sebelumnya gw mau minta maaf dulu nih aga lama nge-posting-nya soalnya lagi banyak kesibukan sama les yang seabrek dan kegiatan lainnya hahaha jadi maaf ya. oh ya ini juga post-nya gw ga kasih gambar, soooo sorry :( well, tetep baca ya blog gw hahaha.
Hyun Joon terus memukulkan kursi ke kaca satu arah itu. Sementara Sung Hyun, Seung Hee dan Baek San terus mengontrol keadaan Hyun Joon dari ruangan di dalam kaca satu arah itu. Ada seorang dokter yang mau menyuntikan Hyun Joon obat penenang, tapi justru Hyun Joon ngeberontak dan nancepin suntikan itu ke punggung dokter itu. Hyun Joon pun pergi keluar dari ruang dia di sekap dan menghajar para penjaga di luar ruangan.
Baek San meminta hasil data Hyun Joon kepada Seung Hee dan mulai mempelajarinya. Sementara Hyun Joon terus mencari Sa Woo. Setelah berhasil menemukan Sa Woo yang dalam keadaan lemas, Hyun Joon pun memapahnya keluar dari gedung itu. Tapi di tengah jalan mereka bertemu dengan para petugas yang langsung di hajar abis-abisan oleh Hyun Joon.
Setelah selesai menghajar petuga itu, Hyun Joon pun kembali memapah Sa Woo mencari pintu keluar. Tapi justru yang mereka temukan adalah sebuah pintu yang terkunci. Tiba-tiba dari arah belakang mereka ada 3 orang yang menodongkan pistol kepada mereka.
Ternyata 3 orang laki-laki itu membawa Hyun Joon dan Sa Woo ke sebuah ruangan untuk bertemu dengan Baek San. Baek San memasuki ruangan itu dan berkata kepada Hyun Joon dan Sa Woo bahwa mereka sekarang sedang dalam tahap penyeleksian menjadi agen NSS. NSS sendiri adalah sebuah organisasi pengamanan Negara yang menjaga agar tidak ada terorisme. Lalu Baek San juga bilang bahwa Sa Woo dan Hyun Joon lolos seleksi, tinggal mereka berdua yang memutuskan apakah akan bergabung dengan NSS atau tidak? Kalau mereka beruda akan bergabung, maka mereka harus di latih dulu selama 6 bulan. Baek San meninggalkan ruangan itu sementara Hyun Joon dan Sa Woo bingung memikirkan apakah akan bergabung atau tidak?
6 bulan kemudian…
Ternyata Sa Woo dan Hyun Joon memutuskan untuk bergabung dengan NSS. Dan hari ini adalah hari pertama mereka masuk ke kantor NSS yang letaknya ada di bawah tanah kota Seoul. Maskar berkas NSS ini pengawasannya cukup ketat. Bahkan jika naik lift saja di dalam lift ada sensor untuk mengetahui identitas orang yang naik lift itu. Hyun Joon dan Sa Woo terlihat tegang sehingga asistem Baek San menyurh mereka agar lebih rileks.
Mereka sampai di kantor NSS dan langsung disuruh untuk menunggu di ruang meeting. Tiba-tiba ada 4 orang yang masuk ke dalam ruangan itu dan 2 orang diantaranya adalah Sung Hyun dan Seung Hee. Sung Hyun memperkenalkan diri sebagai kepala tim terorisme dan itu membuat Sa Woo kaget mendengarnya. Lalu ada juga Tae Sang yang akan membantu mereka berdua dalam mencari target dan ada juga Mi Jung yang seorang hacker kelas atas. Sung Hyun menyuruh Tae Sang dan Mi Jung pergi dan setelah itu dia memperkenalkan Seung Hee sebagai ketua tim mereka. Jelas aja Hyun Joon dan Sa Woo yang mendengar itu langsung kaget.
Sung Hyun meninggalkan ruangan itu yang langsung disusul oleh kepergian Sa Woo. Sa Woo memanggi; Sung Hyun untuk berbicara sebentar dan langsung menarik kerah baju Sung Hyun. Sung Hyun tetap tenang dan bilang bahwa di dalam NSS ada CCTV sehingga orang-orang dapat tahu apa yang sedang di lakukan oleh Sa Woo. Sa Woo pun melepaskan kerah baju Sung Hyun dan mulai marah-marah karna merasa di bohongi oleh Sung Hyun yang ternyata diam-diam berniat memasukan dia ke NSS. Sung Hyun lalu menjelaskan bahwa sejak awal dia ingin menceritakan kepada Sa Woo tapi posisi dia sedang tidak tepat. Sung Hyun juga bilang bahwa dulu dia juga menerima masa-masa berat ketika di tes untuk masuk NSS.
Sementara itu Seung Hee dan Hyun Joon saling diam di dalam ruang meeting. Hyun Joon terus memperhatikan Seung Hee sedangkan Seung Hee sedang menyibukan diri dengan beberapa berkas yang ada ditangannya. Hyun Joon pun memulai membuka pembicaraan dengan bertanya apakah pertemuan mereka di kampus itu adalah salah satu cara yang dilakukan oleh Seung Hee untuk mengajaknya masuk NSS? Dan Seung Hee pun membenarkan hal itu. Lalu Hyun Joon bertanya lagi, kenapa Seung Hee ga jadi artis aja? Seung Hee menjawab kalau dia bisa menjadi artis kapan saja sesuai dengan misinya.
Sa Woo masuk ke dalam ruangan meeting itu dan duduk kembali di sebelah Hyun Joon. Seung Hee pun memulai membacakan peraturan menjadi agen NSS. Dia menegaskan kepada Sa Woo dan Hyun Joon agar sedia 24 jam karna misi dapat sewaktu-waktu datanh. Lalu dia nanya ke Sa Woo dan Hyun Joon, apakah ada yang mau bertanya? Tapi dua-duanya diem karna masih ga nyangka kalau Seung Hee menjadi atasan mereka.
Di luar kantor, Seung Hee menghampiri Sa Woo dan minta maaf karna dia dan Sung Hyun tidak memberitahukan Sa Woo dari awal. Lalu Seung Hee mengajak Sa Woo untuk ke rumah direktur Baek San dan mulai jalan duluan ke mobil. Sementara itu Hyun Joon yang tadi melihat Seung Hee dan Sa Woo bersama nanya ke Sa Woo, apa yang baru dikatakan oleh Seung Hee? Tapi Sa Woo jawab ga ada apa-apa dan ngajak Hyun Joon untuk cepet-cepet pergi ke rumah direktur.
Di perjalanan, Sa Woo dan Hyun Joon duduk di belakang sementara Seung Hee duduk di depan. Dari jau Hyun Joon terus-terusan melihat ke Seung Hee yang justru melihat ke arah luar.
Hyun Joon, Sa Woo, Seung Hee, dan Sung Hyun sampai di rumah Baek San dan langsung di sambut oleh Baek San yang sedang menyiram tanaman. Mereka ber-enam termasuk istri Baek San menikmati minum teh di kebun belakang. Baek San memperkenalkan Hyun Joon dan Sa Woo sebagai karyawan baru di perusahaannya dan Istri Baek San berkomentar bahwa Hyun Joon dan Sa Woo memiliki wajah yang tampan.
Setelah pulang dari rumah Baek San. Hyun Joon, Sa Woo, Seung Hee dan Sung Hyun pergi ke sebuah restaurant. Hyun Joon nanya kapan mereka dapat misi pertama? Dan Sung Hyun jawab kalau misi itu belum pasti datangnya kapan. Lalu ada telfon ke HP Seung Hee sehingga dia permisi ke luar restaurant mau angkat telfon. Nah di daam restaurant, Sa Woo nanya ke Sung Hyun, apakah istri Baek San tau mengenai NSS? Sung Hyun pun menjelaskan bahwa Baek San sudah merahaiakan tentang NSS kepada istrinya selama 40 tahun lebih dan jarang ada orang yang kuat menyimpan rahasia selama itu.
Seung Hee masih diluar restaurant dan menelfon seseorang. Setelah selesai menelfon dan berniat kembali ke dalam restaurant, dia bertemu dengan Hyun Joon yang sedari tadi berdiri di belakangnya. Hyun Joon nanya ke Seung Hee, apakah Seung Hee sudah mendapatkan hal yang diinginkan darinya ketika memata-matai dia? Seung Hee pun menjawab dengan emosi kalau Hyun Joon itu terlihat macho luarnya aj tapi di dalamnya Hyun Joon berusaha menutupi masa lalunya. Lalu Seung Hee juga bilang bahwa dia tahu kalau Hyun Joon suka dia dari pandangan pertama, tapi dia menegaskan bahwa hubungan antara agen NSS itu dilarang. Dan Seung Hee juga bilang kalau pun misalnya hubungan antara agen di NSS di bolehkan, Hyun Joon bukanlah tipe-nya dan Seung Hee adalah atasan Hyun Joon.
Hyun Joon yang mendengar itu nekat mencium Seung Hee secara tiba-tiba yang langsung di kasih tamparan oleh Seung Hee. Seung Hee marah tapi Hyun Joon langsung menciumnya kembali. Awalnya Seung Hee sempat ngeberontak tapi lama-lama dia malah bales nyium Hyun Joon. Setelah ciuman selesai, Seung Hee buru-buru pergi dari tempat itu masuk ke dalam restaurant meninggalkan Hyun Joon sendiri di luar.
Di kantor NSS. Hyun Joon sedang megobrol dengan seseorang membahas tentang sesuatu hal, dari belakang Seung Hee lewat dan melihat Hyun Joon sehingga dia memanggil Hyun Joon untuk ngobrol sebentar. Hyun Joon pun mengikuti Seung Hee ke luar kantor NSS sambil senyum-senyum. Lalu Seung Hee bilang ke Hyun Joon bahwa disitu lah tempat satu-satunya di NSS yang tidak ada CCTV. Seung Hee langsung to the point ngomong ke Hyun Joon bahwa dia tidak suka dianggap remeh apalagi Seung Hee adalah atasan Hyun Joon sehingga dia meminta kepada Hyun Joon agar lebih hormat padanya. Lalu Seung Hee juga nanya ke Hyun Joon, apakah Hyun Joon mengganggap NSS hanya lelucon? Hyun Joon terdiam dan itu bikin Seung Hee siap-siap mau pergi.
Tapi sebelum Seung Hee mau pergi, Hyun Joon bilang kalau dia bukanlah orang yang memiliki sikap kesetiaan dan patriotism yang tinggi. Tapi dia memiliki komitmen dan ketika dia masuk ke NSS, dia memiliki komitmen dan percaya bahwa NSS adalah takdir dia. Lalu Hyun Joon juga bilang kalau sejak pertama kali liat Seung Hee di kampus, dia tidak mengganggap remen Seung Hee dan tidak pernah mengganggap kalau Seung Hee itu hanya lelucon belaka. Hyun Joon pun meninggalkan tempat itu duluan sementara Seung Hee menatap punggung Hyun Joon dengan mata yang berkaca-kaca.
Di rumah Seung Hee, Seung Hee baru selesai mandi dan lagi dandan di depan cermin. Tiba-tiba di memegang bibirnya dan jadi inget kejadian Hyun Joon nyium bibir dia. Lalu ada flashback hari pertama kali dia ngeliat Hyun Joon yang telat masuk ke dalam kelas, lalu ketika dia meninggalkan Hyun Joon di taman, dan ketika dia minum bareng sama Hyun Joon di kedai minum. Lalu Seung Hee pun jadi senyum-senyum sendiri memikirkan hal itu.
Di kantor NSS, Seung Hee diam-diam jadi suka ngeliatin Hyun Joon dari jauh sambil senyum-senyum. Dan ternyata Hyun Joon juga jadi suka liatin Seung Hee. Nah pas lagi meeting, Kakinya Seung Hee iseng nendang-nendangin kakinya ke kaki Hyun Joon. Hyun Joon pun membalasnya dengan memborgol kaki Seung He eke meja meeting sehingga ketika agen yang lainnya pergi dari ruang meeting, Seung Hee ga bisa pergi karna kakinya di borgol dan kuncinya ada di Hyun Joon.
Suatu hari, Seung Hee mengajak Hyun Joon dan Sa Woo ke ruang otopsi yang ada di NSS. Mereka pun masuk ke ruangan itu dan langsung kaget begitu melihat mayat yang ada di tempat tidur bangun. Seung Hee pun memperkenalkan kalau orang yang bangun itu adalah Gyu Hyun, dokter ahli forensic. Hyun Joon dan Sa Woo memperkenalkan diri mereka ke Gyu Hyun. Tiba-tiba Gyu Hyun mendekatkan kepalanya ke Hyun Joon dan bilang kalau Hyun Joon memiliki potensi besar untuk menjadi raksasa yang besar. Lalu Gyu Hyun menyuruh agar mereka pergi dari ruangannya karna dia mau istirahat.
Sa Woo dan Hyun Joon pun pergi dari ruangan itu sementara Seung Hee nanya ke Gyu Hyun apa maksud dari omongannya tadi kepada Hyun Joon? Syu Hyun pun bilang bahwa dia sudah membaca profile Hyun Joon dan Hyun Joon memiliki potensi untuk menjadi seorang raksasa. Seung Hee jelas membela Hyun Joon dengan bilang bahwa Hyun Joon bukan tipe orang seperti itu. Eeeeh si Gyu Hyun langsung curiga ke Seung Hee kalau Seung Hee suka Hyun Joon. Jelas Seung Hee langsung ngebantah itu tapi mukanya langsung senyum-senyum salah tingkah.
Di rumah Hyun Joon dan Sa Woo. Hyun Joon sudah dandan rapih sementara Sa Woo sedang menonton TV. Sa Woo nanya mau kemana Hyun Joon? Dan Hyun Joon menjawab kalau dia Cuma mau pergi keluar sebentar. Setelah Hyun Joon pergi dari rumah, Sa Woo buru-buru pergi ke kamar untuk ganti baju dan siap-siap pergi juga.
Di jalan, Hyun Joon sedang menelfon Seung Hee dan nanya apakah yang Seung Hee butuhkan hanya anggor minuman saja? Seung Hee bilang iya dan bilang juga supaya Hyun Joon cepet dateng ke rumahnya. Sementara itu Seung Hee sedang menyiapkan makanan di rumahnya tiba-tiba terdengar ada bel dan itu langsung bikin Seung Hee pergi membuka pintu dan ternyata yang dateng adalah Sa Woo yang sudah berdandan rapih sambil membawa botol anggur.
Hyun Joon yang lagi jalan ke rumah Seung Hee tiba-tiba membalikan badan karana ternyata ada Sa Woo yang berdiri di depan pintu rumah Seung Hee. Seung Hee nanya, ada perlu apa Sa Woo datang? Sa Woo pun mencari alasan dengan bilang bahwa di datang untuk menanyakan beberapa hal tentang pertambangan data umum. Tiba-tiba Hyun Joon yang sedang mengawasi mereka berdua dapat telfon dan ternyata Sa Woo juga dapat telfon. Telfon itu ternyata telfon untuk memberitahukan mereka bahwa ada misi penting.
Mereka pun buru-buru pergi ke kantor dan melihat profile target yang mereka siap tangkap yang bernama Yamamoto Dackasi yang dicurigai tergabung dalam kelompok terorisme. Sehingga misi pertama Sa Woo dan Hyun Joon adalah menangkap Yamamoto yang akan datang ke Seoul besok hari.
Besoknya, Hyun Joon dan Sa Woo pun mulai memata-matai Yamamoto sejak dari tiba di bandara sampai ketika Yamamoto datang ke sebuah taman umum di Seoul dan meilhat ke arah atas terus. Sementara itu di kantor NSS, Tae Sang mengejar Seung Hee dan menyerahkan sebuah chip mini yang Seung Hee minta darinya.
Hyun Joon dan Sa Woo juga mengikuti Yamamoto ke sbuah tempat judi di Korea. Dan yang bikin Hyun Joon dan Sa Woo kaget adalah ketika melihat ke arah samping Yamamoto ada Seung Hee yang berdandan menor dan ikut bermain judi. Dan yang tambah bikin Hyun Joon kaget adalah kedekatan Seung Hee bersama Yamamoto.
Yamamoto mengajak Seung Hee untuk minum di kamar hotelnya dan Seung Hee pun menyetujuinya. Di dalam kamar Yamamoto, Yamamoto sempat mengajak Seung Hee ciuman. Tapi Seung Hee menolaknya dengan bilang agar Yamamoto mandi duluan. Yamamoto mengajak dia mandi bareng tapi Seung Hee bilang kalau dia malu sehingga Yamamoto mandi duluan. Sementara itu Hyun Joon dan Sa Woo terus memperhatikan kejadian di kamar Seung Hee itu melalui sebuah camera mini yang sejak awal sudah disimpan disitu. Mereka berdua lagi-lagi kaget melihat Seung Hee yang tiba-tiba mengambil HP Yamamoto dan mentransfer file yang ada di HP Yamamoto itu ke computer NSS. Tapi di saat-saat terakhir pengiriman data itu, terdengar bunyi pintu kamar mandi di buka.
Dan ternyata Seung Hee berhasil kabur dari kamar Yamamoto sebelum Yamamoto selesai mandi. Dan ketika di depan lift mau turun, Seung Hee bertemu dengan Hyun Joon yang nanya kenapa Seung Hee mau melakukan hal itu? Seung Hee pun bilang kalau dahulu Hyun Joon pernah menyuruh dia agar berperan menjadi seorang aktris dan dia melakukannya sekarang. Seung Hee juga bilang ke Hyun Joon bahwa dia sudah meninggalkan memo pesan untuk Yamamoto bahwa dia mau mengajak Yamamoto pergi besok hari agar Sa Woo dan Hyun Joon dapat mengikuti dia dari belakang .
Besoknya Seung Hee menghubungi Sa Woo dan Hyun Joon melalui anting yang dapat dijadikan alat komunikasi. Seung Hee bertemu dengan Yamamoto dan berjalan-jalan di mall. Ketika sedang ada di dalam toko baju, Seung Hee melihat Yamamoto sedang menelfon dan dia pun meminta agar orang di NSS menyelidiki siapa yang menelfon Yamamoto. Lalu ketika Seung Hee dan Yamamoto pergi ke bassment, tiba-tiba Yamamoto menarik Seung Hee dan mencekiknya.
Seung Hee nanya ada apa ke Yamamoto? Lalu si Yamamoto menarik anting Seung Hee dan menjatuhkannya ke lantai dan menginjalnya. Jelas aja Hyun Joon dan Sa Woo yang ada di dalem mobil langsung terun dan mencari ada dimana posisi Seung Hee untuk menyelamatkannya. Sementara itu Seung Hee terus mencoba menghajar Yamamoto namun dia kewalahan karna Yamamoto tenaganya lebih besar dari pada dia.
Hyun Joon dan Sa Woo akhirnya menemukan Yamamoto yang sedang mencekik Seung Hee, otomatis Yamamoto langsung kabur. Hyun Joon masih khawatir sama Seung Hee tapi Seung Hee justru marah-marah dan nyuruh supaya Hyun Joon dan Sa Woo segera mengejar Yamamoto dan meninggalkannya. Hyun Joon dan Sa Woo pun langsung berlari mengejar Yamamoto yang kabur lewat pintu belakang mall.
Sa Woo meminta orang di NSS untuk melacak keberadaan Yamamoto melalui satelit dan akhirnya dia pun ketemu. Sa Woo langsung mengejar Yamamoto namun kehilangan karna Yamamoto masuk ke sebuah restaurant. NSS pun menghubungi Hyun Joon dan bertanya ada dimana posisi Hyun Joon sekarang? Hyun Joon pun langsung menyebutkan ada dimana dia dan kebetulan di dekat dia ada Yamamoto yang kabur juga memakai sepedah motor sebuah rumah makan. Hyun Joon pun akhirnya ngga bisa mendapatkan Yamamoto karna Yamamoto langsung kabur dengan sepedah motornya.
Sa Woo dan Hyun Joon pun masuk ke mobil dan mencari Yamamoto memakai mobil. Tiba-tiba ada laporan dari NSS bahwa Yamamoto sudah meninggalkan sepedah motornya dan berlari masuk ke sebuah stasiun kereta. Jelas aja Hyun Joon dan Sa Woo langsung meninggalkan mobil dan berlari memasuki stasiun kereta. Tapi sayangnya lagi-lagi mereka kehilangan target.
Hyun Joon dan Sa Woo berpencar untuk mencari Yamamoto di stasiun kereta itu. Tiba-tiba Hyun Joon melihat Yamamoto masuk ke sebuah kereta, jelas dia langsung berlari memasuki kereta itu dan membuat para penumpang yang lain Protes karna Hyun Joon lari-lari di dalam kereta. Tiba-tiba ada suara teriakan dan orang yang berkumpul, ketika Hyun Joon melihat ada apa, ternyata Yamamoto sudah tewas di tembak dan kepalanya mengeluarkan darah. Sa Woo yang baru datang juga kaget melihat itu. Hyun Joon langsung mencoba mencari siapa pelakunya dan dia melihat sosok pria berbaju hitam-hitam yang mencurigakan di luar kereta api. Dan alki-laki itu adalah agen Korea Utara yang bernama Chul Young.
Mayat Yamamoto di bawa ke lab forensil milik NSS. Gyu Hyun bilang kalau penembak yang menembak Yamamoto pasti sudah ahli sekali karna peluru itu tepat mengenai tulang belakang dan itu bisa membuat seseorang mati secara seketika.
Baek San dan Sung Hyun ngobrol di ruangannya dan Sung Hyun bilang kalau motif Yamamoto dateng ke Korea Selatan pasti karna terorisme tapi mereka belum mengetahui pasti siapa yang akan jadi target. Maka dari itu NSS pun melakukan meeting. Seung Hee bilang kalau target yang diincar oleh Yamamoto belum di ketahui tapi kemungkinan besar adalah President, Duta Besar Amrika,dan Mentri Pertahanan Jepang.
Tiba-tiba Hyun Joon berkomentar bahwa menurut pandangan dia taget dari Yamamoto adalah calon presiden yang akan datang. Tapi Hyun Joon tidak bisa memberikan bukti sehingga dia dan Sa Woo di keluarkan dari misi. Seung Hee membela Hyun Joon dengan bilang kalau penyelidikan agen lebih akurat dari pada penyelidikan labolatorium lagian keputusan Hyun Joon dan Sa Woo keluar dari misi ada di tangan dia karna dia lah ketua dari penyelidikan. Sung Hyun langsung menegur Seung Hee dan menonaktifkan Seung Hee, Hyun Joon dan Sa Woo untuk sementara.
Hyun Joon meminta maaf kepada Seung Hee tapi Seung Hee malah langsung keluar dari ruangan. Tiba-tiba Hyun Joon inget sesuatu dan mencoba mencari Tae Sang dan meminta kepada Tae San agar memberikan jadwal kampanye calon presiden. Sementara itu Seung Hee juga diem-diem lagi memikirkan tentang kampanye president dan menyelidikinya. Hyun Joon mendapatkan petunjuk bahwa ada seorang calon president akan berkampanye di daerah taman kota Seoul dan beberapa hari yang lalu Yamamoto pergi ke taman kota itu. Sehingga Hyun Joon langsung memanggil Sa Woo dan pergi ke taman kota itu.
Sa Woo nanya ke Hyun Joon mau ngapain mereka pergi ke tempat itu? Lalu Hyun Joon bales nanya ke Sa Woo, “kalau kamu mau menembaknya, dari arah mana menurutmu?” lalu mereka berdua pun mencari gedung yang cocok di pakai untuk menembak Jo Myung Ho yang menjadi kanidat calon president nomor1. Tiba-tiba Hyun Joon dan Sa Woo berfikir kepada satu gedung dan Hyun Joon menyuruh Sa Woo untuk pergi ke gedung itu sementara dia akan menyelamatkan Myung Ho.
Tapi sebelum mereka menjalankan tugas, Sa Woo menelfon Mi Jung dan meminta tolong agar Mi Jung melihat apakah ada orang yang mencurigakan di gedung itu. Mi Jung bilang kalau dia ga berani melakukan perintah Sa Woo karna Sa Woo sudah di keluarkan dari misi itu. Mi Jung akhirnya menghampiri Seung Hee dan menceritakan tentang Sa Woo dan Hyun Joon, Seung Hee pun bilang kepada Mi Jung untuk melakukan apa yang di suruh sama Sa Woo dan Seung Heel ah yang akan bertanggung jawab.
Ternyata benar saja di gedung itu ada seseorang yang membawa senjata untuk menembak Myung Ho. Saat si penembak itu mau menarik pelatuknay tiba-tiba Sa Woo datang dan menembak orang itu. Tapi Hyun Joon masih gay akin kalau hal itu selesai begitu saja. Sementara itu di kumpulan para pendukung Myung Ho, ada Chul Ypung si agen Korea Utara yang terus-terusan menatap ke arah gedung itu. Dan tiba-tiba Hyun Joon melihat ada sebuah senapan yang keluar dari gedung apartemen kecil. Jelas aja dia langsung menghubungi Sa Woo agar Sa Woo menembak orang itu sementara dia berusaha menyelamatkan Myung Ho. Pas ketika Sa Woo menembak penembak itu eeeh si penembak itu juga menembak Myung Ho tapi untungnya Myung Ho tidak tertembak karna dia langsung di jatuhkan oleh Hyun Joon. Dan lagi-lagi Hyun Joon melihat laki-laki berpakaian hitam-hitam yaitu Chul Young.
Di tempat lain, Vick si penembak bayaran sedang berlatih menembak. Tiba-tiba ada seorang laki-laki hitam menghampirinya dan memperlihatkan video dimana Hyun Joon menyelamatkan Myung Ho. Lalu laki-laki hitam itu memberikan sebuah telfon kepada Vick yang katanya dari Mr.Black, Vick pun mengangkat telfon itu dan bilang kalau dia akan segera pergi menjalankan tugasnya.
Balik lagi ke Seoul, para crew NSS sedang minum-minum untuk merayakan keberhasilan misi pertama Hyun Joon dan Sa Woo. Hyun Joon dan Sa Woo pun berkaraokedi depan teman-temannya sementara Gyu Hyun ngobrol sama Seung Hee dan bilang ke Seung Hee kalau Hyun Joon benar-benar akan menjadi raksasa dan itu sudah terlihat dari misi pertamanya itu.
Acara minum-minum sudah selesai nah Sa Woo, Hyun Joon dan Seung Hee pulang bareng-bareng. Lalu Seung Hee bilang kalau Hyun Joon dan Sa Woo harus merasa beruntung karna satu tim dengannya dan itu membuat Sa Woo dan Hyun Joon langsung ketawa-ketawa.
Seung Hee mengundang Hyun Joon dan Sa Woo pergi ke rumahnya untuk melanjutkan babak kedua dari acara minum-minum tadi. Di rumahnya, Seung Hee menyuruh ke Hyun Joon dan Sa Woo agar memanggil dia Seung Hee saja. Hyun Joon langsung mempraktekan hal itu dan itu membuat Seung Hee ketawa-ketawa. Sementara Sa Woo masih aga canggung untuk memanggil Seung Hee namun setelah di paksa beberapa kali akhirnya dia pun memanggil Seung Hee tanpa kata-kata ‘Team Leader’.
Lalu Seung Hee bilang kalau bir mereka sudah habis dan menyuruh salah satu dari mereka untuk membeli bir. Hyun Joon pun bilang agar Seung Hee saja yang membelinya. Raut muka Seung Hee langsung berubah cemberut dan marah. Jelas aja Sa Woo dan Hyun Joon jadi kaget tapi ternyata Seung Hee Cuma bercanda dan langsung tertawa lagi. Paginya Sa Woo bangun duluan dan kaget ketika melihat Seung Hee yang tertidur di pelukannya Hyun Joon. (kasian amat mukanya si Sa Woo ckckck)
Suatu hari, Hyun Joon dan Sa Woo diundang ke kediaman presiden karna sekarang Myung Ho sudah terpilih menjadi president Korea Selatan dan dia mau berterima kasih kepada Hyun Joon dan Sa Woo karna dulu sudah menolongnya. Sa Woo terlihat paling tegang dan terus-terusan merapihkan diri sementara Hyun Joon cuek bahkan dia masih sempat makan di dalam ruangan pertemuan dengan president.
Tiba-tiba Hyun Joon melihat satu lukisan dan dia pun berjalan ke arah lukisan itu karna President belum datang. Tiba-tiba ada flashback dimana ketika Hyun Joon masih kecil dan pernah berada di kediaman presidet juga bersama kedua orang tuanya. Dan ketika perjalanan pulang dari kediaman president, mobilnya di tabrak oleh truk besar dan kedua orang tuanya mati di tembak. Sa Woo melihat keanehan Hyun Joon dan nanya ada apa? Dan Hyun Joon menjawab kalau dia pernah ada di kediaman president itu sebelumnya.
Pst : AAAARGH keren banget TOP-nya. ganteeeeeeeng hihihi jadi ga sabar liat adegan TOP yang lainnya huahahaha :))
Tuesday, February 9, 2010
Tuesday, February 2, 2010
Sinopsis IRIS Episode 1
hello people, episode 2 God Of Study gw belum dapet filmnya jadi gw tunda dulu aja ya sinopsis God Of Study-nya. dan sebagai penggantinya gw buat sinopsis Iris aja ya. ini drama keren bangeeeet menurut gw jadi gw bikin sinopsisnya semangat hehehe.
CAST :
Lee Byung Hun as Kim Hyun Joon
Kim Tae Hee as Choi Seung Hee
Jung Joon Ho as Jin Sa Woo
Kim Seung Woo as Park Chul Young
Kim So Yeon as Kim Sun Hwa
T.O.P as Vick

Palace : Hungaria (Masa Kini)
Kim Hyun Joon sedang berdiri di dekat sebuah gereja menunggu seseorang datang. Dan ternyata yang datang menghampirinya adalah Baek San, Bos sebuah organisasi rahasia dimana Hyun Joon menjadi salah satu agen dan organisasi itu bernama NSS. Hyun Joon kaget melihat yang datang adalah Baek San karena sebelumnya tidak ada yang memberi tahu dia bahwa Baek San lah yang akan datang menemuinya. Lalu Baek San mengajak Hyun Joon berjalan-jalan sebentar sambil mengobrol.

Sambil jalan-jalan, Baek San mengobrol dengan Hyun Joon masalah perang dingin yang dahulu pernah terjadi antara Jerman Barat dan Jerman Timur sebelum tembok berlin di hancurkan dan Hungaria memegang peranan penting dalam penyatuan Jerman. Lalu dia memberikan sebuah misi khusus untuk Hyun Joon dan misi itu adalah misi untuk membunuh Pejabat Tinggi Korea Utara yang bernama Yoon Sung Chul. Jelas aja Hyun Joon kaget mendengar itu, Baek San pun menjelaskan maksud dari membunuh Sung Chul itu agar Korea Utara dan Korea Selatan dapat bersatu. Dan jika hal itu terjadi maka Hyun Joon lah yang berjasa telah menyatukan kedua Negara itu seperti Hungaria yang telah menyatukan Jerman Barat dan Jerman Timur.

Hyun Joon pun mulai menyiapkan misinya ini. Dia menyewa sebuah kamar hotel dimana di kamar itu di jadikan tempat dia untuk tinggal sementara waktu sampai dia berhasil Sung Chul yang di kabarkan akan datang ke sebuah Museum di daerah Budapest, Hungaria. Hyun Joon juga mulai check tempat ke Museum itu untuk mencari spot yang pas untuk menembak Sung Chul. Bahkan Hyun Joon meminta salah seorang pengunjung untuk memotret dia di dekat gedung di Museum yang dia rasa tempat itu cocok jadi tempat dia menembak Sung Chul.

Hyun Joon juga masuk ke dalam Museum itu dan diam-diam memoto keadaan di luar Museum dengan kamera yang berbentuk tropong. Tiba-tiba kamera itu mengarah ke 2 orang Korea Utara yang sedang mempersiapkan tempat untuk acara kedatangan Sung Chul besok hari. Nah si ketua pelaksana itu, Chul Young melihat ke arah atas Museum dimana Hyun Joon sedang diam-diam memoto dan Hyun Joon pun langsung menyembunyikan dirinya.

Besoknya, Hyun Joon sedang sibuk di kamar hotelnya mempersiapkan peralatan-peralatan yang akan di jadikan alat untuk menembak Sung Chul. Dia pun lalu bergegas ke Museum itu dimana Sung Chul akan segera datang dengan penjagaan yang super ketat. Hyun Joon menyamar dengan menggunakan baju hitam-hitam dan menjadi petugas keamanan yang menjaga senjata penembak jika hal-hal yang tidak di inginkan terjadi setelah dia membunuh penembak yang asli.

Chul Young meminta para penembak yang berjaga melaporkan posisinya dan dia curiga sama laporan yang diucapkan oleh Hyun Joon. Sementara itu Hyun Joon sedang mengambil posisi menembak Sung Chul dan dia pun berhasil menembak jantung Sung Chul muskipun Suh Hwa sebelumnya mencoba menyelamatkan Sung Chul tapi tetap saja yang tertembak adalah Sung Chul. Chul Young beserta beberapa petugas keamanan langsung pergi ke tempat Hyun Joon menembak Sung Chul tapi Hyun Joon sudah tidak ada dan hanya meninggalkan pistol yang di pakai untuk menembak.

Hyun Joon kelur dari Museum dari pintu belakang sedangkan Chul Young dan Kim Sun Hwa berpencar dengan beberapa petugas untuk menangkap Hyun Joon. Ketika Chul Young melihat ke daerah pintu belakang Museum dari lantai 2, dia melihat ada sosok yang mencurigakan dan langsung menembaknya dan tembakan Chul Young itu kena ke pinggang Hyun Joon sehingga Hyun Joon terus berjalan dengan menutupi pinggangnya itu dengan menggunakan jaket.

Chul Young dan Kim Sun Hwa menggunakan mobil mencari Hyun Joon di luar Museoum. Chul Young melihat sosok Hyun Joon yang masuk ke sebuah stasiun kereta sehingga dia ikut menyusul Hyun Joon masuk ke dalam stasiun kereta. Tapi sayangnya kereta yang di naiki oleh Hyun Joon sudah jalan dan Chul Young tidak sempat memberhentikan kereta itu.

Hyun Joon masuk ke dalam kamar di hotel yang dia sewa untuk misi itu dengan tertatih-tatih dan terus memegangi pinggangnya yang berdarah. Dia mengeluarkan sebuah koper dan menelfon Baek San untuk memberitahu bahwa misinya sudah terlaksanakan namun ada satu masalah yaitu Hyun Joon tertembak dan dia tidak akan mungkin bisa keluar dari Hungaria dengan mudah sehingga dia meminta kepada Baek San agar Baek San mengirimkan bantuan untuknya. Tapi si Baek San malah bilang kalau sekarang dia tidak bisa mengirimkan bantuan untuk Hyun Joon. Hyun Joon pun langsung ngomong kalau dia punya alasan untuk tetap hidup dan kembali pulang tapi Baek San tidak mempedulikan itu dan langsung mematikan HP-nya.

Hyun Joon jelas kaget mendengar Bos-nya bilang begitu ke dia. Lalu dia berjalan di sebuah gudang kereta api yang sepertinya sudah tidak terpakai dan menunggu di situ sambil merobekan sebuah kain untuk mengurangi pendarahan di pinggangnya.

Sementara itu Chul Young sedang rapat dengan petugas keamanan dan akhirnya mereka menumukan tempat Hyun Joon dan langsung datang ke tempat itu untuk menangkap Hyun Joon. Mereka menobrak pintu dan menyerbu Hyun Joon. Dan anehnya Hyun Joon berhasil membuat lawan-lawannya mati kecuali Sun Hwa yang sedang mengambil possi untuk menembak dari bawah, dan juga Chul Young yang sedang mengarahkan pistol ke dia dan dia juga mengarahkan pistol ke Chul Young.

Chul Young dan Hyun Joon berantem tanpa senjata karena senjata mereka berdua terjatuh. sedangkan Sun Hwa terus mencoba membidik Hyun Joon dengan senjatanya tapi ngga kena. Hyun Joon jatuh dari jembatan kecl itu dan jatuh ke bawah yang langsung di sambut tembakan dari Sun Hwa. Hyun Joon melihat ke atas dan melihat ada helicopter seihingga dia langsung lari ke luar, eeeh si helicopter itu menembaki dia dan itu membuatnya terpental sampai menabrak mobil dan pingsan.

Place : Korea. (masa lalu)
Hyun Joon yang masih muda sedang berlari-lari di kampusnya menuju kelas karena dia sudah telat. Ketika dia masuk ke dalam kelas, dosen sedang menceritakan peristiwa terbunuhnya Jhon Kennedy dan bertanya kepada Hyun Joon, siapakah yang membunuh Jhon Kennedy? Hyun Joon pun menjawab Oswald lah yang membunuh Kennedy dan Dosen pun membetulkan jawaban Hyun Joon dan kembali menceritakan tentang peristiwa terbunuhnya Kennedy.

Lalu dia juga bertanya kepada para mahasiswa di kelas, apakah ada yang bisa menjelaskan beberapa teori tentang pembunuhan Kennedy. Dan Seung Hee, seorang mahasiswa di kelas itu mengacungkan tangannya dan mulai menjawab pertanyaan dosen itu dengan mengatakan bahwa kemungkinan yang membunuh Kennedy ada sangkut pautnya dengan CIA atau pun FBI dan juga seorang pejabat tinggi Vietnam.

Dosen meminta pendapat dari Hyun Joon mengenai teori yang baru saja di ucapkan oleh Seung Hee dan Hyun Joon bilang bahwa teori yang di katakan oleh Seung Hee tidak masuk akal. Seung Hee pun mulai menceritakan dasar dia mengecupkan teori tersebut dari awal sampai akhir dan bilang bahwa orang yang mengatakan teori yang dia ucapkan itu tidak masuk akal adalah orang yang berfikiran sempit.

Kelas sudah selesai dan Hyun Joon sedang berjalan ke arah taman sambil membawa makan siangnya. Dia melihat Seung Hee sedang duduk di salah satu meja di taman dan dia pun buru-buru berebut satu kursi lagi di meja itu dengan salah seorang yang mau duduk makan siang di meja yang sama dengan Seung Hee dan dia pun berhasil menempati kursi itu duluan. Dia mau memulai ngomong ke Seung Hee tapi Seung Hee keburu pergi dari situ dan meninggalkan Hyun Joon yang melongo karna ditinggal begitu saja.

Ternyata Hyun Joon bukan hanya seorang mahasiswa, dia juga tergabung dalam pelatihan militer bersama sahabat yang sudah dia anggap sebagai sodaranya yaitu Sa Woo. Di pelatihan mereka berdua sangat dekat dan saling bersaing dengan sehat,bahkan mereka berdua adalah anggota regu yang terbaik dan membuat pelatihnya senang melihat mereka berdua.

Hyun Joon dan Sa Woo juga satu kemar di pelatihan militer itu. Malam harinya, Hyun Joon masih belajar dan membaca buku. Sa Woo melihat jam dan menyuruh Hyun Joon cepat tidur dan berhenti belajar tapi Hyun Joon bilang bahwa dia hanya melihat-lihat buku saja. Sa Woo pun akhirnya memilih tidur duluan sementara Hyun Joon masih terus melihat-lihat bukunya itu.

Besoknya, di kampun dosen bertanya tentang peperangan. Hyun Joon mengacungkan tangannya dan mulai menjawab dan menceritakan kronologis perang sampai-sampai dia juga mengatakan berapa jumlah korban secara lengkap. Seung Hee yang melihat itu tertawa dan berkata kepada dosen bahwa mengingat kronologis perang itu hanya dimiliki oleh orang-orang yang berfikiran sempit karna yang terpenting sebenarnya adalah maksud dan latar belakang dari perang itu. Dosen yang mendengar jawaban dari Seung Hee itu pun memuji Seung Hee sedangkan Hyun Joon menunduk malu.

Setelah kelas selesai, Seung Hee berjalan ke arah keluar kampus dan Hyun Joon mengikutinya dan menegur Seung Hee. Dia bilang ke Seung Hee bahwa dia bukanlah orang yang berfikiran sempit, makanya dia mengajak Seung Hee untuk minum kopi bersama agar Seung Hee bisa membuktikan bahwa dirinya bukanlah orang yang berfikiran sempit. Seung Hee menolak dan mulai berjalan meninggalkan Hyun Joon tapi di tengah jalan dia berbalik dan mengatakan kepada Hyun Joon kalau dia lebih senang minum-minum dari pada minum kopi. Hyun Joon yang mendengar itu pun tersenyum dan mereka bareng-bareng pergi ke kedai minum.

Di kedai minum, Hyun Joon terkesan sama Seung Hee yang kuat untuk minum alcohol banyak padahal biasanya perempuan tidak kuat minum banyak. Lalu Hyun Joon pergi ke belakang sebentar untuk menelfon Sa Woo dan memberitahukan kepada Sa Woo bahwa nanti malam dia akan pulang telat. Dia kembali lagi ke meja Seung Hee dan bertanya kepada Seung Hee apakah Seung Hee sudah bisa menilai Hyun Joon? Seung Hee menjawab sudah sambil tersenyum.

Hyun Joon pun menjelaskan kepada Seung Hee bahwa dia tidak berfikiran sempit dengan menghapal tapi dia memiliki kemampuan daya ingat yang sangat bagus sehingga dia dapat menghapal dengan mudah. Hyun Joon pun membuktikannya dengan menghapal harga dan nama menu yang ada di kedai itu. Seung Hee mulai menanyai harga dan nama-nama menu di kedai itu dan Hyun Joon dapat menjawabnya dengan mudah. Seung Hee masih ngga yakin makanya dia mengambil satu botol soju dan memperlihatkannya ke arah Hyun Joon hanya dalam waktu beberapa detik dan menariknya kembali. Lalu dia bertanya kode produksi soju itu dan nomor barcode minuman itu dan tidak di sangka ternyata Hyun Joon dapat menjawabnya dengan mudah. Jelas aja Seung Hee yang melihat itu kagum dengan Hyun Joon.

Seung Hee mengajak Hyun Joon minum soju lagi dan terlihat jelas bahwa Hyun Joon sudah ngga kuat minum tapi Hyun Joon tetap memaksakan diri minum karna di depan dia ada Seung Hee dan dia tidak mau terlihat memalukan di depan Seung Hee. Eeeeh ternyata dia tertidur dan di usir oleh bibi pemilik kedai itu karena kedai sudah mau tutup. Hyun Joon mencari ada di mana Seung Hee dan bibi pemilik kedai bilang bahwa Seung Hee sudah pergi dan membayar semua minuman itu.

Hyun Joon sudah kembali ke pelatihan militernya dan mulai latihan kembali bersama teman-teman lainnya. Dan lagi-lagi dia dan Sa Woo menjadi anggota regu yang paling terbaik dan itu membuat pelatihnya kembali senang dengan kemampuan 2 orang itu.

Nah pada saat dia kembali ke kampus, dia dandan rapih karena mau bertemu dengan Seung Hee bahkan dia ngaca di mobil yang ternyata ada orangnya demi menyiapkan penampilannya tapi ternyata Di dalam kelas dia tidak melihat sosok Seung Hee dan di kelass elanjutnya pun dia tidak pernah bertemu dengan Seung Hee lagi. Dia penasaran tentang Seung Hee lalu bertanya ke Dosen tentang mahasiswi yang pernah di puji-puji oleh Dosen, Dosen pun menjawab kalau dia tidak tahu apa-apa tentang mahasiswi itu karena ada permintaan khusus dari departemen sehingga mahasiswi itu boleh mengikuti pelajaran di kelasnya bahkan nama mahasiswi itu pun dia tidak tahu.

Hyun Joon mencoba menunggu Seung Hee di taman kampus tapi dia tidak melihat Seung Hee sama sekali. Di camp militer, Hyun Joon cerita tentang seorang cewe yang disukainya kepada Sa Woo. Sa Woo nanya apakah Hyun Joon tau identitas cewe itu? Tapi Hyun Joon bilang kalau dia tidak tahu apa-apa tentang cewe itu, bahkan dia tidak tahu nama cewe itu dan dimana alamat tinggalnya cewe itu. Sa Woo pun mencoba menghibur Hyun Joon dengan mengajak Hyun Joon pergi keluar bertemu dengan kaka kelas Hyun Joon waktu di kampung. Tapi Hyun Joon menolak sehingga Sa Woo pergi menemui kaka kelasnya itu seorang diri.

Sa Woo pun pergi ke sebuah tempat minum yang cukup elit dan bertemu dengan kaka kelasnya yang bernama Sung Hyun. Mereka berdua ngobrol-ngobrol dan Sa Woo pun bertanya tentang pekerjaan Sung Hyun yang menurut kabar beredar Sung Hyun bekerja di sebuah perusahaan IT. Lalu Sa Woo juga bilang ke Sung Hyun agar suatu saat nanti jika dia keluar dari tim khusus militer, dia dapat di terima bekerja di perusahaan Sung Hyun. Jelas Sung Hyun dengan senang hati menjawab bahwa dia akan menerima Sa Woo bekerja di perusahaannya, sebagai ucapan terima kasih Sa Woo pun menuangkan soju ke gelas Sung Hyun.

Eeeeeh pas lagi nuangin, ada temen Sung Hyun seorang wanita yang cantik datang dan membuat Sa Woo terpana dan salah menuangkan soju itu sehingga mengenai celana Sung Hyun. Sung Hyun pun mengenalkan perempuan yang baru datang itu sebagai Jin Ah yang kerja satu perusahaan dengan dirinya padahal nama asli wanita itu bukanlah Jin Ah melainkan Seung Hee.

Setelah selesai minum-minum, mereka bertiga pergi keluar. Sa Woo mengajak ngobrol Sung Hyun berdua dan berkata bahwa wanita itu sangat cantik dan dia meminta tolong kaka kelasnya itu agar membantu dia mendapatkan wanita itu. Sementara itu Seung Hee yang mengaku sebagai Jin Ah hanya diam karna tidak mendengar percakapan dua orang itu.

Di asrama pelatihan khusus militer, Hyun Joon sedang berbaring di tempat tidur sambil memikirkan awal pertemuan dia dengan Seung Hee sampai akhir pertemuan mereka berdua yang berakhir di kedai minum. Lalu tiba-tiba Sa Woo masuk ke kamar dan mencium Hyun Joon karna perasaannya sedang gembira. Hyun Joon bertanya ada apa? Dan Sa Woo pun menceritakan bahwa dia baru saja bertemu dengan wanita yang sangat cantik. Hyun Joon yang masih patah hati karna Seung Hee menghilang hanya diam saja dan tidak begitu menanggapi cerita Sa Woo.

Sa Woo mengatakan kepada Hyun Joon agar melupakan perempuan yang di sukai Hyun Joon itu dan Sa Woo pun mengajak Hyun Joon pergi keluar agar melupakan perempuan itu. Hyun Joon ngga mau dan memilih untuk tidur. Eeeh giliran Sa Woo tidur-tiduran tiba-tiba Hyun Joon sudah berdiri di depannya dengan pakaian rapih dan siap pergi keluar.

Camp pelatihan militer khusus itu cukup ketat sehingga mereka kalau mau pergi malam harus menyelinap dari sebuah tempat rahasia. Ketika Hyun Joon sudah mulai mengendap-ngendap masuk ke sebuah trowongan, Sa Woo memanggilnya dan bilang kalau dia takut mereka ketahuan pergi dan akan di hukum. Hyun Joon kesel liat Sa Woo kaya gitu makanya dia pun langsung mendorong Sa Woo masuk ke trowongan itu duluan.

Mereka pun berhasil keluar dari camp pelatihan dan berjalan-jalan di jalanan Seoul. Hyun Joon cerita tentang perempuan yang dia sukai tapi menghilang begitu saja dan perempuan itu hanya sebuah mimpi, Sa Woo yang belum tahu kalu wanita yang di maksud Hyun Joon adalah wanita yang sama dengan yang di sukai dirinya pun berkomentar bahwa dia akan membantu Hyun Joon mencari pacar.

Sa Woo dan Hyun Joon pun akhirnya pergi ke sebuah club malam. Sa Woo sibuk mencarikan perempuan buat Hyun Joon sementara Hyun Joon-nya ogah-ogahan di carikan pacar. Sa Woo lalu melihat seorang perempuan di lantai dansa dan menghampiri perempuan itu untuk bergabung dengan dia dan Hyun Joon sementara Hyun Joon sendiri pergi ke toilet.

Di toilet, Hyun Joon tidak sengaja menabrak seseorang yang mau masuk ke dalam. Orang itu marah-marah ke Hyun Joon dan bilang ke Hyun Joon agar membuka matanya lebar-lebar, Hyun Joon pun langsung mengikuti yang di perintahkan laki-laki itu dengan membuka matanya lebar-lebar. Orang itu menganggap Hyun Joon sedang mencari masalah dengannya sehingga dia pun berniat untuk memukul Hyun Joon, eeeh ternyata gerakan Hyun Joon lebih cepat dan Hyun Joon duluan yang memukul laki-laki itu sampai laki-laki itu terduduk di dalam toilet karna kesakitan.

Sementara itu Sa Woo berhasil mengajak perempuan yang dia temui di lantai dansa itu untuk minum satu meja dengannya. Hyun Joon datang dan Sa Woo pun langsung mengenalkan Hyun Joon kepada perempuan itu. Lalu Sa Woo bilang bahwa Hyun Joon itu tinggal lama di America sehingga bahasa Koreanya tidak terlalu bagus dan itu pun langsung membuat Hyun Joon tersedak pas minum.

Orang yang tadi di pukuli oleh Hyun Joon di dalam toilet ternyata melapor kepada teman-temannya sehingga teman-temannya itu langsung mencari sosok Hyun Joon di dalam club malam itu. Hyun Joon melihat orang itu membawa teman-temannya dan Hyun Joon pun langsung berbisik kepada Sa Woo agar segera pergi dari tempat itu. Sa Woo diam sebentar lalu bilang kepada perempuan yang sedang bersama mereka agar membayar minuman yang tadi mereka minum dan dia pun langsung berlari keluar bersama Hyun Joon.

Segerombolan orang pun langsung megejar Hyun Joon dan Sa Woo yang langsung lari-lari. Hyun Joon dan Sa Woo berpencar dan apesnya Sa Woo lah yang di kejar-kejar oleh segerombolan orang itu dan dia terkepung sehingga dia pun langsung jadi sasaran empuk untuk di hajar oleh orang-orang itu.

Laporan Sa Woo berkelahi pun di dengar oleh pelatih tim khusus militer sehingga Sa Woo di panggil dan di beri hukuman. Sa Woo sempat membela diri dengan bilang bahwa orang yang menghajar dia adalah preman-preman tapi tetap saja Sa Woo dapat hukuman lari keliling lapangan dengan membawa ban yang berat.

Sementara Sa Woo lari keliling lapangan dengan menyeret ban yang di talikan ke pinggangnya, Hyun Joon justru sedang berlatih sambil senyum-senyum melihat Sa Woo yang sedang dihukum. Hyun Joon menghampiri Sa Woo dan membantu Sa Woo dengan cara mengangkut ban yang berat itu sehingga Sa Woo dapat berjalan tanpa beban. Sa Woo jelas masih kesel sama Hyun Joon dan bilang ke Hyun Joon bahwa Hyun Joon itu pengecut dan menyuruh Hyun Joon pergi. Hyun Joon pun menurut dan langsung menjatuhkan ban berat itu sehingga Sa Woo langsung berjalan sambil membawa beban berat.

Hyun Joon merasa tidak enak dengan Sa Woo sehingga dia pun langsung menghadap ke pelatih dan membuat pengakuan bahwa Sa Woo tidak bersalah dan yang bersalah adalah dirinya karna malam itu Sa Woo pergi bersamanya. Eeeeeh si pelatih bukannya ngasih keringanan, dia malah ngasih hukuman ke mereka berdua tambah berat. Mereka disuruh lari keliling lapangan sambil menyeret ban yang super besar. Sa Woo dan Hyun Joon sempet berdebat dan saling menyalahkan, sementara platih mereka hanya tersenyum dari jauh melihat tingkah kedua anak buahnya.

Malamnya, ketika Sa Woo sedng berjaga piket. Dia di datangi oleh pelatihnya dan kedua orang laki-laki yang mau membawa dia kesuatu tempat.

Tidak hanya Sa Woo yang di hampiri oleh pelatihnya dan kedua orang laki-laki, Hyun Joon juga di hampiri ketika dia sedang ada di dalam kamar dan kedua orang laki-laki itu pun langsung membawa Hyun Joon kesebuah tempat dengan pengamanannya sangat ketat. Hyun Joon semoat bertanya au dibawa kemana dia? Tapi orang-orang di dalam mobil tidak menjawabnya.

Ternyata Hyun Joon dibawa ke sebuah tempat yang pengamanannya tidak kalah ketat dengan pengamanan ketika dia di bawa ke tempat itu. Di setiap sudut lorong pasti ada CCTV yang mengawasi Hyun Joon. Dan Hyun Joon juga di suruh untuk mengganti bajunya dengan baju yang sudah di siapkan. Ketika sedang berjalan di sebuah lorong dengan di temani 2 orang penjaga, dia tiba-tiba mendengar suara teriakan Sa Woo dari sebuah tempat.

Jelas Hyun Joon kaget mendengar teriakan tersebut, dan kedua orang penjaga itu dengan cepat langsung membawa Hyun Joon ke suatu tempat dan mengikatnya di sebuah kursi. Seorang dokter datang menghampiri Hyun Joon dan menyuntikan sesuatu ke dalam tubuh Hyun Joon yang membuat Hyun Joon kesusahan untuk bernafas.

Dan ternyata di balik semua itu ada Sung Hyun(kaka kelas Sa Woo) dan juga Seung Hee yang sedang mengawasi Sa Woo dan Hyun Joon dari rungan yang sama dengan Hyun Joon namun Hyun Joon tidak dapat melihat mereka karna mereka ada didalam ruangan yang memiliki kaca satu arah sehingga hanya mereka lah yang dapat melihat Hyun Joon. Sa Woo terlihat tidak memberontak sementara Hyun Joon terus-terusan memberontak. Lalu Sung Hyun menyuruh tim dokter untuk menyuntikan zat Pentothal ke tubuh Hyun Joon, dimana zat itu dapat membuat siapapun yang disuntikan akan berkata jujur. Namun Hyun Joon terus memberontak.

Sung Hyun dan Seung Hee kaget melihat kondisi Hyun Joon yang mengendalikan pikirannya dan dapat mengendalikan emosinya dengan sangat baik. Sung Hyun terus meminta tim dokter menyuntikan Pentothal ke tubuh Hyun Joon tapi Hyun Joon tetap tutup mulut dan terus memberontak. Bahkan ketika Sung Hyun mencoba bertanya kepada Hyun Joon , apa misi yang sedang di lakukan oleh Hyun Joon? Hyun Joon tetap diam, justru dia menjerit keras dan berhasil melepaskan ikatan di tangannya yangmembuat Sung Hyun dan Seung Hee lagi-lagi kaget melihat Hyun Joon yang muskipun sudah di suntikan Pentothal berkali-kali tapi dia tetap kuat untuk memberontak padahal Sa Woo sudah terlihat tidak berdaya.

Hyun Joon turun dari kursi itu dan mengambil sebuah kursi lipat yang langsung dia pukul-pukulin ke kaca satu arah itu. Sung Hyun baru saja mau meminta agar ruangan di tutup dan penyaringan gas saraf di lakukan, eeeh tiba-tiba ada yang datang dan mengatakan kepada Sung Hyun agar tidak melakukan hal itu. Dan ternyata orang yang mengatakan hal itu adalah Baek San, bos NSS.

Pst : alur drama ini tuh maju mundur maju mundur jadi siap-siap deh pusing hahahaha. menurut gw sih episode 1 ini kurang ok soalnya ga ada adegan action-nya tapi episode yang selanjutnya tuh yang keren. apalagi pas ada TOP huaaaaah kereeeeen.
CAST :
Lee Byung Hun as Kim Hyun Joon
Kim Tae Hee as Choi Seung Hee
Jung Joon Ho as Jin Sa Woo
Kim Seung Woo as Park Chul Young
Kim So Yeon as Kim Sun Hwa
T.O.P as Vick

Palace : Hungaria (Masa Kini)
Kim Hyun Joon sedang berdiri di dekat sebuah gereja menunggu seseorang datang. Dan ternyata yang datang menghampirinya adalah Baek San, Bos sebuah organisasi rahasia dimana Hyun Joon menjadi salah satu agen dan organisasi itu bernama NSS. Hyun Joon kaget melihat yang datang adalah Baek San karena sebelumnya tidak ada yang memberi tahu dia bahwa Baek San lah yang akan datang menemuinya. Lalu Baek San mengajak Hyun Joon berjalan-jalan sebentar sambil mengobrol.

Sambil jalan-jalan, Baek San mengobrol dengan Hyun Joon masalah perang dingin yang dahulu pernah terjadi antara Jerman Barat dan Jerman Timur sebelum tembok berlin di hancurkan dan Hungaria memegang peranan penting dalam penyatuan Jerman. Lalu dia memberikan sebuah misi khusus untuk Hyun Joon dan misi itu adalah misi untuk membunuh Pejabat Tinggi Korea Utara yang bernama Yoon Sung Chul. Jelas aja Hyun Joon kaget mendengar itu, Baek San pun menjelaskan maksud dari membunuh Sung Chul itu agar Korea Utara dan Korea Selatan dapat bersatu. Dan jika hal itu terjadi maka Hyun Joon lah yang berjasa telah menyatukan kedua Negara itu seperti Hungaria yang telah menyatukan Jerman Barat dan Jerman Timur.

Hyun Joon pun mulai menyiapkan misinya ini. Dia menyewa sebuah kamar hotel dimana di kamar itu di jadikan tempat dia untuk tinggal sementara waktu sampai dia berhasil Sung Chul yang di kabarkan akan datang ke sebuah Museum di daerah Budapest, Hungaria. Hyun Joon juga mulai check tempat ke Museum itu untuk mencari spot yang pas untuk menembak Sung Chul. Bahkan Hyun Joon meminta salah seorang pengunjung untuk memotret dia di dekat gedung di Museum yang dia rasa tempat itu cocok jadi tempat dia menembak Sung Chul.

Hyun Joon juga masuk ke dalam Museum itu dan diam-diam memoto keadaan di luar Museum dengan kamera yang berbentuk tropong. Tiba-tiba kamera itu mengarah ke 2 orang Korea Utara yang sedang mempersiapkan tempat untuk acara kedatangan Sung Chul besok hari. Nah si ketua pelaksana itu, Chul Young melihat ke arah atas Museum dimana Hyun Joon sedang diam-diam memoto dan Hyun Joon pun langsung menyembunyikan dirinya.

Besoknya, Hyun Joon sedang sibuk di kamar hotelnya mempersiapkan peralatan-peralatan yang akan di jadikan alat untuk menembak Sung Chul. Dia pun lalu bergegas ke Museum itu dimana Sung Chul akan segera datang dengan penjagaan yang super ketat. Hyun Joon menyamar dengan menggunakan baju hitam-hitam dan menjadi petugas keamanan yang menjaga senjata penembak jika hal-hal yang tidak di inginkan terjadi setelah dia membunuh penembak yang asli.

Chul Young meminta para penembak yang berjaga melaporkan posisinya dan dia curiga sama laporan yang diucapkan oleh Hyun Joon. Sementara itu Hyun Joon sedang mengambil posisi menembak Sung Chul dan dia pun berhasil menembak jantung Sung Chul muskipun Suh Hwa sebelumnya mencoba menyelamatkan Sung Chul tapi tetap saja yang tertembak adalah Sung Chul. Chul Young beserta beberapa petugas keamanan langsung pergi ke tempat Hyun Joon menembak Sung Chul tapi Hyun Joon sudah tidak ada dan hanya meninggalkan pistol yang di pakai untuk menembak.

Hyun Joon kelur dari Museum dari pintu belakang sedangkan Chul Young dan Kim Sun Hwa berpencar dengan beberapa petugas untuk menangkap Hyun Joon. Ketika Chul Young melihat ke daerah pintu belakang Museum dari lantai 2, dia melihat ada sosok yang mencurigakan dan langsung menembaknya dan tembakan Chul Young itu kena ke pinggang Hyun Joon sehingga Hyun Joon terus berjalan dengan menutupi pinggangnya itu dengan menggunakan jaket.

Chul Young dan Kim Sun Hwa menggunakan mobil mencari Hyun Joon di luar Museoum. Chul Young melihat sosok Hyun Joon yang masuk ke sebuah stasiun kereta sehingga dia ikut menyusul Hyun Joon masuk ke dalam stasiun kereta. Tapi sayangnya kereta yang di naiki oleh Hyun Joon sudah jalan dan Chul Young tidak sempat memberhentikan kereta itu.

Hyun Joon masuk ke dalam kamar di hotel yang dia sewa untuk misi itu dengan tertatih-tatih dan terus memegangi pinggangnya yang berdarah. Dia mengeluarkan sebuah koper dan menelfon Baek San untuk memberitahu bahwa misinya sudah terlaksanakan namun ada satu masalah yaitu Hyun Joon tertembak dan dia tidak akan mungkin bisa keluar dari Hungaria dengan mudah sehingga dia meminta kepada Baek San agar Baek San mengirimkan bantuan untuknya. Tapi si Baek San malah bilang kalau sekarang dia tidak bisa mengirimkan bantuan untuk Hyun Joon. Hyun Joon pun langsung ngomong kalau dia punya alasan untuk tetap hidup dan kembali pulang tapi Baek San tidak mempedulikan itu dan langsung mematikan HP-nya.

Hyun Joon jelas kaget mendengar Bos-nya bilang begitu ke dia. Lalu dia berjalan di sebuah gudang kereta api yang sepertinya sudah tidak terpakai dan menunggu di situ sambil merobekan sebuah kain untuk mengurangi pendarahan di pinggangnya.

Sementara itu Chul Young sedang rapat dengan petugas keamanan dan akhirnya mereka menumukan tempat Hyun Joon dan langsung datang ke tempat itu untuk menangkap Hyun Joon. Mereka menobrak pintu dan menyerbu Hyun Joon. Dan anehnya Hyun Joon berhasil membuat lawan-lawannya mati kecuali Sun Hwa yang sedang mengambil possi untuk menembak dari bawah, dan juga Chul Young yang sedang mengarahkan pistol ke dia dan dia juga mengarahkan pistol ke Chul Young.

Chul Young dan Hyun Joon berantem tanpa senjata karena senjata mereka berdua terjatuh. sedangkan Sun Hwa terus mencoba membidik Hyun Joon dengan senjatanya tapi ngga kena. Hyun Joon jatuh dari jembatan kecl itu dan jatuh ke bawah yang langsung di sambut tembakan dari Sun Hwa. Hyun Joon melihat ke atas dan melihat ada helicopter seihingga dia langsung lari ke luar, eeeh si helicopter itu menembaki dia dan itu membuatnya terpental sampai menabrak mobil dan pingsan.

Place : Korea. (masa lalu)
Hyun Joon yang masih muda sedang berlari-lari di kampusnya menuju kelas karena dia sudah telat. Ketika dia masuk ke dalam kelas, dosen sedang menceritakan peristiwa terbunuhnya Jhon Kennedy dan bertanya kepada Hyun Joon, siapakah yang membunuh Jhon Kennedy? Hyun Joon pun menjawab Oswald lah yang membunuh Kennedy dan Dosen pun membetulkan jawaban Hyun Joon dan kembali menceritakan tentang peristiwa terbunuhnya Kennedy.

Lalu dia juga bertanya kepada para mahasiswa di kelas, apakah ada yang bisa menjelaskan beberapa teori tentang pembunuhan Kennedy. Dan Seung Hee, seorang mahasiswa di kelas itu mengacungkan tangannya dan mulai menjawab pertanyaan dosen itu dengan mengatakan bahwa kemungkinan yang membunuh Kennedy ada sangkut pautnya dengan CIA atau pun FBI dan juga seorang pejabat tinggi Vietnam.

Dosen meminta pendapat dari Hyun Joon mengenai teori yang baru saja di ucapkan oleh Seung Hee dan Hyun Joon bilang bahwa teori yang di katakan oleh Seung Hee tidak masuk akal. Seung Hee pun mulai menceritakan dasar dia mengecupkan teori tersebut dari awal sampai akhir dan bilang bahwa orang yang mengatakan teori yang dia ucapkan itu tidak masuk akal adalah orang yang berfikiran sempit.

Kelas sudah selesai dan Hyun Joon sedang berjalan ke arah taman sambil membawa makan siangnya. Dia melihat Seung Hee sedang duduk di salah satu meja di taman dan dia pun buru-buru berebut satu kursi lagi di meja itu dengan salah seorang yang mau duduk makan siang di meja yang sama dengan Seung Hee dan dia pun berhasil menempati kursi itu duluan. Dia mau memulai ngomong ke Seung Hee tapi Seung Hee keburu pergi dari situ dan meninggalkan Hyun Joon yang melongo karna ditinggal begitu saja.

Ternyata Hyun Joon bukan hanya seorang mahasiswa, dia juga tergabung dalam pelatihan militer bersama sahabat yang sudah dia anggap sebagai sodaranya yaitu Sa Woo. Di pelatihan mereka berdua sangat dekat dan saling bersaing dengan sehat,bahkan mereka berdua adalah anggota regu yang terbaik dan membuat pelatihnya senang melihat mereka berdua.

Hyun Joon dan Sa Woo juga satu kemar di pelatihan militer itu. Malam harinya, Hyun Joon masih belajar dan membaca buku. Sa Woo melihat jam dan menyuruh Hyun Joon cepat tidur dan berhenti belajar tapi Hyun Joon bilang bahwa dia hanya melihat-lihat buku saja. Sa Woo pun akhirnya memilih tidur duluan sementara Hyun Joon masih terus melihat-lihat bukunya itu.

Besoknya, di kampun dosen bertanya tentang peperangan. Hyun Joon mengacungkan tangannya dan mulai menjawab dan menceritakan kronologis perang sampai-sampai dia juga mengatakan berapa jumlah korban secara lengkap. Seung Hee yang melihat itu tertawa dan berkata kepada dosen bahwa mengingat kronologis perang itu hanya dimiliki oleh orang-orang yang berfikiran sempit karna yang terpenting sebenarnya adalah maksud dan latar belakang dari perang itu. Dosen yang mendengar jawaban dari Seung Hee itu pun memuji Seung Hee sedangkan Hyun Joon menunduk malu.

Setelah kelas selesai, Seung Hee berjalan ke arah keluar kampus dan Hyun Joon mengikutinya dan menegur Seung Hee. Dia bilang ke Seung Hee bahwa dia bukanlah orang yang berfikiran sempit, makanya dia mengajak Seung Hee untuk minum kopi bersama agar Seung Hee bisa membuktikan bahwa dirinya bukanlah orang yang berfikiran sempit. Seung Hee menolak dan mulai berjalan meninggalkan Hyun Joon tapi di tengah jalan dia berbalik dan mengatakan kepada Hyun Joon kalau dia lebih senang minum-minum dari pada minum kopi. Hyun Joon yang mendengar itu pun tersenyum dan mereka bareng-bareng pergi ke kedai minum.
Di kedai minum, Hyun Joon terkesan sama Seung Hee yang kuat untuk minum alcohol banyak padahal biasanya perempuan tidak kuat minum banyak. Lalu Hyun Joon pergi ke belakang sebentar untuk menelfon Sa Woo dan memberitahukan kepada Sa Woo bahwa nanti malam dia akan pulang telat. Dia kembali lagi ke meja Seung Hee dan bertanya kepada Seung Hee apakah Seung Hee sudah bisa menilai Hyun Joon? Seung Hee menjawab sudah sambil tersenyum.

Hyun Joon pun menjelaskan kepada Seung Hee bahwa dia tidak berfikiran sempit dengan menghapal tapi dia memiliki kemampuan daya ingat yang sangat bagus sehingga dia dapat menghapal dengan mudah. Hyun Joon pun membuktikannya dengan menghapal harga dan nama menu yang ada di kedai itu. Seung Hee mulai menanyai harga dan nama-nama menu di kedai itu dan Hyun Joon dapat menjawabnya dengan mudah. Seung Hee masih ngga yakin makanya dia mengambil satu botol soju dan memperlihatkannya ke arah Hyun Joon hanya dalam waktu beberapa detik dan menariknya kembali. Lalu dia bertanya kode produksi soju itu dan nomor barcode minuman itu dan tidak di sangka ternyata Hyun Joon dapat menjawabnya dengan mudah. Jelas aja Seung Hee yang melihat itu kagum dengan Hyun Joon.

Seung Hee mengajak Hyun Joon minum soju lagi dan terlihat jelas bahwa Hyun Joon sudah ngga kuat minum tapi Hyun Joon tetap memaksakan diri minum karna di depan dia ada Seung Hee dan dia tidak mau terlihat memalukan di depan Seung Hee. Eeeeh ternyata dia tertidur dan di usir oleh bibi pemilik kedai itu karena kedai sudah mau tutup. Hyun Joon mencari ada di mana Seung Hee dan bibi pemilik kedai bilang bahwa Seung Hee sudah pergi dan membayar semua minuman itu.

Hyun Joon sudah kembali ke pelatihan militernya dan mulai latihan kembali bersama teman-teman lainnya. Dan lagi-lagi dia dan Sa Woo menjadi anggota regu yang paling terbaik dan itu membuat pelatihnya kembali senang dengan kemampuan 2 orang itu.

Nah pada saat dia kembali ke kampus, dia dandan rapih karena mau bertemu dengan Seung Hee bahkan dia ngaca di mobil yang ternyata ada orangnya demi menyiapkan penampilannya tapi ternyata Di dalam kelas dia tidak melihat sosok Seung Hee dan di kelass elanjutnya pun dia tidak pernah bertemu dengan Seung Hee lagi. Dia penasaran tentang Seung Hee lalu bertanya ke Dosen tentang mahasiswi yang pernah di puji-puji oleh Dosen, Dosen pun menjawab kalau dia tidak tahu apa-apa tentang mahasiswi itu karena ada permintaan khusus dari departemen sehingga mahasiswi itu boleh mengikuti pelajaran di kelasnya bahkan nama mahasiswi itu pun dia tidak tahu.

Hyun Joon mencoba menunggu Seung Hee di taman kampus tapi dia tidak melihat Seung Hee sama sekali. Di camp militer, Hyun Joon cerita tentang seorang cewe yang disukainya kepada Sa Woo. Sa Woo nanya apakah Hyun Joon tau identitas cewe itu? Tapi Hyun Joon bilang kalau dia tidak tahu apa-apa tentang cewe itu, bahkan dia tidak tahu nama cewe itu dan dimana alamat tinggalnya cewe itu. Sa Woo pun mencoba menghibur Hyun Joon dengan mengajak Hyun Joon pergi keluar bertemu dengan kaka kelas Hyun Joon waktu di kampung. Tapi Hyun Joon menolak sehingga Sa Woo pergi menemui kaka kelasnya itu seorang diri.

Sa Woo pun pergi ke sebuah tempat minum yang cukup elit dan bertemu dengan kaka kelasnya yang bernama Sung Hyun. Mereka berdua ngobrol-ngobrol dan Sa Woo pun bertanya tentang pekerjaan Sung Hyun yang menurut kabar beredar Sung Hyun bekerja di sebuah perusahaan IT. Lalu Sa Woo juga bilang ke Sung Hyun agar suatu saat nanti jika dia keluar dari tim khusus militer, dia dapat di terima bekerja di perusahaan Sung Hyun. Jelas Sung Hyun dengan senang hati menjawab bahwa dia akan menerima Sa Woo bekerja di perusahaannya, sebagai ucapan terima kasih Sa Woo pun menuangkan soju ke gelas Sung Hyun.

Eeeeeh pas lagi nuangin, ada temen Sung Hyun seorang wanita yang cantik datang dan membuat Sa Woo terpana dan salah menuangkan soju itu sehingga mengenai celana Sung Hyun. Sung Hyun pun mengenalkan perempuan yang baru datang itu sebagai Jin Ah yang kerja satu perusahaan dengan dirinya padahal nama asli wanita itu bukanlah Jin Ah melainkan Seung Hee.

Setelah selesai minum-minum, mereka bertiga pergi keluar. Sa Woo mengajak ngobrol Sung Hyun berdua dan berkata bahwa wanita itu sangat cantik dan dia meminta tolong kaka kelasnya itu agar membantu dia mendapatkan wanita itu. Sementara itu Seung Hee yang mengaku sebagai Jin Ah hanya diam karna tidak mendengar percakapan dua orang itu.

Di asrama pelatihan khusus militer, Hyun Joon sedang berbaring di tempat tidur sambil memikirkan awal pertemuan dia dengan Seung Hee sampai akhir pertemuan mereka berdua yang berakhir di kedai minum. Lalu tiba-tiba Sa Woo masuk ke kamar dan mencium Hyun Joon karna perasaannya sedang gembira. Hyun Joon bertanya ada apa? Dan Sa Woo pun menceritakan bahwa dia baru saja bertemu dengan wanita yang sangat cantik. Hyun Joon yang masih patah hati karna Seung Hee menghilang hanya diam saja dan tidak begitu menanggapi cerita Sa Woo.

Sa Woo mengatakan kepada Hyun Joon agar melupakan perempuan yang di sukai Hyun Joon itu dan Sa Woo pun mengajak Hyun Joon pergi keluar agar melupakan perempuan itu. Hyun Joon ngga mau dan memilih untuk tidur. Eeeh giliran Sa Woo tidur-tiduran tiba-tiba Hyun Joon sudah berdiri di depannya dengan pakaian rapih dan siap pergi keluar.

Camp pelatihan militer khusus itu cukup ketat sehingga mereka kalau mau pergi malam harus menyelinap dari sebuah tempat rahasia. Ketika Hyun Joon sudah mulai mengendap-ngendap masuk ke sebuah trowongan, Sa Woo memanggilnya dan bilang kalau dia takut mereka ketahuan pergi dan akan di hukum. Hyun Joon kesel liat Sa Woo kaya gitu makanya dia pun langsung mendorong Sa Woo masuk ke trowongan itu duluan.

Mereka pun berhasil keluar dari camp pelatihan dan berjalan-jalan di jalanan Seoul. Hyun Joon cerita tentang perempuan yang dia sukai tapi menghilang begitu saja dan perempuan itu hanya sebuah mimpi, Sa Woo yang belum tahu kalu wanita yang di maksud Hyun Joon adalah wanita yang sama dengan yang di sukai dirinya pun berkomentar bahwa dia akan membantu Hyun Joon mencari pacar.

Sa Woo dan Hyun Joon pun akhirnya pergi ke sebuah club malam. Sa Woo sibuk mencarikan perempuan buat Hyun Joon sementara Hyun Joon-nya ogah-ogahan di carikan pacar. Sa Woo lalu melihat seorang perempuan di lantai dansa dan menghampiri perempuan itu untuk bergabung dengan dia dan Hyun Joon sementara Hyun Joon sendiri pergi ke toilet.

Di toilet, Hyun Joon tidak sengaja menabrak seseorang yang mau masuk ke dalam. Orang itu marah-marah ke Hyun Joon dan bilang ke Hyun Joon agar membuka matanya lebar-lebar, Hyun Joon pun langsung mengikuti yang di perintahkan laki-laki itu dengan membuka matanya lebar-lebar. Orang itu menganggap Hyun Joon sedang mencari masalah dengannya sehingga dia pun berniat untuk memukul Hyun Joon, eeeh ternyata gerakan Hyun Joon lebih cepat dan Hyun Joon duluan yang memukul laki-laki itu sampai laki-laki itu terduduk di dalam toilet karna kesakitan.

Sementara itu Sa Woo berhasil mengajak perempuan yang dia temui di lantai dansa itu untuk minum satu meja dengannya. Hyun Joon datang dan Sa Woo pun langsung mengenalkan Hyun Joon kepada perempuan itu. Lalu Sa Woo bilang bahwa Hyun Joon itu tinggal lama di America sehingga bahasa Koreanya tidak terlalu bagus dan itu pun langsung membuat Hyun Joon tersedak pas minum.

Orang yang tadi di pukuli oleh Hyun Joon di dalam toilet ternyata melapor kepada teman-temannya sehingga teman-temannya itu langsung mencari sosok Hyun Joon di dalam club malam itu. Hyun Joon melihat orang itu membawa teman-temannya dan Hyun Joon pun langsung berbisik kepada Sa Woo agar segera pergi dari tempat itu. Sa Woo diam sebentar lalu bilang kepada perempuan yang sedang bersama mereka agar membayar minuman yang tadi mereka minum dan dia pun langsung berlari keluar bersama Hyun Joon.

Segerombolan orang pun langsung megejar Hyun Joon dan Sa Woo yang langsung lari-lari. Hyun Joon dan Sa Woo berpencar dan apesnya Sa Woo lah yang di kejar-kejar oleh segerombolan orang itu dan dia terkepung sehingga dia pun langsung jadi sasaran empuk untuk di hajar oleh orang-orang itu.

Laporan Sa Woo berkelahi pun di dengar oleh pelatih tim khusus militer sehingga Sa Woo di panggil dan di beri hukuman. Sa Woo sempat membela diri dengan bilang bahwa orang yang menghajar dia adalah preman-preman tapi tetap saja Sa Woo dapat hukuman lari keliling lapangan dengan membawa ban yang berat.

Sementara Sa Woo lari keliling lapangan dengan menyeret ban yang di talikan ke pinggangnya, Hyun Joon justru sedang berlatih sambil senyum-senyum melihat Sa Woo yang sedang dihukum. Hyun Joon menghampiri Sa Woo dan membantu Sa Woo dengan cara mengangkut ban yang berat itu sehingga Sa Woo dapat berjalan tanpa beban. Sa Woo jelas masih kesel sama Hyun Joon dan bilang ke Hyun Joon bahwa Hyun Joon itu pengecut dan menyuruh Hyun Joon pergi. Hyun Joon pun menurut dan langsung menjatuhkan ban berat itu sehingga Sa Woo langsung berjalan sambil membawa beban berat.

Hyun Joon merasa tidak enak dengan Sa Woo sehingga dia pun langsung menghadap ke pelatih dan membuat pengakuan bahwa Sa Woo tidak bersalah dan yang bersalah adalah dirinya karna malam itu Sa Woo pergi bersamanya. Eeeeeh si pelatih bukannya ngasih keringanan, dia malah ngasih hukuman ke mereka berdua tambah berat. Mereka disuruh lari keliling lapangan sambil menyeret ban yang super besar. Sa Woo dan Hyun Joon sempet berdebat dan saling menyalahkan, sementara platih mereka hanya tersenyum dari jauh melihat tingkah kedua anak buahnya.

Malamnya, ketika Sa Woo sedng berjaga piket. Dia di datangi oleh pelatihnya dan kedua orang laki-laki yang mau membawa dia kesuatu tempat.

Tidak hanya Sa Woo yang di hampiri oleh pelatihnya dan kedua orang laki-laki, Hyun Joon juga di hampiri ketika dia sedang ada di dalam kamar dan kedua orang laki-laki itu pun langsung membawa Hyun Joon kesebuah tempat dengan pengamanannya sangat ketat. Hyun Joon semoat bertanya au dibawa kemana dia? Tapi orang-orang di dalam mobil tidak menjawabnya.

Ternyata Hyun Joon dibawa ke sebuah tempat yang pengamanannya tidak kalah ketat dengan pengamanan ketika dia di bawa ke tempat itu. Di setiap sudut lorong pasti ada CCTV yang mengawasi Hyun Joon. Dan Hyun Joon juga di suruh untuk mengganti bajunya dengan baju yang sudah di siapkan. Ketika sedang berjalan di sebuah lorong dengan di temani 2 orang penjaga, dia tiba-tiba mendengar suara teriakan Sa Woo dari sebuah tempat.

Jelas Hyun Joon kaget mendengar teriakan tersebut, dan kedua orang penjaga itu dengan cepat langsung membawa Hyun Joon ke suatu tempat dan mengikatnya di sebuah kursi. Seorang dokter datang menghampiri Hyun Joon dan menyuntikan sesuatu ke dalam tubuh Hyun Joon yang membuat Hyun Joon kesusahan untuk bernafas.

Dan ternyata di balik semua itu ada Sung Hyun(kaka kelas Sa Woo) dan juga Seung Hee yang sedang mengawasi Sa Woo dan Hyun Joon dari rungan yang sama dengan Hyun Joon namun Hyun Joon tidak dapat melihat mereka karna mereka ada didalam ruangan yang memiliki kaca satu arah sehingga hanya mereka lah yang dapat melihat Hyun Joon. Sa Woo terlihat tidak memberontak sementara Hyun Joon terus-terusan memberontak. Lalu Sung Hyun menyuruh tim dokter untuk menyuntikan zat Pentothal ke tubuh Hyun Joon, dimana zat itu dapat membuat siapapun yang disuntikan akan berkata jujur. Namun Hyun Joon terus memberontak.

Sung Hyun dan Seung Hee kaget melihat kondisi Hyun Joon yang mengendalikan pikirannya dan dapat mengendalikan emosinya dengan sangat baik. Sung Hyun terus meminta tim dokter menyuntikan Pentothal ke tubuh Hyun Joon tapi Hyun Joon tetap tutup mulut dan terus memberontak. Bahkan ketika Sung Hyun mencoba bertanya kepada Hyun Joon , apa misi yang sedang di lakukan oleh Hyun Joon? Hyun Joon tetap diam, justru dia menjerit keras dan berhasil melepaskan ikatan di tangannya yangmembuat Sung Hyun dan Seung Hee lagi-lagi kaget melihat Hyun Joon yang muskipun sudah di suntikan Pentothal berkali-kali tapi dia tetap kuat untuk memberontak padahal Sa Woo sudah terlihat tidak berdaya.

Hyun Joon turun dari kursi itu dan mengambil sebuah kursi lipat yang langsung dia pukul-pukulin ke kaca satu arah itu. Sung Hyun baru saja mau meminta agar ruangan di tutup dan penyaringan gas saraf di lakukan, eeeh tiba-tiba ada yang datang dan mengatakan kepada Sung Hyun agar tidak melakukan hal itu. Dan ternyata orang yang mengatakan hal itu adalah Baek San, bos NSS.

Pst : alur drama ini tuh maju mundur maju mundur jadi siap-siap deh pusing hahahaha. menurut gw sih episode 1 ini kurang ok soalnya ga ada adegan action-nya tapi episode yang selanjutnya tuh yang keren. apalagi pas ada TOP huaaaaah kereeeeen.
Friday, January 29, 2010
Sinopsis God Of Study Episode 1
Cerita ini dibuka dengan seseorang yang sedang menelfon dan mengatakan dengan nada bahagia bahwa Kang Suk Ho sudah pindah dari tempat kerjanya yang semula. Dan orang yang sedang menelfon itu sudah menyusun rencana untuk membuat pekerjaan yang di kerjakan Kang Suk Ho mengalami kegagalan agar Kang Suk Ho dapat merasakan bahwa kerja di dunia ini tidak gampang dan agar Kang Suk Ho merasakan penderitaan bekerja keras.

Sementara itu, Kang Suk Ho adalah seorang pengacara yang bisa dibilang tidak terlalu sukses dan mempunyai suatu kantor pengacara yang kecil. Suatu hari, ada seorang temannya yang datang dan membawakan map berisi tentang sekolah Byeong-Moon dan temannya itu menceritakan bahwa sekolah Byeong-Moon ini memiliki reputasi yang jelek.

Di sekolah itu terdapat sekumpulan murid bodoh dan sekumpulan murid yang kerjaannya hanya membuat masalah. Setiap tahun angka penerimaan murid baru selalu menurun dan murid-murid yang pinter pun lebih memilih untuk pindah ke sekolah lain. Nah perusahaan yang mendirikan sekolah itu sedang dilanda krisis ekonomi apalagi si kepala sekolahnya itu sedang sakit. Pihak sekolah mencoba menjaga dan memperbaiki kualitas muridnya sebelum pemerintah ikut campur tangan.

Ternyata maksud teman Kang Suk Ho datang itu mau memberikan pekerjaan untuk Kang Suk Ho. Pekerjaan itu adalah penghancuran lahan sekolah Byeong-Moon yang membuat Kang Suk Ho sempet kaget mendengar pekerjaan yang akan di berikan oleh temannya itu.

Tiba-tiba ada seorang pengantar Mie yang datang dan langsung menerobos masuk ke dalam kantor Kang Suk Ho. Kang Suk Ho bilang ke anak laki-laki itu supaya mengantarkan 1 pesanan mie lagi untuk temannya, tapi anak laki-laki itu menolak untuk bolak-balik. Kang Suk Ho pun menasehati anak laki-laki itu agar mengerjakan tugasnya dengan benar-benar dan bersikap sopan santun. Anak laki-laki itu hanya diam dan langsung keluar dari kantor pengacara itu setelah menerima uang pembayaran beli mie itu.

Anak laki-laki itu keluar dari kantor Kang Suk Ho menuju motornya yang di parkir di sebelah motor Kang Suk Ho. Dia kesel dengan perlakuan Kang Suk Ho tadi sehingga dia mengeluarkan spidol dari balik jaketnya dan mencoret-coret stiker yang bertuliskan ‘Pengacara Kang Suk Ho’ di motor Kang Suk Ho.

Kang Suk Ho sedang berada di kantornya sampe tengah malam. Dia berjalan ke arah jendela dan memikirkan tentang sekolah Byeong-Moon yang bangkrut. Lalu ada flashback dimana dia masih menjadi murid sekolah yang sedang berkelahi dan bilang “saya berharap sekolah ini akan runtuh!” (hmm apa Byeng-Moon itu sekolahnya si Kang Suk Ho dulu ya?)
href="file:///C:%5CUsers%5CUser%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml">< rel="themeData" href="file:///C:%5CUsers%5CUser%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx">< rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CUsers%5CUser%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml">

Besok paginya, Kang Suk Ho udah dandan rapih dan langsung naik motornya menuju suatu tempat. Ketika lampu merah, di sebelah motor Kang Suk Ho ada motor anak laki-laki yang mengatar mie ke kantornya kemarin. Kang Suk Ho ngga menyadari itu, tapi si anak laki-laki itu sadar dan langsung menendang motor Kang Suk Ho dan anak laki-laki itu langung ngebut meninggalkan motor Kang Suk Ho. Kang Suk Ho ternyata mengejar motor anak laki-laki itu bahkan mereka jadi kebut-kebutan di jalanan. Dan kebut-kebutan itu berakhir ketika ada mobil polisi yang menyuruh motor anak laki-laki itu untuk berhenti sedangkan Kang Suk Ho berhasil kabur dari kejaran polisi itu.

Nah pas Kang Suk Ho lagi adem ayem ngendarain motornya, tiba-tiba ada kertas jatuh yang menutupi kaca helm-nya sehingga dia memberhentikan motornya dipinggir jalan dan melihat kertas apa itu. Ketika di lihat, ternyata itu kertas ualngan yang bernilai 25. Kang Suk Ho melihat ke atas dan menemukan seorang anak perempuan yang berdiri di jembatan penyebrangan sambil merobek kertas-kertas ulangannya. Kang Suk Ho hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya dan melanjutkan perjalanannya ke suatu tempat.

Ternyata Kang Suk Ho mengendarai motornya itu menuju sekolah Byeong-Moon dan dia melihat berbagai poster yang menuntut agar sekolah itu segera ditiadakan di daerah sekolah itu. Kang Suk Ho pergi ke suatu kios dekat sekolah itu dan mengobrol sebentar dengan paman penjaga kios yang mengomel tentang kelakuan anak-anak sekolah Byeong-Moon yang menyebabkan ketidak nyamanan. Istri paman penjaga kios itu dateng menghampiri mereka dan ngomel juga tentang kelakuan anak-anak sekolah itu. Sementara Kang Suk Ho hanya diam saja.

Di salah satu kelas di sekolah Byeong-moon. Seorang guru bahasa inggris sedang menjelaskan di depan kelas dan ketika dia melihat ke arah murid-muridnya , ternyata hampir semua muridnya itu sedang tertidur. Si guru itu pun mencoba membangunkan satu-satu muridnya tapi tidak berhasil. Guru itu menatap sekeliling kelas dan dia menemukan salah seorang murid yang tidak tidur dan sedang mencatat sesuatu di bukunya. Guru itu pun semangat dan menghampiri murid yang bernama Bong Goo. Guru itu melihat catatan Bong Goo dan dia langsung menyun kembali karena yang di catat Bong Goo adalag Bab 5 sedangkan mereka baru sampai Bab 4 ahahahaha.

Di ruang guru, para guru kaget ketika mendengar kabar bahwa sekolah akan ditutup. Guru bahasa Inggris yang bernama Han Soo Jung juga ikut kaget mendengar itu dan langsung protes kepada kepala sekolah yang seorang perempuan dan gayanya terlihat centil. Kepala sekolah yang bernama Jang Mari itu menyuruh agar guru-guru pada tenang karena itu belum pasti dan ada seorang pengacara yang akan datang untuk menilai sekolah itu dahulu lalu ada kepastian apakah sekolah itu akan di bubarkan atau tidak.

Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu ruang guru dan datanglah pengacara yang di maksud oleh kepala jang dan pengacara itu ternyata Kang Suk Ho. Guru-guru langsung pada nanya tentang kepastian penggusuran tanah itu kepada Kang Suk Ho tapi Kang Suk Ho menjawab dengan bilang bahwa hasilnya akan di umumkan besok. Lalu Kang Suk Ho bilang kepada kepala sekolah Jang kalau dia ingin membicarakan tentang tanah sekolah dan Kepala sekolah Jang mengajak Kang Suk Ho untuk membicarakan hal itu di ruangannya.

Kang Suk Ho dan Kepala sekolah Jang pun berjalan menuju ruang kepala sekolah dan dari belakang Han Soo mengejar mereka berdua dan bilang kepada Kang Suk Ho kalau sekolah itu ngga boleh ditutup karena dia memikirkan masa depan para muridnya. Han Soo bertanya kepada Kang Suk Ho, “coba kamu pikirkan jika sekolahmu waktu SMA digurus, bagaimana dengan teman-teman sekelasmu? Kau akan berpisah dengan mereka dan akan sangat kasian jika mereka pindah ke sekolah lain dan diejek bodoh oleh teman-teman barunya.” Kang Suk Ho bilang kalau dia tidak peduli dengan sekolah dan langsung meninggalkan Han So. Han So pun kembali berteriak bahwa dia tidak bisa meninggalkan murid-muridnya dan akan sangat buruk jika para murid berpisah. Kang Suk Ho terdiam dan berbalik ke arah Han Soo dan bilang bahwa masalah itu harap disampaikan kepada komite dan bukan kepada dirinya. Kan Suk Ho pun akhirnya meninggalkan Han Soo yang diam.

Di ruang kepala sekolah, kepala sekolah Jang membuatkan kopi untuk Kang Suk Ho dan mengatakan bahwa dia ingin agar Kang Suk Ho mengatakan apa yang ingin di katakana. Lalu Kang Suk Ho menanyakan tentang kepala sekolah yang terdahulu yang merupakan ayah dari kepala sekolah Jang. Kepala sekolah Jang bercerita kalau dia ngga suka pekerjaan menjadi kepala sekolah tapi ayahnya menitipkan sekolah itu kepadanya agar di rawat dengan benar.

Kang Suk Ho keluar dari ruangan kepala sekolah dan berjalan di lorong kelas dimana murid-murid sekolah Byeong-Moon sedang bermain-main di lorong. Bahkan di dalam kelas pun, murid-muidnya pada asik bermain. Tiba-tiba ada bayang-bayang masa lalu Kang Suk Ho dimana ada suara kaca pecah dan ada beberapa murid yang berantem. Bayang-bayang itu pun menghilang karena HP Kang Suk Ho berbunyi.

Ternyata yang menelfon ke HP Kang Suk Ho itu adalah temannya yang menawarkan pekerjaan. Temannya itu member tahu kabar penting tentang penggusuran tanah di sekitar sekolah Byeong-Moon yang akan di jadikan apartment dan sekolah Byeong Moon sendiri akan di jadikan sebuah sekolah khusus yang tentunya akan sangat berbeda dengan sekolah Byeng-Moon yang terkenal nakal-nakal.

Kang Suk Ho pun keluar dari Byeong-Moon dan pergi menuju parkiran dimana dia memarkirkan motornya. Lalu dia melihat anak-anak Byeong-Moon yang sedang berkeliaran disekitar sekolahnya, ada yang pacaran, manjat dinding, dll. Dan para tetangga di sekitar situ merasa resah dengan tingkah siswa Byeng-Moon. Kang Suk Ho tiba-tiba mengingat masa lalunya dimana dia pernah berantem dan dia juga teringat kata-kata Han Soo yang bilang bahwa Han Soo tidak dapat membiarkan murid-muridnya itu terpisah karna akan menjadi sangat buruk jika mereka terpisah. Dan akhirnya Kang Suk Ho pun bilang bahwa dia tidak bisa menghentikan semuanya itu sekarang.

Anak laki-laki pengantar Mie yang ternyata bernama Baek Hyun itu berjalan ke arah rumahnya dan melihat neneknya sedang menobrol dengan seseorang di luar rumah. Baek Hyun menghampiri neneknya dan bertanya ada apa. Neneknya bilang ngga ada apa-apa dan mengajak Baek Hyun masuk ke dalam rumah, tapi Baek Hyung ngga mau dan malah marah-marah sama laki-laki yag sedang mengobrol dengan neneknya itu. Ternyata laki-laki itu adalah yang memiliki rumah yang di kontrakan oleh Baek Hyun dan neneknya. Laki-laki itu meminta agar Baek Hyun dan Neneknya segera meninggalkan rumah itu karena rumah itu akan diambil oleh pemerintah. Baek Hyun jelas marah-marah dan hampir menghajar laki-laki itu karena merasa telah di tipu, tapi laki-laki itu bilang kalau pada perjanjian dulu mereka sudah setuju bahwa mereka akan meninggalkan rumah jika akan ada penggusuran. Baek Hyun tambah emosi tapi neneknya langsung mencegah Baek Hyun menghajar laki-laki itu.

Di dalam rumah, Baek Hyun bilang kepada neneknya kalau dia tidak tahu menahu tentang perjanjian rumah itu. Lalu neneknya menjelaskan bahwa dulu dia menyetujui perjanjian itu karena harga rumah itu sangat murah dan uang sisa dari kontrak rumah di pakai untuk biaya sekolah Baek Hyung. Nenek Baek Hyun pun mencoba menenangkan Baek Hyun dengan bilang bahwa mereka bisa tinggal di rumah lain. Tiba-tiba nenek Baek Hyun melihat ayam goreng yang di bawa oleh Baek Hyun. Baek Hyun bilang kalau ayam goreng itu di beli dari hasil dia bekerja, neneknya terharu dan bilang kalau sifat Baek Hyun itu mirip sama mendiang ibu Baek Hyun. Lalu Neneknya itu bilang kepada Baek Hyun supaya dia rajin belajar agar suatu saat nanti jika neneknya meninggal, neneknya itu tidak akan malu jika bertemu dengan ibu dan Bapa Baek Hyun.

Bong Goo, murid Byeong-Moon yang gendut itu sedang diem di dapur restaurant milik keluarganya sambil membaca buku. Ayahnya dateng dan memberitahu Bong Goo agar makan bersama. Di meja makan, ibu dan ayahnya terus memuji Bong Goo. Bahkan ibunya bilang bahwa Bong Goo itu mirip pangeran ketika sedang makan (iyucks mirip dari hongkong hah?) lalu ayahnya juga bilang bahwa Bong Goo harus belajar yang rajin supaya bisa meneruskan restaurant milik keluarganya itu.

Chan Doo, muris Byeong-Moon yang gemar sekali nge-dance dan denger music. (keren banget deh pas ada adegan nge-dance) pas lagi nge-dance di kamarnya, tiba-tiba ibunya masuk ke kamar dan bilang kalau ayahnya akan segera datang dan music pun langsung di matikan. Baru aja ibunya mau ngasih tau kenapa ayah Chan Doo cepet pulang, eeeh ayahnya itu udah masuk ke dalam kamar Chan Doo dan menyentuh music player yang hangat. Ibunya mencoba membantu Chan Doo dengan bilang kalau music player itu suka hangat kalu di matikan (bukannya sebaliknya ya?) ayahnya itu masang tampang jutek dan nanya ke Chan Doo kenapa Chan Doo belum pergi sekolah? Chan Doo pun bilang kalau dia mau pergi sekolah dan langsung mengambil tas dan pergi ke luar. Sementara ibunya bilang kepada ayahnya kalau Chan Doo belajar sangat rajin.

Di luar rumah, Chan Doo mendapat telfon dari salah seorang temannya yang bernama Hyun Jung yang meminta Chan Doo agar menemaninya berbelanja. Chan Doo mau menolak, tapi Hyun Jung langsung bilang kalau dia akan menyerahkan gitar mlik Chan Doo kepada ayah Chan Doo. Belum sempet Chan Doo jawab eeeh si Hyun Jung langsung matiin HPnya dan melanjutkan berbelanjanya.

Pul Ip, adalah perempuan yang menyobek-nyobek kertas ulangannya di atas jembatan penyebrangan. Dia baru pulang ke rumah dan ketika masuk rumahnya dia malah bertemu dengan ibunya dan seorang laki-laki yang bersama dengan ibunya. Ibunya ini memiliki sebuah kedai minum dan tempat karaokean sehingga pelanggan yang dateng kebanyakan laki-laki. Ibunya sempet memarahi Pul Ip yang tidak sopan sama teman laki-lakinya, tapi teman laki-lakinya itu bilang kalau Pul Ip mungkin cape baru pulang sekolah makanya marah-marah melulu. Sementara itu Pul Ip ada di dalam kamarnya sedang berusaha keras belajar, tapi dia terganggu suara karaoke yang di putar sangat kencang dari luar kamarnya. Dan akhirnya dia pun ngga bisa belajar sama sekali.

Chan Doo dan Hyun Jung datang ke rumah Baek Hyun dan bertemu dengan nenek. Nenek bilang kalau Baek Hyun lagi pergi keluar jalan-jalan, lalu nenek bilang ke Hyun Jung kalau Baek Hyun itu ngga suka sama dia dan kenapa Hyun Jung masih tetep berusaha mendekati Baek Hyun? Hyun Jung hanya menundukan kepalanya sedangkan Chan Doo tertawa geli. Lalu nenek melihat Hyun Jung membawa kantong belanjaan dan nenek sempet mau ngintip barang apa yang ada di dalam kantong itu, tapi Hyun Jung buru-buru memindahkan kantong itu ke belakang sehingga nenek tidak bisa melihatnya.

Sementara itu Baek Hyun yang mengakunya pergi jalan-jalan ternyata lagi duduk di pinggir sungai sambil memikirkan kata-kata laki-laki yang tadi datang ke rumahnya yang bilang kalau dia dan neneknya harus segera pindah dari tempat tinggalnya yang sekarang.

Dan ternyata Kang Suk Ho di kantornya itu sedang membuat bahan persentasi untuk besok dia mengerjalan itu mulai dari jam 1 malam sampai jam 5 pagi. Dia begadang semalaman hanya untuk mengerjakan bahan persentasi yang besok paginya lagsung dia bawa ke sekolah Byeong-Moon.

Keesokan paginya, Pulp Ip lagi jalan menuju sekolah dan tiba-tiba Hyun Jung datang sambil membawa kantong belanjaan yang semalam di bawa ke rumah Baek Hyun dan memperlihatkan isi kantong itu kepada Pulp Ip yang ternyata isinya itu sebuah celana jeans. Chan Doo datang dan mengerjai Pulp Ip dan berlari-lari. Lalu Hyun Jung mengajak Pulp Ip pergi ke toko buku dulu sebelum pergi ke sekolah.

Di toko buku, Pulp Ip ingat kalau dia harus membeli buku matematika tapi dia sedang tidak punya uang. Hyun Jung juga mengingatkan Pulp Ip untuk membeli buku bahasa inggris. Pulp Ip bingung dan mencoba meminjam uang dari Hyun Jung tapi Hyun Jung bilang kalau dia tidak punya uang lagi karna uangnya mau dipake beli buku juga. Pulp Ip kebingungan sambil melihat isi dompetnya dan ternyata di toko buku itu ada Kang Suk Ho yang sedang melihat Pulp Ip.

Kang Suk Ho menghampiri Pulp Ip dan bilang kepada Pulp Ip kalau dia akan memberikan Pulp Ip 50000 Won jika Pulp Ip mau melakukan sesuatu hanya dalam waktu 10 menit. Jelas aja Pulp Ip yang mendengar itu langsung tertarik apalagi dia sedang membutuhkan uang untuk membeli buku-buku.

Di ruangan kepala sekolah, Kang Suk Ho sedang mengobrol dengan kepala sekolah Jang membicarakan agar sekolah tidak ditutup tahun itu melainkan tahun depan. Jelas aja kepala sekolah Jang langsung menolak itu semua karena sejak awal kepala sekolah Jang tidak mau memimpin sekolahan itu karena pekerjaan menjadi kepala sekolah sangat melelahkan apalagi dia harus menulis laporan dan yang lainnya sehingga dia menolak tawaran Kang Suk Ho itu mentah-mentah.

Kang Suk Ho tidak kehilangan akal untuk membujuk kepala sekolah Jang sehingga dia pun bilang ke kepala sekolah Jang kalau misalnya sekolah ditutup maka urusannya akan lebih ribet dari pekerjaan kepala sekolah sehari-hari dan kepala sekolah Jang bakal ditanya macam-macam tentang dana sekolah. Jelas aja kepala sekolah Jang yang tidak mau repot mulai bimbang apakah dia harus menutup sekolah itu atau memberikan waktu 1 tahun lagi baru menutup sekolahan itu?

Kang Suk Ho juga bilang kalau dia sudah tau masalah hutang pihutang Kepala sekolah Jang yang menumpuk. Kepala sekolah Jang kaget denger itu dan langsung nanya apa yang sebenernya Kang Suk Ho mau? Kang Suk Ho pun bilang kepada kepala sekolah Jang supaya memberikan dia waktu 1 tahun untuk membuat sekolah Byeong-Moon kembali aktif.

Sementara itu di ruang guru, ada seorang guru yang sudah mendapatkan pekerjaan sebagai guru di sekolah lain. Han Soo yang mendengar itu kaget dan dia pun mengajak ke guru-guru lain untuk menulis sebuah artikel di Koran agar sekolah Byeong-Moon tidak di bubarkan. Tapi guru-guru yang lain pada ngga peduli dan nyuekin Han Soo.

Di ruang kepala sekolah, Kepala sekolah Jang dan Kang Suk Ho masih ngobrolin tentang sekolah. Kepala sekolah Jang nanya gimana cara membuat sekolah Byeong Moon kembali di pandang oleh masyarakat? Dan Kang Suk Ho pun bilang dengan cara membuat beberapa siswa keterima di universitas terbaik di Korea yaitu universitas Cheon Ha. Kepala sekoalh Jang kaget denger itu dan tertawa karena dalam sejarah sekolah Byeong Moon belum ada yang pernah di terima di universitas Cheon Ha. Tapi Kang Suk Ho tetap yakin dengan hal itu. Kepala sekolah Jang mau menolak tawaran Kang Suk Ho itu tapi Kang Suk Ho mengancam akan memberikan bukti bahwa sekolah bangkrut karena Kepala sekolah Jang sehingga kepala sekolah Jang pun menyetujui hal itu.

Di kelas, Pulp Ip sedang mengerjakan soal lalu Bong Goo mencoba menanyakan satu soal ke Pulp Ip tapi Pulp Ip juga ngga ngerti soal itu. Tiba-tiba dateng Chung Min pengacau di kelas yang mengambil pulpen Bong Goo yang baru di beli kemarin. Pulp Ip yang melihat hal itu langsung marah-marah ke Chung Min supaya ngebalikin pulpen Bong Goo. Bong Goo yang ngga mau ada masalah bilang ke Chung Min kalau pulpen itu boleh buat Chung Min, si Chung Min udah keburu kesel sama Pulp Ip sehingga dia menjatuhkan pulpen itu ke lantai dan menginjak pulpen itu sampai rusak. Chan Doo melihat itu dan mau membela Pulp Ip tapi Hyun Jung melarangnya.

Di kelas sekarang saatnya pelajaran Han Soo dan murid-murid pun langsung masuk ke kelas. Han Soo sadar ada satu bangku yang kosong yang ternyata itu bangku Baek Hyun. Dia nanya kemana perginya Baek Hyun? Chan Doo bilang kalau Baek Hyun hari ini ngga sekolah dan Hyun Jung juga bilang kalau HP Baek Hyun ngga bisa di telfon sama sekali.

Ternyata Baek Hyun ngga masuk sekolah untuk mencari tempat tinggal buat dia dan neneknya. Tapi sayangnya muskipun dia sudah mencari-cari kesana kesini tapi tetep aja dia belum nemu tempat yang tepat. Sementara itu HPnya terus berbunyi karna ada panggilan dari Hyun Jung tapi dia ngga nerima panggilan itu.

Di kelas Hyun Jung masih berusaha nelfon Baek Hyun yang di kasih nama ‘husband’ di kontak HP-nya tapi lagi-lagi Baek Hyun ngga ngangkat telfon itu. Tiba-tiba Kang Suk Ho masuk ke kelas dan bilang kalau dia ada urusan sama Pulp Ip. Han Soo jelas kaget denger Kang Suk Ho ada urusan dengan Pulp Ip dan menyuruh Pulp Ip agar tetap diam di kelas. Tapi Pulp Ip akhirnya lebih memilih untuk ikut Kang Suk Ho keluar setelah meminta maaf terlebih dahulu ke Han Soo.

4 orang guru diam-diam sedang menguping pembicaraan antara Kang Suk Ho dengan anggota komite sekolah di ruang music. Kang Suk Ho bilang bahwa dia akan membuat 5 orang murid dari sekolah Byeong-Moon diterima di universitas Cheon Ha dan salah satu murid yang bersedia adalah Pulp Ip. Pulp Ip di panggil masuk ke ruang music, Pulp Ip sendiri kaget ketika mendengar Kang Suk Ho bilang bahwa dirinya bersedia menjadi salah satu murid yang akan masuk ke universitas Cheon Ha. Jelas aja anggota komite ngga percaya hal itu dan Han Soo yang ikut menguping pembicaraan itu juga langsung ngomong ke Kang Suk Ho bahwa hal itu ngga mungkin terjadi tapi Kang Suk Ho malah bilang ke Han Soo bahwa dia akan membuat sekolah Byeong Moon terkanal dan tentunya itu akan membuat sekolah itu tidak jadi di gusur.

Setelah pertemuan di ruang music itu, Kang Suk Ho pergi keluar bersama Pulp Ip. Kang Suk Ho nanya apakah Pulp Ip ingin masuk universitas Cheon Ha? Pulp Ip malah ketawa dan bilang kalau dia ngga akan mungkin masuk ke universitas itu karena dia tidak pintar. Kang Suk Ho memberikan nasihat kepada Pulp Ip agar Pulp Ip tidak menyerah begitu aja tanpa ada upaya sama sekali. Pulp Ip sempet kesel sama Kang Suk Ho sehingga dia langsung meninggalkan Kang Suk Ho yang masih teriak dari belakang bahwa dia akan membuat mimpi Pulp Ip itu menjadi kenyataan dan akan membuat hidup Pulp Ip berubah.

Di ruang kepala sekolah, kepala sekolah Jang memperlihatkan surat kontrak perjanjian kepada Kang Suk Ho. Surat itu berisi perjanjian dimana pihak sekolah akan membuat satu kelas khusus untuk Kang Suk Ho mengajar namun dengan syarat bahwa Kang Suk Ho harus menemukan 5 siswa yang mau masuk ke kelas khusus itu dan dibimbing untuk masuk ke universitas Cheon Ha dan syarat ke dua adalah nilai kelima siswa tersebut harus naik 70% selama di kelas itu. Kang Suk Ho pun menandatangani surat itu namun dia bilang ke kepala sekolah Jang agar merahasiakan syarat nomor 2 itu karena dia takut kelima siswa kelas khusus akan merasa tertekan jika mengetahui hal itu.

Pulp Ip lagi jalan ke arah kelasnya dan ketemu sama Chan Doo dan Hyun Jung yang langsung nanya apakah Pulp Ip benar akan ke universitas Cheon Ha? Tapi Pulp Ip bilang kalau dia ngga akan ke universitas itu. Lalu Baek Hyun dateng ke sekolah dan itu bikin Hyun Jung langsung lari ke arah Baek Hyun tapi Baek Hyun ngehindar dari Hyun Jung. Chan Doo dan Pulp Ip nanya kenapa Baek Hyun terlambat? Tapi Baek Hyun malah jawab dia terlambat karena dia adalah sampah (loh?) lalu Baek Hyun masuk ke dalam kelas diikuti oleh yang lainnya.

Sementara itu di ruang guru, Kang Suk Ho sedang mencari data murid-murid yang akan masuk ke kelas khusus untuk masuk keuniversitas Cheon Ha. Dia melihat ada foto Baek Hyun dan inget sama tukan pengantar mie yang dulu. Lalu dia bilang kepada guru-guru yang lain bahwa dia akan mengadakan penyelidikan kepada guru-guru untuk memilih guru mana yang pantas mengajar di kelas khusus. Tapi guru-guru kelihatan tidak tertarik untuk mengajar di kelas khusus itu. Lalu Kang Suk Ho juga bilang bahwa dia akan memilih wali kelas husus tapi guru-guru yang lain ngga ada yang bersedia dan menyuruh Kang Suk Ho saja yang menjadi wali kelas khusus itu. Guru-guru pun kembali bubar dan menlanjutkan akitifitas mereka masing-masing.

Kepala sekolah Jang mengumumkan kepada seluruh siswa kelas 3 dan para guru agar berkumpul di ruang serba guna sekolah karna akan membahas tentang universitas. Di ruang guru, guru-guru pun mulai keluar dari ruang guru menuju ruang serba guna. Kang Suk Ho memanggil Han Soo dan nanya apakah Han Soo tidak percaya padanya bahwa dia akan merubah sekolah Byeong Moon? Han Soo Cuma ngejawab bahwa 3 hari lagi juga Kang Suk Ho akan pergi dari Byeong-Moon sehingga dia tidak peduli akan hal itu.

Di gedung serba guna seluruh seiswa kelas 3 berkumpul. Guru-guru masuk ke ruangan itu tapi murid-murid semuanya pada nyuekin guru-guru dan terus ribut. Bahkan Kepala sekolah Jang sampai berteriak di podium menyuruh semua murid agar diam tapi tidak berhasil. Dia pun akhirnya bilang kalau akan ada kelas baru yaitu kelas khusus untuk ke universitas Cheon Ha dan seorang guru baru akan menjelaskan semuanya itu. Kepala sekolah Jang turun dari podium dan semua siswa tetep dalam keadaan ribut.

Kang Suk Ho masuk ke panggung dan berjalan ke arah podium. Murid-murid masih tetep ribut tapi lama-lama mereka diem dan melihat ke arah Kang Suk Ho yang diem juga. Ada murid yang marah-marah ke Kang Suk Ho karena Kang Suk Ho hanya diam saja. Bahkan murid itu mengajak Kang Suk Ho berantam sehingga murid lain pun kembali ribut tapi tiba-tiba Kang Suk Ho memukul meja dan berteriak agar diam sehingga murid-murid langsung pada takut padanya.

Kang Suk Ho pun mulai berbicara di depan podium dengan bilang bahwa murid-murid Byeong Moon adalah sekumpulan orang-orang bodoh yang harus berubah jika ingin menjadi orang sukses karena orang sukses harus punya otak. Salah satu murid ada yang nanya, gimana cara membuat menjadi pintar? Kang Suk Ho pun bilang dengan cara belajar. Murid-murid jelas langsung ngeremehin omongan Kang Suk Ho itu. Kang Suk Ho lalu bilang bahwa akan di buka sebuah kelas yang muridnya hanya 5 dan murid-murid itu akan masuk ke universitas Cheon Ha. Kang Suk Ho juga bilang bahwa dia ngga butuh universitas lain dan yang dia butuhkan hanya universitas Cheong Ha. Tiba-tiba dari arah murid-murid ada seseorang yang melempar bola basket ke arah Kang Suk Ho.

Murid-murid dan guru-guru kaget melihat Kang Suk Ho di lempar bola basket. Dan ternyata yang melempar bola basket itu adalah Baek Hyun. Baek Hyun bilang kalau Kang Suk Ho itu gila karena ingin membuat 5 murid dari sekolah Byeong-Moon masuk ke universitas Cheon Ha. Lalu Baek Hyun bertanya, “apakah kamu itu lulusan Cheon Ha?” Kang Suk Ho menjawab kalau dia bukan lulusan Cheon Ha. Jelas murid-murid yang denger itu langsung ngeledek Kang Suk Ho. Kang Suk Ho berjalan mendekati Baek Hyun dan bilang kalau dia ngga suka sama Universitas Cheon Ha dan dia disini hanya mau membantu murid-murid pembuat masalah. Baek Hyun jelas emosi disebut murid pembawa masalah dan dia pun siap-siap mau ngehajar Kang Suk Ho tapi langsung di tahan oleh Chan Doo.

Kang Suk Ho juga bilang “apa kah kalian tidak malu melihat spanduk di depan sekoah kalian yang bilang kalau sekolah kalian harus dibubarkan karena kalian selalu membuat masalah di daerah ini?” Lalu kang Suk Ho bilang bahwa mereka semua harus membuktikan kepada masyarakat bahwa mereka adalah orang yang bermartabat dengan masuk ke universitas Cheon Ha. Kang Suk Ho jongkok ngambil bola basket yang di lempar Baek Hyun tadi dan melemparnya ke arah ring yang langsung masuk. Murid-murid dan guru-guru yang melihat itu jelas kagum ke Kang Suk Ho. Sementara Baek Hyun natap Kang Suk Ho dengan tatapan kebencian.

Pst : well aga bosen nonton episode 1 drama yang satu ini muskipun rating di Koreanya peringkat 5. awalnya gw kira para pemainnya masih muda-muda, ternyata ada yang udah tua. ckckck tapi ya lumayan lah. oh ya episode 2 gw belum dapetin -___- jadi mungkin review episode 2-nya bakalan lama. maaf yeeee ;)

Sementara itu, Kang Suk Ho adalah seorang pengacara yang bisa dibilang tidak terlalu sukses dan mempunyai suatu kantor pengacara yang kecil. Suatu hari, ada seorang temannya yang datang dan membawakan map berisi tentang sekolah Byeong-Moon dan temannya itu menceritakan bahwa sekolah Byeong-Moon ini memiliki reputasi yang jelek.

Di sekolah itu terdapat sekumpulan murid bodoh dan sekumpulan murid yang kerjaannya hanya membuat masalah. Setiap tahun angka penerimaan murid baru selalu menurun dan murid-murid yang pinter pun lebih memilih untuk pindah ke sekolah lain. Nah perusahaan yang mendirikan sekolah itu sedang dilanda krisis ekonomi apalagi si kepala sekolahnya itu sedang sakit. Pihak sekolah mencoba menjaga dan memperbaiki kualitas muridnya sebelum pemerintah ikut campur tangan.

Ternyata maksud teman Kang Suk Ho datang itu mau memberikan pekerjaan untuk Kang Suk Ho. Pekerjaan itu adalah penghancuran lahan sekolah Byeong-Moon yang membuat Kang Suk Ho sempet kaget mendengar pekerjaan yang akan di berikan oleh temannya itu.

Tiba-tiba ada seorang pengantar Mie yang datang dan langsung menerobos masuk ke dalam kantor Kang Suk Ho. Kang Suk Ho bilang ke anak laki-laki itu supaya mengantarkan 1 pesanan mie lagi untuk temannya, tapi anak laki-laki itu menolak untuk bolak-balik. Kang Suk Ho pun menasehati anak laki-laki itu agar mengerjakan tugasnya dengan benar-benar dan bersikap sopan santun. Anak laki-laki itu hanya diam dan langsung keluar dari kantor pengacara itu setelah menerima uang pembayaran beli mie itu.

Anak laki-laki itu keluar dari kantor Kang Suk Ho menuju motornya yang di parkir di sebelah motor Kang Suk Ho. Dia kesel dengan perlakuan Kang Suk Ho tadi sehingga dia mengeluarkan spidol dari balik jaketnya dan mencoret-coret stiker yang bertuliskan ‘Pengacara Kang Suk Ho’ di motor Kang Suk Ho.

Kang Suk Ho sedang berada di kantornya sampe tengah malam. Dia berjalan ke arah jendela dan memikirkan tentang sekolah Byeong-Moon yang bangkrut. Lalu ada flashback dimana dia masih menjadi murid sekolah yang sedang berkelahi dan bilang “saya berharap sekolah ini akan runtuh!” (hmm apa Byeng-Moon itu sekolahnya si Kang Suk Ho dulu ya?)
href="file:///C:%5CUsers%5CUser%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml">< rel="themeData" href="file:///C:%5CUsers%5CUser%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx">< rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CUsers%5CUser%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml">

Besok paginya, Kang Suk Ho udah dandan rapih dan langsung naik motornya menuju suatu tempat. Ketika lampu merah, di sebelah motor Kang Suk Ho ada motor anak laki-laki yang mengatar mie ke kantornya kemarin. Kang Suk Ho ngga menyadari itu, tapi si anak laki-laki itu sadar dan langsung menendang motor Kang Suk Ho dan anak laki-laki itu langung ngebut meninggalkan motor Kang Suk Ho. Kang Suk Ho ternyata mengejar motor anak laki-laki itu bahkan mereka jadi kebut-kebutan di jalanan. Dan kebut-kebutan itu berakhir ketika ada mobil polisi yang menyuruh motor anak laki-laki itu untuk berhenti sedangkan Kang Suk Ho berhasil kabur dari kejaran polisi itu.

Nah pas Kang Suk Ho lagi adem ayem ngendarain motornya, tiba-tiba ada kertas jatuh yang menutupi kaca helm-nya sehingga dia memberhentikan motornya dipinggir jalan dan melihat kertas apa itu. Ketika di lihat, ternyata itu kertas ualngan yang bernilai 25. Kang Suk Ho melihat ke atas dan menemukan seorang anak perempuan yang berdiri di jembatan penyebrangan sambil merobek kertas-kertas ulangannya. Kang Suk Ho hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya dan melanjutkan perjalanannya ke suatu tempat.

Ternyata Kang Suk Ho mengendarai motornya itu menuju sekolah Byeong-Moon dan dia melihat berbagai poster yang menuntut agar sekolah itu segera ditiadakan di daerah sekolah itu. Kang Suk Ho pergi ke suatu kios dekat sekolah itu dan mengobrol sebentar dengan paman penjaga kios yang mengomel tentang kelakuan anak-anak sekolah Byeong-Moon yang menyebabkan ketidak nyamanan. Istri paman penjaga kios itu dateng menghampiri mereka dan ngomel juga tentang kelakuan anak-anak sekolah itu. Sementara Kang Suk Ho hanya diam saja.

Di salah satu kelas di sekolah Byeong-moon. Seorang guru bahasa inggris sedang menjelaskan di depan kelas dan ketika dia melihat ke arah murid-muridnya , ternyata hampir semua muridnya itu sedang tertidur. Si guru itu pun mencoba membangunkan satu-satu muridnya tapi tidak berhasil. Guru itu menatap sekeliling kelas dan dia menemukan salah seorang murid yang tidak tidur dan sedang mencatat sesuatu di bukunya. Guru itu pun semangat dan menghampiri murid yang bernama Bong Goo. Guru itu melihat catatan Bong Goo dan dia langsung menyun kembali karena yang di catat Bong Goo adalag Bab 5 sedangkan mereka baru sampai Bab 4 ahahahaha.

Di ruang guru, para guru kaget ketika mendengar kabar bahwa sekolah akan ditutup. Guru bahasa Inggris yang bernama Han Soo Jung juga ikut kaget mendengar itu dan langsung protes kepada kepala sekolah yang seorang perempuan dan gayanya terlihat centil. Kepala sekolah yang bernama Jang Mari itu menyuruh agar guru-guru pada tenang karena itu belum pasti dan ada seorang pengacara yang akan datang untuk menilai sekolah itu dahulu lalu ada kepastian apakah sekolah itu akan di bubarkan atau tidak.

Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu ruang guru dan datanglah pengacara yang di maksud oleh kepala jang dan pengacara itu ternyata Kang Suk Ho. Guru-guru langsung pada nanya tentang kepastian penggusuran tanah itu kepada Kang Suk Ho tapi Kang Suk Ho menjawab dengan bilang bahwa hasilnya akan di umumkan besok. Lalu Kang Suk Ho bilang kepada kepala sekolah Jang kalau dia ingin membicarakan tentang tanah sekolah dan Kepala sekolah Jang mengajak Kang Suk Ho untuk membicarakan hal itu di ruangannya.

Kang Suk Ho dan Kepala sekolah Jang pun berjalan menuju ruang kepala sekolah dan dari belakang Han Soo mengejar mereka berdua dan bilang kepada Kang Suk Ho kalau sekolah itu ngga boleh ditutup karena dia memikirkan masa depan para muridnya. Han Soo bertanya kepada Kang Suk Ho, “coba kamu pikirkan jika sekolahmu waktu SMA digurus, bagaimana dengan teman-teman sekelasmu? Kau akan berpisah dengan mereka dan akan sangat kasian jika mereka pindah ke sekolah lain dan diejek bodoh oleh teman-teman barunya.” Kang Suk Ho bilang kalau dia tidak peduli dengan sekolah dan langsung meninggalkan Han So. Han So pun kembali berteriak bahwa dia tidak bisa meninggalkan murid-muridnya dan akan sangat buruk jika para murid berpisah. Kang Suk Ho terdiam dan berbalik ke arah Han Soo dan bilang bahwa masalah itu harap disampaikan kepada komite dan bukan kepada dirinya. Kan Suk Ho pun akhirnya meninggalkan Han Soo yang diam.

Di ruang kepala sekolah, kepala sekolah Jang membuatkan kopi untuk Kang Suk Ho dan mengatakan bahwa dia ingin agar Kang Suk Ho mengatakan apa yang ingin di katakana. Lalu Kang Suk Ho menanyakan tentang kepala sekolah yang terdahulu yang merupakan ayah dari kepala sekolah Jang. Kepala sekolah Jang bercerita kalau dia ngga suka pekerjaan menjadi kepala sekolah tapi ayahnya menitipkan sekolah itu kepadanya agar di rawat dengan benar.

Kang Suk Ho keluar dari ruangan kepala sekolah dan berjalan di lorong kelas dimana murid-murid sekolah Byeong-Moon sedang bermain-main di lorong. Bahkan di dalam kelas pun, murid-muidnya pada asik bermain. Tiba-tiba ada bayang-bayang masa lalu Kang Suk Ho dimana ada suara kaca pecah dan ada beberapa murid yang berantem. Bayang-bayang itu pun menghilang karena HP Kang Suk Ho berbunyi.

Ternyata yang menelfon ke HP Kang Suk Ho itu adalah temannya yang menawarkan pekerjaan. Temannya itu member tahu kabar penting tentang penggusuran tanah di sekitar sekolah Byeong-Moon yang akan di jadikan apartment dan sekolah Byeong Moon sendiri akan di jadikan sebuah sekolah khusus yang tentunya akan sangat berbeda dengan sekolah Byeng-Moon yang terkenal nakal-nakal.

Kang Suk Ho pun keluar dari Byeong-Moon dan pergi menuju parkiran dimana dia memarkirkan motornya. Lalu dia melihat anak-anak Byeong-Moon yang sedang berkeliaran disekitar sekolahnya, ada yang pacaran, manjat dinding, dll. Dan para tetangga di sekitar situ merasa resah dengan tingkah siswa Byeng-Moon. Kang Suk Ho tiba-tiba mengingat masa lalunya dimana dia pernah berantem dan dia juga teringat kata-kata Han Soo yang bilang bahwa Han Soo tidak dapat membiarkan murid-muridnya itu terpisah karna akan menjadi sangat buruk jika mereka terpisah. Dan akhirnya Kang Suk Ho pun bilang bahwa dia tidak bisa menghentikan semuanya itu sekarang.

Anak laki-laki pengantar Mie yang ternyata bernama Baek Hyun itu berjalan ke arah rumahnya dan melihat neneknya sedang menobrol dengan seseorang di luar rumah. Baek Hyun menghampiri neneknya dan bertanya ada apa. Neneknya bilang ngga ada apa-apa dan mengajak Baek Hyun masuk ke dalam rumah, tapi Baek Hyung ngga mau dan malah marah-marah sama laki-laki yag sedang mengobrol dengan neneknya itu. Ternyata laki-laki itu adalah yang memiliki rumah yang di kontrakan oleh Baek Hyun dan neneknya. Laki-laki itu meminta agar Baek Hyun dan Neneknya segera meninggalkan rumah itu karena rumah itu akan diambil oleh pemerintah. Baek Hyun jelas marah-marah dan hampir menghajar laki-laki itu karena merasa telah di tipu, tapi laki-laki itu bilang kalau pada perjanjian dulu mereka sudah setuju bahwa mereka akan meninggalkan rumah jika akan ada penggusuran. Baek Hyun tambah emosi tapi neneknya langsung mencegah Baek Hyun menghajar laki-laki itu.

Di dalam rumah, Baek Hyun bilang kepada neneknya kalau dia tidak tahu menahu tentang perjanjian rumah itu. Lalu neneknya menjelaskan bahwa dulu dia menyetujui perjanjian itu karena harga rumah itu sangat murah dan uang sisa dari kontrak rumah di pakai untuk biaya sekolah Baek Hyung. Nenek Baek Hyun pun mencoba menenangkan Baek Hyun dengan bilang bahwa mereka bisa tinggal di rumah lain. Tiba-tiba nenek Baek Hyun melihat ayam goreng yang di bawa oleh Baek Hyun. Baek Hyun bilang kalau ayam goreng itu di beli dari hasil dia bekerja, neneknya terharu dan bilang kalau sifat Baek Hyun itu mirip sama mendiang ibu Baek Hyun. Lalu Neneknya itu bilang kepada Baek Hyun supaya dia rajin belajar agar suatu saat nanti jika neneknya meninggal, neneknya itu tidak akan malu jika bertemu dengan ibu dan Bapa Baek Hyun.

Bong Goo, murid Byeong-Moon yang gendut itu sedang diem di dapur restaurant milik keluarganya sambil membaca buku. Ayahnya dateng dan memberitahu Bong Goo agar makan bersama. Di meja makan, ibu dan ayahnya terus memuji Bong Goo. Bahkan ibunya bilang bahwa Bong Goo itu mirip pangeran ketika sedang makan (iyucks mirip dari hongkong hah?) lalu ayahnya juga bilang bahwa Bong Goo harus belajar yang rajin supaya bisa meneruskan restaurant milik keluarganya itu.

Chan Doo, muris Byeong-Moon yang gemar sekali nge-dance dan denger music. (keren banget deh pas ada adegan nge-dance) pas lagi nge-dance di kamarnya, tiba-tiba ibunya masuk ke kamar dan bilang kalau ayahnya akan segera datang dan music pun langsung di matikan. Baru aja ibunya mau ngasih tau kenapa ayah Chan Doo cepet pulang, eeeh ayahnya itu udah masuk ke dalam kamar Chan Doo dan menyentuh music player yang hangat. Ibunya mencoba membantu Chan Doo dengan bilang kalau music player itu suka hangat kalu di matikan (bukannya sebaliknya ya?) ayahnya itu masang tampang jutek dan nanya ke Chan Doo kenapa Chan Doo belum pergi sekolah? Chan Doo pun bilang kalau dia mau pergi sekolah dan langsung mengambil tas dan pergi ke luar. Sementara ibunya bilang kepada ayahnya kalau Chan Doo belajar sangat rajin.

Di luar rumah, Chan Doo mendapat telfon dari salah seorang temannya yang bernama Hyun Jung yang meminta Chan Doo agar menemaninya berbelanja. Chan Doo mau menolak, tapi Hyun Jung langsung bilang kalau dia akan menyerahkan gitar mlik Chan Doo kepada ayah Chan Doo. Belum sempet Chan Doo jawab eeeh si Hyun Jung langsung matiin HPnya dan melanjutkan berbelanjanya.

Pul Ip, adalah perempuan yang menyobek-nyobek kertas ulangannya di atas jembatan penyebrangan. Dia baru pulang ke rumah dan ketika masuk rumahnya dia malah bertemu dengan ibunya dan seorang laki-laki yang bersama dengan ibunya. Ibunya ini memiliki sebuah kedai minum dan tempat karaokean sehingga pelanggan yang dateng kebanyakan laki-laki. Ibunya sempet memarahi Pul Ip yang tidak sopan sama teman laki-lakinya, tapi teman laki-lakinya itu bilang kalau Pul Ip mungkin cape baru pulang sekolah makanya marah-marah melulu. Sementara itu Pul Ip ada di dalam kamarnya sedang berusaha keras belajar, tapi dia terganggu suara karaoke yang di putar sangat kencang dari luar kamarnya. Dan akhirnya dia pun ngga bisa belajar sama sekali.

Chan Doo dan Hyun Jung datang ke rumah Baek Hyun dan bertemu dengan nenek. Nenek bilang kalau Baek Hyun lagi pergi keluar jalan-jalan, lalu nenek bilang ke Hyun Jung kalau Baek Hyun itu ngga suka sama dia dan kenapa Hyun Jung masih tetep berusaha mendekati Baek Hyun? Hyun Jung hanya menundukan kepalanya sedangkan Chan Doo tertawa geli. Lalu nenek melihat Hyun Jung membawa kantong belanjaan dan nenek sempet mau ngintip barang apa yang ada di dalam kantong itu, tapi Hyun Jung buru-buru memindahkan kantong itu ke belakang sehingga nenek tidak bisa melihatnya.

Sementara itu Baek Hyun yang mengakunya pergi jalan-jalan ternyata lagi duduk di pinggir sungai sambil memikirkan kata-kata laki-laki yang tadi datang ke rumahnya yang bilang kalau dia dan neneknya harus segera pindah dari tempat tinggalnya yang sekarang.

Dan ternyata Kang Suk Ho di kantornya itu sedang membuat bahan persentasi untuk besok dia mengerjalan itu mulai dari jam 1 malam sampai jam 5 pagi. Dia begadang semalaman hanya untuk mengerjakan bahan persentasi yang besok paginya lagsung dia bawa ke sekolah Byeong-Moon.

Keesokan paginya, Pulp Ip lagi jalan menuju sekolah dan tiba-tiba Hyun Jung datang sambil membawa kantong belanjaan yang semalam di bawa ke rumah Baek Hyun dan memperlihatkan isi kantong itu kepada Pulp Ip yang ternyata isinya itu sebuah celana jeans. Chan Doo datang dan mengerjai Pulp Ip dan berlari-lari. Lalu Hyun Jung mengajak Pulp Ip pergi ke toko buku dulu sebelum pergi ke sekolah.

Di toko buku, Pulp Ip ingat kalau dia harus membeli buku matematika tapi dia sedang tidak punya uang. Hyun Jung juga mengingatkan Pulp Ip untuk membeli buku bahasa inggris. Pulp Ip bingung dan mencoba meminjam uang dari Hyun Jung tapi Hyun Jung bilang kalau dia tidak punya uang lagi karna uangnya mau dipake beli buku juga. Pulp Ip kebingungan sambil melihat isi dompetnya dan ternyata di toko buku itu ada Kang Suk Ho yang sedang melihat Pulp Ip.

Kang Suk Ho menghampiri Pulp Ip dan bilang kepada Pulp Ip kalau dia akan memberikan Pulp Ip 50000 Won jika Pulp Ip mau melakukan sesuatu hanya dalam waktu 10 menit. Jelas aja Pulp Ip yang mendengar itu langsung tertarik apalagi dia sedang membutuhkan uang untuk membeli buku-buku.

Di ruangan kepala sekolah, Kang Suk Ho sedang mengobrol dengan kepala sekolah Jang membicarakan agar sekolah tidak ditutup tahun itu melainkan tahun depan. Jelas aja kepala sekolah Jang langsung menolak itu semua karena sejak awal kepala sekolah Jang tidak mau memimpin sekolahan itu karena pekerjaan menjadi kepala sekolah sangat melelahkan apalagi dia harus menulis laporan dan yang lainnya sehingga dia menolak tawaran Kang Suk Ho itu mentah-mentah.

Kang Suk Ho tidak kehilangan akal untuk membujuk kepala sekolah Jang sehingga dia pun bilang ke kepala sekolah Jang kalau misalnya sekolah ditutup maka urusannya akan lebih ribet dari pekerjaan kepala sekolah sehari-hari dan kepala sekolah Jang bakal ditanya macam-macam tentang dana sekolah. Jelas aja kepala sekolah Jang yang tidak mau repot mulai bimbang apakah dia harus menutup sekolah itu atau memberikan waktu 1 tahun lagi baru menutup sekolahan itu?

Kang Suk Ho juga bilang kalau dia sudah tau masalah hutang pihutang Kepala sekolah Jang yang menumpuk. Kepala sekolah Jang kaget denger itu dan langsung nanya apa yang sebenernya Kang Suk Ho mau? Kang Suk Ho pun bilang kepada kepala sekolah Jang supaya memberikan dia waktu 1 tahun untuk membuat sekolah Byeong-Moon kembali aktif.

Sementara itu di ruang guru, ada seorang guru yang sudah mendapatkan pekerjaan sebagai guru di sekolah lain. Han Soo yang mendengar itu kaget dan dia pun mengajak ke guru-guru lain untuk menulis sebuah artikel di Koran agar sekolah Byeong-Moon tidak di bubarkan. Tapi guru-guru yang lain pada ngga peduli dan nyuekin Han Soo.

Di ruang kepala sekolah, Kepala sekolah Jang dan Kang Suk Ho masih ngobrolin tentang sekolah. Kepala sekolah Jang nanya gimana cara membuat sekolah Byeong Moon kembali di pandang oleh masyarakat? Dan Kang Suk Ho pun bilang dengan cara membuat beberapa siswa keterima di universitas terbaik di Korea yaitu universitas Cheon Ha. Kepala sekoalh Jang kaget denger itu dan tertawa karena dalam sejarah sekolah Byeong Moon belum ada yang pernah di terima di universitas Cheon Ha. Tapi Kang Suk Ho tetap yakin dengan hal itu. Kepala sekolah Jang mau menolak tawaran Kang Suk Ho itu tapi Kang Suk Ho mengancam akan memberikan bukti bahwa sekolah bangkrut karena Kepala sekolah Jang sehingga kepala sekolah Jang pun menyetujui hal itu.

Di kelas, Pulp Ip sedang mengerjakan soal lalu Bong Goo mencoba menanyakan satu soal ke Pulp Ip tapi Pulp Ip juga ngga ngerti soal itu. Tiba-tiba dateng Chung Min pengacau di kelas yang mengambil pulpen Bong Goo yang baru di beli kemarin. Pulp Ip yang melihat hal itu langsung marah-marah ke Chung Min supaya ngebalikin pulpen Bong Goo. Bong Goo yang ngga mau ada masalah bilang ke Chung Min kalau pulpen itu boleh buat Chung Min, si Chung Min udah keburu kesel sama Pulp Ip sehingga dia menjatuhkan pulpen itu ke lantai dan menginjak pulpen itu sampai rusak. Chan Doo melihat itu dan mau membela Pulp Ip tapi Hyun Jung melarangnya.

Di kelas sekarang saatnya pelajaran Han Soo dan murid-murid pun langsung masuk ke kelas. Han Soo sadar ada satu bangku yang kosong yang ternyata itu bangku Baek Hyun. Dia nanya kemana perginya Baek Hyun? Chan Doo bilang kalau Baek Hyun hari ini ngga sekolah dan Hyun Jung juga bilang kalau HP Baek Hyun ngga bisa di telfon sama sekali.

Ternyata Baek Hyun ngga masuk sekolah untuk mencari tempat tinggal buat dia dan neneknya. Tapi sayangnya muskipun dia sudah mencari-cari kesana kesini tapi tetep aja dia belum nemu tempat yang tepat. Sementara itu HPnya terus berbunyi karna ada panggilan dari Hyun Jung tapi dia ngga nerima panggilan itu.

Di kelas Hyun Jung masih berusaha nelfon Baek Hyun yang di kasih nama ‘husband’ di kontak HP-nya tapi lagi-lagi Baek Hyun ngga ngangkat telfon itu. Tiba-tiba Kang Suk Ho masuk ke kelas dan bilang kalau dia ada urusan sama Pulp Ip. Han Soo jelas kaget denger Kang Suk Ho ada urusan dengan Pulp Ip dan menyuruh Pulp Ip agar tetap diam di kelas. Tapi Pulp Ip akhirnya lebih memilih untuk ikut Kang Suk Ho keluar setelah meminta maaf terlebih dahulu ke Han Soo.

4 orang guru diam-diam sedang menguping pembicaraan antara Kang Suk Ho dengan anggota komite sekolah di ruang music. Kang Suk Ho bilang bahwa dia akan membuat 5 orang murid dari sekolah Byeong-Moon diterima di universitas Cheon Ha dan salah satu murid yang bersedia adalah Pulp Ip. Pulp Ip di panggil masuk ke ruang music, Pulp Ip sendiri kaget ketika mendengar Kang Suk Ho bilang bahwa dirinya bersedia menjadi salah satu murid yang akan masuk ke universitas Cheon Ha. Jelas aja anggota komite ngga percaya hal itu dan Han Soo yang ikut menguping pembicaraan itu juga langsung ngomong ke Kang Suk Ho bahwa hal itu ngga mungkin terjadi tapi Kang Suk Ho malah bilang ke Han Soo bahwa dia akan membuat sekolah Byeong Moon terkanal dan tentunya itu akan membuat sekolah itu tidak jadi di gusur.

Setelah pertemuan di ruang music itu, Kang Suk Ho pergi keluar bersama Pulp Ip. Kang Suk Ho nanya apakah Pulp Ip ingin masuk universitas Cheon Ha? Pulp Ip malah ketawa dan bilang kalau dia ngga akan mungkin masuk ke universitas itu karena dia tidak pintar. Kang Suk Ho memberikan nasihat kepada Pulp Ip agar Pulp Ip tidak menyerah begitu aja tanpa ada upaya sama sekali. Pulp Ip sempet kesel sama Kang Suk Ho sehingga dia langsung meninggalkan Kang Suk Ho yang masih teriak dari belakang bahwa dia akan membuat mimpi Pulp Ip itu menjadi kenyataan dan akan membuat hidup Pulp Ip berubah.

Di ruang kepala sekolah, kepala sekolah Jang memperlihatkan surat kontrak perjanjian kepada Kang Suk Ho. Surat itu berisi perjanjian dimana pihak sekolah akan membuat satu kelas khusus untuk Kang Suk Ho mengajar namun dengan syarat bahwa Kang Suk Ho harus menemukan 5 siswa yang mau masuk ke kelas khusus itu dan dibimbing untuk masuk ke universitas Cheon Ha dan syarat ke dua adalah nilai kelima siswa tersebut harus naik 70% selama di kelas itu. Kang Suk Ho pun menandatangani surat itu namun dia bilang ke kepala sekolah Jang agar merahasiakan syarat nomor 2 itu karena dia takut kelima siswa kelas khusus akan merasa tertekan jika mengetahui hal itu.

Pulp Ip lagi jalan ke arah kelasnya dan ketemu sama Chan Doo dan Hyun Jung yang langsung nanya apakah Pulp Ip benar akan ke universitas Cheon Ha? Tapi Pulp Ip bilang kalau dia ngga akan ke universitas itu. Lalu Baek Hyun dateng ke sekolah dan itu bikin Hyun Jung langsung lari ke arah Baek Hyun tapi Baek Hyun ngehindar dari Hyun Jung. Chan Doo dan Pulp Ip nanya kenapa Baek Hyun terlambat? Tapi Baek Hyun malah jawab dia terlambat karena dia adalah sampah (loh?) lalu Baek Hyun masuk ke dalam kelas diikuti oleh yang lainnya.

Sementara itu di ruang guru, Kang Suk Ho sedang mencari data murid-murid yang akan masuk ke kelas khusus untuk masuk keuniversitas Cheon Ha. Dia melihat ada foto Baek Hyun dan inget sama tukan pengantar mie yang dulu. Lalu dia bilang kepada guru-guru yang lain bahwa dia akan mengadakan penyelidikan kepada guru-guru untuk memilih guru mana yang pantas mengajar di kelas khusus. Tapi guru-guru kelihatan tidak tertarik untuk mengajar di kelas khusus itu. Lalu Kang Suk Ho juga bilang bahwa dia akan memilih wali kelas husus tapi guru-guru yang lain ngga ada yang bersedia dan menyuruh Kang Suk Ho saja yang menjadi wali kelas khusus itu. Guru-guru pun kembali bubar dan menlanjutkan akitifitas mereka masing-masing.

Kepala sekolah Jang mengumumkan kepada seluruh siswa kelas 3 dan para guru agar berkumpul di ruang serba guna sekolah karna akan membahas tentang universitas. Di ruang guru, guru-guru pun mulai keluar dari ruang guru menuju ruang serba guna. Kang Suk Ho memanggil Han Soo dan nanya apakah Han Soo tidak percaya padanya bahwa dia akan merubah sekolah Byeong Moon? Han Soo Cuma ngejawab bahwa 3 hari lagi juga Kang Suk Ho akan pergi dari Byeong-Moon sehingga dia tidak peduli akan hal itu.

Di gedung serba guna seluruh seiswa kelas 3 berkumpul. Guru-guru masuk ke ruangan itu tapi murid-murid semuanya pada nyuekin guru-guru dan terus ribut. Bahkan Kepala sekolah Jang sampai berteriak di podium menyuruh semua murid agar diam tapi tidak berhasil. Dia pun akhirnya bilang kalau akan ada kelas baru yaitu kelas khusus untuk ke universitas Cheon Ha dan seorang guru baru akan menjelaskan semuanya itu. Kepala sekolah Jang turun dari podium dan semua siswa tetep dalam keadaan ribut.

Kang Suk Ho masuk ke panggung dan berjalan ke arah podium. Murid-murid masih tetep ribut tapi lama-lama mereka diem dan melihat ke arah Kang Suk Ho yang diem juga. Ada murid yang marah-marah ke Kang Suk Ho karena Kang Suk Ho hanya diam saja. Bahkan murid itu mengajak Kang Suk Ho berantam sehingga murid lain pun kembali ribut tapi tiba-tiba Kang Suk Ho memukul meja dan berteriak agar diam sehingga murid-murid langsung pada takut padanya.

Kang Suk Ho pun mulai berbicara di depan podium dengan bilang bahwa murid-murid Byeong Moon adalah sekumpulan orang-orang bodoh yang harus berubah jika ingin menjadi orang sukses karena orang sukses harus punya otak. Salah satu murid ada yang nanya, gimana cara membuat menjadi pintar? Kang Suk Ho pun bilang dengan cara belajar. Murid-murid jelas langsung ngeremehin omongan Kang Suk Ho itu. Kang Suk Ho lalu bilang bahwa akan di buka sebuah kelas yang muridnya hanya 5 dan murid-murid itu akan masuk ke universitas Cheon Ha. Kang Suk Ho juga bilang bahwa dia ngga butuh universitas lain dan yang dia butuhkan hanya universitas Cheong Ha. Tiba-tiba dari arah murid-murid ada seseorang yang melempar bola basket ke arah Kang Suk Ho.

Murid-murid dan guru-guru kaget melihat Kang Suk Ho di lempar bola basket. Dan ternyata yang melempar bola basket itu adalah Baek Hyun. Baek Hyun bilang kalau Kang Suk Ho itu gila karena ingin membuat 5 murid dari sekolah Byeong-Moon masuk ke universitas Cheon Ha. Lalu Baek Hyun bertanya, “apakah kamu itu lulusan Cheon Ha?” Kang Suk Ho menjawab kalau dia bukan lulusan Cheon Ha. Jelas murid-murid yang denger itu langsung ngeledek Kang Suk Ho. Kang Suk Ho berjalan mendekati Baek Hyun dan bilang kalau dia ngga suka sama Universitas Cheon Ha dan dia disini hanya mau membantu murid-murid pembuat masalah. Baek Hyun jelas emosi disebut murid pembawa masalah dan dia pun siap-siap mau ngehajar Kang Suk Ho tapi langsung di tahan oleh Chan Doo.

Kang Suk Ho juga bilang “apa kah kalian tidak malu melihat spanduk di depan sekoah kalian yang bilang kalau sekolah kalian harus dibubarkan karena kalian selalu membuat masalah di daerah ini?” Lalu kang Suk Ho bilang bahwa mereka semua harus membuktikan kepada masyarakat bahwa mereka adalah orang yang bermartabat dengan masuk ke universitas Cheon Ha. Kang Suk Ho jongkok ngambil bola basket yang di lempar Baek Hyun tadi dan melemparnya ke arah ring yang langsung masuk. Murid-murid dan guru-guru yang melihat itu jelas kagum ke Kang Suk Ho. Sementara Baek Hyun natap Kang Suk Ho dengan tatapan kebencian.

Pst : well aga bosen nonton episode 1 drama yang satu ini muskipun rating di Koreanya peringkat 5. awalnya gw kira para pemainnya masih muda-muda, ternyata ada yang udah tua. ckckck tapi ya lumayan lah. oh ya episode 2 gw belum dapetin -___- jadi mungkin review episode 2-nya bakalan lama. maaf yeeee ;)
Subscribe to:
Posts (Atom)
