Saturday, May 4, 2013

Sinopsis Reply 1997 Episode 1

Sebelum mulai sinopsisnya, sekedar info dulu ya hehehe bahwa H.O.T itu adalah boyband angkatan pertama di Korea yang terkenal. Mereka terdiri dari 5 laki-laki. Dan yang paling terkenal adalah Tony. Kalau kalian suka nonton reality show Korea atau acara music korea pasti tau siapa Tony kan :D


July 2012
Seoul

Seorang wanita tua dan pria tua terlihat sedang asik berkaraoke bersama menyanyikan lagu lama yang membuat mereka bernostagia. Namun kebahagiaan mereka langsung menghilang saat Shi Won mematikan mesin karaoke dan mau menyanyikan lagu pilihannya. Pria tua yang merupakan Ayah Shi Won pun memarahinya kesal, "Yak! Jangan berani-berani kau menyanyikan lagu English yang kencang itu! Pilihlah lagu yang bahasanya dapat aku mengerti! Aku menyukai lagu lama." Shi Won langsung tersenyum penuh arti setelah mendengar ucapan Ayahnya, "Benarkah? Lagu lama?"

Shi Won memilih sebuah lagu dan menyanyikannya dengan penuh semangat. Ayahnya kembali menggerutu kesal, "Yak! Lagu lama apanya ini?" Shi Won terus bernyanyi dan bersikukuh bahwa lagu ini adalah lagu lama untuknya karna sudah 15 tahun yang lalu rilisnya. 

Bagi Ayahku, lagu lamanya adalah "Cest si bon" tapi lagu lamaku adalah Candy dari H.O.T



Shi Won berada di dalam taxi yang akan membawanya menuju daerah Hongdae. Di dalam taxi, ia terlihat sibuk dengan ponselnya untuk membujuk dan memuji Produser Drama yang tadinya handak membatalkan proses shooting untuk besok,"Kita akan Shooting besok, kenapa sekarang kau katakan tidak bisa? Ah aku pasti akan membersihkannya. Ya Ayah. Ah aku bisa memanggimu Ayah, bukan? Ya jangan khawatir. Aku akan membersihkan tempatnya. Hanya untuk sehari saja besok kau tidur dilantai."

Aku telah bekerja sebagai penulis skenario selama 10 tahun. Kukira aku akan menulis skenario sesungguhnya. Tapi realitinya aku hanya memuji orang. Tentu terkadang aku juga menulis, saat harus meminta barang-barang. Jika hal ini dianggap menulis juga, maka aku adalah seorang penulis skenario yang hebat dan produktif. Tapi untuk hari ini, aku harus menggunakan keahlianku untuk menjilat orang lain....



Shi Won turun dari taxi setelah ia sampai di daerah Hongdae. Ponselnya masih menempel di telinga, namun kali ini yang ia hubungi adalah Ibunya, "Ya Ibu, aku tau. Kau tidak perlu khawatir, Aku tidak akan dekat-dekat dengan dapur. Percalah padaku Ah aku tidak mengatakannya pada Appa, tapi aku membelikan vocker belanja untukmu. Ya aku harap aku bisa memberikan lebih padamu." Shi Won menutup ponselnya dan menatap ke arah Restaurant.


Bukannya aku membenci pekerjaanku. Hanya saja terkadang ini menyebalkan. Namun setiap kali aku merasa kesal, ada hal-hal kecil yang dapat menghiburku. Seperti sebuah lagu. Meski usiaku33 tahun, namun kenangan dimasa 90-an terlalu menyenangkan bagikut untuk mengeluh karna bertambahnya usia. Jika tubuhku tidak bisa kembali ke masa-masa itu, maka aku akan mencoba membuat rohku kembali. Ya aku akan kembali ke tahun 90-an.

Shi Won pun mematikan ponselnya dan terlihat foto Tony yang menjadi wallpapernya. Kemudian ia  melangkahkan kakinya memasuki Restaurant yang ternyata sudah disewa untuk acara Reuni Alumni SMA Kwang An Angkatan 1997.



Saat masuk kedalam Restaurant, kedatangan Shi Won langsung di sambut oleh teman-temannya. Seorang temannya yang bergaya rambut belah tengah menyapa Shi Won dengan mengatakan bahwa Shi Won tampak lebih gemuk. Shi Won membalas ucapan temannya itu dengan mengejeknya, "Tidak! Bagaimana denganmu huh? Bukankah kau seharusnya melakukan operasi plastik?"

Ini adalah Jang Dan Ji. Ia terkenal di Busan karna ia merupakan penggemar Moon Hee Jun (Member H.O.T)

Dan Ji bertanya pada Shi Won, "Apa kau masih menyukai Tony?" Shi Won tidak menajwabnya, ia justru tertawa dan mengomentari gaya rambut Dan Ji, "Apa kau takan memotong rambutmu huh?" Dan Ji hanya ikut tertawa mendengarnya dan seperti seorang fans, ia kembali menanyakan sesuatu mengenai Hee Jun pada Sih Won, "Hey kau sudah menjadi penulis skenario, apa kau bisa bertemu Hee Jun?"

Sepanjang masa sekolah kami, dia adalah fans berat Hee Jun. Sedangkan aku mendapat panggilan "Istri Tony".




Yoo Jung yang baru datang pun menyapa teman-temannya. Dan lagi-lagi Shi Won dikatakan bertambah gemuk oleh Yoo Jung. Saat ia melihat Dan Ji, sama seperti yang dilakukan Shi Won, Yoo Jung pun mengomentari gaya rambut Dan Ji, "Apakah kau takan menggunting rambutmu? Benar-benar kuno. Jadi, kau masih menyukai Hee Jun?" Tawa Yoo Jung langsung terdengar keras.

Sahabatku selama SMP dan SMA. Namanya adalah Mo Yoo Jung. Dia terkenal karna keimutannya. Tapi dia juga lebih terkenal karna hal lain.....

Di Restaurant, lagu Infinite diputar dan Yoo Jung langsung berkata bahwa sekarang ini dia sedang terobsesi pada Infinite. Bahkan ia rasanya membutuhkan obat penenang.

Dia terlalu mudah jatuh cinta dan mengganti idolanya. (Maksud Shi Won bahwa Yoo Jung itu lebih terkenal ya karna terlalu mudah mengganti idolanya.) ^^



"Ya itu mereka sudah datang!" Teriak salah seorang teman di Restaurant sambil menunjuk ke arah pintu masuk Restaurant. Secara Otomatis kepala semua orang pun kini beralih ke arah pintu masuk dimana terlihat ada 4 orang pria yang sedang berjalan masuk kedalam dengan menggunakan setean jas hitam yang rapih.

Ini dia mereka. Sahabat pria terbaikku. Kang Joon Hee yang romantis. Bang Sung Jae yang senang berbicara. Do Hak Chan yang penuh karisma. Dan Yoon Yoon Jae yang kasar.




Baru saja mereka berempat duduk di kursi. Sung Jae yang banyak bicara pun langsung berbicara panjang lebar mengenai pemakaman yang baru mereka datangi. Dan lagi-lagi Shi Won mendapat komentar bertambah gemuk dari Yoon Jae. Yoon Jae pun langsung mendapat pelototan dari Shi Won.

Sung Jae mengeluarkan ponselnya dan meminta pada Dan Ji untuk memotret mereka berenam karna dia akan menguploadnya ke Facebook. Yoon Jae yang awalnya menolak untuk difoto pun akhirnya merapat pada sahabat lainnya dan mereka berfoto bersama.

Hari ini, dalam acara reuni ini akan ada satu pasang kekasih yang mengumumkan pernikahan mereka.




1997
 Busan

Di rumah Shi Won, Terlihat Sung Jae sedang bermain Dance Dance Revolution. Joon Hee, Yoon Jae dan Yoo Jung memperhatikan di belakang Sung Jae sambil ikut menari mencoba mengikuti arahakan di layar TV. Shi Won yang semula hanya berbaring di sofa, tiba-tiba saja ia bangkit dan mematikan game itu. Sung Jae berteriak protes pada Shi Won, "YAK! Apa kau sudah gila? Aku sedang bermain!!" Yoon Jae ikut berkomentar bahwa Shi Won sama sekali tidak memiliki sopan santun tapi tetap saja Shi Won tidak mempedulikan komentar dari teman-temannya dan ia memilih mengganti saluran channel TV, "Diam! Ini waktunya 'Star Documentary'. Semuanya tolong tutup mulut kalian!" Dan karna kini mereka semua berada di rumah Shi Won, mereka semua hanya bisa diam tidak protes pada apa yang dilakukan Shi Won.



Acara Star Documentary mulai tayang dan kali ini mereka mengunjungi dorm H.O.T dan meliput isi kamar Tony. Shi Won yang merupakan fans Tony tentu saja sudah siap merekam tayangan tersebut. Sementara 3 sahabat pria Shi Won hanya duduk di sofa tidak bersemangat untuk menatap layar TV. Di dalam acara, MC melihat ada sebuah boneka di kasur Tony dan ia pun bertanya, "Hadiah ini sepertinya sangat special. Apa ini dari fansmu?" Tony menjawab bahwa ya itu hadiah dari fans.

Shi Won langsung menunjuk layar TV dengan bersemangat dan mengatakan pada Yoo Jung bahwa boneka itu adalah hadiah darinya untuk Tony, "Hey lihat itu!! Itu adalah boneka yang aku berikan!!" Yoo Jung ikut berteriak senang bersama dengan Shi Won. Tony mengatakan bahwa ia kerap memeluk boneka itu bahkan menciumnya saat ia akan tidur. Mendengar ucapan Tony pun semakin membuat Shi Won berteriak histeris. Sementara itu Yoon Jae dan kedua temannya hanya diam saja tidak mempedulikan teriakan histeris Shi Won.



Ayah Shi Won yang merupakan pelatih baseball baru pulang bekerja dan melihat acara TV mengenai H.O.T pun langsung marah-marah karna beliau tidak suka melihat anaknya sangat menggemari boyband itu, "Stasiun TV ini pasti sudah gila karna membiarkan monyet-monyet itu ada di TV. Mereka seharusnya mencukur rambut dan pergi wajib militer!" Tidak terima idolanya di ejek, Shi Won pun balas memarahi Ayahnya, "Ya! Berhenti memanggil mereka monyet!!" Ayah Shi Won lelah berdebat dengan Shi Won dan memilih untuk masuk kedalam rumah.




EPISODE 1
"Delapan Belas"



29 April
Busan

Yoon Jae terlihat senang saat melihat ada sebuah kado diatas meja dari Kakak laki-lakinya. Ia segera membuka kado itu dan ternyata isinya adalah sebuah kaos dengan merk Guess. Awalnya ia senang mendapatkan kado itu, namun kemudian ia mengerutkan keningnya ragu, "Tunggu.... Ini... Apa ini palsu?" Ia merasa demikian karna diulangtahunnya yang ke 15, 16 dan ke 17, ia selalu mendapatkan barang palsu dari Kakaknya.



Yoon Jae yang rumahnya dekat dengan Shi Won datang kerumah Shi Won untuk sarapan pagi. Shi Won yang sedang sikat gigi melihat baju guess Yoon Jae dan berkomentar bahwa sepertinya hadiah kali ini bukanlah barang palsu. Yoon Jae senang mendengarnya.



Yoon Jae bergabung bersama Ayah dan Ibu Shi Won di meja makan untuk sarapan. Melihat kedatangan Yoon Jae, Ibu Shi Won pun langsung mengucapkan selamat ulang tahun padanya. Yoon Jae membalas ucapannya dengan mengatakan bahwa kini dia sudah dewasa jadi tidak perlu mengucapkannya dengan berlebihan.

Ayah Shi Won yang ternyata berulang tahun berbarengan dengan Yoon Jae sedang menatap mangkuk sup rumput latnya, "Apa kau memakai ikan didalam sup ini lagi?" Tanya Ayah Shi Won pada istrinya. Ibu Shi Won menjawab,"Ya. Ikan membuat rasanya menjadi semakin enak." Namun Ayah Shi Won tidak setuju dengan pendapat itu, "Ikannya memelototiku. Aku tidak bisa makan ini. Tidak bisakah kau menambahkan daging sapi saja?" Mendengar Ayah Shi Won yang terus protes, Ibu Shi Won pun lama-lama kesal dan menjadi marah. Ia mengambil mangkuk sup rumput laut milik Ayah Shi Won dan kemudian memberikannya pada Yoon Jae, "Yak! Kau terlalu banyak mengeluh! Dengar, satu-satunya alasan kau bisa makan sup ini karna kau berulangtahun bersamaan dengan Yoon Jae!!" Ayah Shi Won lagi-lagi menggerutu dan mengatakan bahwa ia hanya akan makan telur goreng saja di hari ulang tahunnya itu.



Karna kesal pada Ayah Shi Won, Ibu Shi Won pun jadi ikut kesal pada Shi Won. Dan ia berteriak untuk  memanggil Shi Won sarapan, "Shi Won! Apa kau tak mau makan?!" Shi Won ikut membalas teriakan Ibunya dari dalam kamar, "Aku tidak mau makan!!"  Ayah Shi Won yang mendengar pun berteriak untuk bertanya pada Shi Won, "Apa kau mash marah?" Shi Won menjawabnya, "Siapa kau, Ahjusshi?" Ayah Shi Won terkejut mendengar jawaban Shi Won, "Ahjushi?"  Ibu Shi Won hanya bisa menggelengkan kepala dan ia menebak bahwa Ayah Shi Won pasti membuat suatu masalah pada Shi Won. Namun sayangnya Ayah Shi Won sendiri tidak ingat akan masalah apa yang telah ia perbuat pada Shi Won.

Ibu Shi Won bertanya pada Yoon Jae, "Apa yang ia(Ayah Shi Won) katakan pada Shi Won kemarin?" Yoon Jae pun menceritakan bahwa kemarin Ayah Shi Won mengatakan bahwa Tony adalah orang yang mirip monyet dan menganggu masyarakat. Ia sebaiknya mencukur habis rambutnya dan masuk wajib militer. Tidak disangka-sangka Ibu Shi Won justru setuju dengan perkataan Ayah Shi Won yang mengatakan bahwa Tony mirip monyet.




Shi Won turun dari kamarnya dan duduk dikursi meja makan disebelah Yoon Jae. Ia kemudian memberikan hadiah untuk Yoon Jae, "Selamat ulang tahun Yoon Jae. Ini untukmu." Ayah Shi Won yang melihat hadiah Yoon Jae pun bertanya pada anaknya, "Mana hadiahku?" Shi Won menatap Ayahnya, "Maaf Ahjushi, tapi apakah aku mengenalmu?" Ayah Shi Won berang dan mengancam akan melemparkan telur goreng pada wajah Shi Won.

Yoon Jae menatap hadiah pemberian dari Shi Won bingung, "Ini lagi? Apa kau akan terus memberikan kupon di hari ulang tahunku?" Shi Won balas menatap Yoon Jae, "Kenapa? Kau tidak suka?" Yoon Jae menjawab, "Tidak." Shi Won kemudian mengatakan bahwa ia memberikan hadiah kupon itu karena ia tau bahwa Yoon Jae akan menggunakannya.



FLASHBACK

Di hari pemakaman Ibu dan Ayahnya, Yoon Jae menggunakan kupon tertawa pemberian dari Shi Won sehingga Shi Won pun harus bersikap konyol di depan Yoon Jae untuk membuatnya tertawa.

Di hari wisuda SMP Yoon Jae menggunakan kupon: Pinjam apa yang kuinginkan selama sehari. Dan ternyata yang Yoon Jae pinjam adalah Orang Tua Shi Won. Sehingga pada saat wisuda SMP Shi Won, Shi Won tidak memiliki orang tua untuk berfoto bersama.

Setahun yang lalu. Yoon Jae menggunakan kupon: Lakukan apa yang aku pinta. Dan ternyata dia menjahili Shi Won dengan menyuruhnya untuk buang air diatas koran. Dan sesuai dengan janjinya, Shi Won mengikuti semua yang dikatakan oleh Yoon Jae.




FLASHBACK END


Yoon Jae menatap kupon yang diberikan Shi Won padanya, "Minta maaf padaku, peluk aku, tenangi aku, lakukan apa yang aku pinta? Benarkah?" Shi Won menganggukan kepala membenarkan, "Aku akan melakukan apapun yang tak memakai uang. Bukankah aku ini baik sekali, anjing kecilku?" Tanya Shi Won sambil menggelitiku dagu Yoon Jae. Yoon Jae hanya menatapnya sinis.



Di sekolah, murid perempuan dan murid pria dipisahkan. Sehingga Shi Won dan Yoon Jae pun tidak berada di dalam kelas yang sama. Shi Won terlihat sedang memamerkan dirinya pada teman-teman yang lainnya karena hadiah pemberiannya pada Tony disimpan oleh Tony di dalam kamar. Teman-teman yang lainnya pun langsung memuji Shi Won. Bahkan Shi Won menawari teman-temannya untuk menonton rekaman dari tayangan kermarin yang sudah ia rekam sebelumnya.


Ketika Shi Won sedang memamerkan dirinya, tidak ada Yoo Jung di dalam kelas. Karna ia sedang bersama dengan Yoon Jae dilapangan basket. Berdua saja.



Saat makan siang, Shi Won meminta bantuan Yoon Jae untuk merekamkan acara "Starry Night". Yoon Jae menjawa bahwa Shi Won bisa merekamnya sendiri, namun Shi Won beralasan bahwa dirinya harus datang ke Daegu untuk menyaksikan shownya H.O.T. Yoon Jae terkejut saat mendengar bahwa Shi Won akan pergi begitu jauh, "Kau akan pergi jauh demi H.O.T?" Shi Won menjawabnya bersemangat, "Tentu saja!"

Yoo Jung yang duduk disisi Shi Won berkata bahwa dirinya masih bingung antara memilih konsernya Kang Min atau Kangta(Member H.O.T) yang akan konser juga. Sung Jae bercanda dengan mengatakan bahwa Yoo Jung pastilah sangat sibuk, "Kau pasti sangat sibuk. Karna kau akan melihat Ahn Jae Wook(Nama asli Kangta) atau Ahn Chil Hyun." Joon Hee ikut tertawa bersama Sung Jae, "Ah aku lebih menyukai Cha In Pyo. Dan Choi Jin Sil sangat lucu." Sung Jae mengejek Joon Hee yang seleranya seperti seorang wanita. Tidak terima diejek seperti itu, Joon Hee pun menoyor kepala Sung Jae.

Yoon Jae kembali bertanya pada Shi Won, "Apa kau tidak tau bahwa hari ini adalah ulang tahun Ayahmu?" Shi Won yang sedang kesal dengan ayahnya pun menjawab bahwa ia tidak memiliki ayah. Yoon Jae lagi-lagi bertanya, "Apa kau lebih menyukai H.O.T dari pada ayahmu?" Shi Won kesal ditanya terus dan dia pun meminta pada Yoon Jae agar tidak membahas masalah itu kembali. Sung Jae mencoba melerai dengan menyarankan pada Shi Won agar meminta bantuan Ibunya saja untuk merekam. Namun Shi Won menolak ide itu karna dulu ia pernah meminta bantuan Ibunya untuk merekam acara H.O.T, tapi ternyata yang Ibunya rekam adalah acara berita. Joon Hee bertanya, "Apa kau akan membolos pelajaran?" Shi Won mengangguk, "Ya. ada sebuah cara."


Shi Won mendatangi Guru Tae Woong untuk memberikan izin pulang, "Aku tidak dapat mengontrolnya saat masa datang bulanku datang. Ini sangat sakit. Kau tidak akan mengerti." Guru Tae Woong pun akhirnya memberikan izin pada Shi Won untuk pulang saja.



Kembali ke jam makan siang. Shi Won meminta Yoon Jae untuk merekam acara H.O.T di TV tanpa memotong bagian depan acara. Yoon Jae hanya mengangguk mengerti.



Di dalam kelas Yoon Jae yang sedang tidak ada guru pun terdengar ribut sehingga Guru Tae Woong pun masuk kedalam kelas dan marah-marah. Setelah kepergian Guru Tae Woong, Sung Jae dan teman sebangkunya pun langsung membicarakan Guru Tae Woong. Mereka bilang bahwa Guru Tae Woong itu tampan dan hanya bersikap baik pada murid perempuan saja. Joon Hee ikut berkomentar bahwa dahulu Guru Tae Woong sangat terkenal di Busan saat SMA karna dia merupakan murid terpintar. Dan mereka semua kebingungan mengapa orang sepintar Guru Tae Woong hanya menjadi seorang Guru di SMA, bukannya menjadi seorang Professor.  Yoon Jae yang duduk sebangku dengan Joon Hee pun hanya diam saja tidak menanggapi. Dan karna suasana kelas kembali ribut, lagi-lagi Guru Tae Woong masuk kedalam kelas dan memberikan peringatan.



Shi Won dan Yoo Jung sudah sampai di tempat konsernya H.O.T di Daegu. Yoo Jung sempat mengeluh bahwa ia sebenarnya berharap bahwa ada Bus yang akan membawanya kembali ke Busan. Yoo Jung bertanya, "Ayo kembali. Bukankan punggumu sakit?" Shi Won menjawab, "Tidak." Yoo Jing kembali bertanya, "Apa kau lebih menyukai H.O.T dari pada aku?" Shi Won menjawab, "Ya!" Mereka berdua kemudian mulai mengantri untuk mendapatkan tiket.

Setelah menukarkan bukti pembayaran, Shi Won dan Yoo Jung mendapatkan balon putih dengan tulisan H.O.T yang akan dipakai untuk menyemangati H.O.T didalam konser nanti. SHi Won membuka tasnya dan mengeluarkan sebuah spanduk dengan foto Tony, "Tada..." Yoo Jung terkejut melihat, "Astaga!" Shi Won mengikatkan spanduk itu di sekitar lehernya, "Apa kau siap bertemu Tony? atau Kangta?" Yoo Jung membalasnya, "Ah apa yang dibicarakan. Kita ini keluarga." Yoo Jung tersenyum dan kemudian mengajak Shi Won untuk masuk kedalam gedung konser.


Sung Jae yang sedang bosan pun mulai menganggu Yoon Jae yang pada akhirnya membuat Yoon Jae marah dan memukulinya. Joon Hee yang duduk di samping Yoon Jae melihat kaos Guess yang dipakai Yoon Jae dan ia pun bertanya, "Woah kaos guess?" Sung Jae yang mendengarpun ikut penasaran, "Apakah itu kaos asli?" Yoon Jae membuka lebar kemeja sekolahnya hingga kaos guess didalamnya pun dapat terlihat, "Tentu saja ini asli!!" Sung Jae tiba-tiba tertawa kencang saat melihat gambar kaos Yoon Jae, "Hey! Guess memiliki tanda tanya, bukan tanda seru. harusnya itu Guess? bukan Guess!"  Karna ucapan Sung Jae, teman-teman Yoon Jae pun menertawainya.



Suasana kelas yang kembali bising pun membuat Guru Tae Woong masuk kedalam kelas, "Siapa Ketua kelasnya? Cepat kemari!!" Yoon Jae berdiri dari duduknya, "Aku tidak membuat keributan apapun!" Guru Tae Woong semakin amarah mendengar jawaban Yoon Jae, "Apa yang kau katakan? Apa kau sedang bercanda denganku? Kemari!!" Yoon Jae pun pada akhirnya berjalan kedepan kelas untuk menghadap Guru Taewoong. Guru Tae Woong berkata pada Yoon Jae bahwa jika Yoon Jae adalah ketua kelas, dan ia seharusnya membuat kelasnya tenang. Guru Tae Woong bertanya, "Berapa kali kau ingin dipukul?" Yoon Jae menjawa, "10!" Kemudian Yoon Jae mendekati papan tulis dan ia pun menerima pukulan dari Guru Tae Woong di depan teman-teman kelasnya.



Konser H.O.T sudah dimulai. Shi Won maju ke tengah-tengah penonton dan mulai menyanyikan lagu H.O.T lengkap dengan dancenya juga.



Yoon Jae datang ke rumah Shi Won untuk merekam acara yang Shi Won pinta. Ibu Shi Won menghampiri Yoon Jae yang sedang berada di depan TV. Yoon Jae terkejut saat melihat Ibu Shi Won membawa ember besar berisi adonan untuk membuat pancake kimchi, "Ibu, apa kau akan membuat pesta?" Ibu Shi Won menjawab bahwa itu semua hanya untuk mereka berdua. Walaupun terlalu banyak, namun itu lebih baik dari pada kurang. Ibu Shi Won lalu menanyakan keberadaan putrinya, Yoon Jae menjawab bahwa Shi Won sedang ke Daegu untuk melihat H.O.T. Ibu Shi Won kembali bertanya, "Apa kau kemari untuk merekam acara TV?" Yoon Jae membantahnya dan mengatakan bahwa dia bukanlah budaknya Shi Won.



Di acara konser H.O.T, MC mulai bertanya pada para fans mengenai Tony. Dan yang berhasil menjawab akan mendapatkan hadiah. Pertanyaan pertama, "Penyakit apa yang diderita Tony saat pertama kali datang ke Korea?" Shi Won langsung mengacungkan tangan untuk menjawab, "Penyakit dimana dia ingin menelfon rumah(Amerika). Ia bahkan bisa menelfon ke rumah setiap hari hingga biaya rekening telfonnya mencapai seratus dolar!!" Pertanyaan berikutnya, "Kapan pertama kali Tony menyatakan cinta pada cinta pertamanya?" Lagi-lagi Shi Won mengacungkan tangan, "April 15!! Kamis! Saat turun hujan!!" Pertanyaan selanjutnya, "Saat album pertama, apa yang Tony berikan pada membernya?" Shi Won menjawab untuk kesekian kalinya, "Sepatu! Sepatu!!" Ditangan Shi Won terlihat sudah terdapat banyak kupon hadiah karna berhasil menjawab pertanyaan. Sedangkan Yoo Jung yang berada di samping Shi Won hanya menggerutu kesal karna sejak tadi hanya Shi Won yang mendapatkan hadiah.

MC kembali memberikan pertanyaan, "Ini adalah pertanyaan penting karna hadiahnya adalah baju yang Tony kenakan sekarang. Pertanyaannya, Apa yang ia lakukan saat ia duduk dibangku kelas lima?" Shi Won langsung menangkat tangan penuh semangat, "Skateboard! Skateboard!!" Tapi sayang ternyata pertanyaan MC bukan hanya itu, "Salah! Kau terlalu terburu-buru! Pertanyaannya, saat ia bermain skateboard, apa yang terluka?" Shi Won kembali mengangkat tangan untuk menjawab namun sayangnya ia sudah kehilangan kesempatan tadi. Yoo Jung kini kembali bersemangat dan mencoba menjawab pertanyaan itu, "Aku!! Gigi depannya?" MC memberikan selamat pada Yoo Jung karna jawabannya benar. Sedangkan Shi Won duduk di kursi dengan tidak bersemangat.



Saat perjalanan di dalam bis menuju Busan, Yoo Jung memeluk baju Tony dan terus mengatakan bahwa baju itu memiliki aroma tubuh Tony. Dan tiba-tiba saja Yoo Jung memberikan baju itu pada Shi Won, "Ini ambilah. Aku bukan fans Tony. Jadi jika kau mendapatkan sesuatu dari Kangta, kau bisa memberikannya padaku." Shi Won menolak hadiah itu dan mengatakan bahwa Yoo Jung lah yang memenangkannya. Namun Yoo Jung bersikukuh untuk memberikan baju itu pada Shi Won karna memang dirinya tidak begitu tertarik pada baju Tony. Shi Won tentu senang dan langsung memeluk baju itu erat.

Yoo Jung berkata pada Shi Won bahwa ada sesuatu yang ingin ia bicarakan. Sambil memeluk baju Tony, Shi Won mengatakan bahwa ia mendengarkan ucapan Yoo Jung. Yoo Jung pun bercerita bahwa tadi siang ia mengajak Yoon Jae untuk kencan. Shi Won seketika melupakan baju Tony dan menatap Yoo Jung serius, "Benarkah? Apa yang ia katakan?" Yoo Jung menggeleng malu, "Dia belum menjawabnya. Mungkin dia tidak menyukaiku... Tapi, apakah tidak apa-apa jika kami berhubungan?" Shi Won balas bertanya, "Kenapa tidak?" Yoo Jung menjawab bahwa Shi Won dan Yoon Jae adalah sahabat jadi ia merasa tidak enak hati. Shi Won bertanya, "Bukankah kau menyukai aktor Jepang?" Yoo Jung menjawab bahwa dia sudah tidak menyukainya lagi. Lagi-lagi Shi Won bertanya, "Lalu bukankah beberapa hari yang lalu kau mengatakan menyukai guru kita?" Yoo Jung menjawab kalau gurunya terlalu tua.

Yoo Jung tersenyum malu-malu dan memuji Yoon Jae, "Yoon Jae sangat tampan dan pintar. Ia juga jago berolahraga dan sangat dewasa." Shi Won menatap Yoo Jung bingung, "Benarkah?" Namun kemudian ia tidak memikirkan kembali mengenai Yoon Jae karna dia sudah asik lagi dengan baju Tony.




Shi Won bertemu dengan Yoon Jae tepat di depan rumahnya. Dia menanyakan mengenai rekaman dan Yoon Jae menjawab bahwa ia sudah merekamkannya untuk Shi Won. Saat Shi Won hendak masuk ke rumah, Yoon Jae menahannya dengan mengatakan sesuatu, "Yoo Jung mengajakku kencan. Apa yang harus kulakukan?" Shi Won justru balas bertanya, "Bagaiamana perasaanmu?" Yoon Jae sendiri terlihat kebingungan dengan perasaannya, "Entahlah. Haruskah aku tidak mengencaninya?" Shi Won terlihat salah tingkah, "Mengapa bertanya padaku?" Yoon Jaemengeluarkan kupon hadiah ulang tahun yang diberikan Shi Won. Dan yang kupon ia pakai adalah kupon: "Melakukan apapun untukku". Yoon Jae mengatakan permintaannya pada Shi Won, "Jangan buat aku mengencaninya."


Shi Won terlihat lesu saat berada di rumah. Ibunya datang menghampiri dan memberikan pancake kimchi yang tadi ia bikin bersama Yoon Jae. Setelah itu mereka berdua terlihat menonton TV bersama.


Yoon Jae pulang kerumah dan bertemu dengan Kakaknya. Kakaknya ternyata adalah Guru Tae Woong yang tadi memukulnya di kelas. Melihat wajah kesal Yoon Jae, Guru Tae Woong pun berniat meminta maaf namun Yoon Jae mengatakan bahwa kakaknya itu tidak perlu meminta maaf segala. Karna Moodnya sedang buruk, Yoon Jae langsung pergi masuk kedalam kamarnya. Namun beberapa saat kemudian ia kembali keluar kamar dan berteriak marah pada Kakaknya, "Harusnya tanda tanya, bukan tanda seru." Guru Tae Woong terlihat tidak mengerti apa maksud Yoon Jae. Yoon Jae menunjuk kaos guess yang ia kenakan dan kembali berteriak, "Baju ini memiliki tanda seru. Apa kau bahkan tidak tau?" Yoon ae kembali menutup pintu dengan kasar.



Di rumah Shi Won, ia terlihat sedang bernyanyi bersama dengan Ibunya. Ibu Shi Won terus berkomentar mengenai Choi Jin Sil yang menurutnya adalah penyanyi yang terbaik. Saat Shi Won akan menyaksikan video rekaman Starry Night yang ia pinta pada Yoon Jae untuk membantu merekam, tapi ternyata video rekaman itu hanya merekam bagian akhir dari keseluruhan acara. Hal ini langsung membuat Shi Won menangis.



Tae Woong mengetuk pintu kamar Yoon Jae dan meminta maaf atas kejadian di sekolah. Namun Yoon Jae tidak mempedulikan permintaan maaf itu dan terus menangis di kasurnya. Sementara itu beeper-nya tampak menyala tanda ada yang menghubungi. Shi Won berusaha menghubungi Yoon Jae untuk protes mengenai rekaman, sedangkan Yoo Jung menghubungi Yoon Jae untuk menanyakan ajakan kencannya. Tapi Yoon Jae sama sekali tidak mempedulikan beeper-nya yang terus berbunyi.

Yoon Jae mendapatkan pukulan untuk pertama kali dari Kakaknya. Dan hatiku terasa sakit seperti kaset rusak. Usia 18, kita terlalu mudah jatuh cinta. Dan terlalu mengkhawatirkan sesuatu yang kecil. Dan di usia 18, orang dewasa kerap berkata bahwa diusia kita ini tertawa adalah hal yang termudah. Namun,disaat itu kita benar-benar memikirkan segalanya terlalu serius. itu terasa kebih berat dari pada kehidupan dewasa. dan di tahun 1997, saat kita berusia 18, hal seperti ini terjadi.




Shi Won baru bangun tidur dan saat ia keluar dari kamar, ia melihat bahwa baju Tony yang ia dapat dari Yoo Jung sedang dijemur oleh Ibunya. Shi Won sontak langsung menangis dan merajuk. Ibunya panik dan bertanya, "Ada apa? Ada apa? Apa aku melakukan kesalahan?" Shi Won menunjuk baju Tony yang sudah dicuci dan terus menangis. Ibu Shi Won berkata, "Ah baju itu bau keringat." Mendengar penjelasan Ibunya itu justru semakin membuat Shi Won menangis, "Itu aroma tubuh Tony!!!"





July 2012. 
Reuni Alumni SMA Kwang An

Yoo Jung mendekati Shi Won dan berbisik bahwa ia akan melakukan operasi payudara.  Shi Won tentu langsung melarangnya namun Yoo Jung bersikukuh akan melakukan operasi itu minggu depan.

Yoon Jae yang duduk di samping Yoo Jung pun secara tidak sengaja mendengar percakapan antara Yoo Jung dan Shi Won, "Operasi?" Yoo Jung dengan cepat mengatakan bahwa Yoon Jae tidak perlu mengetahui hal ini. Yoon Jae tersenyum dan berkomentar, "Huh sejak kapan kalian memiliki rahasia?" Tiba-tiba Sung Jae langsung ikut dalam pembicaraan, "Operasi payudara?" Hak Chan bertepuk tangan dan langsung mendapatkan teriakan dari Yoo Jung, "Yak! Jangan bertepuk tangan!!" Sementara Sung Jae mendapat pukulan.


Ada sebuah operasi juga khusus pria....





1997
Februari
 Break Musim Semi.

Yoon Jae baru saja selesai menjalani operasi laki-laki, dan ia diantar oleh Ibu Shi Won. Yoon Jae meminta pada Ibu Shi Won agar tidak menceritakan hal ini pada Shi Won. Ibu Shi Won mengatakan bahwa ia mengerti dan tidak akan pernah memberi tahu Shi Won. Tapi tiba-tiba saja dari arah belakang datang Shi Won yang langsung naik ke punggung Yoon Jae, "Aku dengar hari ini kau menjadi pria! Apa itu sakit?" Yoon Jae menatap Ibu Shi Won meminta penjelasan. Namun Ibu Shi Won dengan cepat mengatakan bahwa ia sama sekali tidak memberitahu Shi Won.

Yoon Jae kembali bertanya, "Apa paman tahu?" Ibu Shi Won menjawab bahwa tidak ada ornang yang tau selain Shi Won saja. Namun saat mereka bertiga berjalan pulang, orang-orang menyapa Yoon Jae dan terus menanyakan mengenai operasi yang baru Yoon Jae lakukan. Ibu Shi Won dan Shi Won sama-sama menundukan kepala dan berjalan pergi mendahului Yoon Jae yang benar-benar malu.



Sampai dirumah, Shi Won langsung sibuk menonton TV dan mengikuti gerakan dance. Yoo Jung yang berada di kamar Shi Won untuk mencari disk pun berteriak memanggil Shi Won, "Dimana disk-nya kau simpan?" Shi Won akhirnya masuk ke kamar dan marah-marah pada Yoon Jae, "Kenapa kau tidak bisa menemukannya hah?" Shi Won kemudian mengeluarkan satu per satu barang di dalam tas sambil mengomentari Yoon Jae, "Kau memiliki otak pintar, jadi jangan digunakan hanya untuk belajar! Gunakanlah juga dalam kehidupan sehari-hari! Kau membuat kehidupanku terasa berat. Apa kau ini bodoh?"

Shi Won mula-mula mengeluarkan buku dan memberikannya pada Yoon Jae, selanjutnya Yoon Jae akan menyimpan buku itu ke atas meja. Kemudian Shi Won mengeluarkan tempat pensilnya dan lagi-lagi Yoon Jae menyimpannya diatas meja. Dan benda selanjutnya yang Shi Won berikan pada Yoon Jae adalah pembalut. Yoon Jae menatap benda itu kebingungan.


Ayah Shi Won tiba-tiba masuk kedalam kamar sambil tertawa, "Yoon Jae? Bagaimana operasinya?" Tanpa menunggu jawaban Yoon Jae, Ayah Shi Won kembali berjalan keluar kamar. Yoon Jae masih memegang pembalut wanita dan saat ia menyadari benda apa itu, Yoon Jae langsung memberikannya pada Shi Won dengan canggung.





Pst: 
Ini adalah Drama Favorite Zola sepanjang 2012. Ceritanya fresh. Jarang-jarang kan ada drama mengenai kecintaan si tokoh utama pada boyband. Dan lagi memang sekarang ini fenomena boyband sedang menjamur. Jadi tidak ada salahnya melihat bagaimana boyband korea jaman dulu :p Untuk mengenai cast, peran Shi Won benar-benar cocok diperankan oleh Eun Ji dan ia terlihat benar-benar tampak seperti fans berat H.O.T apalagi ketika adegan konser. Wahhh...... keren hihi :D

Daaan drama ini benar-benar membawa banyak kenangan masa kecil. Hahaha Zola ngalamin masa-masa asiknya main Dance Dance Revolution. Dulu juga Zola punya beeper karna ponsel belum ada :D

Maaf kalo banyak salah ketik :p Kebiasaan lama susah diubah heehee


1 comments:

Kristina Parabang said...

Gw da nonton nie drama.....
Gw suka banget ma critanya...lucuuuu

Post a Comment

Jangan jadi Silent Readers ya :-)

zoladiaries.blogspot.com
-
 

Blog Template by