Sunday, April 4, 2010

Sinopsis IRIS Episode 11

Seung Hee mendekati Hyun Joon yang tertembak tanpa mengetahui bahwa orang yang di tembak itu adalah Hyun Joon. Ketika dia mau membuka scarf yang menutup muka Hyun Joon, dari belakang datang Sun Hwa yang mengarahkan senjata ke Seung Hee. Otomatis Seung Hee tidak jadi membuka scarf Hyun Joon dan berbalik ingin menyerang Sun Hwa namun Sun Hwa lebih cepat memukul Seung Hee dan membuat Seung Hee pingsan. Setelah Seung Hee pingsan, Sun Hwa mencoba membangunkan Hyun Joon yang tertembak dan ketika jaket Hyun Joon di buka ternyata Hyun Joon tidak benar-benar tertembak karna peluru yang di tembakan Seung Hee mengenai rompi anti peluru.


Di depan gedung NSS, Para agen yang di pimpin oleh Sa Woo mencoba meledakan pintu masuk dan berhasil. Si programmer Tim Teroris mengetahui hal itu dan mengatakan kepada Do Chul agar semuanya segera meninggalkan tempat itu. Sebelum benar-benar meninggalkan NSS, Tim Teroris memasang Bom di dalam ruangan. Nah sementara itu Sun Hwa masih terus mencoba menggeser Hyun Joon keluar dari gedung itu dan membangunkan Hyun Joon.

Hyun Joon akhirnya bangun dan langsung berniat menghampiri Seung Hee. Sun Hwa melarangnya dengan bilang bahwa agen NSS sudah ada di dalam gedung menuju mereka namun Hyun Joon tidak peduli hal itu. Akhirnya Sun Hwa pun nekat mengarahkan pistolnya ke Hyun Joon dan meminta Hyun Joon agar segera keluar dari gedung itu. Hyun Joon mendekati Sun Hwa dan justru mencekiknya dan bertanya apa yang dilakukan Sun Hwa kepada Seung Hee? Sun Hwa pun bilang bahwa dia hanya membuat Seung Hee pingsan saja. Hyun Joon ingin sekali menemui Seung Hee namun Sun Hwa mengatakan bahwa Seung Hee pasti tidak akan percaya dengan apa yang Hyun Joon lakukan saat ini dan bisa kacau jika mereka ditemukan oleh NSS. Akhirnya Hyun Joon pun menurunkan cekikan tangannya di leher Sun Hwa.


Do Chul datang menghampiri Hyun Joon dan Sun Hwa dan bertanya apa yang mereka lakukan di ruangan itu? Sun Hwa menjawab bahwa mereka mengejar penyusup NSS yang mengetahui keberadaan mereka. Anggota Teroris lainnya datang dan bilang bahwa agen NSS sudah hampir mendekati mereka dan mereka semua harus segera pergi dari situ. Hyun Joon masih diam saja sehingga Sun Hwa menarik Hyun Joon agar segera meninggalkan tempat itu.

Agen NSS dan Sa Woo mulai masuk ke dalam pusat NSS dengan sangat hati-hati. Sementara itu para Teroris dapat melihat semua gerak gerik Agen NSS dari camera CCTV. Agar Tim Teroris bisa keluar dari gedung NSS tanpa di curigai maka mereka menyamar menjadi agen NSS yang berpakaian hitam-hitam dan membawa seorang pasien. Ketika Agen NSS di dalam gedung mencari dimana Teroris berada, lampu di matikan oleh Tim Teroris dan itu membuat Agen NSS kaget apalagi Tae Sung ga sengaja menekan platuk pistolnya dan membuat semua Agen NSS saling baku tembak namun akhirnya baku tembak di hentikan karna Sa Woo menemukan Tae Sung yang sedang nyumpet.

Agen NSS datang menghampiri Sa Woo dan bilang bahwa ada yang ditinggalkan oleh Tim Teroris itu yaitu Bom waktu yang sebentar lagi meledak. Sementara tim Penjinak Bom mencoba mematikan Bom, Sa Woo menyuruh agar Agen yang lain mengevakuasi para korban agar segera keluar dari gedung. Nah ketika di Basement, Sa Woo sibuk mencari-cari Seung Hee sementara itu Hyun Joon dan anggota Teroris lewat di depan Sa Woo.


Sa Woo masuk ke dalam gedung untuk mencari Seung Hee dan Tim penjinak Bom berhasil menjinakan bom. Tim Teroris yang pura pura membawa pasien berhasil keluar dan masuk ke dalam mobil. Hyun Joon melamun di luar mobil sambil menatap gedung NSS. Sa Woo akhirnya menemukan Seung Hee yang pingsan dan dia buru-buru membawa Seung He eke tim medis yang ada di dalam gedung itu.

Tim Teroris sudah kembali ke markas besar. Do Chul bertanya ke Sun Hwa, ada apa dengan Hyun Joon karna Hyun Joon bersikap aneh? Sun Hwa ngeles dengan bilang bahwa Hyun Joon baru saja membunuh orang-orang yang dahulu temannya sehingga hati Hyun Joon merasa tidak nyaman. Lalu Sun Hwa menghampiri Hyun Joon dan berkata bahwa Hyun Joon harus bersikap seperti biasa lagi agar tidak di curigai anggota teroris yang lainnya.


Di NSS mereka semua mulai memperbaiki berbagai system keamanan. Sung Hyun menghadap Baek San dan bilang bahwa ada 6 pejabat NSS yang tewasdan kemungkinan akan bertambah. Sung Hyun juga bilang bahwa untungnya banyak pejabat tinggi NSS yang sedang di perintahkan keluar sehingga tidak begitu banyak korban yang berjatuhan. Dan lagi Sung Hyun mengatakan bahwa teroris yang menyusup ke NSS ini sepertinya mantan orang NSS karna hapal banyak tempat mengenai NSS. Baek San terlihat Stress dan bertanya apa yang sebenarnya di inginkan oleh Teroris tersebut? Sung Hyun pun mengatakan bahwa tim teroris tersebut meninginkan RND data bahkan teroris itu mencuri RND.

Tiba-tiba HPnya Baek San berbunyi dan ternyata itu panggilan dari President. Di ruang tunggu President, para mentri ngoceh dengan bilang bahwa pasukan anti teroris telah di serang oleh teroris dan tentunya itu adalah hal yang sangat memalukan. Sekertaris President datang dan bilang bahwa president ingin menemui Baek San sekarang. President bilang bahwa pasti ada yang diingin Teroris dari NSS dan akhirnya Baek San pun bercerita bahwa mereka mengambil sesuatu yang jika di gabungkan dengan Uranium maka akan menimbulkan reaksi nuklir yang sangat dasyat. Dan akhirnya mereka pun dapat menyimpulkan bahwa sekarang teroris itu memegang Nuklir yang dapat di ledakan kapan saja dan dimana saja.


Chul Young ada di dalam hotel di Seoul dan dia menelfon Do Chul untuk mengabarkan suatu hal. Do Chul memanggil salah satu anak buahnya untuk suatu hal dan sementara itu Do Chul meminta kepada anak buahnya agar tetap diam di tempat. Do Chul tidak menemukan Hyun Joon sehingga dia menyuruh Sun Hwa untuk meyuruh Hyun Joon masuk ke dalam gedung. Ketika Sun Hwa pergi ke tempat dimana Hyun Joon menyendiri, ternyata Hyun Joon tidak ada.

Rupanya Hyun Joon pergi ke rumahnya Seung Hee. Bahkan Hyun Joon masuk ke dalam rumah itu karna Seung Hee belum pulang. Ia kembali masa lalunya ketika dia minum-minum bersama Seung Hee dan Sa Woo ketika merayakan misi pertama mereka yang sukses. Lalu Hyun Joon melihat ada foto dia dan Seung Hee ketika melihat mata hari terbenam dan dia pun kembali ingat masa-masa dahulu bersama Seung Hee di Akita, Jepang.

Sementara itu Seung Hee ada di rumah sakit sedang ditunggui oleh Sa Woo. Pulang dari rumah sakit, Sa Woo pergi ke bar dan minum-minum sambil memikirkan Seung Hee dan Hyun Joon. Dia mengeluarkan sesuatu dari saku celananya yang ternyata kalung untuk Seung Hee dan tutup USB milik Hyun Joon. Lalu dia menelfon Baek San dan berkata bahwa Baek San telah merubah semua hidupnya dan dia juga bertanya mengapa Baek San harus memilih dia? Baek San pun menjelaskan bahwa dia tidak pernah salah pilih orang.


Keesokan paginya Sung Hyun bertemu agen NSS yang bertanya kira-kira siapa yang dalang teroris sebenarnya. Sung Hyun pun mengatakan kemungkinan besar orang itu adalah orang dalam NSS karna mengetahui banyak hal tentang NSS. Lalu Sung Hyun bertemu dengan Sa Woo dan menjelaskan kepada Sa Woo bahwa teroris itu mengambil suatu barang yang bersangkutan dengan nuklir. Jelas Sa Woo kaget mendengar hal itu.

Sung Hyun di panggil bertemu dengan Baek San yang memerintahkan dirinya agar menyelidiki tempat-tempat yang kemungkinan menyelidiki tentang nuklir. Di dalam kantor president, president sedang mengobrol dengan asistennya. Asistennya terlihat ingin berkata sesuatu sehingga president memberikan kesempatakn asistennya itu untuk menyampaikan apa yang ingin di sampaikan. Ternyata asistennya itu ingin mengatakan bahwa dia harap president tidak begitu percaya kepada Baek San karna banyak hal.

Baek San bertemu kembali dengan Chul Young dan melakukan kunjungan ke hotel tempat dimana Chul Young menginap. Chul Young banyak sekali menanyakan tentang keamanan CCTV di dalam hotel dan beberapa hal tentang keamanan hotel untuk kedatangan president Korea Utara nantinya.

Sementara itu Baek San sedang mengobrol berdua dengan sekertaris President. Mereka membicarakan tentang pelaku teroris. Tiba-tiba Chul Young datang dan duduk. Chul Young berkata banyak hal tentang keamanan di Korea Selatan yang menurut dia belum optimal karna banyak sekali kasus yang terjadi dari dahulu dan itu membuat Baek San dan sekertaris president tidak bisa berbicara apa-apa.


Hyun Joon memanggil Sun Hwa pergi keluar gedung sebentar. Ternyata Hyun Joon memanggil Sun Hwa untuk member tahukan Sun Hwa untuk membuka data yang sudah dia copy di computer di NSS waktu itu. Sun Hwa pun masuk ke dalam gedung dan membuka isi flash disk yang diberikan oleh Hyun Joon. Dan Sun Hwa terlihat kaget ketika melihat isi file tersebut karna banyak info tentang kejahatan yang di lakukan oleh IRIS, bahkan dia juga menemukan data orang tua Hyun Joon. Programmer tim teroris menghampiri Sun Hwa dan itu membuat Sun Hwa langsung close file tersebut. Sun Hwa menghampiri Hyun Joon dan menceritakan semua file yang ada dan dia juga bilang kemungkinan besar orangtuanya Hyun Joon ayng seorang ahli nuklir dibunuh oleh Baek San dan sejak kecil kehidupan Hyun Joon sudah diatur oleh Baek San.


Seung Hee sedang mengendarai mobilnya dan kembali ingat kepada teroris yang hampir dia tembak ketika di gedung NSS(Hyun Joon). Dia sangat penasaran dengan siapa sebenarnya teroris tersebut karna teroris tersebut justru menembak temannya untuk melindunginya. Ketika sampai di NSS, dia bertanya kepada Mi Jung apakah ada cirri-ciri khusus dari teroris tewas yang sedang di teliti dan Mi Jung menjawab tidak ada sama sekali. Seung Hee pun pergi ke ruang otopsi dan bertemu dengan Hyun Kyu. Dia bertanya apakah benar bahwa orang yang dulu menyelinap ke rumah Sa Woo adalah Hyun Joon? Dan Hyun Kyu pun mengatakan benar dan itu membuat Seung Hee kembali berfikir.

Seung Hee memanggil temannya dan bilang bahwa dia yakin sekali bahwa Hyun Joon masih hidup dan menjadi salah seorang teroris yang datang ke NSS pada waktu itu. Temannya itu menyangkal dan bilang bahwa Hungaria sudah mengirim berkas kematian Hyun Joon, Seung Hee amat memohon kepada temannya itu untuk menelfon pihak Hungaria dan bertanya kebenaran hal itu.


Chul Young berada di dalam kamar hotelnya dan berniat pergi keluar gotel. Asistennya membantu dengan mengalihakn beberapa gambar di CCTV agar tidak merekam Chul Young dan akhirnya Chul Young dapat keluar dari hotel tersebut tanpa terekam CCTV satupun. Ternyata Chul Young pergi ke markas besar para terorisme. Semua anggota berbaris dan memberi hormat kepada Chul Young. Namun Hyun Joon satu-satunya anggota yang tidak ikut baris dan hanya melihat Chul Young dari Jauh saja.

Anggota NSS sedang rapat bersama tentang teroris yang datang ke NSS waktu itu. Hyun Kyu bilang bahwa ada sesuatu yang aneh yang di temui di pakaian dan sepatu teroris yang tewas dan sudah di otopsi oleh dia. Yaitu ada kandungan asbes di sepatunya padahal sudah sangat jarang ada asbes di korea. Seung Hee pun mengatakan bahwa kemungkinan besar tim teroris itu bersembunyi di tempat pembuangan limbah pabrik atau gudang gudang pabrik yang ada material asbes. Baek San pun langsung memerintahkan semuanya untuk mendata beberapa tempat yang ada asbesnya di korea selatan.


Seung Hee di panggil oleh temannya untuk mengobrol sebentar. Ternyata temannya itu memanggil Seung Hee untuk memberikan kabar bahwa Hungaria tidak pernah mengirimkan data informasi kematian Hyun Joon dan sepertinya ada seseorang yang sengaja mengirimkan data kematian Hyun Joon dengan mengatas namakan Hungaria.

Chul Young menherahkan sebuah Uranium kepada Do Chul lalu dia menanyakan tentang Hyun Joon. Do Chul pun mengatakan bahwa sejauh ini Hyun Joon tidak pernah mencari masalah bahkan Hyun Joon sangat membantu mereka ketika memasuki NSS. Chul Young pun meminta Do Chul untuk memanggilkan Hyun Joon dan mereka pun berbicara berdua. Chul Young mengatakan bahwa sekarang dia kan menepati janjinya dan mulai mempercayai Hyun Joon.

Seung Hee sedang duduk di kursi kerjanya sambil terus memikirkan tentang orang yang dia tembak di gedung NSS dan dia semakin yakin bahwa laki-laki itu adalah Hyun Joon. Sementara itu Sa Woo menghampiri Baek San dan bertanya apakah Seoul dalam bahaya? Karna kemungkinan besar kelompok teroris itu akan meledakan bom di tengah kota Seoul. Baek San dengan mudahnya mengatakan bahwa ya kini Seoul dalam keadaan genting. Tiba-tiba Seung Hee datang dan masuk ke ruangan Baek San. Ketika Sa Woo mau permisi pergi, Seung Hee melarangnya dan bilang bahwa ada sesuatu yang dia mau katakana dan Sa Woo dan Baek San harus mendengarkannya. Seung Hee pun bilang bahwa Hyun Joon masih hidup dan itu membuat Sa Woo dan Baek San kaget.



Sun Hwa dan Hyun Joon pergi ke suatu tempat. Ketika sudah memarkirkan mobil dan menuju ke gereja yang ada di atas tangga, tiba-tiba ada mobil yang melintas dan menembaki mereka berdua. Hyun Joon kaget dan langsung berlari naik ke atas tangga. Sampai di gereja, dia mencari pastur yang juga ayah angkatnya, Sun Hwa menumukan pastur itu yang sudah tewas terbunuh. Hyun Joon pun terlihat kaget melihat itu dan dia menemukan sebuah foto yang ada di sebuah buku yang jatuh. Dan foto itu memuat gambarnya dan seorang laki-laki yang dia tidak ketahui siapa.

1 comments:

cha_sya said...

zola terusan iris episode 17 gak ada ya?

Post a Comment

Jangan jadi Silent Readers ya :-)

zoladiaries.blogspot.com
-
 

Blog Template by