Showing posts with label IRIS. Show all posts
Showing posts with label IRIS. Show all posts

Monday, April 5, 2010

Sinopsis IRIS Episode 14

Hyun Joon berteriak kaget ketika melihat Baek San dengan keji menembak orang misterius itu. Ketika Hyun Joon dan Sun Hwa datang ke rumah itu, Baek San dan yang lainnya sudah tidak ada. Bahkan semua rekaman CCTV pun sudah di hapus oleh Sa Woo. Hyun Joon melihat ulang rekaman yang ada di HPnya lalu tiba-tiba saja dia pergi ke daerah buku-buku di kamar itu dan menemukan sebuah buku yang di dalamnya terdapat sebuah kartu dan kunci yang ada bandulan mahkota.


Di perjalanan pulang, Hyun Joon tidak begitu focus menyetir sehingga dia pun menepikan mobilnya ke pinggir sebentar. Sun Hwa bertanya, siapa laki-laki yang tadi ada di sebelah Baek San? Hyun Joon pun kembali menceritakan tentang Sa Woo kepada Sun Hwa. Hyun Joon juga bercerita tentang Sa Woo yang merupakan sahabatnya ketika sebelum masuk NSS namun Sa Woo lah yang telah membuat dia celaka karna Sa Woo menjalankan perintah dari Baek San.

Baek San pergi berbelanja di supermarket dengan istrinya. Dia mendapatkan telfon dari seseorang mengenai suatu hal lalu dari arah belakang tiba-tiba Baek San merasa ada yang memperhatikan namun ketika di lihat kebelakang, orang itu sudah pergi. Dan orang yang memperhatikan Baek San diam-diam itu adalah Vic.

Mi Jung dan Tae Kung sedang bekerja di NSS. Mi Jung tiba-tiba mendapatkan SMS dari Vic yang meminta bertemu di sebuah jalan. Mi Jung pun pamit keluar NSS dengan alasan dia mau pergi sebentar. Ketika bertemu di sebuah jalanan kota Seoul, Vic tiba-tiba mencium Mi Jung. Lalu Vic dan Mi Jung pergi ke rumah Mi Jung.


Sung Hyun melapor ke Baek San bahwa ada aksi teroris dengan jumlah korban 16 orang. 1 orang yang meninggal itu sudah berumur sekitar 60 tahun, sedangkan sisanya itu para pengawal. Baek San justru tidak mengambil pusing masalah itu karna dia langsung meminta Sung Hyun untuk melaporkan kasus itu ke pemerintah pusat saja dan itu bukan tanggung jawab NSS.

Ketika keluar dari ruangan Baek San, Sung Hyun bertemu dengan Hyun Kyu yang mau melaporkan hasil otopsinya. Namun Sung Hyun bilang bahwa kasus itu tidak usah di selidiki oleh NSS atas perintah Baek San. Hyun Kyu tiba-tiba memanggil Sung Hyun untuk bicara rahasia di ruang meeting NSS. Hyun Kyu bilang bahwa beberapa hari yang lalu, Sa Woo datang kepadanya untuk mencari identitas seseorang dan kecocokan orang itu mencapai 92%. Sung Hyun bertanya apa yang aneh dari permintaan Sa Woo tersebut? Hyun Kyu pun bilang bahwa orang yang di cari oleh Sa Woo itu adalah orang yang kini sedang di otopsi oleh dirinya.


Chul Young yang semula ada di ruangannya tiba-tiba di panggil oleh atasannya. Si atasannya itu marah-marah ke Chul Young dan mengancam akan menurunkan jabatan Chul Young.

Sung Hyun kembali mengingat ketika dia bilang kepada Baek San bahwa dia merasakan ada sebuah lubang hitam besar yang menghianati NSS dan orang itu adalah Sa Woo namun Baek San tidak begitu mempedulikan laporan dari Sung Hyun itu.

Chul Young berbicara dengan asistennya tentang kelompok teroris yang akan meledakan bom di Seoul. Lalu dia meminta asistennya itu untuk mempertemukan dia dengan Sun Hwa di Cina karna ada yang mau dia bicarakan.

Sa Woo bertanya kepada Mi Jung dan Tae Kung tentang gambar satelit dan rekaman satelit. Sementara itu Sung Hyun diam-diam memperhatikan Sa Woo dengan tatapan curiga.


Baek San menunggu di sebuah tempat dan ternyata dia bertemu dengan Atasannya Chul Young. Mereka membahas tentang bom nuklir. Dan lagi-lagi dari arah jauh Sung Hyun memperhatikan Baek San dengan orang Korea Utara tersebut. Llau Baek San terlihat meminta tolong akan suatu hal kepada orang korea utara tersebut.

Atasannya Chul Young menelfon ke Do Chul dan meminta Do Chul untuk membunuh Hyun Joon dan Sun Hwa sebelum bom nuklir akan di ledakan. Do Chul pun menyuruh kepada anak buahnya untuk menyimpan rahasia tentang lokasi pengeboman itu pun kepda Hyun Joon dan Sun Hwa.

Do Chul mengadakan rapat di dalam gedung, sementara itu Hyun Joon dan Sun Hwa tidak di perbolehkan masuk ke dalam. Pintu masuk terbuka dan Hyun Joon bisa melihat ke arah dalam bahwa anggota teroris lainnya mulai sibuk mempersiapkan sesuatu namun dan dia pun mulai curiga bahwa mereka sudah tidak di percaya lagi oleh tim teroris.


Seung Hee sedang ada di dalam rumahnya, tiba-tiba ada tamu yang datang yaitu Sung Hyun. Sung Hyun datang ternyata untuk membahas tentang penyandraan Seung Hee. Lalu dia bertanya apakah Seung Hee melihat Hyun Joon? Seung Hee pun menjawab iya. Lalu Sung Hyun bercerita bahwa dia merasa ada seorang penghianat di dalam NSS yaitu Sa Woo dan Baek San. Dan di luar rumah Seung Hee diam-diam ada orang lain yang mengamati.

Hyun Joon datang ke sebuah tempat yang tertulis di kartu yang dia temukan di bukubuku orang yang menolong dia waktu di hungaria. Ternyata kunci itu adalah sebuah kunci untuk membuka loker rahasia di sebuah tempat. Ketika Hyun Joon membuka loker tersebut, di temukan sebuah kunci mobil dengan kartu dengan tulisan B4. Orang yang menjaga toko langsung menghubungi seseorang dan member tahu bahwa Hyun Joon sudah pergi dari tempat itu.


Hyun Joon pergi ke Basement untuk mencari mobil yang di maksud dan ketika masuk ke mobil tersebut dia mencoba mencari sebuah petunjuk namun dia tidak menemukan apa-apa. Ketika mesin di nyalakan baru lah TV di mobil menunjukan arah lokasi tujuan tempat Hyun Joon harus pergi. Dari arah belakang toba-tiba ada sebuah mobil yang mengikuti Hyun Joon. Dan terjadilah adegan kejar-kejaran di jalan raya dan Hyun Joon pun berhasil menghindar dari mobil yang mengikutinya itu.

Sesampainya di lokasi tujuan ternyata tempat itu adalah sebuah lapangan udara yang sudah siap dengan helicopter. Ketika Hyun Joon datang, badannya di geledah terlebih dahulu oleh seorang pengawal dan ketika senjata Hyun Joon di ambil, Hyun Joon dipersilahkan masuk ke helicopter yang di dalam helicopter itu ada asistennya President.

Tim teroris sdang sibuk menyiapkan bom yang akan di simpan di tengah kota seoul. Sementara itu Hyun Joon dan asisten president sampai di suatu tempat dengan pengamanan yang superketat. Hyun Joon naik ke sebuah lift yang ternyata membawa Hyun Joon ke tempat dimana President menunggu.

President menyapa Hyun Joon dan bertanya apakah Hyun Joon masih di NSS? Asisten president mengatakan bahwa Hyun Joon di anggap berkhianat dan kini dinyatakan sudah meninggal. President agak kaget mendengar itu dan bertanya apakah Hyun Joon benar-benar berkhianat? Hyun Joon pun menjawab bahwa dia telah membunuh pejabat tinggi Korea Utara. Presidnet pun tambah kaget mendengar hal itu. Dan ketika di Tanya oleh President, siapa yang menyuruh Hyun Joon untuk membunuh pejabat tinggi Korea Utara itu? Hyun Joon menjawab yang memerintahkannya itu adalah Bos NSS yaitu Baek San.


Sekertaris President menelfon Baek San dan bilang bahwa president dan asistennya tiba-tiab menghilang tanpa berkata apapun padanya. Baek San pun lalu menelfon seseorang untuk mengabarkan bahwa president telah menghilang.

Hyun Joon pun menceritakan banyak hal kepada president, termasuk menceritakan tentang IRIS. Lalu asisten President menunjukan rekaman Baek San membunuh salah seorang ahli nuklir yang baru beberapa hari lalu meninggal(yang kejadian Baek San dan Sa Woo menyerang si orang misterius yang menyelamatkan Hyun Joon.) Lalu Hyun Joon bilang bahwa sampai saat ini akan sulit untuk membongkar IRIS dan juga ada kelompok teroris yang akan meledakan bom nuklir di pusat kota Seoul. Lalu Hyun Joon cerita bahwa dia akan menjadi mata-mata di kelompok teroris.

Para anggota teroris mulai mencari-cari tempat yang cocok untuk menaruh bom nuklir. Bahkan mereka sampai mengikuti tour kota seoul untuk mencari tempat yang tepat.

Para pejabat tinggi Korea Selatan berkumpul di kantor president dan membahas tentang president yang menghilang beberapa jam. Asisten president hanya diam tidak mengatakan apa-apa. Dan terjadi adu mulut antara mereka karna president tiba-tiba menghilang dalam keadaan penting sepeti ini. Lalu Baek San datang dan ikut bergabung. Baek San pun langsung terkena sasaran marah dari para pejabat tinggi Korea Selatan karna di anggap NSS tidak dapat menangkap teroris.


Sekertaris mendapatkan telfon dari president yang bilang mau bertemu dengan Baek San. Baek Sn pun pergi ke ruangan Presidnet dan mereka pun membahas tentang bom nuklir. President menanyakan tentang pendapat Baek San akan satu hal untuk menjebak Baek San dan Baek Sn pun gelagapan untuk menjawabnya.

Seung Hee dan Sung Hyun bertemu di sebauh restaurant. Seung Hee bilang kalau dia mulai di lacak akhir-akhir ini. Lalu Sung Hyun meminta Seung Hee agar lebih berhati-hati sementara itu dia akan mencari tahu identitas Baek San dan Sa Woo yang sebenarnya.

Seung Hee pergi ke gym dan dari arah belakang ada orang NSS yang terus mengikuti dirinya. Namun SeungHee bisa sedikit bebas karna masuk ke ruang ganti wanita. Seung Hee menelfon polisi untuk mempersulit orang NSS lainnya yang diam di depan gedung gym. Ketika selesai keluar dari gedung gym, dia menjebak si orang yang mengikutinya itu dan akhirnya Seung Hee berhasil lolos karna di jemput oleh temannya di NSS. Si orang yang mebgejar Seung ee itu melapor ke Sa Woo kalau dia telah kehilangan Seung Hee.


Setelah di jemput oleh temannya itu. Seung Hee pergi ke gedung dimana dia di tangkap oleh tim teroris. Dia meminta bantuan Sung Hyun dan Mi Jung untuk menunjukan arah agar dia bisa sampai ke gedung sekarang para teroris bernaung. Ternyata selama di sekap di dalam truk, Seung Hee terus mengingat arah belokan mobil truk tersebut sehingag ia bisa dengan mudah mengikuti jalan menuju ke gedung tempat dia di sekap. Namun dia kehilangan arah dan mencoba menelfon Sung Hyun. Karna d dekat Sung Hyun ada Sa Woo maka Sung Hyun berbicara asal dan mematikan telfon.

Ketika Sa Woo sudah pergi, Sung Hyun meminta Mi Jung untuk pergi ke ruangan file untuk mencari data dengan menggunakan ID cardnya. Ketika MiJung ada di dalam ruangan rahasia, ada anggota NSS yang melihat hal itu dan melappr ke Sa Woo. Sa Woo melapor ke Baek San yang menyuruh Sa Woo untuk segera menemukan Seung Hee sebelum bertemu dengan tim teroris.

Hyun Joon dan Sun Hwa mengobrol dengan diam-dam. Sun Hwa bilang kalau anggota tim teroris yang perempuan tidak terlihat akhir-akhir ini dan dia yakin kalau si perempuan itu sedang menyiapkan uranium yang akan di ledakan. Si programmer tim teroris mendekat ke arah Sun Hwa dan memberikan kode kalau Sun Hwa harus mengikuti dia sebentar. Sun Hwa pun pergi keluar sebentar bersama orang itu. Lalu si programmer memberi kabar bahwa Chul Young mau bertemu dengan Sun Hwa tapi Do Chul tidak boleh tahu akan hal itu.


Chul Young pergi ke sebuah tempat sambil menunggu kedatangan Sun Hwa. Tiba-tiba dia mulai curiga dengan aktifitas orang-orang di sektar dia apalagi dia melihat ada orang yang membawa senjata dan dia pun buru-buru pergi dari tempat itu dan langsung di kejar oleh banyak orang dan di tangkap.

Chul Young ternyata di bawa ke sebuah ruangan introgasi dan kemudian datang Hyun Joon ke ruangan itu sambil membawa senjata yang langsung di arahkan ke kepala Chul Young. Hyun Joon bertanya mau dibawa kemana uranium yang akan di ledakan di Seoul itu? Chul Young menggelengkan kepala tanda tidak tahu. Hyun Joon marah dan langsung menghajar Chul Young dan menembak ke arah lantai sebanyak 2 kali.

Sunday, April 4, 2010

Sinopsis IRIS Episode 13

Anggota Teroris yang menangkap Seung Hee membawa Seung Hee kedalam gudang dan bilang kepada Do Chul kalau Seung Hee membawa senjata dan berbahaya. Lalu anggota yang lain bilang kalau Seung Hee ini anggota NSS yang waktu itu menyusup ke dalam NSS dan membuat 2 anggota Tim Teroris tewas terbunuh. Anggota teroris yang cewe kaget mendengar hal itu dan menampar Seung Hee dan mengarhkan pistol ke kepala Seung Hee. Hyun Joon yang mau melawan di cegah oleh Sun Hwa. Do Chul bertanya ke Hyun Joon apakah Hyun Joon kenal dengan wanita itu? Hyun Joon menjawab tidak kenal karna dia tidak begitu akrab dengan departemen NSS yang lainnya. Do Chul pun memerintahkan tim teroris untuk menyandra Seung Hee dan segera pergi dari tempat itu. Seung Hee pun pergi dengan di kawal anggota teroris.


Sa Woo dan agen NSS sudah sampai di lokasi gudang C24 dan mereka bersiap-siap menerobos masuk. Ketika mulai menerobos masuk, ternyata di depan pintu masuk di pasang sensor bom sehingga bom pun meledak dan menghancurkan kaca-kaca di dalam. Sa Woo memerintahkan agar berhenti menembak dan ketika Sa Woo masuk ke dalam gudang, isi gudang sudah kosong dan yang ada hanya beberapa agen NSS yang terluka bakar karna terkena ledakan bom.

Ternyata Tim Teroris sudah kabur dengan menggunakan truk. Di dalam truk anggota teroris lainnya membicarakan Seung Hee yang telah membunuh 2 anggota teroris lainnya ketika di NSS. Seung Hee dan Hyun Joon duduknya saling berjauhan namun mereka berdua tetap saling menatap dari arah jauh dan terlihat jelas kalau Seung Hee matanya ingin menangis.


Sa Woo menelfon Sung Hyun dan mengabarkan bahwa agen mereka ada 3 orang yang meninggal dan mereka tidak menemukan Seung Hee sama sekali di sekitar situ. Sung Hyun Bilang bahwa untuk saat ini satelit susah digunakan untuk mencari Seung Hee sehingga diminta Sa Woo ikut mencari. Tiba-tiba salah seorang agen NSS bilang kalau dia menemukan mobil Seung Hee tidak jauh dari lokasi. Namun mereka tidak menemukan Seung Hee sama sekali.

Seung Hee di tahan di sebuah lantai bawah tanah di dalam gedung. Sun Hwa diam-diam melihat dari arah jauh dan melaporkan hal itu kepada Hyun Joon. Sun Hwa bilang kepada Hyun Joon kalau Seung Hee hanya di tahan dan tidak di apa-apakan.

Do Chul meminta si programmer masuk ke program NSS dan mencari tahu identitas dari si wanita yang di tangkap oleh mereka. Dan dari kode senjata yang dimiliki oleh Seung Hee maka identitas Seung Hee pun mudah di ketahui.


Do Chul datang ke markas baru para teroris dan mengumumkan bahwa misi mereka sekarang adalah meledakan atau menyimpan bom nuklir di tengah kota Seoul. Jelas Hyun Joon dan Sun Hwa kaget mendengar hal itu. Lalu Do Chul juga ngebahas tentang Seung Hee dan meminta kepada Hyun Joon agar Hyun Joon bisa membuat Seung Hee membeberkan sebuah rahasia NSS.

Sa Woo menghampiri Mi Jung dan Tae Kung untuk mencari Seung Hee. Sa Woo marah-marah dan Sung Hyun pun balas memarahi Sa Woo. Sung Hyun bilang ke Mi Jung dan Tae Kung agar tidak mempermasalahkan Sa Woo yang marah-marah seperti itu karna Sa Woo sedang stress akibat banyak agen di bawah pimpinan dia yang terluka.

Hyun Kyu menghampiri teman Seung Hee dan bertanya apakah benar Seung Hee di sandra oleh teroris? Temannya seung hee menjawab benar dan Hyun Kyu pun merasa bersalah karna dia lah yang telah mengijinkan Seung Hee memakai komputernya untuk mencari keberadaan grup teroris tersebut. Lalu Temannya Seung Hee cerita bahwa Seung Hee malakukan hal tersebut karna percaya bahwa dari salah satu teroris tersebut ada Hyun Joon. Hyun Kyu yang mendengar hal itu pun kaget.


NSS mengadakan rapat. Hyun Kyu bilang bahwa sekarang kasus teroris harus benar-benar di tanggapi sangat serius karna kemungkinan besar niat teroris selanjutnya adalah serangan bom nuklir yang dapat mengakibatkan kota Seoul ini hancur. Setelah selesai rapat, Tae Kung bilang kepada Sung Hyun bahwa dia ingin berbicara sebentar. Ternyata yang ingin di bicarakan oleh Tae Kunga dalah mengenai pabrik asbes C24. Dia bilang kepada Sung Hyun bahwa dia sudah menaruh urutan gudang asbes C24 dalam urutan nomor 1 tapi entah mengapa ketika di data yang di Sa Woo data gudang asbes C24 tidak ada sama sekali. Sung Hyun yang mendengar hal itu juga kaget.

Sa Woo menelfon Baek San dan mengabarkan kepada Baek San kalau Seung Hee di tawan oleh teroris. Baek San kaget mendengar itu namun karna kini dia sedang berada di kantor president sehingga telfon untuk sementara harus di tutup terlebih dahulu.

President sedang rapat dengan beberapa orang termasuk dengan Baek San. President pun mengungkapkan bahwa sebenarnay ketika teroris masuk ke NSS ada sesuatu yang di curi. Yaitu RND yang jika di campur oleh Uranium maka akan mengakibtkan ledakan yang luar biasa besar.


Mi Jung sedang duduk di meja kerjanya sambil melamun. Dia mengingat kembali ketika dia sedang menyanyi di sebuah café, tiba-tiba ada Vic yang datang dan melihat ke arahnya sambil tersenyum. Lalu Mi Jung pergi menghampiri Vic dan bertanay apakah Vic adalah orang yang dahulu pernah menolong dia di diskotik? Vic hanya tersenyum. Lamunan Mi Jung tersebut buyar karena Tae Kung datang menghampiri dan bertanya jika benar-benar Seoul akan meledak maka Mi Jung akan sendirian di Seoul karna selama di Seoul Mi Jung tidak punya kerabat dekat. Mi Jung tidak menjawab dan pergi meninggalkan Tae Kung. Dan ternyata Mi Jung pergi meninggalkan Tae Kung untuk menghubungi Vic.


Si Programer Tim Teroris sedang mencoba mengcopy seluruh data yang ada di laptopnya Seung Hee. Sementara itu Sun Hwa melihat Seung Hee yang di tahan melalui monitor. Dan ternyata Hyun Joon sedang berhadapan langsung dengan Seung Hee untuk menanyakan tentangkode keamanan NSS yang di perintahkan oleh Do Chul. Namun Hyun Joon memberikan kode tangan kepada Seung Hee agar sSeung Hee tidak membocorkan kode sandi keamanan NSS.

Sun Hwa sedang melihat Seung Hee dan Hyun Joon melalui monitor. Si programmer menemukan ada foto Sun Hwa dan Chul Young di laptop Seung Hee dan bertanya ke Sun Hwa mengapa Seung Hee memiliki foto tersebut? Sun Hwa pun bilang kalau foto itu ketika dia ada di Budapest Hungaria. Si programmer pun meninggalkan laptopnya dan pergi melapor ke Do Chul. Hal itu di manfaatkan oleh Sun Hwa untuk melihat isi laptop Seung Hee yang ternyata banyak foto-foto Seung Hee dan Hyun Joon ketika di Akita, Jepang. Sun Hwa pun buru-buru menghapus semua foto tersebut.


Do Chul memerintahkan ke salah satu anggota teroris untuk menyuntikan narkoba ke tubuh Seung Hee. Dan si programmer datang dan melapor bahwa dia sudah mendapatkan data computer Seung Hee.

Hyun Joon melihat Anggota teroris alinnay datang dan membawa suntikan narkoba siap menyuntikan ke Seung Hee. Maka dari itu dia melemparkan meja dan terpaksa menampar Seung Hee agar Seung Hee tidak di suntik narkoba. Hyun Joon terlihat hampir menangis ketika menampar Seung Hee. Bahkan Seung Hee sampai berdarah bibirnya dan terjatuh dari kursi akibat tamparan dari Hyun Joon.


Si programmer datang kembali ke ruangan bersama Do Chul untuk menunjukan foto-foto yang ada di Laptop Seung Hee. Dan Do Chul mulai merasa curiga karna ketika ada kasus di Hungaria yang di perintahkan itu adalah Hyun Joon lalu mengapa Seung Hee memiliki foto-foto tersebut? Do chul pun menghampiri ruangan penyiksaan dan menyuruh agar Seung Hee segera disuntik narkoba. Hyun Joon sempat mencegaah dengan mengatakan bahwa Seung Hee tidak akan menjawab namun Do Chul bersihkeras agar Seung Hee di suntik narkoba. Ketika di suntik narkoba, Seung Hee sempat memberontak namun akhirnya dia lemas.

Baek San menelfon seseorang dari organisasi IRIS dan meminta bantuan akan satu hal. Seung Hee masih di sekap dan ditanya-tanya oleh Do Chul. Ketika di Tanya kode keamanan NSS, Seung Hee masih tidak mau mengatakannya. Akibatnya Do Chul meminta agar Seung Hee di suntik narkoba 2 kali. Hyun Joon yang mendengar itu langsung gelisah. Sesudah di suntik, Seung Hee kambali di Tanya tentang kode keamanan NSS namun tidak di jawab juga. Tiba-tiba ada telfon ke Do Chul yang mengatakan sesuatu. Tiba-tiba saja setelah menerima telfon tersebut, Do Chul memerintahkan agar Seung Hee di lepaskan dan di buang saja. Do Chul pun memerintahkan Sun Hwa dan Hyun Joon yang membuang Seung Hee.

Sun Hwa menyetir mobil sementara Hyun Joon duduk di belakang dan Seung Hee tertidur di pangkuannya Hyun Joon. Tiba-tiba Hyun Joon meminta Sun Hwa agar menepikan mobilnay di pinggir sebentar lalu dia mengambil alih mobil sementara Sun Hwa di tinggal di jalan begitu saja. Ternyata Hyun Joon pergi membawa Seung Hee ke rumahnya dulu dan menyimpan Seung Hee di depan pintu rumah. Sebelum pergi meninggalkan Seung Hee, Hyun Joon bilang bahwa dia sekarang sudah berubah menjadi raksasa seperti yang dulu pernah di bicarakan dan dia harap Seung Hee tidak mengingatnya kembali.


Sa Woo pulang ke rumah dan kaget malihat ada Seung Hee di depan pintu rumahnya. Buru-buru di amenggendong Seung Hee masuk ek dalam rumahnya. Semenatra itu Hyun Joon melihat hal itu dari dalam mobilnya.

Chul Young berbicara dengan atasannya dan terlihat dari pembicaraan mereka terdapat perbedaan pendapat yang membuat Chul Young kesal. Chul Young pun menelfon Do Chul dan memerintahkan Do Chul untuk break dari perintah pengeboman. Namun Do Chul malah bilang bahwa dia tidak bisa melakukan hal itu karna dia akan memasang bom di pusat kota Seoul. Jelas Chul Young kaget karna dia sebelumnay tidak pernah menugaskan hal itu. Namun Do Chul bersikukuh bahwa dia akan tetap meledakan bom tersebut.

Seung Hee sedang ada di rumahnya. Dia kembali mengingat ketika bertemu dengan Hyun Joon di gudang teroris. Dia kaget mendengar Hyun Joon bilang bahwa Hyun Joon tidak mengenalnya sama sekali. Lalu dia juga mengingat ketika Hyun Joon menampar dia sambil Manahan air mata. Dia juag mengingat tentang sandi yang di berikan Hyun Joon.

Sa Woo sedang ada di ruang meeting NSS, lalu Sung Hyun datang menghampiri. Awalnya Sung Hyun menanyakan tentang kabar Seung Hee. Tapi kemudian dia menanyakan kabar tentang gudang C24. Sung Hyun bilang apakah dari awal Sa Woo mengetahui tentang gudang C24? Sa Woo menjawab tidak tahu sama sekali. Lalu Sung Hyun berkata bahwa sejak awal, Sung Hyun merasa di organisasi NSS itu terdapat penghianat.

Sung Hyun lalu pergi ke ruangan Baek San untuk menyampaikan bahwa Seung Hee sudah pulang dari rumah sakit. Lalu Sung Hyun bilang bahwa dia merasa ada lubang besar diantara NSS. Karena terjadi kekacauan mengenai teroris tersebut bahkan ada ayng sengaja menghapus data. Baek San bertanya, siapa yang dicurigai? Sung Hyun pun menjawab kalau dia curiga sama Sa Woo

Baek San bertemu dengan Sa Woo di sebuah tempat proyek. Dia meminta Sa Woo untuk mencari seseorang dengan data hanay sebuah foto. Orang yang di car itu adalah orang penting yang terlibat dalam proyek nuklir dan dia dengar sekarang sedang berada di Korea Selatan. (Orang yang di cari sama Baek San ini adalah orang misterius yang dulu nolongin Hyun Joon.)


Sa Woo pun mencoba mencari data tentang orang tersebut dari computer NSS. Mi Jung dan Tae Kung datang sehingga layar computer pun segera ditutup oleh Sa Woo. Mi Jung menawari kopi untuk Sa Woo dan pergi. Sa Woo pun kembali bekerja mencari data orang itu.

Sa Woo menghampiri ruang otopsi dan bertemu dengan Hyun Kyu dan meminta bantuan. Dia mencoba menyamakan foto dan kecocokan foto itu mencapai 95%. Sa Woo pun langsung mencari data orang itu dan pergi meuju rumah orang itu bersama Baek San.

Sesampainya di depan rumah orang itu. Sa Woo dan para agen yang lainnya turun dari mobil sambil membawa senjata dan membantai semua penjaga yang ada di dalam rumah. Hyun Joon mencoba menelfon ke nomor rumah itu namun tidak ada panggilan balasan seperti biasanya. Hyun Joonj pun bilang bahwa hal ini tidak seperti biasanya dan dia memiliki firasat buruk. Sun Hwa bilang bahwa mereka tidak mungkin pergi ke sana karna tidak tahu alamatnya.


Sesudah semua pengawal di bunuh. Baek San turun dari mobil dan pergi ke ruangan rawat di lantai atas. Baek San berbasa basi sebentar sementara itu si orang misterius itu mengatakan bahwa dari dulu sampai sekarang Baek San tidak pernah berubah karna masih tetap kejam. Lalu dia menekan tombol yang mengirimkan video rekaman di dalam ruangan rawatnya itu kepada Hyun Joon. Hyun Joon pun buru-buru memperlihatkan hal itu ke Sun Hwa dan mereka segera pergi ke rumah itu.

Di prejalanan , Hyun Joon terus melihat rekaman itu dan melihat dengan jelas bahwa di ruangan itu ada Sa Woo dan juga Baek San. Tiba-tiba Baek San mengambil bantal dan di taruh di muka orang itu dan dia mengeluarkan senjata dari dalam jasnya dan menembakan senjata itu ke kepala si orang misterius itu. Hyun Joon yang melihat hal itu dari dalam rekaman langsung menjerit karna kaget.

Sinopsis IRIS Episode 12

Hyun Joon kaget melihat pastur yang sekaligus bapa angkatnya itu sudah tewas terbunuh. Sementara itu orang-orang yang tadi menembali Hyun Joon dan Sun Hwa pergi melapor ke seseorang yang ternyata kaki tangannya Baek San. Orang itu bilang bahwa Hyun Joon muncul di lokasi kejadian. Kaki tangannya Baek San kaget dan langsung melapor ke Baek San yang dengan gampangnya menyuruh kaki tangannya itu untuk membunuh Hyun Joon.


Hyun Joon menemukan foto dirinya dengan seseorang yang tidak dia kenal dan terus melihat foto itu. Sun Hwa terlihat gelisah dan mengatakan ke Hyun Joon agar mereka segera meninggalkan tempat itu. Hyun Joon pun memasukan foto itu ke saku jaketnya dan siap berdiri, ketika benar-benar akan meninggalkan gereja itu, Hyun Joon melihat ada sebuah cincin di atas meja dan dia mengambil cincin itu dan pergi keluar gereja bersama dengan Sun Hwa.

Di luar gereja, orang-orang suruhan Baek San datang dan langsung menembaki Hyun Joon dengan Sun Hwa. Mereka berdua buru-buru masuk ke mobil dan menjalankan mobil sambil terus menembali musuh-musuh mereka itu. Ketika mereka pergi, para polisi pun mulai mendatangi lokasi kejadian.


Baek San di dalam ruangannya menunggu telfon dari kaki tangannya itu yang ternyata gagal membunuh Hyun Joon sehingga Baek San terus memerintahkan agar Hyun Joon segera di bunuh. Baek San kemudian mengingat kembali omongan Seung Hee yang mengatakan bahwa Hyun Joon ini sebenarnya masih hidup dengan bukti telah dilakukan tes yang menunjukan 74% kecocokan antara Hyun Joon dan orang yang masuk ke rumah Sa Woo. Bahkan Seung Hee mengatakan bahwa dia adalah saksi langsung kalau Hyun Joon masih hidup. Sa Woo dan Baek San bingung dengan maksud Seung Hee sehingga Seung Hee pun bilang bahwa ketika NSS di serang teroris, Hyun Joon ikut terlibat tetapi Hyun Joon justru menolong dirinya yang hampir mau di tembak oleh teroris lainnya.

Baek San lalu pergi ke ruang tempat penyimpanan data rahasia dan memeriksa sebuah data yang ternyata sudah di copy oleh Hyun Joon. Baek San pun bilang kepada Sa Woo bahwa Hyun Joon masuk ke NSS sebagai teroris untuk melihat file pribadi dia dimana di file itu terdapat data kematian orang tua Hyun Joon bahkan ada data IRIS juga. Sa Woo yang mendengar hal itu kaget banget. (Sa Woo udah tau IRIS ya? hmmm)


Sun Hwa menghampiri Hyun Joon yang sedang ada di atap gedung. Sun Hwa bertanya apakah Hyun Joon ingat siapa laki-laki yang ada di foto itu? Hyun Joon menggelengkan kepala dan bilang dia tidak ingat sama sekali. Lalu Sun Hwa bilang bahwa ada beberapa orang yang direkrut untuk masuk Tim Teroris baru.

Sa Woo masuk ke dalam kantor Baek San. Baek San bilang ke Sa Woo kalau orang suruhannya gagal mumbunuh Hyun Joon. Sa Woo bertanya apa yang harus dia lakukan sekarang? Baek San memerintahkan Sa Woo untuk menjaga Seung Hee karna dia yakin, Seung Hee akan melakukan banyak hal untuk menemukan keberadaan Hyun Joon.

Seung Hee menghampiri Tae Kung yang sedang mencari lokasi yang banyak mengandung asbes. Seung Hee mengatakan kepada Tae Kung agar hasil data yang di peroleh Tae Kung di perlihatkan terlebih dahulu kepadanya. Tae Kung jadi bingung karna Sa Woo justru berkata bahwa data itu jangan di perlihatkan ke Seung Hee karna Seung Hee akan bertindak gegabah dan akan berbahaya bagi Seung Hee. Nah di lain sisi, Seung Hee meminta bantuan temannya untuk menyelidiki sesuatu namun temannya itu tidak menyanggupi membantu karna perlu ID orang yang memiliki jabatan penting di NSS untuk membuka server tersebut.


Baek San sedang melakukan rapat dengan President, sekertaris dan asisten. President meminta agar sekertaris dan asistennya itu keluar sebentar karna dia mau membicarakan suatu hal dengan Baek San. President pun bertanya bagaimana pencarian teroris yang di lakukan oleh NSS? Baek San pun mengatakan bahwa pencarian masih dalam tahap proses. Lalu Baek San bilang agar pertemuan pejabat Korea Utara dan Korea Selatan di tunda karna hal teroris ini, namun Presdent mengatakan tidak mau menunda dan Baek San harus bisa menangkap teroris sebelum pertemuan antara 2 kepala Negara tersebut berlangsung.

Di Korea Utara, Chul Young sedang berbicara dengan atasannya. Mereka membicarakan tentang utusan dari selatan yang akan datang berkunjung ke utara. Dan orang yang akan berkunjung itu adalah Baek San ketua dari NSS.

Seung Hee sedang duduk di depan komputernya sambil melihat kasus kasus. Lalu dia berkata ke Mi Jung, kenapa ada berita penembakan yang masuk ke dalam berita umum? Ketika di lihat lebih jelas, ternyata berita tentang penembakan itu korbannya adalah Pendeta yang ada di panti asuhan Hyun Joon di besarkan. Seung Hee mengingat hal itu dan merasa kaget ketika melihat berita itu.


Tae kung yang sedang menyeliiki gudang gudang yang terdapat asbes pun melapor ke Sa Woo bahwa dia sudah menyelidiki semuanya dan dia mendapatkan 1 tempat yang kemungkinannya sangat tinggi. Sa Woo pun balas melapor ke Baek San. Baek San bilang ke Sa Woo agar meneliti terlebih dahulu sebelum benar-benar pergi menyerang. Akhirnya Sa Woo menyuruh seseorang untuk pergi ke lokasi nomor1 yang paling di curigai dan ternyata tempat itu benar adalah sarang dari teroris. Namun Sa Woo justru merubah laporan dengan menghapus nama tempat yang sebenarnya sudah terbukti kalau disitu adalah sarang teroris.

Dari arah belakang Sa Woo datang Seung Hee yang membawa berita penembakan seorang Pendeta. Seung Hee pun menceritakan bahwa pendeta itu adalah pendeta yang dahulu mengurus Hyun Joon dan dia yakin sekali penembakan pendeta tersebut ada sangkut pautnya dengan Hyun Joon.

Hyun Joon sedang berkunjung ke makam Pendetanya itu. Dari jauh Sun Hwa yang berdiri dari atas bukit melihat Seung Hee dan Sa Woo yang berjalan ke arah mereka sambil membawa bunga. Akhirnya Sun Hwa dan Hyun Joon pun bersembunyi di balik pepohonan. Hyun Joon terus melihat ke arah Seung Hee yang berjalan berdampingan dengan Sa Woo. Sun Hwa pun bilang ke Hyun Joon agar mereka cepat pergi dari situ segera.

Seung Hee dan Sa Woo menaruh seikat bunga di depan makam Pendeta. Lalu Seung Hee bilang bahwa mereka harus menemukan Hyun Joon karna dia yakin ini semua bukan tindakan Hyun Joon. Sa Woo marah-marah dan bilang bahwa sekarang ini Hyun Joon sudah masuk ke tim teroris dan Hyun Joon sudah berubah. Lalu Sa Woo juga bilang bahwa tim teroris itu sudah mengambil RND dari NSS yang kalau di campur dengan Uranium maka akan menjadi senjata nuklir yang sangat berbahaya. Seung Hee kaget mendengar hal itu.


Di dalam mobil, Hyun Joon masih tertegun melihat Seung Hee yang tadi berjalan berdampingan dengan Sa Woo. Lalu dia pergi ke telfon umum untuk menghubungi orang yang dahulu telah menyelamatkan dia. Si orang itu bilang kalau sekarang dia ada di Korea Selatan. Hyun Joon bilang bahwa dia akan menemui orang itu namun orang itu bilang bahwa lain kali dia yang akan memberitahu dimana tempatnya kepada Hyun Joon.

Seung Hee masih terus melihat file kematian pendeta yang di bunuh. Lalu dia pergi ke temannya dan meminta bantuan agar dia bisa masuk ke ruang file rahasia dimana dia pernah bertemu dengan Hyun Joon yang menjadi teroris. Seung Hee amat penasaran dengan apa yang di cari oleh Hyun Joon di ruangan itu. Temannya pun membantu Seung Hee untuk masuk ke ruangan itu namun dalam waktu sebentar. Ketika Seung Hee membuka laptop di dalam ruangan itu, ada laporan ke temannya Seung Hee bahwa petugas mengetahui ada penyelundupan di ruang file rahasia sehingga mereka sedang menuju ruang file rahasia. Temannya Seung Hee menelfon Seung Hee agar buru-buru keluar dari ruangan, namun Telfon itu langsung di ambil ole Sa Woo. Ketika Seung Hee mau keluar dari ruangan File dan berbalik, ternyata sudah ada kaki tangannya Baek San yang melihat ke arah dia.


Akhirnya kaki tangan Baek San itu membawa Seung He eke ruangan Baek San. Seung Hee pun terang-terangan bahwa dia pergi ke ruangan itu karna ingin tahu apa yang sebenarnya di cari oleh Hyun Joon. Baek San marah dan akhirnya dia membebas tugaskan semua kasus yang ditangani oleh Seung Hee.

Temannya Seung Hee itu juga menerima dampaknya karna dia di tegur oleh Sung Hyun yang bilang bahwa mereka berdua terlalu gegabah. Temannya Seung Hee pun bilang bahwa Seung Hee ingin masuk ke ruang file rahasia itu karena Seung Hee yakin melihat Hyun Joon di ruangan File rahasia ketika ada teroris. Sung Hyun bilang bahwa itu tidak mungkin karna Hyun Joon sudah meninggal namun temannya Seung Hee itu menjelaskan bahwa data yang dikirim oleh Hungari itu palsu dan sebenarnya buatan orang dalam NSS. Sung Hyun kaget mendengar itu dan mencari Seung Hee.

Seung Hee bertemu dengan Sung Hyun yang langsung mengajak berbicara. Sung Hyun bilang bahwa akan sangat sulit Seung Hee kemabli bersama dengan Hyun Joon karna faktanya Hyun Joon adalah seorang teroris. Namun Seung Hee tetap bilang bahwa dia masih tidak yakin dengan hal itu. Sung Hyun Pun bilang agar Seung Hee tidak menyebar luaskan dahulu tentang Hyun Joon yang ternyata masih hidup ke orang-orang karna hal itu amat sangat berbahaya.


Hyun Joon dan Sun Hwa pergi ke suatu tempat untuk bertemu dengan orang misterius yang dahulu menolongnya ketika di Hungaria. Ternyata yang datang bukan orang itu tetapi orang suruhannya yang di perintahkan untuk membawa Hyun Joon dan Sun Hwa ke rumah orang itu. Untuk di antar ke rumah orang itu, Hyun Joon dan Sun Hwa diminta untuk menyerahkan senjata mereka dan ponsel dan mata mereka berdua harus ditutup sampai ke rumah orang misterius itu.

Sesampainya di sebuah rumah. Hanya Hyun Joon yang di perbolehkan masuk, sementara itu Sun Hwa di minta untuk menunggu di luar. Ketika Hyun Joon masuk ke lantai atas rumah, dia kaget melihat ada sebuah ruangan yang penuh dengan computer dan berbagai alat medis. Dan ternyata orang yang selama ini menghubungi dia dan yang telah menolong dia adalah orang yang ada di dalam foto yang dia temukan ketika Pendeta meninggal. Dan orang misterius itu dalam keadaan tidak sehat karna berbaring di atas tempat tidur.

Hyun Joon pun bilang bahwa sekarang dia sudah tau semuanya, bahka dia sudah tahu kalau Baek San lah yang telah membunuh kedua orangtuanya. Hyun Joon bertanya kenapa Baek San memilih dia? Lalu Orang misterius itu bilang bahwa dia ingin membicarakan hal itu di luar sambil menghirup udara segar.


Sampai di halaman luar, si Orang misterius itu pun mulai menceritakan yang sebenarnya. Dia menceritakan bahwa dia dan kedua orang tua Hyun Joon adalah ahli nuklir dan dia juga tahu bahwa Baek San lah yang membunuh kedua orang tua Hyun Joon atas perintah IRIS. Si orang misterius itu juga bercerita bahwa satu persatu orang yang dekat dengannya dan mengetahui apa itu IRIS mulai di bunuh oleh orang-orang IRIS.

Sun Hwa yang tidak sabar menunggu pun berniat menghampiri Hyun Joon. Si petugas yang menjaga Sun Hwa pun langsung di hajar oleh Sun Hwa. Sun Hwa pun berjalan mendekati Hyun Joon yangs edang berbicara dengan orang misterius itu dan petugas yang ada di situ langsung bersiap mengarahkan pistolnya ke Sun Hwa. Namun orang misterius itu mempersilahkan Sun Hwa untuk masuk dan mendengar obrolan mereka. Si orang misterius itu lalu bercerita bahwa sampai sekarang dia tidak tahu siapa bos dari IRIS karna IRIS sudah sangat dalam akarnya dan akan sulit untuk menangkap IRIS.

Baek San dan juga baberapa pejabat tinggi Korea Selatan datang ke Korea Utara. Mereka membahas tentang pertemuan antara kedua kepala Negara Korea Utara dan Korea Selatan. Namun terlihat ada beberapa konflik yang terjadi ketika mereka membahas hal tersebut.


Seung Hee di NSS tidak bisa menggunakan IDnya untuk masuk ke file-file kasus yang terjadi karna IDnya sudah larang masuk ke computer-komputer di NSS. Seung Hee berniat masuk dari salah satu computer diruang penyidik namun Mi Jung dan Tae Kung mengingatkan hal tersebut kepada Seung Hee dan melarangnya sehingga Seung Hee pun kembali ke ruangnnya dan bingung bagaimana cara dia bisa masuk ke computer NSS.

Nah di Korea Utara, ketika Baek San mau naik lift, ada seseorang yang menyerahkan sebuah kertas kecil kepada Baek San yang menyuruh Baek San agar ke parkiran. Ternyata di parkiran, Baek San di jemput oleh sebuah mobil dan diantar menuju ke atasannya Chul Young. Dan ternyata dari jauh, asistennya Chul Young melihat hal itu.

Di ruangannya atasan Chul Young, Baek San dan orang itu bercerita banyak tentang berbagai hal. Salah satunya tentang tenaga nuklir. Di lain tempat, asistennya Chul Young melapor bahwa dia melihat Baek San pergi ke suatu tempat. Chul Young pun meminta asistennya itu untuk menyelidiki Baek San.


Hyun Joon sedang duduk di gudang tempat para teroris. Dia sedang memikirkan kata-kata si orang misterius itu. Lalu dia melihat ada anggota teroris yang membawa kotak yang sangat besar, lalu dia juga ingatdahulu Chul Young pernah datang dan membawa koper. Dari situ Hyun Joon mulai curiga akan tindakan yang akan dilakukan oleh tim teroris tersebut.

Sun Hwa mencoba bertanya kepada si programmer tim teroris apa yang sebenarnya sedangmereka rencanakan? Tetapi dia menjawab tidak tahu. Lalu Do Chul masuk ke dalam gudang dengan beberapa orang yang akan menjadi tim teroris juga. Di salah satu anggota baru itu ternyata ada yang kenal dengan Sun Hwa dan menatap sinis ke arah Hyun Joon.


Seung Hee menghampiri temannya dan meminta maaf karna temannya itu juga mendapatkan hukuman dari NSS. Temannya tidak keberatan dengan hal itu dan kembali mengingatkan Seung Hee agar tidak ikut campur urusan NSS mengenai Hyun Joon. Tapi Seung Hee jutsru tetap bersihkeras ingin bertemu dengan Hyun Joon muskipun kini diketahui kalo Hyun Joon itu Teroris. Akhirnya Seung Hee pergi ke ruangan otopsi dan meminjam computer milik Hyun Kyu untuk melihat data tempat para teroris tinggal.

Sa Woo dengan tim agen NSS sedang menuju ke gudang-gudang yang diduga menjadi sarang markas para terroris. Mereka sudah menghampiri ke banyak gudang namun sampai sekarang belum menemukan gudang yang benar-benar menjadi sarang terroris.

Seung Hee meminta bantuan Hyun Kyu agar bisa melihat foto-foto dari satelit. Hyun Kyu pun membantu Seung Hee. Dan akhirnya Seung Hee menemukan tempat dimana para teroris berada yang ternyata data tempat itu adalah yang sebelumnya menjadi tempat di urutan nomor1 yang paling di curigai.


Sa Woo menghubungi Sung Hyun dan bilang kalau dia belum menemukan tempat yang benar. Lalu Sung Hyun menyuruh Tae Kung untuk melihat foto dari satelit namun Tae Kung justu kaget karna melihat Hyun Kyu tadi melihat data-data gudang gudang asbes dan ternyata gudang yang di curigai adalah gudang yang terdapat di tempat urutan paling bawah dalam daftar gudang yang di yakini tempat teroris bersarang. Maka Sung Hyun pun menghubungi Hyun Kyu.


Sa Woo masih terus menyelidiki gudang gudang asbes. Lalu dia mendapatkan telfon bahwa tempat terakhir lah yang kemungkinan besar menjadi sarang teroris. Kemudain Sa Woo menelfon Baek San dan melapor kalau dia hampir menemukan gudang tersebut. Mi Jung dan Tae Kung masih dalam penyelidikan gudang gudang asbes. Mi Jung bilang bahwa kemungkinan paling besar itu ada di gudang asbes nomor C24. Lalu Tae Kung kembali mengingat bahwa dulu dia pernah mengatakan kepada Sa Woo bahwa Gudang asbes C24 adalah yang paling besar kemungkinanya. Sung Hyun mencoba menelfon Seung Hee namun tidak di angkat juga maka dia menelfon Sa Woo dan bilang bahwa Seung Hee kemungkinan sedang pergi ke gudang C24 seorang diri.

Sa Woo dan para agen NSS lainnya pun mulai pergi menuju ke gudang C24 sedangkan Seung Hee sudah sampai terlebih dahulu di gudang itu. Do Chul memerintahkan kepada semua anggot Teroris lainnya untuk beres-beres karna kemungkinan besar gudang tempat mereka sudah ketahuan. Ketika Seung Hee sedang menyelidiki gudang itu dari arah dekat, dari belakang ada yang menyodorkan senjata yang ternyata anggota salah satu teroris. Anggota itu pun membawa Seung Hee ke dalam gudang. Sun Hwa yang melihat keberadaan Seung Hee jelas kaget melihat itu. Hyun Joon yang awalnya sibuk merobek Koran pun ikut membalikan badan dan kaget melihat ada Seung Hee di situ dan Seung Hee juga kaget melihat ada Hyun Joon.

Sinopsis IRIS Episode 11

Seung Hee mendekati Hyun Joon yang tertembak tanpa mengetahui bahwa orang yang di tembak itu adalah Hyun Joon. Ketika dia mau membuka scarf yang menutup muka Hyun Joon, dari belakang datang Sun Hwa yang mengarahkan senjata ke Seung Hee. Otomatis Seung Hee tidak jadi membuka scarf Hyun Joon dan berbalik ingin menyerang Sun Hwa namun Sun Hwa lebih cepat memukul Seung Hee dan membuat Seung Hee pingsan. Setelah Seung Hee pingsan, Sun Hwa mencoba membangunkan Hyun Joon yang tertembak dan ketika jaket Hyun Joon di buka ternyata Hyun Joon tidak benar-benar tertembak karna peluru yang di tembakan Seung Hee mengenai rompi anti peluru.


Di depan gedung NSS, Para agen yang di pimpin oleh Sa Woo mencoba meledakan pintu masuk dan berhasil. Si programmer Tim Teroris mengetahui hal itu dan mengatakan kepada Do Chul agar semuanya segera meninggalkan tempat itu. Sebelum benar-benar meninggalkan NSS, Tim Teroris memasang Bom di dalam ruangan. Nah sementara itu Sun Hwa masih terus mencoba menggeser Hyun Joon keluar dari gedung itu dan membangunkan Hyun Joon.

Hyun Joon akhirnya bangun dan langsung berniat menghampiri Seung Hee. Sun Hwa melarangnya dengan bilang bahwa agen NSS sudah ada di dalam gedung menuju mereka namun Hyun Joon tidak peduli hal itu. Akhirnya Sun Hwa pun nekat mengarahkan pistolnya ke Hyun Joon dan meminta Hyun Joon agar segera keluar dari gedung itu. Hyun Joon mendekati Sun Hwa dan justru mencekiknya dan bertanya apa yang dilakukan Sun Hwa kepada Seung Hee? Sun Hwa pun bilang bahwa dia hanya membuat Seung Hee pingsan saja. Hyun Joon ingin sekali menemui Seung Hee namun Sun Hwa mengatakan bahwa Seung Hee pasti tidak akan percaya dengan apa yang Hyun Joon lakukan saat ini dan bisa kacau jika mereka ditemukan oleh NSS. Akhirnya Hyun Joon pun menurunkan cekikan tangannya di leher Sun Hwa.


Do Chul datang menghampiri Hyun Joon dan Sun Hwa dan bertanya apa yang mereka lakukan di ruangan itu? Sun Hwa menjawab bahwa mereka mengejar penyusup NSS yang mengetahui keberadaan mereka. Anggota Teroris lainnya datang dan bilang bahwa agen NSS sudah hampir mendekati mereka dan mereka semua harus segera pergi dari situ. Hyun Joon masih diam saja sehingga Sun Hwa menarik Hyun Joon agar segera meninggalkan tempat itu.

Agen NSS dan Sa Woo mulai masuk ke dalam pusat NSS dengan sangat hati-hati. Sementara itu para Teroris dapat melihat semua gerak gerik Agen NSS dari camera CCTV. Agar Tim Teroris bisa keluar dari gedung NSS tanpa di curigai maka mereka menyamar menjadi agen NSS yang berpakaian hitam-hitam dan membawa seorang pasien. Ketika Agen NSS di dalam gedung mencari dimana Teroris berada, lampu di matikan oleh Tim Teroris dan itu membuat Agen NSS kaget apalagi Tae Sung ga sengaja menekan platuk pistolnya dan membuat semua Agen NSS saling baku tembak namun akhirnya baku tembak di hentikan karna Sa Woo menemukan Tae Sung yang sedang nyumpet.

Agen NSS datang menghampiri Sa Woo dan bilang bahwa ada yang ditinggalkan oleh Tim Teroris itu yaitu Bom waktu yang sebentar lagi meledak. Sementara tim Penjinak Bom mencoba mematikan Bom, Sa Woo menyuruh agar Agen yang lain mengevakuasi para korban agar segera keluar dari gedung. Nah ketika di Basement, Sa Woo sibuk mencari-cari Seung Hee sementara itu Hyun Joon dan anggota Teroris lewat di depan Sa Woo.


Sa Woo masuk ke dalam gedung untuk mencari Seung Hee dan Tim penjinak Bom berhasil menjinakan bom. Tim Teroris yang pura pura membawa pasien berhasil keluar dan masuk ke dalam mobil. Hyun Joon melamun di luar mobil sambil menatap gedung NSS. Sa Woo akhirnya menemukan Seung Hee yang pingsan dan dia buru-buru membawa Seung He eke tim medis yang ada di dalam gedung itu.

Tim Teroris sudah kembali ke markas besar. Do Chul bertanya ke Sun Hwa, ada apa dengan Hyun Joon karna Hyun Joon bersikap aneh? Sun Hwa ngeles dengan bilang bahwa Hyun Joon baru saja membunuh orang-orang yang dahulu temannya sehingga hati Hyun Joon merasa tidak nyaman. Lalu Sun Hwa menghampiri Hyun Joon dan berkata bahwa Hyun Joon harus bersikap seperti biasa lagi agar tidak di curigai anggota teroris yang lainnya.


Di NSS mereka semua mulai memperbaiki berbagai system keamanan. Sung Hyun menghadap Baek San dan bilang bahwa ada 6 pejabat NSS yang tewasdan kemungkinan akan bertambah. Sung Hyun juga bilang bahwa untungnya banyak pejabat tinggi NSS yang sedang di perintahkan keluar sehingga tidak begitu banyak korban yang berjatuhan. Dan lagi Sung Hyun mengatakan bahwa teroris yang menyusup ke NSS ini sepertinya mantan orang NSS karna hapal banyak tempat mengenai NSS. Baek San terlihat Stress dan bertanya apa yang sebenarnya di inginkan oleh Teroris tersebut? Sung Hyun pun mengatakan bahwa tim teroris tersebut meninginkan RND data bahkan teroris itu mencuri RND.

Tiba-tiba HPnya Baek San berbunyi dan ternyata itu panggilan dari President. Di ruang tunggu President, para mentri ngoceh dengan bilang bahwa pasukan anti teroris telah di serang oleh teroris dan tentunya itu adalah hal yang sangat memalukan. Sekertaris President datang dan bilang bahwa president ingin menemui Baek San sekarang. President bilang bahwa pasti ada yang diingin Teroris dari NSS dan akhirnya Baek San pun bercerita bahwa mereka mengambil sesuatu yang jika di gabungkan dengan Uranium maka akan menimbulkan reaksi nuklir yang sangat dasyat. Dan akhirnya mereka pun dapat menyimpulkan bahwa sekarang teroris itu memegang Nuklir yang dapat di ledakan kapan saja dan dimana saja.


Chul Young ada di dalam hotel di Seoul dan dia menelfon Do Chul untuk mengabarkan suatu hal. Do Chul memanggil salah satu anak buahnya untuk suatu hal dan sementara itu Do Chul meminta kepada anak buahnya agar tetap diam di tempat. Do Chul tidak menemukan Hyun Joon sehingga dia menyuruh Sun Hwa untuk meyuruh Hyun Joon masuk ke dalam gedung. Ketika Sun Hwa pergi ke tempat dimana Hyun Joon menyendiri, ternyata Hyun Joon tidak ada.

Rupanya Hyun Joon pergi ke rumahnya Seung Hee. Bahkan Hyun Joon masuk ke dalam rumah itu karna Seung Hee belum pulang. Ia kembali masa lalunya ketika dia minum-minum bersama Seung Hee dan Sa Woo ketika merayakan misi pertama mereka yang sukses. Lalu Hyun Joon melihat ada foto dia dan Seung Hee ketika melihat mata hari terbenam dan dia pun kembali ingat masa-masa dahulu bersama Seung Hee di Akita, Jepang.

Sementara itu Seung Hee ada di rumah sakit sedang ditunggui oleh Sa Woo. Pulang dari rumah sakit, Sa Woo pergi ke bar dan minum-minum sambil memikirkan Seung Hee dan Hyun Joon. Dia mengeluarkan sesuatu dari saku celananya yang ternyata kalung untuk Seung Hee dan tutup USB milik Hyun Joon. Lalu dia menelfon Baek San dan berkata bahwa Baek San telah merubah semua hidupnya dan dia juga bertanya mengapa Baek San harus memilih dia? Baek San pun menjelaskan bahwa dia tidak pernah salah pilih orang.


Keesokan paginya Sung Hyun bertemu agen NSS yang bertanya kira-kira siapa yang dalang teroris sebenarnya. Sung Hyun pun mengatakan kemungkinan besar orang itu adalah orang dalam NSS karna mengetahui banyak hal tentang NSS. Lalu Sung Hyun bertemu dengan Sa Woo dan menjelaskan kepada Sa Woo bahwa teroris itu mengambil suatu barang yang bersangkutan dengan nuklir. Jelas Sa Woo kaget mendengar hal itu.

Sung Hyun di panggil bertemu dengan Baek San yang memerintahkan dirinya agar menyelidiki tempat-tempat yang kemungkinan menyelidiki tentang nuklir. Di dalam kantor president, president sedang mengobrol dengan asistennya. Asistennya terlihat ingin berkata sesuatu sehingga president memberikan kesempatakn asistennya itu untuk menyampaikan apa yang ingin di sampaikan. Ternyata asistennya itu ingin mengatakan bahwa dia harap president tidak begitu percaya kepada Baek San karna banyak hal.

Baek San bertemu kembali dengan Chul Young dan melakukan kunjungan ke hotel tempat dimana Chul Young menginap. Chul Young banyak sekali menanyakan tentang keamanan CCTV di dalam hotel dan beberapa hal tentang keamanan hotel untuk kedatangan president Korea Utara nantinya.

Sementara itu Baek San sedang mengobrol berdua dengan sekertaris President. Mereka membicarakan tentang pelaku teroris. Tiba-tiba Chul Young datang dan duduk. Chul Young berkata banyak hal tentang keamanan di Korea Selatan yang menurut dia belum optimal karna banyak sekali kasus yang terjadi dari dahulu dan itu membuat Baek San dan sekertaris president tidak bisa berbicara apa-apa.


Hyun Joon memanggil Sun Hwa pergi keluar gedung sebentar. Ternyata Hyun Joon memanggil Sun Hwa untuk member tahukan Sun Hwa untuk membuka data yang sudah dia copy di computer di NSS waktu itu. Sun Hwa pun masuk ke dalam gedung dan membuka isi flash disk yang diberikan oleh Hyun Joon. Dan Sun Hwa terlihat kaget ketika melihat isi file tersebut karna banyak info tentang kejahatan yang di lakukan oleh IRIS, bahkan dia juga menemukan data orang tua Hyun Joon. Programmer tim teroris menghampiri Sun Hwa dan itu membuat Sun Hwa langsung close file tersebut. Sun Hwa menghampiri Hyun Joon dan menceritakan semua file yang ada dan dia juga bilang kemungkinan besar orangtuanya Hyun Joon ayng seorang ahli nuklir dibunuh oleh Baek San dan sejak kecil kehidupan Hyun Joon sudah diatur oleh Baek San.


Seung Hee sedang mengendarai mobilnya dan kembali ingat kepada teroris yang hampir dia tembak ketika di gedung NSS(Hyun Joon). Dia sangat penasaran dengan siapa sebenarnya teroris tersebut karna teroris tersebut justru menembak temannya untuk melindunginya. Ketika sampai di NSS, dia bertanya kepada Mi Jung apakah ada cirri-ciri khusus dari teroris tewas yang sedang di teliti dan Mi Jung menjawab tidak ada sama sekali. Seung Hee pun pergi ke ruang otopsi dan bertemu dengan Hyun Kyu. Dia bertanya apakah benar bahwa orang yang dulu menyelinap ke rumah Sa Woo adalah Hyun Joon? Dan Hyun Kyu pun mengatakan benar dan itu membuat Seung Hee kembali berfikir.

Seung Hee memanggil temannya dan bilang bahwa dia yakin sekali bahwa Hyun Joon masih hidup dan menjadi salah seorang teroris yang datang ke NSS pada waktu itu. Temannya itu menyangkal dan bilang bahwa Hungaria sudah mengirim berkas kematian Hyun Joon, Seung Hee amat memohon kepada temannya itu untuk menelfon pihak Hungaria dan bertanya kebenaran hal itu.


Chul Young berada di dalam kamar hotelnya dan berniat pergi keluar gotel. Asistennya membantu dengan mengalihakn beberapa gambar di CCTV agar tidak merekam Chul Young dan akhirnya Chul Young dapat keluar dari hotel tersebut tanpa terekam CCTV satupun. Ternyata Chul Young pergi ke markas besar para terorisme. Semua anggota berbaris dan memberi hormat kepada Chul Young. Namun Hyun Joon satu-satunya anggota yang tidak ikut baris dan hanya melihat Chul Young dari Jauh saja.

Anggota NSS sedang rapat bersama tentang teroris yang datang ke NSS waktu itu. Hyun Kyu bilang bahwa ada sesuatu yang aneh yang di temui di pakaian dan sepatu teroris yang tewas dan sudah di otopsi oleh dia. Yaitu ada kandungan asbes di sepatunya padahal sudah sangat jarang ada asbes di korea. Seung Hee pun mengatakan bahwa kemungkinan besar tim teroris itu bersembunyi di tempat pembuangan limbah pabrik atau gudang gudang pabrik yang ada material asbes. Baek San pun langsung memerintahkan semuanya untuk mendata beberapa tempat yang ada asbesnya di korea selatan.


Seung Hee di panggil oleh temannya untuk mengobrol sebentar. Ternyata temannya itu memanggil Seung Hee untuk memberikan kabar bahwa Hungaria tidak pernah mengirimkan data informasi kematian Hyun Joon dan sepertinya ada seseorang yang sengaja mengirimkan data kematian Hyun Joon dengan mengatas namakan Hungaria.

Chul Young menherahkan sebuah Uranium kepada Do Chul lalu dia menanyakan tentang Hyun Joon. Do Chul pun mengatakan bahwa sejauh ini Hyun Joon tidak pernah mencari masalah bahkan Hyun Joon sangat membantu mereka ketika memasuki NSS. Chul Young pun meminta Do Chul untuk memanggilkan Hyun Joon dan mereka pun berbicara berdua. Chul Young mengatakan bahwa sekarang dia kan menepati janjinya dan mulai mempercayai Hyun Joon.

Seung Hee sedang duduk di kursi kerjanya sambil terus memikirkan tentang orang yang dia tembak di gedung NSS dan dia semakin yakin bahwa laki-laki itu adalah Hyun Joon. Sementara itu Sa Woo menghampiri Baek San dan bertanya apakah Seoul dalam bahaya? Karna kemungkinan besar kelompok teroris itu akan meledakan bom di tengah kota Seoul. Baek San dengan mudahnya mengatakan bahwa ya kini Seoul dalam keadaan genting. Tiba-tiba Seung Hee datang dan masuk ke ruangan Baek San. Ketika Sa Woo mau permisi pergi, Seung Hee melarangnya dan bilang bahwa ada sesuatu yang dia mau katakana dan Sa Woo dan Baek San harus mendengarkannya. Seung Hee pun bilang bahwa Hyun Joon masih hidup dan itu membuat Sa Woo dan Baek San kaget.



Sun Hwa dan Hyun Joon pergi ke suatu tempat. Ketika sudah memarkirkan mobil dan menuju ke gereja yang ada di atas tangga, tiba-tiba ada mobil yang melintas dan menembaki mereka berdua. Hyun Joon kaget dan langsung berlari naik ke atas tangga. Sampai di gereja, dia mencari pastur yang juga ayah angkatnya, Sun Hwa menumukan pastur itu yang sudah tewas terbunuh. Hyun Joon pun terlihat kaget melihat itu dan dia menemukan sebuah foto yang ada di sebuah buku yang jatuh. Dan foto itu memuat gambarnya dan seorang laki-laki yang dia tidak ketahui siapa.

Friday, April 2, 2010

Sinopsis IRIS Episode 10

Ketika Sa Woo masuk ke dalam gedung sambil mengarahkan pistolnya dan Hyun Joon menoleh ke belakang ternyata mereka berdua berada di gedung yang berbeda. Dan ternyata gedung yang di kepung sama NSS itu bersih bahkan tidak ada orang sama sekali di dalam gedung itu.



Itu membuat Sa Woo kesal sementara itu ahli computer di Tim Teroris tersenyum dan mengabarkan hal itu kepada anggota teroris yang lainnya karna ternyata di gedung itu di pasang CCTV yang bisa di lihat langusng oleh tim teroris dan dari awal mereka sudah membuat rencana agar NSS mengira markas mereka ada di gedung yang sekarang di kepung oleh NSS padahal sebenarnya bukan.

Lalu ada anggota NSS yang mengabarkan kepada Sa Woo bahwa dia menemukan sejumlah berkas yang di bakar tapi tidak hangus yang memberitakan jadwal sebuah konfrensi. Sa Woo pun langsung melapor ke tim pusat NSS bahwa sepertinya yang menjadi target adalah seorang Duta besar yang ada di acara konfrensi yang diadakan di Korea saat itu.


Sung Hyun pun langsung memerintahkan beberapa anggota NSS di markas untuk ikut melindungi si duta besar. Sementara itu tim teroris sedang bersiap-siap untuk melancarkan aksi mereka. Si ketua tim terorisnya itu menghampiri Sun Hwa dan Hyun Joon lalu bilang bahwa sebenarnya target mereka bukanlah Duta Besar tetapi NSS. Sun Hwa kaget dan mengatakan bahwa mereka ga mungkin nyerang NSS karna jumlah mereka hanya sedikit. Lalu si Ketua teroris itu bilang bahwa sekarang NSS pasti terfokus pada perlindungan di konfrensi sehingga markas besar NSS akan kecil perlindungannya. Sun Hwa langsung bilang lagi bahwa NSS itu badan intelejen Nasional dan pasti akan sulit untuk di tembus keamanannya, tapi si ketua teroris itu justru bilang bahwa mereka kini memiliki mantan agen NSS dan Hyun Joon lah yang akan mengetuai rencana penyerangan ke NSS.

Hyun Joon nanya ke si Do Chul(nama ketua teroris) kenapa mereka harus menyerang NSS? Do Chul menelfon Chul Young dan mengatakan pada Hyun Joon bahwa Chul Young yang akan menjelaskan. Chul Young pun bilang bahwa Hyun Joon menyusup ke NSS untuk membalaskan dendamnya ke Baek San dan setelah itu dia akan membantu Hyun Joon untuk melancarkan balas dendam yang sebenarnya. Hyun Joon nanya kenapa Chul Young ingin dia melakukan itu semua? Chul Young hanya menjawab bahwa sekarang dia belum bisa mengatakan apa-apa tapi yang pasti dia ingin misi ini berhasil.


Sun Hwa lagi duduk sendiri dan tiba-tiba dia inget sama si Seung Hee yang mencari-cari Hyun Joon. Dia keliatan ga mau Hyun Joon ketemu Seung Hee di NSS makanya dia mendatangi Do Chul dan mengatakan kepada Do Chul agar Hyun Joon tidak ikut menyerang ke NSS karna pasti akan sulit menyerang tempat dimana dulu dia bekerja. Justru Do Chul bilang bahwa hal itu bisa digunakan sebagai tes kesetiaan Hyun Joon.

Sun Hwa mengobrol dengan Hyun Joon tentang rencana penyerangan ke NSS. Si Hyun Joon justru bilang bahwa hal ini bagus karna ini merupakan kesempatan terakhir mereka untuk membuka file di USB yang belum bisa di buka sampe saat ini juga.


Chul Young nelfon Do Chul dan bilang kalau dia sebentar lagi akan sampai di suatu tempat di Korea Selatan untuk melakukan pertemuan dengan pemerintah Korea Selatan dan dia minta agar Tim Teroris bersiap-siap untuk melakukan penyerangan. (Keren deh ngeliat mereka pada keluar dari gedung dengan baju item-item dan bawa senjata)

Baek San lagi di jalan mau ke tempat pertemuan dengan Korea Utara lalu dia mendapatkan telfon yang bilang bahwa NSS mendapatkan target yang akan dibunuh teroris di acara konfrensi, Baek San pun menyuruh agar semua pasukan NSS beraksi dan dia juga meminta kepada Seung Hee yang awalnya satu mobil dengannya untuk kembali ke markas dan memberikan dukungan dari markas. Seung Hee pun menurut dan keluar dari mobil Baek San menuju mobil lain pergi ke arah markas NSS.


Setelah semua pasukan NSS keluar dari markas NSS, Tim Teroris yang menyamar jadi tukang pengangkut sampah dateng ke dalem. Di belakang truk itu ada Sun hwa, Hyun Joon dan seorang programmer. Nah ketika truk memutar si programmer turun dari mobil ketika si mobil dalam keadaan jalan sehingga tidak tertangkap oleh kamera CCTV. Si programmer itu merusak system CCTV di basement dan setelah itu 2 orang tim teroris yang menyamar jadi pengangkut sampah turun meuju tempat satpam si satpamnya kaget karna layar komputernya rusak dan langsunglah 2 orang teroris itu menembak 2 satpam dengan menggunakan senjata yang memakai peredam suara. Setelah itu anggota terorisme yang ada di mobil luar pun mulai menyusul masuk ke dalam.

Tim Teroris sudah lengkap dan berkumpul di basement. Hyun Joon bilang kalau mereka akan susah masuk ke NSS lewat lift karna ada scan. Si programmer menunjukan sesuatu ke Hyun Joon dan Hyun Joon pun memakai scarf untuk menutupi wajahnya lalu mengajak Tm teroris untuk menikutinya. Mereka masuk lewat pintu dari basement dan meledakan tembak dan itu membuat alarm berbunyi. Jelas aja orang yanga da di markas NSS langsung kaget melihat ada bunyi alarm. Do Chul memerintahkan yang lainnya untuk memasang bom sensor gerak dan juga memerintahkan agar sambungan dengan dunia luar di matikan.


Security jelas kaget melihat di CCTVnya tiba-tiab muncul banyak orang yang memakai scarf hitam-hitam sedang menyimpan sesuatu di sudut-sudut ruangan. Ketika mereka mau ngelapor hal itu si telfon ga bisa digunakan dan semua sambungan komunikasi juga ga bisa digunakan. Di markas NSS, MI Jung menyadari ada suatu kenehan karna tiba-tibadata yang sedang di transfer ke Sa Woo mengalami kegagalan dan di ruangan tidak ada sinyal ponsel/ sementara itu Seung Hee mulai masuk ke basement gedung tanpa tahu apa yang sebenarnya terjadi di dalam.

Mi Jung diminta untuk menampilkan rekaman CCTV di ruangan bawah dan betapa kagetnya semua orang di markas NSS ketika melihat ada adegan baku tembak di ruangan bawah antara Security dengan orang-orang yang ga mereka kenal. Dan jelas bahu tembak antara Security dengan Tim Teroris yang memenangkannya adalah Tim Teroris. (Adengannya kaya mainan PointBlank deh keren banget)


Seung Hee mulai masuk ke gedung NSS dan dia langsung kaget begitu ngeliat ada security yang udah tewas di tembak di dekat ruang monitor. Jelas aja Seung Hee kaget dan mencoba mengubungi orang di luar namun tidak ada sinyal sama sekali. Tim Teroris pun langsung mengikuti Hyun Joon menuju ke markas NSS yang sebenarnya. Orang-orang di markas NSS langsung sibuk untuk menyelamatkan diri. Sementara Mi Jung sibuk menghapus data. Tiba-tiba tim teroris sampai di ruang markas besar NSS dan langsung menembaki langit-langit meminta orang-orang agar berkumpul di tengah-tengah Mi Jung yang masih sibuk mengetik ketahuan oleh anggota cewe Tim Teroris dan begitu Mi Jung menekan Enter Mi Jung langsung di pukul pake ujung pistol.

Seung Hee mulai berjalan berhati-hati sambil membawa pistol. Ketika dia mau berjalan dia melihat ada seseorang dan itu membuatnya tambah kaget. Sementara itu Sa Woo terus mencoba untuk menghubingi markas NSS tapi tidak ada sambungan juga.

Baek San menerima telfon dari president yang bertanya, apakah pertemuan antara utara dan selatan tidak sebaiknya di tunda saja karna dia mendengar kabar tentang teroris di Konfrensi? Namun Baek San menjawab bahwa dia sudah memerintahkan semua tim NSS untuk mengamankan konfrensi sehingga pertemuan antara utara dan selatan bisa terus di laksanakan. Pertemuan antara Utara dan Timur pun di lakukan di perbatasan dan wakil dari utara adalah Chul Young dan dari selatan adalah Baek San. Baek San yang ga tau apa-apa hanya tersenyum melihat Chul Young sementara Chul Young yang mengetahui siapa itu Baek San tersenyum sinis. Tangan kanan Baek San melihat Chul Young membawa koper kecil dan berniat untuk memeriksanya, tapi Baek San mencegahnya.


Hyun Joon masuk ke tempat dimana para anggota NSS di sandra lalu dia pergi meninggalkan tempat itu. Sementara itu Sun Hwa sibuk mencari wajah Seung Hee yang ternyata tidak ada. Lalu Hyun Joon masuk ke ruangan Baek San tapi Do Chul datang dan menyuruhnya agar keluar dari ruangan itu. Seung Hee yang diam-diam merangkak di ventilasi udara dari atas melihat bahwa teman-temannya di NSS di sandra oleh kawanan teroris. Hyun Joon masuk ke ruangan dimana dulu menjadi ruangannya dan dia kembali mengingat masa-masa dulu dia dan Seung Hee ketika bekerja bersama. Dari belakang Sun Hwa dateng dan mengingatkan Hyun Joon untuk mengingat peran Hyun Joon sekarang sebagai Teroris. Hyun Joon bialng bahwa sekarang mereka memiliki kesempatan untuk ke ruangan pembuka file rahasia sementara itu dia akan pergi mengambil sdik jari Baek San dahulu. Sun Hwa berjalan ke sebuah meja dan mengetahui bahwa meja itu adalah meja Seung Hee dan dia menutup sebuah figura yanga da foto Seung Hee bersama teman-teman NSS.

Do Chul dan programmer itu dateng ke ruang sandra dan bilang bahwa mereka tidak bisa mengakses sesuatu karna ada yang mengaktifkan pengamanan di NSS. Dan mereka langsung tau bahwa yang melakukan hal itu adalah Mi Jung. Do Chul menjengut Mi Jung dan memaksa Mi Jung untuk menonaktifkan hal itu namun temannya membela dengan mengatakan bahwa itu bisa digagalkan asal ada passwordnya dan tidak ada satu orangpun yang tau passwordnya apa. Do Chul tidak percaya dan hampir menarik pelatuk pistolnya sebelum Hyun Joon menghentikannya dan mengajak Do Chul mengobrol sebentar. Di luar ruangan sandra, Hyun Joon bilang bahwa yang tadi dikatakan itu benar. Do Chul pun bertanya ke programmer, butuh berapa lama untuk bisa mengakses? Si programmer menjawab 30 menit dan menurut Do Chul hal itu terlalu lama. Akhirnya Hyun Joon turun tangan dan menuju satu ruangan yang ada komputrenya dan Hyun Joon membuat NSS jadi tertutup. Si Do Chul marah ke Hyun Joon tapi Hyun Joon langsung menjelaskan bahwa dia membuat NSS tertutup sehingga programmer dapat mempercepat pengaksesan tanpa diganggu orang luar. Setelah itu Hyun Joon nanya ke Do Chul apa tujuan utama mereka menyerang NSS? Do Chul ga jawab dan hanya bilang bahwa Hyun Joon tidak perlu tau.


Seung Hee menemukan sebuah telfon di ruangan bawah tanah namun telfon itu juga dalam keadaan mati. Lalu dia mencoba menghubungkan kabel telfon itu dengan beberapa kabel di sekitar dan berhasil. Dia pun mencoba menelfon Sa Woo untuk memberitahukan situasi sekarang di NSS. Namun ternyata sambungan itu terdeteksi oleh programmer tim teroris dan langsung melaporkan ke Do Chul. Do Chul pun menyuruh agar sambunan telfon itu di putuskan dan dia mengirimkan 2 orang tim teroris untuk menangkap orang yang menelfon diam-diam itu.


Ketika Seung Hee ngobrol dengan Sa Woo tiba-tiba telfon pun mati. 2 orang tim teroris yang di perintahkan untuk menangkap Seung Hee pun pergi ke ruang dimna ada telfon itu namun mereka tidak menemukan Seung Hee. Sa Woo langsung melaporkan ke Baek San bahwa sekarang NSS dalan situasi gawat dan dikuasai oleh terroris. Maka dari itu semua agen NSS pun diperintah kembali ke markas besar.

Sun Hwa mengakses monitor CCTV melalui computer yang ada di ruang NSS dan dia kaget begitu melihat ada Seung Hee yang membawa senjata di ruang bawah tanah. Dia pun segera menyusul sebelum Hyun Joon melihat ada Seung Hee.

Si Programer mengadap Do Chul dan bilang kalau server dapat dibuka dalam waktu 1 jam dan tentu aja Do Chul meminta agar di percepat karna dia yakin orang-orang NSS sekarang sedang dalam perjalanan kembali ke NSS. Do Chul pun meminat beberapa tim teroris untuk berkumpul sebentar, Sun Hwa dateng terlambat dan Do Chul pun memerintahkan Sun Hwa dan Hyun Joon untuk menjaga tempat saja. Hyun Joon memanfaatkan hal itu untuk membuka file USB.


Seorang teroris yang di perintahkan untuk menangkap Seung Hee masuk ke ruangan forensic dan melihat ada mayat di atas tempat tidur. Ketika di buka selimut penutupnya ternyata itu wajah Hyun Kyu yang pura-pura mati. Hyun Kyu ga kuat nahan batuk sehingag dia terbatuk dan membuat kaget si teroris itu yang langsung di serang oleh Seung Hee. Di ruang forensic itu pun terjadi perkelahian yang akhirnya di menangkan oleh Seung Hee. Hyun Kyu meminta agar Seung tetap di ruang forensic saja menunggu tim penyelamat datang namun Seung Hee bersikukuh ingin masuk ke dalam.


Hyun Joon masuk ke ruangannya Baek San untuk mengambil sidik jari Baek San. Dan sementara itu Sa Woo di dalam mobil mengingat perkataan Hyun Kyu yang mengatakan bahwa kemungkinan besar yang masuk ke rumahnya itu adalah Hyun Joon apalagi ada bukti sebuah tutup kalung yang tertinggal.

Setelah mengambil sidik jari, Hyun Joon cepat-cepat bergegas ke ruangan computer yang bisa membuak file USB tersebut. Sun Hwa menghampiri dan bilang kalau dia akan menghubungi Hyun Joon nanti. Ketika di ruang bawah tanah ternyata diam-diam Seung Hee mengikuti Hyun Joon dari atas tanpa mengetahui bahwa yang diikutinya adalah Hyun Joon.


Sementara itu 4 orang teroris yang pergi bareng Do Chul ke sebuah ruang penyimpanan mencoba membuka sebuah brankas besar dan 1 orang teroris mati karna tersengat tegangan tinggi, namun akhirnya mereka berhasil mengamil brankas kecil di dalam brankas besar memotret brankas itu dan mengirim foto iu ke Chul Young.

Sa Woo dan pasukannya sampai di gedung dan berniat masuk namun si pintu tidak bisa dibuka karna pengamanan darurat dari dalam di aktifkan. Sementara itu Hyun Joon menghubungi Sun Hwa dan mengatakan bahwa dia merasa ada seseorang yang mengikutinya dari belakang dan meminta Sun Hwa untuk mengecheck. Ketika di check, Sun Hwa kaget karna yang mengikuti Hyun Joon itu adalah Seung Hee. Sun Hwa pun langsung berlari menyusul agar Seung Hee tidak bertemu dengan Hyun Joon.

Di luar gedung, Pengamanan darurat tidak bisa di nonaktifkan dari luar dan itu membuat Sa Woo memaksa untuk menghancurkan tembok. Si pasukan bilang bahwa penghancurkan tembok merupakan tidakan sembrono, si Sa Woo justru tambah marah dan mencekik orang itu sampai mentok ke tembok dan akhirnya orang itu menyetujui untuk menghancurkan tembok.


Sun Hwa terus berlari-lari di koridor menuju Hyun Joon yang sedang mengcopy sesuatu. Setelah selesai mengcopy dan mau berbalik, dia kaget karna ada seseorang yang berteriak kepadanya untuk berbalik dan membuang senjatanya. Ketika dia berbalik, dia kaget melihat Seung hee ternyata masih hidup. Hyun Joon mencoba berjalan mendekati Seung Hee, tapi Seung Hee berteriak agar tetap di tempat. Tiba-tiba Hyun Joon melihat ada tim terorisnya yang berdiri di belakang Seung Hee dan siap menembak Seung Hee, Hyun Joon pun buru-buru menarik pistolnya dan menembak satu tip terorisnya sementara Seung Hee yang menyangka kalau dia yang akan di tembak otomatis menembak Hyun Joon. Hyun Joon pun terjatuh dan membuat Seung Hee mendekatinya karna penasaran dengan wajah orang yang di tembaknya itu.

zoladiaries.blogspot.com
-
 

Blog Template by