Monday, June 18, 2012

Sinopsis Dream High 2 Episode 5


Acara dimulai dengan penampilan Ailee dan Soon Dong. Music sudah dimulai dan Ailee pun sudah mulai bernyanyi. Guru Taeyeon mencoba mendengar suara music dengan baik-baik, "Sepertinya suara Soon Dong tidak terdengar. Apakah micnya mati?" Guru Jin Man berkomentar, "Bahkan walaupun micnya tidak mati, hasilnya akan tetap sama. Soon Dong akan di eliminasi."



Soon Dong dan Ailee sudah selesai tampil dan mereka kembali ke belakang panggung. Soon Dong menghampiri Hae Sung dengan wajah kecewa, "Aku di eliminasi. Kau lakukanlah yang terbaik. Berjuang!" Hae Sung semakin gugup dan dia berjalan ke arah pintu masuk panggung. Rian yang melihat hal itu pun mengambilkan mic untuk Hae Sung dan memberikannya pada Hae Sung sebelum naik ke atas panggung, "Pegang micmu!" Rian dengan penuh percaya diri naik ke atas panggung sementara Hae Sung terus merasa gugup.

Music diputar dan Rian pun mulai bernyanyi. Hae Sung memegang mic namun dia terlihat tidak bernyanyi, dia hanya menggerakan mulutnya saja. Rian menatap bingung pada Hae Sung namun dia tidak bisa berbuat apa-apa dan terus menyanyikan lagu. Kang Chul yang melihat kejadian ini pun bertanya pada Ji Soo, "Apa ada masalah pada speaker?" Ji Soo menjawab santai, "Sepertinya dia tidak memeriksa micnya dengan baik." Guru Taeyeon menghampiri Kepala Sekolah, "Kepala sekolah, bagaimana jika kita mengulangnya? Sepertinya ada sedikit masalah." Namun Kepala Sekolah meminta agar tetap dilanjutkan acaranya.

Lagu selesai dinyanyikan oleh Rian dan mendapatkan tepuk tangan dari semuanya. Kepala Sekolah yang menjadi juri untuk acara ini memanggil nama Hae Sung, "Shin Hae Sung, coba buka micmu dan periksa baterainya." Hae Sung membuka mic dengan gugup dan ternyata di mic itu tidak ada baterainya. Kepala Sekolah kembali berkomentar, "Apa bedanya kau dengan seorang prajurit yang pergi ke medan perang tanpa membawa peluru? Shin Hae Sung kau tereliminasi." Rian langsung tersenyum puas. Kepala Sekolah kini meberi komentar pada Rian, "Rian, kau melakukannya dengan baik. Tapi kau juga tetap di eliminasi." Rian dan Ji Soo serta guru lainnya pun ikut terkejut. Kepala Sekolah mengemukakan alasannya, "Ketika kau menyanyikan bagian Hae Sung seharusnya kau memberikan mic-mu padanya dan menyanyikannya bersama sama. Kau mengubah duet ini menjadi penampilan solo dan itu bukan hal yang bagus. Kau gagal!"


DREAM HIGH 2
EPISODE 5

Rian masuk kedalam belakang panggung dengan penuh kekesalan. Tiba tiba Soon Dong berbicara pada Rian, "Kau pasti yang melepaskan baterainya kan? Mic itu adalah yang kami gunakan sebelumnya. Bagaimana mungkin baterainya tiba tiba menghilang? Tadi aku sendiri lihat bahwa kau yang memberikan mic pada Hae Sung." Hae Sung panik dan meminta Soon Dong tidak bersikap seperti ini. Rian melihat ke arah Ailee yang sedang menatapnya juga. Rian bertanya pada Ailee, "Mengapa kau menatapku seperti itu?" Ailee menjawab pelan, "Kau tidak perlu melakukannya sejauh ini." Rian tidak menyangka bahkan Ailee pun menuduhnya yang melepaskan baterai mic Hae Sung. Rian menatap orang orang di belakang panggung yang sepertinya mencurigai dia juga. Rian pun memilih untuk pergi.

Rian berjalan menaiki tangga dan dia berhenti di tengah tengah berusaha menahan air matanya. Hae Sung berniat menghampiri Rian taoi ternyata sudah di dahului oleh JB. Rian meminta JB untuk pergi namun JB tidak juga pergi. Rian berkata pada JB, "Apa? Memang kenapa jika aku yang melakukanya?" JB menjawab bahwa dia tau bahwa Rian bukanlah pelakunya, Rian terlihat semakin ingin menangis, "Kenapa kau tiba tiba menajdi seperti ini? Kau pergilah. Pergi!" JB sama sekali tidak pergi, dia justru mendekati Rian dan memeluknya.

Hae Sung terdiam melihat JB yang memeluk Rian. Yoo Jin menghampiri Hae Sung dan menariknya pergi keluar dari belakang panggung. Langkah mereka terhenti saat sepatu Hae Sung terlepas dan He Sung pun terjatuh. Yoo Jin berkomentar bahwa saat ini bukan waktunya Hae Sung menguntit JB. Hae Sung menangis dan mengaku bahwa dia lah yang sebenarnya melakukannya. Hae Sung membuka genggaman tangannya dan mengeluarkan batrai mic yang sengaja ia lepaskan. Yoo Jin mengambil batrai itu lalu membantu Hae Sung memakaikan sepatu, "Haruskah aku yang membantumu memakaikan sepatu?"


Tiba saatnya penampilan Nana dan Hong Joo. Hong Joo memainkan gitarnya dan Nana pun mulai bernyanyi. Tiba saatnya giliran Hong Joo bernyanyi, tapi Nana justru mengambil alih bagian Hong Joo. Hong Joo sedikit bingung namun dia tetap melanjutkannya. Guru Taeyeon yang menyadari ada yang aneh, "Loh mengapa Nana menyanyikan bagian Hong Joo?" Guru Jin Man berkomentar bahwa Hong Joo hanya sebagai penyanyi pendukung dan Nana lah yang menjadi penyanyi utama. Guru Taeyeon berkata bahwa hal ini sungguh sangat romantis.


Rian masih bersama dengan JB. JB bilang bahwa Rian sebaiknya melupakan saja kejadian ini karena ini bukanlah satu atau dua kali kesalaha yang terjadi. Namun Rian menolak untuk melupakannya, "Tidak. Aku tidak akan melupakannya sedikitpun. Aku akan mengingat semuanya! Aku dibesarkan dengan penuh perlindungan dan merasa tak pernah disalahkan. Dimasa yang akan datang, jika aku ingin menangis maka aku akan mengingat kejadian ini. Aku akan menganggap ini sebagai pembelajaran akting."


Yoo Jin membuang batrai itu kedalam tempat sampah dan itu justru membuatnya dimarahi oleh Hae Sung. Hae Sung mengobrak abrik tempat sampah untuk menemukan batrai itu. Yoo Jin berkata, "Mengapa kau tiba tiba begini? Orang yang menimbulkan masalah itu adalah Direktur. Lagi pula siapa kita bisa dibandingkan dengan mereka? Hey kau sudah bekerja dengan baik untuk mengacaukan acara ini." Hae Sung bilang bahwa dia sedang tidak mau bercanda dengan Yoo Jin. Hae Sung akhirnya menemukan batrai itu dan mengenggamnya. Yoo Jin bertanya khawatir, "Apa yang akan kau lakukan?" Hae Sung menjawab bahwa karena dialah maka Rian masuk ke kelas bawah. Yoo Jin bertanya kembali, "Kau tidak akan mengakuinya kan?" Hae Sung justru mengangguk tanda bahwa dia akan mengakui segalanya.

Hae Sung menyadari satu hal dan bertanya pada Yoo Jin, "Tapi mengapa tiba tiba kau ada di pihak-ku?" Yoo Jin salah tingkah mendengarnya, "Aku? Bagaimana mungkin aku mengkhawatirkanmu." Hae Sung mengangguk mengerti, "Baguslah jika tidak." Hae Sung berlari masuk kembali ke belakang panggung sementara Yoo Jin berusaha mengejarnya.


Di belakang panggung, Murid murid yang lain kembali berbisik bisik membicarakan mengenai Rian. Hae Sung menghampiri Rian dan mengatakan bahwa ada sesuatu yang mau dia katakan. Rian berkata sinis, "Apa? Apa kau memiliki bukti bahwa aku yang melakukannya?" JB tiba tiba datang menghampiri mereka, "Jangan bilang bahwa kau lah yang melakukannya? Apa yang ditakutkan oleh Rian hingga melakukan hal seperti ini? Baterai tidak akan hilang dengan sendirinya. Karena kau tidak memiliki kepercayaan diri maka kau melakukannya. Sekarang masih ada waktu untuk mau meminta maaf." Hae Sung terdam karena semua yang dikatakan oleh JB itu benar.

Tiba tiba Yoo Jin ikut menghampiri mereka, "Apa kau memiliki bukti bahwa Hae Sung yang melakukannya?" Soon Dong tidak tahan dengan perdebatan ini makanya dia ikut berbicara pada JB, "Hey dari tadi berusaha menyudutkan Hae Sung. Apa kau tidak tau hah kalau dia itu anak seorang pastor?" JB bertanya pada Hae Sung, "Benar bukan kau?" Hae Sung baru mau berbicara namun Rian sudah mendahuluinya, "Lupakanlah. Jangan bicara lagi." Rian berjalan melewati Hae Sung. Hae Sung menatap kesal pada Yoo Jin dan segera menyusul Rian.

JB menatap Yoo Jin kesal juga, "Kau berhentilah ikut campur urusan orang. Fokus saja pada persiapan manggungmu." Yoo Jin tersenyum merendahkan JB, "Kau tidak akan bernyanyi lip-sync kan?" Setelah mengatakan hal itu Yoo Jin berjalan pergi.


Yoo Jin diam diam berusaha melatih tariannya dan hal itu diketahui oleh Ui Bong. Namun di depan Ui Bong, Yoo Jin hanya mengatakan kalau dia melakukan pemanasan saja. Ui Bong tertawa mendengarnya, "Jika kau tidak bisa mengikuti ritmenya maka mustahil kau akan bisa memulai, Terutama orang bodoh sepertimu yang kaku saat di panggung! Kau cukup menganggap bolanya tidak ada. Ini cuma permainan kan?" Yoo Jin mengangguk paham. Soon Dong menghampiri mereka untuk memberi tahu bahwa kini tiba saatnya Yoo Jin tampil.


Yoo Jin dan JB pun sama sama berdiri di atas panggung. JB terus menari sedangkan Yoo Jin masih terlihat kaku di atas panggung. JB Menatap Yoo Jin seolah olah mengatakan pada Yoo Jin agar memulai gerakan dan tidak merusak pemandangan. Yoo Jin mengingat ucapan Ui Bong untuk menganggap bolanya tidak ada dan mulailah Yoo Jin dapat menari dengan gerakan ala bermain basket. JB ikut tersenyum karena Yoo Jin sudah mulai bergerak. Guru Jin Man dan Guru Taeyeon sama sama terkejut melihat aksi Yoo Jin. Ji Soo juga terlihat tersenyum melihat penampilan ini. Di akhir penampilan, tubuh Yoo Jin kembali kaku dan akhirnya JB membantu menutupi tubuh kaku Yoo Jin.

Penampilan selesai dan semuanya bertepuk tangan. Kepala Sekolah tidak ada pilihan lain selain memilih Yoo Jin sebagai yang tereliminasi. Yoo Jin hanya terdiam saja tidak berkata apa-apa lagi.


Pagi pagi sekali Ayah Hae Sung datang ke Kirin sambil membawa satu kotak besar berisi apel. Tapi ternyata yang ia lihat adalah kerumunan orang tua murid yang sedang melakukan demo di depan sekolah Kirin menuntut agar Kepala Sekolahnya diturunkan. Ayah Hae Sung yang tidak mengetahui apa-apapun bertanya pada salah seorang orang tua murid tapi dia tetap tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan. Salah satu orang tua murid melihat kepala sekolah dan mereka semua pun langsung mengerubuninya.

Ayah Hae Sung mencoba menahan para orang tua murid yang berteriak marah marah pada Kepala Sekolah. Namun orang tua murid lainnya tidak mempedulikan Ayah Hae Sung dan mendorongnya hingga terjatuh. Kepala Sekolah kesal dan berteriak meminta semuanya diam, "Apakah kalian pikir dengan berteraik begini akan menyelesaikan masalah? Bicaralah padaku secara langsung siang ini. Kalian pulanglah. Disini sangat dingin." Kepala Sekolah berjalan pergi begitu saja.


Hae Sung, Soon Dong, Hong Joo dan Ui Bong terlihat sedang berdiri di luar sekolah. Dan di sisi lain juga terlihat ada Rian. Soon Dong menyadari bahwa Hae Sung terus menatap Rian dan Soon Dong bilang pada Hae Sung agar berhenti mengkhawatirkan Rian. Hae Sung mengangguk mengerti. Soon Dong mengatakan kekhawatirannya mengenai mereka yang berada di kelas bawah. Hae Sung lebih khawatir jika Ayahnya tau kalau dia telah masuk kedalam kelas bawah.


Tiba tiba Guru Taeyeon menghampiri Hae Sung dan mengatakan bahwa Ayah Hae Sung datang. Hae Sung panik dan meminta agar Guru Taeyeon berbohong dengan mengatakan bahwa Hae Sung tidak ada. Namun Guru Taeyeon sudah berteriak pada Ayah Hae Sung mengatakan bahwa Hae Sung ada.

Ji Soo keluar dari dalam bis dan mengatakan bahwa murid murid kelas bawah harus masuk kedalam bis itu. Melihat hal ini Hae Sung pun menjadikan sebuah alasan agar tidak berlama-lama berbicara dengan Ayahnya, "Ayah aku harus pergi." Ayah Hae Sung mengatakan bahwa dia membawa sekotak apel untuk Hae Sung bagikan pada teman temannya, namun Hae Sung menolaknya dan bilang bahwa dia harus segera pergi. Hae Sung segera berlari menuju bis dan masuk kedalamnya.


Yoo Jin baru keluar dari Kirin dan melihat ada Ayah Hae Sung namun dia tidak tau bahwa itu adalah Ayah Hae Sung, "Oh Ahjushi sedang apa? Ah kau pengirim paket?" Belum selesai Yoo Jin berkata kata, Ji Soo sudah menarik Yoo Jin untuk ikut masuk kedalam bis. Yoo Jin berteriak panik, "Apa-apaan ini? Kita tidak akan dibawa kerumah potong hewan kan?" Ayah Hae Sung ikut terkejut mendengarnya, "Rumah potong hewan?"

Bis khusus kelas bawah pun sudah berangkat dan terlihat Nana dan JB yang melihat kepergian bis itu. Nana bertanya pada JB, "Kemana mereka pergi?" Namun JB tidak menjawabnya dan langsung masuk kedalam sekolah.


Hae Sung, Soon Dong, Hong Joo, Yoo Jin, Ui Bong dan murid kelas bawah lainnya terlihat berjalan bersama menikmati udaranya yang sejuk. Hanya Rian yang terlihat tidak menyukai tempat itu. Tiba tiba ada suara sirine berbunyi dan tampaklah seorang tentara berteriak, "Pelajar! Mulai saat ini kalian akan merasakan neraka!"


JB sedang berada di ruang latihan. Nana dan Ailee berlari masuk, "Aku tau." JB terlihat bingung, "Apa?" Ailee dan Nana lalu mengatakan bahwa Rian dan anak anak kelas bawah pasti di bawa ke tempat dulu mereka pernah di trainee juga. JB terlihat masih tidak ingat akan tempat itu. Nana mengingatkan JB bahwa tentara di tempat itu mirip seperti pelayan club malam. JB terkejut, "Mungkinkah?"

Murid murid kelas bawah tertawa saat melihat tentara yang bertugas karena mirip PSY(PSY artis Korea dan memang diajadi cameo :))) Murid murid berteriak memanggil nama PSY dan bertanya tanya apakah PSY yang akan melatih mereka semua? Tentara itu menatap dingin semuanya, "Tujuan Lapangan pelatihan. Berdasarkan urutan kedatangan dipilih 10 orang. LARI!" Murid murid lain terlihat diam saja tidak mengerti maksud dari ucapan si tentara. Rian yang sudah pernah mengalami masa ini pun sudah tau maksudnya makanya dia segera melepaskan sepatunya dan berlari terlebih dahulu. Yoo Jin yang melihat itu pun ikut berlari diikuti oleh murid murid yang lainnya.

Sampai di lapangan pelatihan, seluruh murid dikumpulkan. Tentara itu tersenyum pada Rian, "Rian kita kembali bertemu disini. Sepertinya kau akan mulai tinggal disini." Rian cemberut mendengarnya. Tentara itu lalu berkata pada seluruh murid untuk mengumpulkan barang barang yang dianggap berharga bagi mereka. Semua pun mulai mengeluarkan barang berharga mereka. Rian mengeluarkan kalung Kirin yang dia miliki dan Yoo Jin terlihat mengumpulkan sebuah buku.

Tentara itu berkata pada seluruh murid, "Mulai dari sekarang aku akan melatih kembali hingga hari dimana kalian terlahir kembali. Tak ada satupun dari kalian yang akan bisa meninggalkan tempat ini. Dan tidak ada yang bersifat pasif! Jika tidak maka kalian akan mengulanginya kembali." Tentara itu tersenyum menatap Rian yang terus teridam saja. Tentara melanjutkan ucapannya, "Mulai dari sekarang, barang berharga kalian akan di sembunyikan di medan pelatihan." Yoo Jin mendengus, "Apa yang kau katakan?" Tentara itu tertawa, "Apa kau gila hah? Kau sedang berbicara denganku?" Yoo Jin berkata pada tentara itu, "Cepat kembalikan saja barangku. Benda itu tidak boleh hilang. Apa ini adalah tempat militer hah?" Tentara itu geleng geleng kepala dan mengatakan bahwa mental Yoo Jin sangat buruk.


Latihan bagi kelas bawah pun dimulai. Latihan yang pertama adalah saling berangkulan dan berjongkok sambil berkata, "Kesalahan teman adalah kesalahanku juga." Latihan pertama selesai dan tentara memberikan tugas selanjutnya, "Pelatihan ini adalah untuk membantu dirimu. Setelah tes fisik yang sederhana ini maka temukanlah barang barang pribadi kalian yang tersembunyi di tempat pelatihan ini. Jika ada satu orang yang tidak menemukan barangnya maka tidak ada satu orang pun yang diizinkan untuk meninggalkan tempat ini!" Soon Dong kesal dan berkomentar, "Huh dia bilang ini tes fisik sederhana?" Tentara itu mendengar Soon Dong mengeluh makanya mereka semua kembali di berikan hukuman. Semua murid langsung menatap kesal pada Soon Dong.

Saat latihan tiba tiba saja Rian terjatuh pingsan dan semua murid pun terlihat panik. Tentara itu justru tertawa, "Akting Rian sama sekali tidak meningkat aigoo... Ini terlihat dengan jelas. Dia jatuh dengan terlalu anggun, Sekilas matanya terlihat menutup namun bulu matanya terlihat bergerak. Ini adalah contoh akting yang sangat buruk. Jika kau seperti ini maka kau akan kembali lagi kemari Ri An." Rian mendengarnya dan akhirnya terbangun. Teman temannya yang lain jadi kesal apalagi Tentara itu menambah kembali hukuman untuk mereka.


Di sekolah sesuai dengan janjinya Kepala Sekolah mengajak para orang tua murid untuk berbicang bersama membahas masalah sekolah. Kepala sekolah menjelaskan bahwa memang saat ini di sekolah sedang ada banyak masalah namun dirinya tidak memiliki daya apapun. Kepala Sekolah meminta para orang tua untuk bergabung merebut Kirin kembali dari Direktur demi murid murid semua.

Tapi tiba tiba saja Kang Chul masuk kedalam ruangan dan membuat Kepala Sekolah diam. Kang Chul tersenyum pada para Orang Tua murid dan memperkenalkan dirinya, "Halo semuanya, perkenalkan saya Lee Kang Chuk Direktur Kirin. Alasan mengapa anda semua ada disini aku mengetahuinya. Apa kalian khawatir? Baiklah aku akan menjelaskannya agar lebih mudah. Jika siswa sudah tidak percaya atau menghormati kebijakan sekolah maka sekolah juga tidak akan meneruskan mengajar siswa itu. Semua anak anda sudah tenggelam di dalam air dan kita perlu menariknya keluar. Saya tidak bisa menarik anak anak yang sudah tenggelam ke dasar dan saya hanya akan bisa menyelamatkan yang bisa saya raih."

Semua orang tua murid terlihat kebingungan dan bertanya, "Apa anda tidak akan menolong mereka yang sudah tenggelam ke dasar?" Kang Chul tersenyum, "Tidak akan ada yang bisa menolong mereka. Mereka harus berjuang sendiri. Karena hal ini lah kamu membuat kelas atas dan kelas bawah. Dan mulai melakukan pelatihan intensif. Jika mereka memiliki emosi maka mereka akan berjuang dan melawan. Jika mereka tidak memiliki reaksi apapun maka mereka tidak cocok dengan profesi ini. Tapi saya berjanji, selama mereka bisa mencapai level yang sudah saya tetapkan, saya pasti akan menarik mereka semua." Orang tua murid saling melirik khawatir. Sedangkan Kepala Sekolah terlihat kebingungan.

Murid murid kelas bawah hanya menerima roti untuk makan siang dan mereka tentu mengeluh kesal. Hong Joo berkomentar bahwa ucapan ketua asrama benar jika hidup diluar rumah itu sangatlah berat. Ui Bong tiba tiba menggerutu kesal, "Apa yang kita lakukan sebenarnya? Ini semua karena kepala sekolah!!! Kepala sekolah lah yang telah mengeliminasi kita!!" Yoo Jin hanya diam saja mendengarnya.







Malam harinya Hae Sung mendapatkan tenda bersama dengan Rian. Hae Sung mau mengambil sleeping bagnya yang di jadikan alas oleh Rian namun Rian tidak mau memberikannya dan terus menjadikan sleeping bag Hae Sung sebagai alas tidurnya. Sehingga Hae Sung pun harus menahan udara dingin.

Pagi harinya tentara membangunkan seluruh siswa. Hong Joo dan Ui Bong melihat Rian tanpa make up dan memujinya jauh terlihat cantik dan tidak seperti penyihir tua. Rian justru kesal mendengarnya dan langsung pergi ke kamar mandi.

Di kamar mandi terlihat ada Hae Sung juga. Rian tiba tiba saja berbicara pada Hae Sung, "Dibelakang tempat pelatihan ada ayunan kecil dan ada sebuah kotak disana. Ketika aku dilatih disini hal itu juga terjadi. Aku mengatakan ini agar kau pergi mencarinya." Hae Sung balas bertanya, "Mengapa bukan kau yang mencari?" Rian menatap kesal, "Aku tidak mau mencarinya makanya kau yang pergi mencari! Siapapun yang menemukannya kita harus segera pergi dari sini."

Hae Sung mengikuti perkataan Rian, dia datang ke belakang pelatihan dan melihat ada sebuah Ayunan kecil. Hae Sung mencoba mencari kotak di sekitar ayunan itu namun tidak menemukannya juga.


Saat Rian sedang menyebrangi jembatan jala, dari belakang Hae Sung ikut menaiki jembatan jala itu, "Aku sudah pergi ke tempat yang kau katakan tapi tidak menemukannya." Rian berteriak panik dan bilang pada Hae Sung bahwa jembatan itu tidak boleh dinaiki lebih dari 1 orang. Hae Sung meminta maaf dan berjalan kembali. Rian berkata pada Hae Sung, "Kau selalu mengucapkan maaf setelah kau membuat masalah. Karna seiapa hah aku berada di tempat ini? Kalau kau benar benar merasa bersalah maka berhentilah menampakan dirimu di hadapanku!" Hae Sung tercengang mendengar ucapan Rian, "Baiklah. Aku pergi." Hae Sung berjalan turun dari jembatan dan itu justru membuat jembatan jala itu bergoyang hingga Rian terjatuh.

Hae Sung berteriak panik saat melihat Rian terjatuh. Yoo Jin yang kebetulan lewat pun ikut panik dan segera membawa Rian ke klinik di tempat peltihan.


Karena kelalaiannya itu Hae Sung pun mendapatkan hukuman untuk melompat sebanyak 30 kali. Hae Sung kelebihan berhitung hingga 31 dan kembali mendapat hukuman melompat 30 kali lagi. Hae Sung sudah menyelesaikan hukumannya namun tentara itu menambahnya kembali menjadi 50. Hae Sung bertanya pada tentara pelatih, "Apa Rian baik baik saja? Bagaimana keadaan lehernya? Bukankah seharusnya di bawa ke rumah sakit?" Mendengar ocehan Hae Sung itu justru membuat pelatih menambah hukuman menjadi 100 kali lompatan. Dan dari jauh diam diam Yoo Jin melihatnya dan merasa kasihan pada Hae Sung.


Setelah menyelesaikan hukumannya itu Hae Sung mendatangi klinik pelatihan tempat Rian di rawat dan ternayat yang dia lihat adalah Rian yang sedang tertawa menyaksikan TV. Hae Sung bertanya, "Apakah tadi kau berakting?" Rian menjawabnya santai bahwa semakin dia sering berakting maka kemampuannya pun akan semakin membaik. Hae Sung membentak Rian kesal, "Tahukah kau betapa cemasnya aku?" Rian menatap Hae Sung, "Kau ingin aku meminta maaf padamu?" Hae Sung terdiam gugup, "Tidak. Lain kali aku tidak akan merasa bersalah lagi padamu jadi kau juga tidak perlu merasa bersalah padaku." Rian menatap Hae Sung penasaran, "Apa yang membuamu begitu merasa bersalah padaku? Kau yang melepas batrai bic itu kan?" Hae Sung semakin gugup, "Tidak. Jangan mengungkit lagi kejadian yang sudah berlalu." Hae Sung kemudian memutuskan untuk pergi meninggalkan klinik.


Nana tiba tiba datang ke kamarnya JB dan mengajak JB untuk mendatangi tempat pelatihan kelas bawah karena dia yakin bahwa JB pasti sangat khawatir dengan Rian dan karena JB pasti masih menyukai Rian. JB mengeluh dan bertanya bahwa nanti mereka mau naik apa ke tempat pelatihan itu. Nana mengeluarkan sebuah kunci mobil pada JB, "Aku melihat kunci ini di kantor dan megambilnya. Ayolah hanya kau yang sudah memiliki license untuk mengemudi." JB terlihat ragu namun akhirnya setuju.


Guru Jin Man, Guru Taeyeon dan juga Ji Soo pergi minum bersama. Terlihat jika Guru Taeyeon sudah mabuk makanya omongannya pun melantur, "Aku biasanya tidak pernah makan beut karena rasanya yang enak sehingga aku akan terus memakannya dan akhirnya aku akan gemuk. Tapi hari ini hatiku sedang terluka dan aku menggunakan belut untuk mengobati hatiku. Hey Gula batu!" Ji Soo yang terlihat sedikit mabuk pun terkejut, "Hah? Aku?" Guru Taeyeon kembali berbicara, "Dia(Kang Chul) mengirimkan murid murid kami ke neraka. Kau gula batu hanya menderita 5 kali namun aku menderita 10 kali. Apakah ini masuk akal hah?" Guru Jin Man panik dan menjelaskan pada Ji Soo bahwa Guru Taeyeon seperti itu karena mabuk. Ji Soo tersenyum kesal pada Guru Taeyeon, "Berhentilah ribut. Kau seperti seekor nyamuk(bising)!" Guru Taeyeon tersinggung mendengarnya, "Apa? Nyamuk??" Guru Jin Man mencoba meredakan pertengkaran, "Ah itu maksudnya adalah leher ya sakit leher(Pelafalan nyamuk dan leher hampir sama dalam bahasa Korea)."

Ji Soo tiba tiba saja menundukan kepalanya ke meja karena mabuk, sementara Guru Taeyeon terlihat berkaca kaca karena di sebut seperti nyamuk. Guru Jin Man menggeleng kepala, "Feng sui Kirin sedang sangat buruk. Tidak ada orang yang normal sama sekali."

Ponsel Ji Soo bebrunyi dan dia langsung terbangun untuk mengangkatnya, "Hallo Direktur? Apa? Aku akan segera kesana." Ji Soo segera berdiri dan berjalan pergi. Melihat kepergian itu Guru Taeyeon terlihat senang, "Gula batu! Kau mau kemana? Aku menang! Guru Jin Man, karena aku menang maka kaulah yang harus meneraktir!" Guru Jin Man hanya menghela nafas berat.

Ji Soo masuk kedalam kantor polisi dan terlihat ada beberapa murid dengan keadaan wajah yang babak belur karena dipukuli. Lee Seul menatap polisi dan bertanya, "Aku sudah bisa pergi kan? Penjaminku sudah datang." Orang tua dari murid yang di pukuli itu pun langsung menatap Ji Soo, "Oh jadi kau penjaminnya? Aish bau alkohol." Ji Soo menutup mulutnya dan meminta maaf namun Lee Seul segera berkata kasar, "Kau tidak perlu meminta maaf!" Lee Seul berjalan pergi dan polisi segera memanggilnya. Lee Seul pun menghentikan langkahnya dan menatap para murid yang lainnya, "Siapa yang memulainya duluan? Kalian! Siapa yang mencoba mencuri uangku? Kalian bukan? Siapa yang memukuliku? Kalian! Siapa yang berani menatapku hah?" Lee Seul lalu beralih berbicara pada Ibu murid murid itu, "Ahjumma, kau harus lebih mendisiplinkan anak-anakmu!" Setelah berkata seperti itu Lee Seul dan Ji Soo berjalan keluar dari kantor polisi.

Di luar kantor polisi terlihat sudah ada Kang Chul di dalam mobil. Setelah mengucapkan terima kasih pada Ji Soo, Kang Chul pun membawa Lee Seul masuk kedalam mobilnya. Di dalam mobil keduanya terlihat sama sama terdiam hingga Lee Seul duluan lah yang membuka pembicaraan, "Aku ingin ke tempat Ibu. Kirim aku ke Australia." Kang Chul tidak menanggapi hal itu, "Kau dijauhi teman sekolahmu karena kau memukulinya." Lee Seul menatap Kang Chul kesal, "Karena aku dijauhi makanya aku memukul mereka!" Kang Chul berkomentar bahwa setidaknya bukan Lee Seul yang dipukuli. Lee Seul menatap Kang Chul dan tetap meminta agar dikirim ke Australia saja.



Di tempat pelatihan, malam harinya diadakan renungan mengenai orang tua. Pelatih tentara meminta agar seluruh murid menulis sebuah surat untuk orang tua mereka. Semuanya menulis bahkan menangis. Hanya kertas milik Yoo Jin yang masih bersih dan tidak tertuliskan apapun.

Tempat pelatihan menjadi ramai saat Nana, Ailee dan JB datang. Nana bilang bahwa dia datang karena ingin mengunjungi semua teman temannya. JB mengedarkan mata memandang murid lain dan bertanya, "Rian?" Hae Sung yang mendegar itu kembali kecewa.

Nana, Ailee dan JB mendatangi klinik pelatihan namun mereka tidak menemukan Rian. Hae Sung datang ke klinik dan ikut terkejut karena tidak ada Rian. JB menatap Hae Sung kesal, "Bukankah mengikuti peraturan keselamatan di tempat ini adalah yang utama?" Hae Sung menunduk bersalah. Yoo Jin datang ke klinik dan langsung membela Hae Sung, "Apakah dia tidak boleh melakukan kesalahan? Dia sudah menyesalinya." JB Menatap Hae Sung, "Apakah kau merasa senang saat membuat orang lain celaka? Dari awal kau memang tidak peduli arti dari keselamatan." Hae Sung menatap JB tidak percaya. "Apa maksudmu? Hatiku... Kau tidak paham dengan perasaanku jadi jangan mengatakan hal yang bukan bukan! Kau tidak peduli jika orang lain terluka dan hanya mengatakan apa yang ingin kau katakan. Kau selalu mendapatkan dukungan dari fansmu sehingga kau tidak tau betapa berharganya seseorang. Mulai hari ini kau telah kehilangan satu penggemarmu. Mulai hari ini aku sudah bukan penggemarmu!" Hae Sung langsung pergi meninggalkan klinik pelatihan. Yoo Jin tersenyum melihat sikap Hae Sung, "Akhirnya Shin Hae Sung berperilaku seperti seorang manusia."


Setelah kepergian Hae Sung dan Yoo Jin, Ailee bertanya sambil tertawa pada JB, "Bagaimana perasaanmu ditinggal penggemarmu?" Nana langsung menyikut Ailee agar terdiam. Nana bertanya pada JB, "Apakah kita harus tetap mencari Rian? Ini sudah sangat malam." JB menjawab bahwa dia tau dimana Rian berada, dan sebaiknya Nana dan Ailee menunggu saja di tempat pelatihan.


Hae Sung berkeliling di tempat pelatihan untuk mencari kotak yang sengaja di sembunyikan oleh para pelatih. Hae Sung sudah mau menyerah namun dia terus menyemangati dirinya sendiri agar menemukan semua kotak itu. Sementara itu terlihat Yoo Jin yang sedang berusaha mencari Hae Sung.


Rian terlihat sedang duduk di ayunan yang ada di belakang tempat pelatihan. JB datang mendekati Rian, "Mengapa kau ada disini?" Rian terlihat salah tingkah, "Ini tidak seperti yang kau pikirkan. Aku hanya berfikir mungkin disini akan disembunyikan sesuatu seperti dahulu." JB dan Rian terlihat sama sama terdiam.


FLASHBACK...

JB dan Rian menemukan sebuah tas di dekat ayunan itu dan ternyata isinya adalah sepasang sepatu yang sudah usang. Rian mengeluh kesal, "Aish apa ini?" JB justru senang menemukan sepatu itu, "Ini harta karunku nomor satu. Ini sepatu pertamku yang aku selalu pakai latihan. Ini aku berikan satu untukmu. Hadiah. Dimasa depan maka aku akan memebrikan 9 pasang lagi. Saat sepatuku yang ke9 usang, maka aku akan debut. Dan ini yang pertama. Selanjutnya aku akan memberimu yang ke dua dan ketiga. Seperti cincin pasangan." JB tertawa malu malu dan berjalan pergi. Rian menatap satu sepatu yang berada di tangannya dan melempar ke kepala JB, "Kau memberiku sampah! Dan tadi kau mengatakan apa hah?" JB terkejut, "Apa? Ini keringat dan passionku... Aish lupakan...."

JB berjalan pergi namun kemudian dia menghentikan langkahnya. Rian melihat sepatu JB yang tadi dia lempar itu dan membawanya kembali ke tempat ayunan sambil di bersihkan. JB Melihat hal itu dan berjalan mendekati Rian. JB tersenyum dan mencium pipi Rian. Rian terkejut, "Aish kesialan...." Tiba tiba saja Rian menginjak sepatu JB. JB bertanya, "YA! Apa yang kau lakukan?" Rian tersenyum malu pada JB, "Agar sepatumu cepat usang dan aku mendapatkan 9 sepatu milikmu yang lainnya." JB dan Rian sama sama tersenyum.



FLAHBACK END...

Rian bertanya pada JB, "Apa ada sesuatu yang mau kau katakan?" JB menjawab ragu, "Tidak." Rian kecewa dan bangkit dari duduknya, "Aku juga tidak." Saat akan pergi, JB bertanya pada Rian, "Apa... Apa kau masih menyimpan sepatuku?" Rian balas bertanya, "Kenapa kau penasaran akan hal itu?" Rian menatap sepatu JB dan kemudian menginjaknya. Setelah itu Rian berjalan pergi meninggalkan JB.


Yoo Jin masuk kedalam hutan untuk mencari Hae Sung namun tidak juga menemukannya. Ternyata Hae Sung sudah menemukan beberapa kotak dan salah satu kotak yang dia temui itu isinya adalah kalung Kirin milik Rian.


JB menghampiri murid murid lainnya dan bertanya, "Berapa barang yang sudah kau temukan?" Ui Bong menyangka bahwa JB ingin merendahkan kelas bawah, "Kau dari kelas atas untuk apa ikut campur urusan kami? Urusi saja tusanmu." JB menjawab santai, "Ini dapat berakhir dalam waktu hanya 1 jam dan kau tidak mau aku membantu?" Soon Dong dan Hong Joo terlihat senang, "Benarkah? Kamu membutuhkan 4 barang lagi." JB kemudian mengatakan rencananya, "Masuklah kedalam kantor pelatih dan ambil beberapa kotak yang seperti ini kemudian masukan benda apapun kedalamnya. Kalian tinggal mengakui bahwa kau sudah menemukannya. Pelatih tidak akan memeriksa apa yang kau masukan." Ui Bong justru kembali merendahkan JB, "Apa kau pikir pelatih itu bodoh?" JB mengatakan bahwa hanya itu cara yang tercepat saat ini. Rian berdiri dan mengatakan bahwa dia yang akan mencari kotak di kantor pelatih.


JB Dan Rian menuju ke kantor pelatih. JB mencari kotak sementara Rian justru melihat ada kumpulan surat pengakuan dosa untuk orang tua yang telah dibuat oleh para murid. Rian melihat surat milik Hae Sung dan penasaran sehingga dia mengambilnya. JB berhasil menemukan 4 kotak kosong dan mengajak Rian untuk segera kembali ke tempat pelatihan.

Hae Sung menemukan kembali kotak yang terakhir dan isinya merupakan sebuah buku milik Yoo Jin. Disaat itu Yoo Jin yang sedang mencari Hae Sung mendengar suara Hae Sung dan akhirnya menemukan Hae Sung, "YA! Shin Hae Sung! Apa yang kau lakukan disini? Apa kau tau bahwa aku mencarimu kemana mana hah?" Hae Sung tertawa dan balik bertanya, "Kenapa kau mencariku?" Yoo Jin terlihat salah tingkah, "Itu... Sudah cepat kemari!" Hae Sung kembali tertawa, "Aku tahu. Tunggu sebentar, Noona akan datang!" Yoo Jin mendengus kesal, "Aish Noona apa?"

Saat Hae Sung akan naik, kakinya terpeleset sehingga dia justru semakin terjatuh. Yoo Jin terkejut dan langsung menyusul Hae Sung ke bawah bukit, "Kau tidak apa-apa?" Hae Sung justru tertawa melihat wajah panik Yoo Jin, "Ini sungguh menyenangkan. Haruskah aku terpeleset sekali lagi?" Yoo Jin ikut tertawa mendengarnya. Mereka berdua lalu duduk bersama sambil memandang langit. Hae Sung berkomentar, "Ada banyak sekali bintang. Lihatlah bintang yang terbesar itu. Kelihatannya lezat. Jika kau memakannya maka itu akan mergerak gerak di tenggorokanmu lalu sesuatu akan meledak dan tenggorokanmu menjadi bersih." Yoo Jin hanya terdiam dan tersenyum melihat Hae Sung.

Hae Sung membuka tasnya dan menunjukan kotak yang telah dia temukan, "Aku sudah menemukan ke empatnya. Lihat ini." Yoo Jin membuka kotak itu dan ternyata isinya adalah buku miliknya, "WOW. Ini milikku! Apakah kau mencarinya? Kau sungguh bodoh! Mengapa kau mencarinya sendiri?" Hae Sung menjawab pelan, "Karena aku ingin melakukan sesuatu. Jika tidak maka aku akan merasa bodoh." Hae Sung merebut buku milik Yoo Jin dan membukanya, "Wow ini adalah buku musikmu?" Yoo Jin ingin merebutnya namun Hae Sung segera menariknya dan mendudukinya, "Aku akan mengembalikanya padamu jika kau menyanyikan sebuah lagu. Jika kau malu menyanyikan lagumu maka kau bisa menyanyikan lagu lain." Yoo Jin bertanya, "Huh kau ingin mendengar lagu buatanku secara gratis? Lupakan hal itu!"

Hae Sung menatap Yoo Jin kecewa, "Bukankah kau sangat baik dalam hal menyanyi? Jika aku bisa bernyanyi sebaik dirimu maka aku akan bernyanyi untuk siapapun. Ayolah sekali saja..." Yoo Jin pun mengabulkan permintaan Hae Sung dan mulai bernyanyi (Judul lagunya Starlight is Falling)


Hong Joo melihat Nana yang kedinginan dan dia pun memberikan jaketnya pada Nana. Ui Bong tertawa melihat hal itu. Ui Bong melihat ke arah Soon Dong yang sedang tersenyum padanya dan Ui Bong dengan cepat mengalihkan padangannya. Soon Dong terlihat kesal akan sikap Ui Bong itu.


Kang Chul dan Lee Seul pergi ke toko seragam dan Kang Chul memilihkan seragam Kirin untuk Lee Seul karna Lee Seul akan mulai sekolah di Kirin. Sedangkan Kepala Sekolah terlihat berjalan keluar dari Kirin sambil membawa koper miliknya.


Karena mabuk, maka Guru Jin Man pun menggendong Guru Taeyeon. Di depan asrama Kirin mereka berdua sama sama terduduk. Guru Taeyeon memandang langit dan bilang bahwa dari dulu dia sangatlah ingin menjadi seorang penyanyi. Guru Jin Man menjawab bahwa dia juga sama.


Karena kaki Hae Sung tadi terpeleset maka dia pun di gendong oleh Yoo Jin kembali ke tempat pelatihan.


1 comments:

aprilia rika said...

suka deh sama scene nya yoo jin sama hae sung :)
Kayaknya yoo jin suka nih sama hae sung .. Hihihi
Gomawo ya Kak Zola ^_^

Post a Comment

Jangan jadi Silent Readers ya :-)

zoladiaries.blogspot.com
-
 

Blog Template by