadi, "Apa ada sesuatu? Kau yakin bahwa kau baik-baik saja?" Mi Ri menjawab dengan lesu, "Ya aku baik-baik saja. Istirahatlah dengan tenang..." Myung Hoon tidak bertanya lagi dan mematikan sambungan telfonnya.


Yoo Hyun sedang dalam perjalanan pulang dan dia terus melihat biodata Jang Mi Ri. Ingatananya juga kembali mengingat kejadian saat di stasiun kereta dimana Mi Ri jatuh lemas. Sementara itu Myung Hoon datang ke rumah sakit untuk menemui Ibunya. Myung Hoon menatap jari-jarinya dan dia tersenyum saat mengingat ucapan Mi Ri mengenai jari-jarinya yang panjang itu.


Mi Ri tidak ada tempat lain lagi yang bisa dikunjungi selain rumah Hee Joo makanya dia pun datang ke rumah Hee Joo dan segera mengetuk-ngetuk pintunya, namun Hee Joo belum pulang sehingga Mi Ri terpaksa menunggu di luar.

Sopir Yoo Hyun mengantar Yoo Hyun ke rumah Chul Jin karena kini mereka tinggal bersama. Saat Yoo Hyun akan masuk kedalam rumah Chul Jin yang satu bangunan juga dengan rumah Hee Joo, dia terkejut melihat ada Mi Ri yang sedang menunggu di depan pintu rumah Hee Joo, "Nona Jang Mi Ri mengapa kau ada disini?" Mi Ri sendiri ikut bingung dengan kehadiran Yoo Hyun, "Bagaimana bisa kau datang kemari Yoo Hyun?"

Hee Joo dan Chul Jin datang bersama dan Hee Joo juga terkejut melihat kedatangan Mi Ri, "Mi Ri ya?" Yoo Hyun kaget karena ternyata Hee Joo dan Mi Ri saling mengenal, "A-Apa kalian saling mengenal?"


Yoo Hyun terlihat senang karena sekarang dia dapat bertemu kembali dengan Mi Ri, sedangkan Chul Jin justri tidak merasa senang. Chul Jin bertanya, "Apakah kau senang? Apa sebenarnya yang kau sukai dari wanita itu?" Yoo Hyun menjawabnya sambil tersipu malu, "Siapa yang dapat menebaknya? Dan lagi apakah memerlukan alasan untuk menyukai seseorang?"


Mi Ri dan Hee Joo kini sedang membahas mengenai Chul Jin dan Yoo Hyun. Mi Ri bertanya, "Jadi Oppa yang kau maksud dari keluarga angkatmu itu adalah dia(Chul Jin)? Dan siapa pria yang bersama Oppamu itu(Yoo Hyun)?" Hee Joo yang belum tau identitas asli Yoo Hyun pun menjawab, "Dia adalah karyawan baru." Mi Ri berkomentar, "Pria itu selalu mengikuti aku. Mengesalkan!" Hee Joo justru berkomentar bahwa Yoo Hyun terlihat seperti pria baik-baik.

Mi Ri ingat bahwa tadi Hee Joo pulang sangat larut malam makanya dia menanyakan alasan itu, "Ngomong-ngomong mengapa kau pulang larut malam?" Hee Joo menjawab sedih, "Sepertinya seseorang mengambil ijasahku dan memalsukannya. Aku di tangkap polisi saat berada di Hotel." Mi Ri terkejut mendengarnya dan dia pura-pura kasihan pada Hee Joo, "Siapa orang yang tega berbuat seperti itu? Apa pelakunya di tangkap?" Hee Joo menggelengkan kepala, "Tidak karena ada beberapa jenis ijasah jadi cukup sulit melacak pelakunya." Mi Ri menghela nafas lega, "Syukurlah." Hee Joo bingung mendengar itu, "Kenapa? Apa maksudmu?" Mi Ri mengarang jawaban, "Hmm maksudku ya syukurlah jika mereka tetangkap."

Hee Joo terdiam dan terus menatap Mi Ri, Mi Ri sendiri bingung dengan arti di balik tatapan Hee Joo, "Kenapa kau menatapku seperti itu?" Hee Joo tersenyum canggung, "Tidak. Aku hanya terlalu bahagia. Jika tidak ada kau, maka aku sudah depresi."


Mi Ri sedang berada di depan pintu masuk Hotel A dan dia terkejut melihat banyaknya para reporter dan juga polisi yang datang. Shi Young, Myung Hoon dan juga Asisten Kim terlihat sangat sibuk mengurusi masalah ini. Shi Young berkomentar, "Aku benar-benar tidak menyangka bahwa sertifikat lulusan Australianya itu adalah palsu! Ini benar-benar gila!!!" Mereka keluar dari dalam ruangan dan melihat bahwa salah satu karyawan Hotel A sedang digiring oleh Polisi karena telah terbukti memalsukan ijasah kelulusannya. Para reporter yang melihat kedatangan Myung Hoon pun langsung menanyakan beberapa pertanyaan, "Bagaimana perasaanmu? Apakah hal ini akan mempengaruhi persaingan dengan Mondo Group?" Shi Young dengan segera mengatakan pada para reporter bahwa mereka tidak akan menjawabnya sekarang.


Berita mengenai pemalsuan ijasah yang di lakukan oleh salah satu karyawan Hotel A sudah menyebar dan tentu saja Lee Hwa tidak tinggal diam. Lee Hwa mengatakan pada asistennya untuk menghubungi seluruh reporter dan juga stasiun televisi, dan mulai sekarang juga mereka akan terus memantau pendapatan Hotel A karna jika mereka(Mondo Group) tidak mulai mengambil tindakan maka Mondo Group juga imagenya dapat tercemar.

Mi Ri berpapasan dengan Myung Hoon yang terlihat sedang sangat sibuk karena kasus ini. Apalagi Shi Young mengatakan pada Myung Hoon bahwa Song Yoo Hyun dari Mondo Group akan segera datang ke Hotel A untuk mendiskusikan masalah ini.

Yoo Hyun sudah datang dan dia pun segera membahas masalah karyawan itu bersama dengan Myung Hoon. Kedatangan Yoo Hyun ternyata mengenai pengaruh berita yang dapat membuat omset Hotel menjadi sangat turun dan ini adalah masalah besar. Myung Hoon tentu tidak menerima hal ini namun keputusan Yoo Hyun untuk membatalkan perjanjian/pembelian saham Hotel A itu benar-benar tidak bisa di ubah lagi. Yoo Hyun sendiri mengatakan permintaan maafnya atas hal ini.

Myung Hoon mengantarkan Yoo Hyun ke depan pintu Hotel. Yoo Hyun berkata, "Maaf karena kedatanganku kemari karena membawa kabar buruk ini." Yoo Hyun mengulurkan tangannya hendak berjabat tangan dengan Myung Hoon namun sayangnya Myung Hoon menolak jabat tangan itu. Yoo Hyun menarik kembali tangannya dan kemudian masuk kedalam mobil.


Di perjalanan, Asisten Yoo Hyun bertanya pada Yoo Hyun, "Apa kau baik-baik saja?" Yoo Hyun bertanya bingung, "Kenapa? Apa yang di khawatirkan?" Asisten Yoo Hyun menjawab, "Hanya saja kau terlihat seperti sedang memikirkan hal lainnya." Yoo Hyun tertawa dan berkata ramah, "Sepertinya sekarang ini menutupi sesuatu dari dirimu akan sangat sulit."


Hee Joo di panggil oleh Shi Young dan dengan berat hati Shi Young mengatakan bahwa Hee Joo di pecat. Hee Joo terkejut karena dia merasa tidak melakukan kesalahan aapun. Shi Young berkata, "Aku tau kau tidak melakukan kesalahan, tapi kau pasti mengerti bahwa kini Hotel sedang dalam masa yang sulit." Hee Joo tetap masih tidak menerima keputusan ini, "Aku mengakui bahwa terkadang aku melakukan kesalahan, tapi tetap saja ini keteraluan jika aku tiba-tiba dipecat." Shi Young balas berkata, "Aku juga berfikir sama denganmu, tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa..." Hee Joo terlihat sedih, "Senior, lalu apa yang harus aku lakukan? Katakan padaku apa yang harus aku lakukan?"

Mi Ri masuk kedalam ruangan karyawan dan melihat Hee Joo yang sedang berbicara dengan Shi Young. Salah satu karyawan mendekati Mi Ri dan berbisik pelan, "Sepertinya dia akan di pecat." Mi Ri terdiam mendengarnya.


Hee Joo melepaskan seragam cleaning servicenya dan berjalan pergi keluar Hotel. Di luar Hotel terlihat Mi Ri yang sudah menunggunya. Mi Ri mendekati Hee Joo dan bertanya, "Apa kau baik-baik saja?" Hee Joo menggelengkan kepalanya sambil menahan tangisannya.


Myung Hoon memanggil Shi Young ke ruangannya dan bilang bahwa dia akan melakukan qualifikasi ulang untuk selurih karyawan. Shi Young tidak menyangka hal ini dan bilang bahwa hal ini akan sulit, namun Myung Hoon tetap bersikukuh untuk mengadakan kualifikasi ulang ini dan meminta Shi Young juga untuk membentuk tim investigasi.


Di Hotel A, terlihat para karyawan yang sibuk mempersiapkan kualifikasi untuk para karyawan. Mi Ri yang mengetahui hal ini tentu panik karena dia takut semua kebohongannya akan terbongkar. Mi Ri melihat Asisten Kim sedang berbicara dengan seorang karyawan dan saat itu Asisten Kim mengatakan bahwa seluruh data mengenai karyawan Hotel A ada di Myung Hoon. Mendengar hal ini lagi-lagi Mi Ri mendapatkan ide.


Mi Ri sedang menunggu di depan parkiran Hotel A. Dia sengaja menunggu mobil Myung Hoon lewat dan pada saat itu dia akan berpura-pura meminta tumpangan. Tapi yang lewat justru mobilnya Asisten Kim. Asisten Kim bertanya, "Mi Ri, apakah kau sedang menunggu seseorang? Masuklah kedalam mobil dan aku akan mengantarmu pulang." Mi Ri langsung menolak tawaran itu. Mi Ri kembali menunggu dan saat melihat mobil Myung Hoon, Mi Ri pura-pura mencari taxi dan dia berharap nanti Myung Hoon akan menawarkan tumpangan. Tapi ternyata mobil Myung Hoon melewati Mi Ri begitu saja dan Mi Ri langsung kesal. Beberapa meter dari Mi Ri, Myung Hoon baru menyadari Mi Ri dan dia segera menghentikan mobilnya. Myung Hoon turun dari mobil dan menyapa Mi Ri lalu menawarkan tumpangan. Mi Ri tersenyum karena lagi-lagi rencanannya berhasil.


Di dalam mobil, Mi Ri sengaja menanyakan mengenai kualifikasi karyawan yang di adakan, "Aku khawatir bahwa itu akan memakan waktu lama hingga masalah terselesaikan." Myung Hoon menjawab bahwa 2 hingga 3 hari adalah wkatu yang cukup. Mi Ri terdiam panik sambil mencoba kembali bertanya, "Hmm bagaimana jika di temukan ijasah palsu? Apakah mereka akan di pecat?" Myung Hoon menjawabnya tenang, "Tentu saja." Mendengar jawaban itu membuat Mi Ri kembali panik.

Myung Hoon mengantarkan Mi Ri hingga di depan rumah Hee Joo. Mi Ri berterima kasih pada Myung Hoon dan menawarkan makan malam bersama lagi sebagai rasa terima kasihnya karena telah di antar pulang kembali, Myung Hoon setuju dan kemudian dia pamit pergi.


Yoo Hyun sedang dalam perjalanan dan dia melihat Hee Joo yang sedang melihat-lihat bunga. Yoo Hyun pun memutuskan untuk menghampiri Hee Joo, "Apa kau menemukan sesuatu yang menarik?" Hee Joo tersenyum saat melihat Yoo Hyun, "Ah ya. Ada beberapa. Lihatlah bunga ini, bukankah cantik?" Yoo Hyun bertanya pada penjual bunga itu, "Berapa harganya?" Hee Joo kaget dan menolak untuk di belikan bunga itu oleh Yoo Hyun namun Yoo Hyun tetap memaksanya, "Aku dengar sesuatu yang kurang menyenangkan terjadi padamu hari ini. Jadi bunga ini untuk membuat perasaanmu lebih baik. Lupakaan saja kenangan buruk itu." Hee Joo tersenyum dan akhirnya menerima bunga itu.

Yoo Hyun dan Hee Joo kemudian berjalan bersama. Yoo Hyun bertanya, "Aku dengar dari Shul Jin bahwa kau ingin bekerja di bagian Perencanaan." Hee Joo justru balik bertanya, "Apakah Direktur (Hee Joo tidak tau kalau Direktur itu adalah Yoo Hyun) memberikan kesulitan pada Chul Jin Oppa? Aku membenci orang seperti itu!" Yoo Hyun terlihat diam saja karena merasa Hee Joo sedang membicarakan dirinya secara tidak langsung, "Tapi aku rasa direktur itu tidak begitu buruk." Hee Joo berkomentar, "Huh dia hanya memikirkan dirinya sendiri. Apa bagusnya menjadi seorang direktur?" Yoo Hyun lagi-lagi hanya diam.

Yoo Hyun lalu menanyakan mengenai Mi Ri pada Hee Joo, "Mengenai temanmu, apakah ada sesuatu yang terjadi?" Hee Joo bingung, "apa menurutmu ada sesuatu yang terjadi?" Yoo Hyun segera menggelengkan kepala, "Tidak. Bukan itu maksudku. Ngomong-ngomong, apa yang dia suka?" Hee Joo menjawab, "Entahlah. Tapi dia menyukai kegiatan yang mengenai fisik. Mungkin dia suka olahraga." Yoo Hyun senang mendengarnya, "Kalau begitu bagaimana jika kita menonton baseball bersama. Apa kau menyukai baseball? Aku akan menghubungi Chul Jin." Hee Joo tersenyum senang dan merasa bahwa itu adalah ajakan kencan dari Yoo Hyun. Yoo Hyun berkomentar pelan, "Aku merasa semuanya akan berjalan lancar..."


Hee Joo mengatakan pada Mi Ri bahwa dia sudah membuat janji dengan Yoo Hyun dan juga Chul Jin untuk menonton baseball . Mi Ri yang sedang pusing mengenai ijasahnya itu tentu langsung menolak hal itu. Melihat Mi Ri yang terlihat lemas, Hee Joo pun berkata, "Orang itu(Yoo Hyun) menanyakan padaku apakah ada yang terjadi padamu. Ada apa sebenarnya?" Mi Ri kesal dan membentak pada Hee Joo, "Aku sudah katakan bahwa kau tdiak perlu tau!!" Hee Joo kecewa dan berkomentar, "Hmm aku bodoh." Mi Ri tidak enak hati melihat wajah murung Hee Joo dan akhirnya dia setuju untuk menonton pertandingan baseball itu, "Baiklah aku akan pergi."


Hee Joo mengabarkan pada Yoo Hyun bahwa Mi Ri sudah sepakat akan pergi menonton pertandingan baseball. Yoo Hyun sangat senang dan bilang pada Hee Joo bahwa dia akan segera mengatur tanggalnya. Setelah menelfon Hee Joo, Yoo Hyun pun langsung menelfon asistennya dan meminta pada asistennya untuk mengirimkan jadwal pertandingan baseball padanya.


Mi Ri seharian ini terus mengikuti Myung Hoon. Setelah memastikan bahwa Myung Hoon sedang sibuk mengobrol dengan seorang tamu di Restaurant Hotel, Mi Ri menelfon sekertaris Myung Hoon dan berbohong dengan mengatakan ada seseorang yang mau bertemu dengannya. Setelah sekertaris Myung Hoon keluar dari ruangan Myung Hoon, Mi Ri pun dengan cepat masuk kedalam ruangan Myung Hoon untuk melihat data-data ijasah yang ada.

Saat Mi Ri keluar dari ruangan Myung Hoon, tiba-tiba Myung Hoon muncul di hadapannya dan membuat Mi Ri terkejut. Myung Hoon bertanya, "Apa yang membawamu kemari?" Mi Ri panik dan segera berbohong, "Itu... Aku kemari untuk menanyakan apakah kamu malam ini bisa makan malam bersama? Ah tapi sepertinya kau sedang sibuk. Jadi mungkin lain waktu." Mi Ri segera berjalan menghindari Myung Hoon. Namun tiba-tiba Myung Hoon memanggil Mi Ri, "Jang Mi Ri! Apa kau ada acara malam ini?"


Mi Ri menelfon Hee Joo dan meminta maaf karena dia tidak jadi menonton pertandingan baseball di karenakan ada sesuatu masalah. Hee Joo tentu kecewa karena sebelumnya Mi Ri sudah berjanji padanya.

Myung Hoon mendengar pembicaraan Mi Ri dengan Hee Joo di telfon dan berkomentar, "Sepertinya kau sudah ada janji sebelumnya dengan temanmu." Mi Ri menjawab, "Ah itu kami bisa pergi bersama lain waktu. Ngomong-ngomong kemana kita akan pergi?" Myung Hoon menjawab, "Tidak terlalu jauh. Kita akan makan malam sepulangnya dari tempat itu."


Hee Joo berlari menuju depan stasiun pertandingan baseball dimana Yoo Hyun sudah menunggunya. Hee Joo menghampiri Yoo Hyun dan meminta maaf karena terlambat datang, "Maaf aku telat. Tadi aku menelfonmu tapi seorang wanita yang mengaku sekertarismu mengangkat telfonnya." Yoo Hyun takut identitasnya ketahuan makanya dia berbohong, "Ah itu... Aku menjatuhkan telfonku di ruangan Direktur jadi itu sekertaris direktur yang mengangkatnya." Hee Joo segera mengangguk mengerti. Yoo Hyun sadar bahwa Hee Joo datang sendiri makanya dia menanyakan keberadaan Mi Ri, "Dimana Mi Ri?" Hee Joo menjawab, "Ah katanya ada sesuatu yang terjadi di Hotel jadi dia tidak bisa datang." Yoo Hyun terlihat kecewa dan dia juga mengatakan bahwa Chul Jin tidak bisa ikut menonton bersama.

Hee Joo meminta tiketnya dan bilang bahwa dia akan menjualnya kembali namun Yoo Hyun bilang bahwa tiket itu masih bisa di pakai untuk menonton berdua saja. Yoo Hyun juga berkata bahwa next time mereka bisa menonton kembali bersama dengan Mi Ri. Hee Joo sedikit kecewa mendengar ucapan Yoo Hyun itu.


Ternyata Myung Hoon membawa Mi Ri ke ruamh sakit tempat Ibunya di rawat. Myung Hoon bertanya pada Mi Ri, "Apa kau merasa tidak nyaman berada disini? Jika tidak nyaman maka kau bisa menunggu di mobil. Aku akan segera kembali." Mi Ri menjawab, "Tidak. Tentu saja tidak."

Myung Hoon dan Mi Ri masuk kedalam ruang kamar tempat Ibu Myung Hoon di rawat. Myung Hoon duduk di samping ranjang Ibunya yang maish tertidur dan berkata, "Ibu, aku datang. Aku datang bersama..." Mi Ri segera melanjutkan ucapan Myung Hoon, "Ibu, aku datang. Aku Mi Ri, Jang Mi Ri." Ibu Myung Hoon yang masih dalam keadaan tidur itu tiba-tiba mengangkat tangan seperti memberi tanda bahwa dia ingin buang air. Myung Hoon berkata pada Mi Ri, "Bisakah kau tunggu di luar sebentar?" Mi Ri menolak dan jsutru dia ingin membantu Ibu Myung Hoon, "Tidak apa-apa. Biar aku yang membantu. Bisakah kau membawakan air hangat dan handuk?"Myung Hoon tersenyum dan segera keluar kamar untuk mengambil air hangat dan handuk.

Saat kembali ke kamar, Myung Hoon melihat Mi Ri yang sedang berkomunikasi dengan Ibunya walaupun Ibunya dalam keadaan tertidur. Melihat hal ini Myung Hoon pun jadi membandingkan sikap Mi Ri pada Ibunya yang sangat lembut dengan sikap Gwi Yeon yang justru kasar pada Ibunya.


Sementara Yoo Hyun dan Hee Joo sedang menyaksikan pertandingan baseball, Mi Ri dan Myung Hoon bersama-sama mencuci seprai kamar Ibunya Myung Hoon dan mereka bercanda bersama.


Sepulang dari pertandingan baseball, Yoo Hyun sengaja membeli boneka mascot pertandingan dan memberikannya pada Hee Joo. Hee Joo menerima dan berkata, "Aku akan memberikannya pada Mi Ri." Yoo Hyun segera berkata, "Tidak. Itu bukan untuk Mi Ri, tapi untukmu. Terima kasih banyak untuk hari ini. Aku sudah lama tidak sebahagia ini." Hee Joo tersenyum dan kemudian mereka pulang bersama. Di perjalanan pulang, saat di kereta Hee Joo sanga mengantuk dan akhirnya tertidur di pundaknya Yoo Hyun.


Sementara itu Mi Ri sedang pura-pura tertidur di dalam mobilnya Myung Hoon. Myung Hoon menepikan mobilnya di pinggir jalan dan keluar dari dalam mobil. Myung Hoon menatap Mi Ri yang sedang tertidur dan mengingat kebaikan-kebaikan yang telah Mi Ri lakukan selama ini.

Mi Ri terbangun dan dia justru mengingat ucapan Direktur Lee mengenai Myung Hoon yang akan menjadi penerus Hotel A. Mi Ri kemudian turun dari dalam mobil dan memeluk Myung Hoon dari belakang. Myung Hoon terkejut dan ingin melepaskan pelukan itu namun Mi Ri menahannya, "Biarkan seperti ini sebentar." Myung Hoon berkata, "Aku sudah pernah menikah..." Mi Ri balas berkata, "Aku merasa bahwa menyukai seseorang itu tidak akan menimbulkan masalah." Myung Hoon menatap Mi Ri dan kemudian menciumnya.



Pst :
Sedikit merasa ganjil karna pemeran utama wanitanya memiliki karakter yang jahat. Di drama lainnya biasanya pemeran utama wanita justru memiliki karakter yang polos dan manis, tapi untuk drama yang satu ini tokoh Mi Ri benar-benar jauh dari pemeran utama wanita di drama lainnya. Tapi itulah yang membuat drama ini jadi menarik :-)




11 comments:

yumi said...

Wah" panjang banget yah :)
Nice post deh ^^

Anonymous said...

Bagus banget tulisan sinopsis mbak.. seru ya ceritanya :)... keep fithin ... Nv

Prapty said...

Setelah ditungguuuuuuu lamaaa bnget.. akhirnya keluar juga episode 4.. Makasih Zola... ^_^

pariama said...

zola,, huhuhu kok dae hee perannya gtu?
stju nih,, aneh juga pmran utmnya antgonis tpi ini yg buat mnrik hehe

Anonymous said...

wah zola kreatif banget yah! ak suka bgt sm blog zola :D sll ngikutin terus sm blog zola ini, hehe. sampe2 blog zola aku taruh di bookmarks macbook aku. soalnya ak jg suka sm drama korea walaupun ga master sih kaya zola hihi. jgn berhenti bua sinopsis2 yg lain ya zola! xoxo

Anonymous said...

stlah sekiaan lamaaaaa mnunggu,, akhrnya di post jg nuich eps 4 nya... hwaiting zola^^

qoyah cassie said...

wah,,udh lma ga bca sinopsis lg,,stlh vakum dari paradise ranch skrg aq mo bca ini dlu dech,,hhee..gomawo buat unnie zola yg udh mau bkin sinopsis.a,,,

elok said...

i like this drama

Anonymous said...

Anyeong! Bagus bgt lanjutin yah.

Anonymous said...

dlu ada telenovela yg peran utama wanitanya tuh antagonis jg, judulnya Ruby...
Ruby, merebut pacar temen baeknya, melakukan apapun demi uang... waktu dia tau cowo yg dia sukai sebenernya orang miskin, dia menahan perasaannya n nikah ma orang kaya...

justru film2 dgn tema yg ga biasa kyk gini tuh lebih menarik...
=)

Woro Debora said...

Miri ini bikin penasaran saja .... ga sabar tgu hari senin buat nonton pilmnya....

Post a Comment

Jangan jadi Silent Readers ya :-)

zoladiaries.blogspot.com
-
 

Blog Template by