Thursday, September 16, 2010

Sinopsis My Girlfriend is a Gumiho Episode 11

Mi Ho terjatuh dari tangga dan langsung menghantam matras. Semua crew film panik dan langsung berteriak-teriak meminta bantuan. Dong Hong mendengar keributan dan langsung menyuruh Byung Soo untuk memanggilkan Ambulan. Dae Woong ingin menghampiri Mi Ho namun Hye In langsung memegang tangan Dae Woong dan mencegahnya. Dae Woong sangat marah dan membentak Hye In, "APAKAH KAMU GILA?" Dari jauh Dong Joo melihat hal itu dan bertanya-tanya, "Mungkinkah ini terjadi?"

Dae Woong menghampiri Mi Ho dan mencoba menyadarkan Mi Ho. Dong Hong marah-marah dan meminta segera memanggil Ambulan. Dae Woong sadar bahwa Mi Ho tidak boleh di bawa ke rumah sakit karna nanti rahasia Mi Ho bisa terbongkar. Akhirnya Dae Woong membawa Mi Ho ke sebuah ruangan dan bilang pada Dong Hong bahwa mereka tidak memerlukan Ambulan. Dong Hong marah dan bilang bahwa Mi Ho terjatuh dari tempat tinggi dan pasti terluka parah. Dae Woong kembali menjelaskan bahwa Mi Ho akan baik-baik saja.



Mi Ho mulai sadar dan matanya pun mulai berubah menjadi biru. Tiba-tiba saja lampu di tempat shooting padam dan Dae Woong pun jadi panik. Dae Woong masuk ke ruangan dimana Mi Ho beristirahat dan ternyata Mi Ho sudah tidak ada.



Hye In langsung berganti baju dan berniat pergi dari tempat shooting. Tiba-tiba saja Dong Joo menghentikan langkah Hye In dan berkata, "Kamu telah melakukan kesalahan. Energimu itu membuat kemampuan Mutiara melemah. Dia akan mencoba untuk membunuhmu!" Hye In jelas sangat panik mendengar hal itu. Dong Joo menyarankan Hye In agar segera lari jika memang masih ingin hidup. Hye In pun mengikuti saran Dong Joo dengan pergi melalui tangga darurat.



Dae Woong mulai mencari Mi Ho ke gudang. Hye In berada di gudang juga dan berjalan dengan cepat tapi Mi Ho sudah ada di gudang dan sengaja menjatuhkan kardus kosong pada Hye In. Hye In sangat kaget dan berusaha kabur namun sayangnya Hye In salah mengambil jalan ke jalan buntu. Mi Ho berhasil menemukan Hye In dan dia mengatakan "MATI!" lalu dia melemparkan sebuah papan namun Dae Woong langsung datang dan papan itu pun menghantam Dae Woong sehingga Dae Woong berdarah.

Dae Woong mencoba menahan Mi Ho namun Mi Ho tidak mempedulikannya dan langsung mendorong Dae Woong sehingga Dae Woong menabrak tumpukan kardus. Cincin Mi Ho yang ada di Dae Woong pun terjatuh dan Dae Woong tanpa sadar telah menginjaknya. Dae Woong langsung berlari ke Mi Ho dan memeluknya dari belakang dan meminta maaf. Hye In memanfaatkan kejadian ini untuk lari. Dae Woong memeluk Mi Ho dan terus meminta maaf. Lama-lama Mata biru Mi Ho pun kembali normal.



Hye In terus berlari dan dia kembali bertemu Dong Joo. Dong Joo langsung berkata, "Karena aku tidak bisa berbicara denganmu seperti manusia, agar kau mengerti maka aku akan memperingatkanmu. Jika kau melakukan hal bodoh seperti tadi, Maka akulah yang akan... Membunuhmu! Karena kecemburuanmu yang sangat bodoh, kau merusak kekuatannya. Aku akan menemui kembali nanti, Hye In sshi." Dong Joo langsung meninggalkan Hye In yang sangat ketakutan.



Dae Woong membawa Mi Ho ke ruang ganti dan bertanya, "Apakah Mutiaramu baik-baik saja?" Mi Ho menjawab, " Mutiaraku tidak rusak. Hanya sedikit terluka..." Dae Woong kembali berkata, "Tidak serius kan? Aku harus melihatnya agar aku mengetahuinya." Mi Ho melihat kening Dae Woong yang berdarah dan dia bilang bahwa dirinya telah membuat Dae Woong terluka. Dae Woong bilang bahwa itu bukan perbuatan Mi Ho namun itu kesalahan dari Dae Woong.

Mi Ho benar-benar sedih dan berkata, "Woong ah, Hari ini... harusnya aku membunuh perempuan itu! Dan aku tidak tahu apa yang telah aku lakukan padamu. Seperti yang Hye In katakan, aku ini benar-benar menyeramkan dan seperti Monster." Dae Woong langsung membantah, "Tidak! Kau bukanlah monster dan kau tidak menyeramkan!"

Mi Ho berkata, "Kau... kau juga bahkan tidak bisa menyukai aku. Dae Woong... Hye In lari dan pasti dia sangat ketakutan. Gadis yang ada di dalam hatimu itu benar-benar ketakutan dan berlari. Aku selalu lupa siapa aku sebenarnya dan terus mengikutimu. Woong Ah, kau pasti sangat ketakutan." Dae Woong menatap cermin dan berkata, "Aku... Aku takut pada diriku sendiri. Aku akan melupakannya dan membiarkanmu untuk selalu bersamaku. Aku takut..."



Mi Ho kembali bilang bahwa Hye In sangat marah karena tahu bahwa sebenarnya cincin yang di pakainya itu seharusnya milik Hye In. Mi Ho meminta maaf pada Dae Woong karna Hye In bisa mengetahui hal ini karena dia tadi melepaskan cincin itu dari tangannya. Dae Woong baru ingat mengenai cincin dan mulai mencari cincin Mi Ho. Mi Ho meminta maaf kembali pada Dae Woong karna sekarang dia belum bisa meninggalkan Dae Woong. Dae Woong kesal dan bilang bahwa Mi Ho tidak perlu meminta maaf karena semua manusia akan seperti itu. Dae Woong juga bilang bahwa hal yang wajar jika pacar itu di curigai berselingkuh dengan perempuan lain.Dae Woong juga bilang bahwa Mi Ho telah melakukan tugas sebagai pacar dengan sangat baik.

Dae Woong meminta Mi Ho tetap diam di ruang rias, sementara dirinya akan keluar untuk mencari cincin Mi Ho yang terlepas tadi. Dae Woong pergi keluar dan terlihat ada Dong Joo yang bersembunyi dan melihat Mi Ho dengan wajah yang murung.



Dae Woong pergi ke gudang dan mencari cincin MiHo. Byung Soo menghampiri Dae Woong untuk bertanya tentang keadaan Mi Ho dan Byung Soo kaget melihat kening Dae Woong yang terluka. Dae Woong meminta Byung Soo untuk mencarikan cincin yang sangat penting baginya. Byung Soo bilang bahwa Dae Woong seharusnya merawat lukanya terlebih dahulu, Dae Woong tidak mempedulikan saran Byung Soo dan tetap mencari cincin Mi Ho.



Dong Joo menghampiri Mi Ho di ruang rias dan mengembalikan tas Mi Ho. Mi Ho bilang bahwa dia telah membiarkan Dae Woong melihat sisi Monster dalam dirinya. Dong Joo bilang bahwa cepat atau lambat maka Dae Woong akan melihat itu dan akan terus menganggap bahwa Mi Ho ini adalah Gumiho. Mi Ho bilang bahwa dia tetap berharap agar Dae Woong bisa menyukainya muskipun mereka itu berbeda. Mi Ho juga bilang bahwa dia ini sangat sangat menyukai Dae Woong.

Dong Joo bilang bahwa Mi Ho tidak akan terluka jika Mi Ho tidak terlalu berharap pada Dae Woong. Dong Joo mengatakan bahwa harapan yang tidak akan mungkin menjadi kenyataan itu harus segera di buang dari sekarang. Mi Ho bertanya, "Setelah 100 hari. Apakah aku benar-benar harus meninggalkannya? Aku tidak pernah berfikir untuk meninggalkannya." Dong Joo mengangguk dan bilang bahwa Mi Ho mulai sekarang harus mulai membiasakan hidup menjadi manusia tanpa Cha Dae Woong.



Dae Woong masih terus mencari cincin namun tetap tidak berhasil menemukannya. Byung Soo menghampiri Dae Woong dan bilang bahwa Dae Woong harus segera keluar dari gudang karna gudang itu akan segera ditutup. Byung Soo menyarankan agar Dae Woong mencari cincin itu lain hari.



Mi Ho mengantarkan Dong Joo keluar gedung dan Dong Joo bilang bahwa kekuatan Mi Ho akan semakin melemah dan akan menghilang suatu saat nanti. Mi Ho mengatakan bahwa dia sudah merasakan bahwa kemampuannya itu semakin melemah karna sekarang dia tidak dapat mendengar jauh dan juga mencium bau seseorang.

Dong Joo melihat ada Dae Woong jauh di belakang Mi Ho dan dia pun sengaja menyentuh kening Mi Ho untuk memastikan keadaan Mi Ho. Dong Joo bilang bahwa Mi Ho akan mulai merasakan kematian keduanya dan dia khawatir pada Mi Ho. Mi Ho mengatakan bahwa dia bisa menahan rasa sakitnya itu. Dong Joo mengalungkan tas Mi Ho dan menyuruh Mi Ho untuk pulang dan beristirahat. Mi Ho mengerti dan langsung pulang tanpa menyadari ada Dae Woong di belakangnya.



Dae Woong kesal melihat itu dan menghampiri Dong Joo. Dong Joo menyapa Dae Woong dan memperkenalkan dirinya sebagai Park Dong Joo. Dae Woong menjabat tangan Dong Joo dan bilang bahwa dia baru tahu bahwa Yang merawat anjingnya itu ternyata Park Dong Joo yang selalu di ceritakan Mi Ho. Dae Woong melepaskan jabat tangan Dong Joo dan bilang bahwa dia akan segera pulang.

Dong Joo menghentikan Dae Woong dan berkata, "Pada saat itu... Aku tahu bahwa kau adalah Cha Dae Woong. Maaf karna saya pura-pura tidak mengenalmu." Dae Woong kaget dan bertanya, "Kau sudah mengenalku?" Dong Joo menjawab, "Ya. Aku pernah melihatmu saat aku mengantarkan Mi Ho pulang dan Mi Ho bercerita bahwa kamu adalah pacarnya." Mi Ho berkata, "Ya aku adalah pacarnya. Baguslah jika kau sudah mengetahuinya."

Dong Joo tersenyum dan mengatakan bahwa dia sudah tahu bahwa Dae Woong dan Mi Ho telah melakukan sebuah perjanjian mengenai Dae Woong akan menjadi pacar Mi Ho untuk 100 hari. Dae Woong kaget mendengar hal itu. Dong Joo kemudian berkata, "Ah maaf. seharusnya aku pura-pura tidak mengetahuinya. Sampai jumpa." Dong Joo langsung meninggalkan Dae Woong yang masih tidak percaya.



Mi Ho duduk di halte bis dan melihat sekitarnya, "Hmm semua berjuan untuk hidup... kecuali aku. Meskipun aku sudah tinggal di dunia manusia tapi aku tidak melakukan apapun dan terus mengikuti Dae Woong. Hmm aku harus mencoba hidup tanpa Dae Woong."



Dae Woong pulang ke rumah dan menatap papan tanggal, "Kontrak pacaran... Ya kurasa itu yang kukatakan dulu." Mi Ho pulang ke rumah dengan membawa barang-barang dan Dae Woong pun langsung memarahi Mi Ho, "Sudah kukatakan bahwa kau harus menungguku. kenapa kau pulang duluan? Kemana kau pergi?" Mi Ho menjawab bahwa dia tadi pulang naik Bis dan mampir ke rumah perempuan tua penjual ayam.

Mi Ho bertanya, "Apakah cincinnya sudah ditemukan?" Dae Woong menjawab, "Belum. Besok kita harus mencarinya bersama-sama." Mi Ho mengatakan, "Tidak apa-apa. Kau tidak perlu mencarinya. Kau juga tidak perlu memakai cincin itu. Simbol kontrak kita bukanlah cincin melainkan mutiaraku. Nanti... Agar mutiaraku tidak rusak, kau harus menjaganya." Dae Woong bilang bahwa dia akan menjaga mutiara itu dan juga akan tetap mencari cincin hingga ketemu, bahkan Dae Woong juga bilang bahwa dia akan menggunakan cincin itu setiap hari. Mi Ho bersikap dingin dan berkata, "Baiklah terserah kau saja."

Mi Ho mengeluarkan barang-barang yang di bawanya dan Dae Woong pun bertanya, "APa yang kau bawa?" Mi Ho menjawab, "Perempuan tua penjual ayam itu mengatakan padaku akan memberikan aku uang jika aku membetulkan mata boneka ini. Jika aku ingin menjadi manusia maka aku harsu menghasilkan uang sendiri. Mulai sekarang akau akan belajar agar menjadi pintar dan bekerja keras agar menghasilkan uang. Sejak aku hidup di dunia manusia, aku hanya memikirkan kamu, mengikutimu dan juga mempercayai kamu. Mulai sekarang... aku harus mempersiapkan diri untuk hidup tanpamu." Dae Woong kaget mendengar hal itu dan berkata, "Mi Ho ya, tidak mudah bersekolah dan mencari pekerjaan itu." Mi Ho bilang bahwa dia sudah memikirkan jalan yang akan dia tempuh.

Dae Woong terdiam lama lalu bilang bahwa dia akan membelikan Mi Ho daging yang paling enak untuk menyembuhkan Mutiara Mi Ho dan Dae Woong juga bilang akan membelikan minuman soda. Mi Ho menolaknya dan bilang bahwa Dae Woong tidak usah membelikan makanan untuk dia karena dia sudah membeli telur untuk dimakan. Dae Woong bilang bahwa itu bukan daging dan Mi Ho pasti tidak akan memakannya. Mi Ho bilang bahwa dia tidak memiliki uang yang cukup untuk membeli daging makanya dia hanya membeli daging. Dae Woong tetap ingin membelikan daging untuk Mi Ho namun Mi Ho tetap menolak dan berkata, "Sampai kapan kau akan memberikan aku daging? Hingga 100 hari? Aku hanya membuatmu membelikan aku daging dan aku akan meninggalkanmu, aku tidak ingin melakukan hal itu sekarang. Aku akan melakukan dengan caraku sekarang dan kau tidak perlu khawatir."



Dae Woong pergi ke kamarnya dan dia melihat Mi Ho yang sedang memasangkan mata boneka smbil memakan telur dadar Dae Woong bertanya-tanya, "Apakah karena Mutiaranya terluka kini dia tidak mempercayaiku lagi?"



Hye In datang ke rumah sakit Dong Joo karna Dong Joo lah yang memintanya datang. Dong Joo bilang bahwa dia telah mengancam Hye In dan karena itulah kini Hye In harus mengikuti apa yang dia katakan, Jika Dong Joo meminta Hye In untuk pergi maka Hye In harus pergi, Jika Dong Joo meminta Hye In untuk datang maka Hye In harus datang dan jika Dong Joo meminta Hye In untuk diam maka Hye In harus diam. Hye In bilang bahwa dia akan pergi dari sisi Mi Ho dan dia juga akan keluar dari shooting film. Hye In meminta Dong Joo untuk membiarkannya pergi namun Dong Joo tidak mau membiarkan Hye In pergi karna Hye In harus melakukan sesuatu untuknya.

Dong Joo meminta Hye In meyakinkan Mi Ho agar pergi dari Dae Woong dengan cara Hye In harus selalu ada diantara mereka sehingga mereka tidak akan saling melihat satu sama lain. Hye In bertanya, "Membuat mereka berpisah?" Dong Joo tersenyum dan bilang bahwa ini bukanlah pekerjaan yang sulit karna Hye In memang masih mencintai Dae Woong. Hye In kembali bertanya, "Kenapa aku harus melakukan ini?" Dong Joo tersenyum dan berkata, "Aku lupa mengancammu untuk tidak bertanya apapun."

Hye In benar-benar ketakutan dan berkata, "Mungkinkah kamu... Mungkinkah kamu membuat rencana buruk untuk Dae Woong?" Dong Joo menjawab,"Aku tidak memiliki ketertarikan pada Cha Dae Woong. Jadi, Aku membawamu kemari hari ini agar kamu tidak kabur. Lakukan apa yang biasa kamu lakukan, tapi kamu tidak boleh melakukan hal bodoh seperti yang kau lakukan hari ini." Hye In berkata, "Apa-apaan kamu ini? Apakah kamu menyukai Mi Ho?" Dong Joo berkata bahwa dia sudah mengingatkan Hye In agar tidak bertanya dan yang Dong Joo bisa katakan hanya hal itu saja. Dong Joo lalu bilang, "Aku adalah setengah manusia... sama sepertimu."



Dae Woong menghampiri Mi Ho dan bilang bahwa dia mau mengatakan sesuatu yang sebenarnya ini mungkin memalakukan tetapi dia harus menjelaskan hal ini pada Mi Ho. Mi Ho pun mendengarkan apa yang di katakan Dae Woong. Dae Woong bilang bahwa pada saat itu, Hye In lah yang tiba-tiba menciumnya dan Dae Woong sama sekali tidak membalas mencium Hye In. Mi Ho berkata, "Aku mengerti kamu tidak sengaja melakukan itu." Dae Woong lalu bertanya, "Lalu apa ada masalah? Aku berjanji akan membelikanmu daging. Berhentilah seperti ini, aku sangat mencemaskanmu." Mi Ho tersenyum dan berkata bahwa Dae Woong tidak boleh mencintai perempuan lain dan Dae Woong juga tidak mungkin mencintai dirinya. Mi Ho bilang bahwa Dae Woong boleh membelikan Mi Ho daging tapi Dae Woong tidak boleh memberikan cintanya pada Mi Ho.

Mi Ho berkata, "Hari ini aku memperlihatkanmu sisi seramku dan aku sadar bahwa aku ini Gumiho. Memintamu untuk mencintaiku... itu salah. Sekarang aku tidak akan menyusahkanmu kembali. Setelah 100 hari lewat, maka aku akan pergi." Dae Woong marah dan bilang bahwa Mi Ho boleh pergi. Dae Woong mengambil kemejanya dan keluar dari rumah.

Tiba-tiba Dae Woong masuk kembali kedalam rumah dan bertanya, "Aku ini egois jadi aku tidak bermaksud mengatakan ini padamu tapi... Apakah karena ini maka kamu memberi tahu Dong Joo mengenai pacaran kontrak selama 100 hari? Kalau begitu... Apakah setelah 100 hari lewat maka kau akan pergi ke tempat Dong Joo?" Mi Ho kesal dan bilang, "Sudah aku bilang jangan tanya mengenai Dong Joo!" Dae Woong benar-benar marah dan berkata, "Baiklah! Tepati janjimu, jangan sampai ada 101 hari! Kau harus segera pergi." Dae Woong langsung pergi keluar dari rumah.

Mi Ho berfikir, "Mungkinkah... Dae Woong selama ini tidak pernah mengatakan bahwa dia menyukaiku. Bahkan dia tidak pernah bilang akan mencoba menyukaiku."


Dae Woong pergi ke kantor Dong Hong dan meminta bantuan Byung Soo agar dia bisa masuk ke gudnag untuk mencari cincin. Byung Soo sedang sibuk mencari vas antik sehingga dia meminta Dae Woong untuk menunggu. Dae Woong bilang bahwa dia akan mengambilkan vas antik itu dari rumah Kakek, Byung Soo senang dan lansgung menelfon petugas di gudang.

Dae Woong melihat TV di ruangan Dong Hong yang sedang memutar sebuah drama. di drama itu si perempuan berkata akan pergi dan mencari uang sendiri, si laki-laki mengusir perempuan itu pergi dan bilang akan segera mengirimkan surat perceraian. Lalu ada seorang laki-laki datang dan perempuan itu pun ergi bersama. Dae Woong melihat drama itu dan berkata, "Jangan-jangan.... Dong Joo. Mungkinkah Mi Ho nanti akan pergi bersama Dong Joo?"

Dae Woong pergi mencari cincin bersama Byung Soo namun dia tetep tidak berhasil menemukan cincin itu padahal cincin itu terselip di dekat sebuah roda.



Malam ini bulan purnama dan seperti biasa Dong Joo menatap jam pasirnya. Dong Joo berkata, "Mutiaranya sangat terluka dan malam ini adalah kematian kedua untuknya. Aku khawatir dia akan sangat kesakitan."

Mi Ho benar-benar merasa kesakitan dan pada saat yang sama Dae Woong juga mulai merasa kesakitan. Dae Woong berfikir, "Apa karna mutiaranya? Mi Ho? Apa dia baik-baik saja?" Dae Woong panik dan bilang pada Byung Soo bahwa dia akan pulang terlebih dahulu. Byung Soo bertanya, "Bagaimana dengan cincin?" Dae Woong bilang bahwa dia akan kembali untuk mencari cincin setelah melihat keadaan Mi Ho.



Dae Woong pulang ke rumah dan ternyata pintu rumah di kunci. Dae Woong meminta Mi Ho membukakan pintu namun Mi Ho merasa sangat kesakitan sehingga dia tidak bisa membukakan pintu. Dae Woong mendengar suara Mi Ho yang kesakitan sehingga dia pun akhirnya mendobrak pintu dan melihat Mi Ho yang sudah pingsan.



Dae Woong pergi ke Dong Joo untuk meminta obat. Dae Woong mengaku pada Dong Joo bahwa dia meminta obat untuk anjingnya. Dong Joo memberikan obat dan dia berkata, "Tolong tetap di sisinya. Akan lebih baik jika kamu ada disisinya." Dae Woong mengerti dan langsung pergi.



Dae Woong meracik obat dan memberikannya pada Mi Ho. Dae Woong menatap Mi Ho lama dan menggenggam tangan Mi Ho. Dae Woong berkata, "Mi Ho... Maafkan aku." Dae Woong terus menjaga Mi Ho semalaman hingga pagi-pagi. Mi Ho terbangun dan langsung melepaskan tangannya yang di genggam oleh Dae Woong.



Dae Woong terbangun dan dia sudah ada di tempat tidurnya. Dae Woong mendengar suara Mi Ho dan tersenyum tapi senyum itu langsung hilang karna Mi Ho ternyata sedang menelfon Dong Joo, "Aku baik-baik saja. Terima kasih banyak. Apakah kamu sangat mengkhawatirkan aku, Dong Joo? Obat yang kamu berikan padaku sangat bekerja. Aku tidak merasa sakit semalaman. Ketika aku sakit nanti, mungkin akan lebih baik jika aku tinggal dirumahmu. Dae Woong? Ah dia masih tertidur. Aku harus pergi sekarang, setelah selesai bekerja maka aku akan datang mengunjungi rumah sakitmu. Aku tutup telfonnya."

Dae Woong benar-benar kesal dan langsung menghampiri Mi Ho, "Aku tidak tidur dengan nyenyak karna aku diam di sampingmu. Aku bukanlah orang yang egois dan ingin mengatakan hal ini padamu, tapi... Akulah yang pergi ke dokter dan meminta obat untukmu. dan aku adalah orang yang sepanjang malam terus memegangi tanganmu saat kau kesakitan. Itu adalah aku! Bagaimana bisa kau berterima kasih pada Dong Joo." Mi Ho pun akhirnya berkata, "Terima kasih. Terima kasih karna telah mengkhawatirkan aku dan merawatku."

Dae Woong bertanya, "Tapi... Apakah kamu sudah baikan?" Mi Ho menjawab, "Aku tidak apa-apa. Aku senang karna bisa membawamu ke kamar dengan satu tangan. Jika kamu lelah, tidurlah. Aku akan pergi sekarang." Dae Woong bertanya, "Mau pergi kemana kamu?" Mi Ho bilang bahwa dia akan pergi ke lokasi shooting. Dae Woong masih mengkhawatirkan Mi Ho namun Mi Ho bilang bahwa Hye In pasti sekarang tidak akan berani padanya jadi Dae Woong tidak perlu mencemaskannya. Dae Woong ingin ikut ke lokasi shooting namun Mi Ho melarangnya dan langsung berlari pergi.


Mi Ho bilang bahwa sejak dia sangat menyukai Dae Woong maka dia tidak bisa berhenti menyukai Dae Woong. dia tidak bisa bersikap pura-pura tidak menyukai Dae Woong dan yang dia bisa lakukan saat ini adalah menghindar dan berlari dari Dae Woong. Sementara itu Dae Woong tetap diam di rumah dan melihat gambar ayam yang sengaja di tempelkan oleh Mi Ho di dekat tempat tidur.



Dong Hong membawa Bibi ke lokasi shooting dan Bibi pun bilang bahwa dia merasa seperti artis karna ada di tempat shooting. Dong Hong bilang bahwa Bibi sudah bermain film di dalam hatinya. Bibi benar-benar senang dan terharu oleh Dong Hong.

Dong Hong lalu bilang bahwa dia akan memperkenalkan Bibi pada Sun Nyeon dan beberapa crew film. Sun Nyeon melihat Dong Hong dan langsung menghamoirinya. Dong Hong Berkata pada orang-orang bahwa dia akan memperkenalkan seseorang yang berarti untuknya. Tiba-tiba saja Bibi kentut dan semua orang langsung menutup hidung. Bibi sangat malu dan berlari pergi.



Dong Hong mengejar Bibi dan Bibi bilang bahwa dia sangat malu karna kentut di depan anak Dong Hong dan juga di depan karyawan Dong Hong. Dong Hong marah dan berkata, "Kenapa kamu tidak katakan bahwa kamu adalah Pacar Ban Dong Hong? Apakah kamu malu?" Bibi menggeleng dan bilang bahwa dia takut bau kentutnya tercium. Dong Hong bilang bahwa sejak pertama kali bertemu Bibi, Dong Hong sangat menyukai bau kentut Bibi yang spesial. Bibi terharu dan langsung memeluk Dong Hong.



Dae Woong sedang berfikir tentang Mi Ho dan dia mengingat kata-kata Mi Ho yang bilang bahwa dia akan meninggalkan Dae Woong setelah 100 hari. Dae Woong pun bertanya-tanya, "Apakah aku harus mempersiapkan diri untuk meninggalkan dia juga?"

Dae Woong lalu melihat papan tanggal dan dia berkomentar, "Kenapa banyak sekali tanggal yang di coret. Ini pasti ada kesalahan." Dae Woong langsung menghapus tanggal yang telah di coret dan berkata bahwa telah terjadi kesalahan. Dae Woong melihat poster yang di berikan Mi Ho dan dia ingat bahwa dia pernah mengatakan akan mengajak Mi Ho ke tempat yang ada di poster itu. Dae Woong bilang bahwa tempat itu ada di luar negeri dan pasti akan susah mengajak Mi Ho. Dae Woong pun berfikir untuk mencari tempat yang keren di Korea.



Shooting sedang berlangsung dan Dong Hong sangat senang melihat aksi Mi Ho, sementara itu Hye In tetap tidak suka melihat Mi Ho. Dong Hong bilang wajah Mi Ho itu akan lebih bagus jika di perlihatkan di dalam film. Dong Hong sadar bahwa Hye In ada di sampingnya sehingga Dong Hong pun meminta para crew untuk beristirahat.



Byung Soo menghampiri Mi Ho dan bilang bahwa aksi Mi Ho sangat hebat dan Mi Ho melakukannya dengan sangat baik. Hye In menghampiri Mi Ho dan memuji aksi Mi Ho yang sangat baik. Mi Ho bertanya, "Ada apa denganmu? Senyummu sangat menyeramkan." Hye In pun kembali seperti awal dan berkata, "Sesungguhnya aku tidak ingin tersenyum padamu, tapi aku harus melakukan itu karena aku takut mati." Mi Ho tersenyum dan berkata, "Benar. Kamu harus seperti itu dan kamu tidak boleh melakukan apa yang kamu lakukan kemarin."

Hye In bertanya, "Sampai kapan aku harus seperti ini?" Mi Ho menjawab, "Hanya 3 bulan kan?" Mereka berbicang cukup lama dan Mi Ho bilang bahwa Dae Woong akan lebih mempercayainya dari pada percaya pada Hye In. Hye In sangat kesal dan bilang bahwa dia ini adalah Manusia. Mi Ho kesal dan berkata, "Omumabalini hoi hoi hoi. Kau mulai sekarang akan semakin jelek, Wajahmu akan membengkak, Bulu hidungmu akan panjang, dan lubang hidungmu akan sangat besar. Bibirmu akan menjadi tebal. Omumabalini Hoi hoi. Aku sedang mengguna-gunaimu" Hye In heran dan bertanya, "Apa yang kau lakukan hah? Kau tidak mengertahui hal ini. Jangan bermain-main denganku ya!" Mi Ho berjalan pergi dan berkata, "Baiklah, lihat dan tunggu saja." Hye In ketakutan dan meminta seseorang untuk membawakan cermin.



Mi Ho masuk ke ruang rias dan bersiap-siap pulang. Byung Soo masuk kedalam ruang rias dan memberikan sebuah formulir yang harus di isi oleh Mi Ho. Byung Soo bilang bahwa Dong Hong meminta Mi Ho untuk bekerja menjadi stunt woman secara tetap. Mi Ho melihat formulir itu yang harus diisi oleh data dirinya dan dia kebingungan karna dia tidak tahu data dirinya. Byung Soo bilang bahwa formulir itu mudah diisi dan Mi Ho dapat mengembalikan formulir itu besok hari.



Mi Ho memperlihatkan formulir itu pada Dong Joo dan Dong Joo pun bilang bahwa Park Sun Joo tentunya bisa mengisi formulir itu dengan mudah. Mi Ho terdiam sambil melihat kartu identitasnya. Dong Joo lalu berkata pada Mi Ho bahwa besok adalah hari ulang tahun Park Sun Joo. Mi Ho bertanya, "Benarkah? Hari kelahiran manusia?" Dong Joo tersenyum dan mengatakan, "Ya kau akan mempunyai itu juga. Selamat."



Dae Woong mencoba mencari tempat yang mirip dengan tempat yang ada di poster dan dia menemukan tempat itu ada di Korea. Dae Woong dengan sangat semangat mau mengajak Mi Ho ke tempat itu jika Mi Ho sudah pulang, namun dia baru ingat bahwa Mi Ho akan ke rumah Dong Joo dulu jadi pasti Mi Ho akan pulang telat.

Terdengar ada suara pintu yang dibuka dan dae Woong pun dengan semangat memanggil nama Mi Ho namun ternyata yang datang adalah Kakek. Kakek tersenyum dan berkata, "Ini aku. Apakah kau kecewa?" Dae Woong kaget melihat Kakeknya dan tertawa karna Kakeknya itu memanggil Dae Woong dengan sebutan Woongie Oppa. Dae Woong bertanya, "Kakek, ada apa kemari?" Kakek menjawab, "Aku datang untuk mengajakmu dan Mi Ho pergi makan diluar. Kemana Mi Ho pergi? Kenapa kau ada disini sendiri?" Dae Woong pun mendapatkan ide dan meminta Kakek untuk menelfon Mi Ho.



Kakek menelfon Mi Ho yang sedang ada di dalam mobil bersama Dong Joo. Kakek mengajak Mi Ho untuk makan di luar dan Mi Ho bilang bahwa dia mau pergi makan bersama temannya. Dae Woong memberikan isyarat pada Kakek untuk meminta Mi Ho tetap makan di rumah. Kakek pun bilang bahwa dia sudah jauh-jauh datang ke hanya untuk mengajak Mi Ho makan bersama. Mi Ho bertanya, "Mungkin membutuhkan waktu lama untuk pulang ke rumah. Apakah tidak bisa lain hari??" Dae Woong menggelengkap kepalanya sehingga Kakekpun berkata, "Mi Ho, tubuhku ini sudah tua jadi sulit berpergian." Mi Ho pada akhirnya bilang bahwa dia akan segera pulang. Kakek senang dan langsung menutup telfon. Dae Woong juga senang dan mengatakan bahwa Kakek adalah yang terbaik.



Mi Ho pulang ke rumah dan mencari Kakek namun Kakek sudah pulang karna terlalu lama menunggu Mi Ho. Dae Woong bilang bahwa Kakek sudah memberikan dia uang untuk mengajak Mi Ho makan di luar dan sebaiknya mereka berdua segera pergi bersama ke restaurant yang enak.

Mi Ho melihat papan tanggal dan merasa ada sesuatu yang aneh. Mi Ho sadar bahwa tanggal yang di coret berkurang dan dia pun langsung mencoret kembali tanggal-tanggal. Dae Woong melarang Mi Ho namun Mi Ho tetap mencoret tanggal di Papan dan sisa waktu pun tinggal 77 hari lagi. Dae Woong berkomentar bahwa Mi Ho kini berubah menjadi sangat dingin. Mi Ho tidak menanggapinya dan bilang bahwa dia akan makan di rumah saja, namun Dae Woong tetap ingin mengajak Mi Ho makan di luar karna dia menemukan restaurant yang enak. Mi Ho bilang bahwa dia harus memasang mata boneka dan juga harus mulai belajar, dan jika Dae Woong ingin makan di restaurant enak itu maka silahkan Dae Woong pergi sendiri saja.



Akhirnya Dae Woong tidak jadi mengajak Mi Ho makan di luar. Mi Ho sibuk memasang mata boneka sambil menonton TV dari HPnya dan juga memakan telur dadar. Dae Woong bertanya, "Apakah kamu akan berhenti makan daging?" Mi Ho menjawab, "Mungkin aku harus berhenti sementara waktu." Dae Woong mencoba menarik perhatian Mi Ho dengan memulai bernyanyi Hoi Hoi namun Mi Ho tetap dingin dan tidak mempedulikannya. Dae Woong pun akhirnya meminta Mi Ho melihat ke arahnya, Mi Ho mematikan HPnya dan melihat Dae Woong.



Dae Woong membawa poster handycam dan bilang bahwa dulu mereka pernah berencana pergi ke tempat yang ada di dalam poster itu. Mi Ho bilang bahwa Dae Woong berkata kalau tempat itu ada di luar negeri sehingga Mi Ho tidak mungkin pergi kesana. Dae Woong tersenyum dan bilang bahwa dia menemukan tempat yang seperti itu dan ada di depan kampusnya. Tempat itu sangat mirip dengan tempat di dalam poster bahkan ada katedral dan juga jam yang persis dengan di dalam poster. Mi Ho tersenyum senang ketika Dae Woong mengajak Mi Ho pergi ke tempat itu besok hari. Dae Woong sudah merencanakan akan foto di katedral itu dan menyimpan foto itu di samping poster handycam.

Mi Ho sangat tertarik ingin ikut namun dia ingat bahwa dia harus bersikap dingin pada Dae Woong sehingga dia pun menolak untuk pergi ke tempat itu. Dae Woong jelas kesal dan bertanya, "Kenapa kau tidak bisa pergi?" Mi Ho menjawab, "Aku ada janji." Dae Woong kesal dan kembali bertanya, "Apa janji itu begitu penting? Apa kau tidak bisa mengundur janjimu itu dan pergi bersamaku? Untuk mencari tempat seperti ini, aku memerlukan waktu seharian dan akhirnya menemukan tempat ini. Apakah kau tidak bisa menyempatkan wkatu untuk pergi bersamaku?" Mi Ho menjawab, "Setelah 100 hari aku akan pergi. Jika aku pergi ke tempat itu bersamamu, akan susah nantinya. Sudah kubilang bahwa aku sedang berlatih untuk meninggalkanmu."

Dae Woong sangat kesal pada Mi Ho dan berkata, "Latihanmu itu benar-benar keterlaluan. Kau menolak apapun yang ingin aku beri, kau tidak menoleh padaku saat aku berbicara. dan saat aku bilang ingin pergi, kau tidak ingin? Kalau begitu berpisah saja dari sekarang dan tidak perlu latihan! Hingga 100 hari selesai, kau boleh tetap tinggal disini dan aku akan kembali ke rumah Kakek! Jika kita tidak saling bertemu itu akan memudahkan kita berpisah." Dae Woong langsung pergi keluar dan Mi Ho merasa ingin menangis.

Mi Ho berkata, "Ternyata berlatih itu sangat menyakitkan. Terasa lebih sakit dari pada kehilangan ekorku." Ternyata Dae Woong tidak benar-benar pergi, dia duduk di luar rumah sambil melihat cincin di tangannya dan dia pun ingat tentang cincin Mi Ho yang hilang dan dia langsung pergi ke gudang tempat shooting untuk mencari cincin Mi Ho. Sementara itu Mi Ho melihat poster handycam dan bilang bahwa dia ingin sekali pergi ke tempat yang ada di dalam poster itu.



Paginya Byung Soo datang ke gudang dan kaget karna melihat Dae Woong tertidur di gudang. Byung Soo pun bertanya, "Apakah kau sudah menemukan cincin itu?" Dae Woong menggelengkan kepalanya karna dia tidak berhasil menemukan cincin Mi Ho. Byung Soo bilang bahwa dia sedikit sibuk, Jadi bisakah Dae Woong mengambilkan kertas dari Mi Ho? Dae Woong kebingungan dan bertanya, "Kertas? Kertas apa?" Byung Soo mengatakan bahwa dia telah memberikan Mi Ho Formulir Pekerjaan dan seharusnya Mi Ho mengembalikannya sekarang.



Di rumah, Mi Ho sedang mengisi formulir dengan identitas Park Sun Joo dan dia bertanya-tanya, "Apakah aku harus mengisi ini semua untuk menjadi manusia sesungguhnya. Ah hari ini adalah hari lahir Park Sun Jo. Apakah itu artinya aku adalah Park Sun Jo?" Mi Ho menatap formulir yang dia isi dan mulai membereskan semua berkas-berkasnya.



Dae Woong mencoba mencari cincin Mi Ho dan pada akhirnya dia berhasil menemukannya. Dae Woong senang namun kesenangannya itu langsung hilang karna Hye In tiba-tiba datang dan bertanya, "Apakah ada yang ingin kamu bicarakan?" Dae Woong bilang bahwa tidak ada yang ingin dia bicarakan pada Hye In. Dae Woong sudah ingin pergi namun Hye In mencegahnya dan berkata, "Dia... Dia bilang padaku bahwa dia akan pergi setelah 3 bulan dan dia juga memintaku untuk menunggu hingga selesai. Ini kebenaran!" Dae Woong pun bilang bahwa hal itu memang benar. Hye In senang dan bertanya, "Jadi ketika ini berakhi, dia akan membebaskanmu? Ini sangat melegakan."

Dae Woong tiba-tiba berkata bahwa dia tidak ingin bebas dari Mi Ho dan dia akan menanyakan hal ini pada Mi Ho. Hye In sangat kaget dan bertanya, "Apakah kau sudah dirasuki olehnya?" Dae Woong menatap cincin Mi Ho dan menjawab, "Ya. Aku sudah diraskui dan kehilangan akal pikiranku. Jadi Noona yang bijaksana jangan mencoba untuk mengerti. Aku benar-benar sudah gila." Dae Woong langsung meninggalkan Hye In yang benar-benar sangat kesal.



Dong Joo membawa Mi Ho ke sebuah restaurant dan memberikan kue ulang tahun. Mi Ho bertanya, "Apa ini?" Dong Joo menjawab, "Selamat ulang tahun. Tiuplah llinnya." Mi Ho pun meniup lilin dan Dong Joo langsung bertepuk tangan, "Selamat dilahirkan, Park Sun Joo."



Dae Woong pulang ke rumah dan ternyata Mi Ho tidak ada di rumah. Dae Woong mencoba menelfon Mi Ho tapi ternyata Mi Ho tidak membawa HPnya. Dae Woong melihat ada sebuah map di dalam tas Mi Ho dan dia pun penasaran makanya dia membuka map itu untuk melihat kertas formulir yang dimaksud oleh Byung Soo. Dae Woong melihat data yang di tulis oleh Mi Ho dan dia kaget karna di kertas itu bertuliskan identitas Mi Ho sebagai Park Sun Joo.

Dae Woong ingat bahwa dulu Mi Ho pernah mengatakan tentang Park Sun Joo yang merupakan anggota keluarga Dong Joo. Dae Woong melihat isi map dan mendapatkan passport yang juga bernama Park Sun Joo. Dae Woong jadi bertanya-tanya, "Mi Ho-ku itu... Adalah Park Sun Joo?"



Mi Ho berterima kasih pada Dong Joo karna sekarang dia telah memiliki hari lahir seperti manusia yang lainnya. Dong Joo tersenyum dan berkata, "Untukku ini bukan masalah besar dalam masalah uang dan watu, aku memberikan semua ini untukmu dan kau jangan merasa terbebani." Mi Ho membalas, "Ini bukan karena itu. Ini karena aku ingin melakukannya. Aku tidak ingin hanya diam dan tidak melakukan apapun tapi aku mendapatkan segalanya. Jika seperti itu lalu mengapa aku memilih meninggalkannya?" Dong Joo berkata, "Kamu memilih untuk meninggalkan Cha Dae Woong. Jika kamu memih jalanmu sendiri, apakah itu tidak sulit bagimu?" Mi Ho menjawab, "itu tidak masalah selama aku menjadi manusia sedikit demi sedikit. Meskipun ini mengambil waktu, maka tidak akan ada jalan kembali pada Dae Woong?" Dong Joo berkata, "Pada saat itu... Dae Woong tidak akan ada lagi."

Mi Ho kaget dan bertanya apa maksud yang di katakan oleh Dong Joo. Dong Joo berkata, "Pada saat itu... Dae Woong akan berada di tempat yang tidak bisa kamu datangi. Dia akan bersama orang yang berbeda." Mi Ho diam dan bilang bahwa memang pada akhirnya mereka berdua akan berpisah. Dong Joo mengalihkan pembicaraan dengan bilang bahwa dia akan membawa Mi Ho ke tempat yang ingin Mi Ho kunjungki karna ini adalah hari ulang tahun Mi Ho. Mi Ho ingat akan sebuah tempat. Dong Joo mengajak Mi Ho pergi ke tempat itu bersama namun Mi Ho menolak dan bilang bahwa dia tidak ingin datang ke tempat itu. Mi Ho lalu mengajak Dong Joo untuk pulang. Dong Joo meminta Mi Ho untuk pergi duluan dan nanti dia akan menyusul.



Dae Woong berlari masuk ke dalam lift dan menuju ke restaurant tempat Mi Ho berada dan pada saat yang sama Mi Ho turun melalui lift yang berbeda. Dae Woong langsung menghampiri Dong Joo.

Dae Woong : "Dimana Mi Ho?"
Dong Joo : "Dia sudah pergi."
Dae Woong : "Siapa itu Park Sun Joo? Apa ini?"
Dong Joo : "Park Sun Joo adalah Gumiho yang hidup menjadi manusia. Park Sun Joo adalah orang yang aku buat."
Dae Wong : "Kamu juga... Kamu tahu siapa itu Mi Ho?"
Dong Joo : "Benar. Aku mengetahuinya dari awal. Sebagian dari diriku seperti dia... bukan manusia. Setelah meninggalkanmu dia akan hidup sendiri. Agar dia bisa meninggalkan segalanya maka aku menyiapkan semua yang dia butuhkan. Jadi ketika dia mengatakan akan pergi, yang kamu harus lakukan adalah meninggalkannya."
Dae Woong : "Berlatih selama ini dan aku harus membiarkannya pergi?"
Dong Joo : "Benar. Karena kamu adalah manusia biasa maka kamu harus membiarkannya pergi. Karena kamu mengetahui ini lebih cepat, tanpa waktu untuk latihan atau persiapan... kamu harus pergi. "
Dae Woong : "Pergi?"



Dae Woong pulang ke rumah dan kembali melihat data diri Park Sun Joo. Dae Woong berkomentar bahwa nama Park Sun Joo ini sangat biasa. Dae Woong berfikir, "Setelah menjadi Park Sun Joo... Apakah dia akan tinggal bersama Dong Joo selama 100 tahun atau 10000 tahun? Jika dia tidak kembali kesini... Apa yang harus aku lakukan?" Dae Woong menatap poster handycam dan berkata, "Dari pada berantem seperti ini, akan lebih baik jika kita pergi kesana bersama.
"



Dae Woong pada akhirnya datang ke katedral dan dia mengigat saat Mi Ho bilang bahwa Mi Ho sangat menyukai dirinya. Lalu Dae Woong mengingat pertanyaan Mi Ho, "Apakah kau bisa menyukaiku?" Dae Woong menatap katedral itu dan berkata, "Mi Ho... Aku menyukaimu... Aku sangat menyukaimu. Aku menyukaimu. " Dan ternyata Mi Ho juga pergi ke katedral itu dan melihat Dae Woong dari jauh.

Dae Woong membalikan badannya dan dia tersenyum karna melihat Mi Ho. Mi Ho bilang bahwa tempat itu sangat keren dan dia tidak menyesal telah datang. Dae Woong tersenyum lebar dan berkata, "Mi Ho. Jangan pergi. Jangan tinggalkan aku. Tetaplah tinggal bersamaku." Mi Ho menatap Dae Woong dan bertanya, "Tapi aku ini berbeda denganmu, apakah itu tidak menjadi masalah?" Dae Woong menjawab, "Tidak masalah. Hal itu tidak masuk akal dan sangat tidak penting. Aku tidak baik-baik saja seperti aku berfikir bahwa aku ini sudah gila. Aku menyukaimu. Aku tidak menyukaimu karena itu baik-baik saja. Karna kita saling menyukai maka aku pikir itu akan tetap baik-baik saja."



Mi Ho tersenyum sangat senang dan berkata, "Dae Woong... Karena kau menyukaiku maka sekarang aku bisa mengatakan padamu bahwa aku... aku akan menjadi manusia. Melalui mutiara yang kau simpan selama 100 hari, aku akan menjadi manusia." Dae Woong menyentuh dadanya dan bertanya, "Kau memanfaatkanku agar menjadi manusia? Kau membutuhkanku. Karena kau membutuhkanku maka kau menyukaiku?" Mi Ho menggelengkan kepala dan menjawab, "Aku bukan menyukaiku karena membutuhkanmu. Aku membutuhkanmu karna kau satu-satunya cintaku."

Dae Woong berjalan menghampiri Mi Ho dan berkata, "Jika kau membutuhkan aku maka kau dapat memilikiku dan memanfaatkan aku. Bahkan, jadilah tanggung jawab hidupku," Mi Ho mengangguk senang dan Dae Woong pun langsung memeluk Mi Ho.



Jam pasir milih Dong Joo masih terus berjalan hingga 100 hari dan malam ini adalah malam bulan.



Dae Woong dan Mi Ho duduk di depan rumah. Dae Woong bertanya, "Apakah kamu akan benar-benar menjadi manusia?" Mi Ho menjawab dengan gembira, "Ya. Mutiara yang di simpan di dalam tubuhmu selama 100 hari jika aku masukan kembali pada tubuhku maka aku akan menjadi manusia." Dae Woong kembali bertanya, "Kalau begitu mengapa kau tidak memberitahuku hal ini dari awal?" Mi Ho menjawab, "Aku hanya akan memberitahumu jika kau menyukaiku. Kau selalu saja tidak menjawab apakah kau menyukaiku atau tidak makanya aku tidak memberitahumu." Dae Woong menganggukkan kepala mengerti.

Dae Woong melihat Mi Ho dan bertanya, "Jadi nama manusiamu adalah Park Sun Joo?" Mi Ho mengangguk senang, "Ya. Aku meminjam nama itu dan hari ini adalah ulang tahun Park Sun Jo. Aku mendapatkan kue dan juga hadiah, bahkan aku meniup lilin ulang tahun." Dae Woong berkata, "Hmm apakah kau menyanyikan lagu ulang tahun? Tidak? Ah kau melewatkan bagian yang terpenting. Penyanyi hebat bernama Cha akan menyanyikan lagu untukmu. Selamat ulang tahun... selamat ulang tahun... Ah tidak ini tidka bagus. Aku akan menyanyikan lagu special untumu. Lihat kemari, lihat kesana~ Hmmm tidak diduga Mi Ho Mi Hoo... Temanku Mi Ho.. Gumiho yang imut. Hoi-Hoi. Mi Ho temanku yang keren. Hoi Hoi... Mi Ho... pacar yang aku sukai...."



Mi Ho tersenyum senang karna telah di nyanyikan lagu dan dia bertanya, "Hmm pacar itu apa?" Dae Woong tiba-tiba mendekatkan wajahnya pada Mi Ho dan mencium Mi Ho.



39 comments:

EpHy said...

Wah,tambah seru ja,tp kira2 tar dae woong mati pa gx ya...
thanks zola bwt sin0psisy

Anonymous said...

haiii...
gomawo chingu,sinop.nya..
di tggu,ep.12nya..
lam kenal..

Zola said...

@Ephy waduh ga tau nih. Hong Sisters tuh emang paling jgo ya buat cerita hehehe. iya sama-sama :)

@Anonim iya salam kenal dan maksih udah berkunjung heheh :)

iis RF said...

zola keren. ditunggu kelanjutannya.

rhenni dong sun said...

so swittttttttttt.............
aaa.....meleleh dehh bcannya...

thanks zola.....muachhhhhhhhh :D

icha said...

ternyata sinop eps 11 dah ada....
gomawo chingu ^^

Dini said...

hai zola...
thanks ya sinopsisnya. padahal blom nonton filmnya. tp serasa udah nonton. ditunggu ya sinopsis2 berikutnya.

Anonymous said...

seru.... seru.... seru....
seneng banget bacanya. jadi gak sabar pengen nonton.. kira-kira kapan ya di tayangin di indonesia?

pratyahara said...

seru banget....
kudu bersabar nunggu tayangan di indo

Anonymous said...

kereeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeen............. thank's ya zolla........

kauleea said...

hua,,kocak liat DW dicuekin mulu,,

plus so sweet ending episode ini,,hehe

Anonymous said...

ep 13 mna..

Anonymous said...

Zola..thx ya sinopsis nya..
Aq baru nonton d Dvd 9 episode, tp penasaran ma kelnjutannya, jadi aq baca2 sinopsis zola..
rasanya hampir sama kaya nonton, karena benar2 tergambar keadaan ceritanya...
fighting zola....

Anonymous said...

deuh,,, kak zola Q pendatang baru nih,,,
keren bgt sinopsis di blog kak zola
"semangka"....smangat kakak... fighting ^_^

Anonymous said...

kereeeeeeeeeeeeeen..............i like it

Anonymous said...

ini lbh baik dripada baca komik :)
"darconis"

Anies Pertiwi said...

suka

vka novika said...

kereeeeeeeeeeeeeeeeennnnnnnnnnn

Anonymous said...

uhh aku ter haru baca sipnosisnya..
serasa baca novel or nonton langsung..

betewe,
kasi resensi pelem yg critanya mirip2 dung kk zola?
mirip ma nie flm da kocak nya da romatis2 nya..

Anonymous said...

kereeeeeennnnnn bgt..... thanks zola,, wat sinopsisnya. jd ketagihan nich....

Anonymous said...

sinopsisnya membantu saya banget :) soalnya pas drama ini tayang saya lagi sekolah

Anonymous said...

makasih sinopsisnya yah....z ikutin dramax yg main d indosiar ckrg tpi berhubng bsk hrs ngampus & mgkin pulang sore,,,,bisa saja z nda nonton bsk. tpiiiiiii berhubg ada sinopsisx so,,,z jd nda takut ketinggalan ceritanya. hehehehe

eh mgkn lbh bagus klo dialognya di tampilkn kaya dialog dong joo dan dae woong d restaurant deeehh. cuma usul ya,,,,!!!!

Anonymous said...

Jadi pengen nangiiis keren abiiizzz...;-)

Anonymous said...

aq suka bgt ma sinopsis'a....
mksh... :)

Anonymous said...

keren! :D

Anonymous said...

hhhmmmm.....
mnsiiss banget ceritanya di episode 11...
berharap happy endingnya bahagiia.

Anonymous said...

waw aku suka banget kalau mi-ho dan dae woong jadian!!!!!!!!!!!! so sweeeettt,,,, keren bgt

Anonymous said...

donlod episode lengkap dmana yah, yg jg ad subtitle indonesia nya ? cari d yutub susa :( mhon bantuannya

Siti Jauharoh Kartika Sari said...

ini episode paling keren :) Makasih . .

Anonymous said...

wah, rajin rajin ya kak buat sinopsis drama koreanya,
aku bakal jadi reader yang ramai comment. :)

Anonymous said...

Keren banget,trims sinopsisnya Zola

Why so Curious Boss? said...

mantep euy sinopsisnya. Makasi Zola

ardah mahadasari said...

hello :) pengen tanya nih, ada sinopsis nya BBF gak?

ardah mahadasari said...

hello :)
mau tanya, ada sinopsis BBF gak ya?
tolong di jawab, trimakasih :)

mief said...

wah.. gak sempet nnton episode yg ini wktu itu.. ternyata baguss

Anonymous said...

wkwkwkw kalo di film'Y lucu bgt tuh yg pas miho ngutuk hye in jadi jelek...ekspresinya miho lucu..

Anonymous said...

zola sinopsisnya pengen tak cetak tak jadiin dokumentasi tapi kok ga bisa ya :(

Anonymous said...

Ths drama vry sweet coz i'm vry lve my husband (No Min Woo)

Best Information said...

nomu nomu nomu joha

Post a Comment

Jangan jadi Silent Readers ya :-)

zoladiaries.blogspot.com
-
 

Blog Template by